
Damian menghela nafas ksar dan mulai mendekati Alexa, setidaknya jarak mereka tidak terlalu jauh meski dirinya tidak bisa menyentuh istrinya itu. Alexa sangat tidak ingin melihat wajah Damian, karna jika itu terjadi maka dipastikan dirinya akan menangis kembali. itu hal yang sangat dia hindari.
"sweety.. aku minta maaf atas semuanya, aku menyesal melakukan itu. tapi satu hal yang ahrus kamu tau, aku tidak pernah melakukan hubungan apapun dengannya, aku hanya pernah menemaninya dan makan berdua. tidak lebih dari itu dan hanya itu, aku tidak pernah menaruh rasa terhadap dia dan selamanya akan mencintai kamu" Damian mulai membuka suaranya
"aku memang mengabaikan kamu, namun bukan berarti aku tidak mencintai kamu lagi. aku hanya butuh suasana yang baru, memang salahku mencari hal itu kepada yang lain. aku minta maaf sweety, aku tidak ingin kehilangan kamu, aku tidak mau itu terjadi" Damian menangis sejadi-jadinya didepan Alexa
bahkan suaranya tidak terdengar jelas saat bicara, namun bukan berarti Alexa akan luluh dengan airmata itu dan mau memaafkan Damian begitu saja. pembohong tetaplah pembohong, dan pengkhianat tetaplah pengkhianat itu tidak akan pernah tergantikan dalam hidup mereka
"sweety.. kita pulang kerumah ya?, aku merindukan kamu dan anak kita. aku merindukan pelukan kamu, rindu dengan semua hal yang selalu kamu minta padaku, rindu dengan suara yang selalu merengek padaku, kita pulang sweety" Damian mendekati Alexa dan langsung meraih tangan istrinya
namun dengan cepat Alexa menarik kembali tangannya dan menatap Damian. tatapan itu sangat tajam dan dalam, sampai menusuk dalam hati Damian. tidak pernah Alexa menatapnya sedalam itu, mungkin memang benar, kesalahan yang ia perbuat saat ini sangat fatal untuk istrinya itu.
"kamu memang tidak berhubungan spesial dengannya, tapi kamu sudah membuat aku kecewa, kamu mengkhianati janji yang pernah kamu katakan dipernikahan skral kita" Alexa mulai menjawab ucapan Damian dengan hati yang sangat teriris dan menahan airmatanya
'kamu tidak bisa menepati janji kamu, kamu bahkan mengabaikan ku, tidak mempedulikan aku, tidak pernah lagi melihat ku dengan baik" sambung Alexa, namun matanya sekarang sudah mulai berkaca-kaca. dia tidak sanggup harus bicara dengan Damian seperti ini.
"kamu memang tidak berhubungan dengan dia, tapi kamu sudah memberikan kesempatan dengan wanita itu untuk merusak rumah tangga kita, memangnya kamu tidak pernah berfikir jika melakukan hal ini akan berdampak untuk rumah tangga kita, kamu tidak berfikir aku sedang berjuang untuk keluarga kita" Alexa mulai meninggikan suara didepan Damian
"kau tidak pernah tau Dami.. kau tidak tau bagaimana aku berjuang untuk anak kita. aku berhenti melakukan skripsi sampai tidak bisa ikut wisuda, aku tidak merasakan seperti orang seusia aku, aku.. aku sangat kecwa padamu" Alexa menangis sambil menatap tajam Damian, dia begitu terpukul dengan semuanya.
__ADS_1
"sweety... maafkan aku, aku tidak akan mengulangi kesalahanku. aku akan berjuang untuk semuanya, aku akan melakukan semuanya demi keluarga kita" ucap Damian dan mendekati Alexa. namun bumil itu langsung menolak dan menghentikan langkah Damian
"tolong, aku tidak ingin melihat kamu, tolong kasih kesempatan padaku untuk memikirkan semuanya, aku butuh waktu melupakan semuany. aku masih ingin disini, jangan temui aku sebelum aku memintamu datang menemuiku" ucap Alexa meninggalkan Damian, ia melangkah naik keatas kamar
namun Damian langsung menahan tangan Alexa sambil bersujud didepan Alexa. ia langsung menangis dan berteriak meminta maaf pada istrinya itu. "tolong maafkan aku sayang, tolong maafkan aku... aku tidak mau berjauhan dengan kamu" Damian benar-benar tidak mau ditinggalkan istrinya itu
mendengar perkataan istrinya itu Damian sangat takut dan tidak mau lagi berjauhan dengan Alexa. cukup selama dua minggu ini dia mengabaikan istrinya, sekarang dia baru tau dia sangat membutuhkan istrinya itu dalam keadaan apapun, Damian membutuhkan istrinya saat ini juga.
"pulanglah Dami.. menangis atau memohon aku tidak akan mengubah keputusan yang sudah aku buat. terllau sakit luka yang kamu berikan untukku, aku hanya ingin menyembuhkan hatiku yang terluka" Alexa melepaskan tangan Damian dan berlalu begitu saja, bukan tidak mau memaafkan hanya saja lukanya begitu dalam dan juga terlalu basah untuk dikeringkan hari ini
Damian menatap kepergian istrinya, ia menyeslai semua perbuatannya. seharusnya dulu setelah dia tau hal ini salah, dia meninggalkannya bukan malah berharap istrinya tidak tau bahkan berharap Alexa tidak marah padanya. wanita mana yang diam saja jika diperlakukan seperti ini.
"maafkan aku sweety... aku harap kamu tidak melupakanku dan tetap membutuhkanku, aku tidak mau sepert ini menimpa keluarga kita. aku minta maaf dan waktu? aku akan berikan padamu untuk mengobati luka yang sudah aku pahat dalam hatimu" Damian pergi meninggalakn kediaman itu.
ia memilih untuk kembali ke hotel dan memikirkan cara agar istrinya kembali padanya secepat mungkin, ia tidak akan bisa menahan waktu selama itu. bahkan istrinya itu tidak menyebutkan sampai kapan dia mencari Damian, dia hanya mengancam Damian untuk tidak menemuinya.
sedangkan Alexa, dia menangis sejadi-jadinya didalam kamar. ia menangisi semua yang telah terjadi, seadainya Damian tidak dengan enteng mengatakan hal itu, membela dirinya seolah membenarkan perbuatannya itu past Alexa juga tidak akan butuh waktu lama memaaafkan pria itu
namun saat mendengar perkataan suaminya tadi\, bahwa itu hal yang tidak ia lakukan dan **hanya **menemani wanita lain disaat dirinya sedang butuh-butuhnya sosok suami\, bahkan ia sering menangis didepan Damian\,memohon pria itu untuk membantunya namun tetap saja pria itu mengabaikan dirinya.
__ADS_1
"hikss..hikss.. aku membenci dirinya namun aku juga mencintainya, aku butuh dirinya disini. apa yang harus akau lakukan sekarang, aku mencintainya" Alexa menangisi semua yang telah terjadi. dia butuh suaminya dan sekarang ingin rasanya ia memeluk tubuh itu ketika bertemu tadi
"maafkan mama sayang, mama bukan yang terbaik untuk kamu. mama sangat egois dengan kamu, maafkan mama yang hanya memikirkan perasaan mama sendiri" Alexa mengelus perutunya, mengajak baby untuk bicara dan berinteraksi, karna anaknya itu sudah bisa merespon meski hanya pelan-pelan.
"maafkan mama sayang.. hiks..hiks.. mama egois sama kamu" Alexa tidak berhenti mengucapkan kata-kata penyesalan kepada anaknya, padahal dalam hal ini ia juga belum sepenuhnya bersalah, ia juga tidak bisa menyalahkan suaminya atas semua yang terajdi.
Damian menatap ruamh itu dengan tatapan penuh penyesalahn, dia menatap jendela dimana Alexa ada didalam sana, wanita itu terlihat menangis dari jendela karna jendela kamar itu terlihat dari luar jika melakukan apapun didalam sana, dan Damian sangat menyesal telah membuka luka didalam hati istrinya
"maafkan aku sweety, aku berjanji setelahh ini tidak akan ada masalah lagi dirumah tangga kita, tapi aku tidak bisa berjanji untuk waktu yang aku habiskan tanpamu, aku akan baik-baik saja" Damian langsung pergi dari sana. ia menghubungi Habil untuk memesan tiket kepulangannya, asalkan sudah bertemu ddengan istrinya dan memastikan wanitanya baik-baik saja, itu sudah lebih dari cukup untuk Damian.
di Indonesia, Carlos juga sedang mengerahkan anak buahnya untuk memata-matai menantunya. ia tidak akan bisa tinggal diam melihat masalah yang terjadi dalam rumah tangga putranya. bagaimana pun ia harus menyelamatkan keluarga kecil ini, ia menyanyi keduanya dan tidak berpihak dengan siapapun
Carlos langsung menghubungi anak buahnya yang ada di Italia. tidak heran jika dia punya orang suruhan sebanyak itu, karna dulu Cralos anak orang yang snagat ditakuti. baik dalam dunia bisnis maupun dunia bawah. ia selalu menjadi orang yang paling dikenal dan nomor satu diantara semuanya itu.
"jangan pernah meninggalkan menantuku sebentar saja. banyak baha yang mengincar disekelilingnya, jangan samapi terjadi sesuatu pada menantuku atau kalian yang akan tau akibatnya!' Carlos menghubungi dan membuat perintah baru pada mereka setelah sekian lama tidak pernah memerintah mereka lagi.
"pastikan menantuku dan cucuku baik-baik saja, kalau kalian masih ingin merasakan sinar matahari pagi dan juga merasakan enaknya makanan di Indonesia" setelah mengatakan hal itu Carlos langsung mengakhiri panggilannya dan tinggal menunggu kabar dari mereka semua, ia yakin jika putrnya, Damian sudah berada disana. melihat bagaimana pria itu menangisi kepergian istrinya kemarin malam
#fid.nch
__ADS_1
#MDIS