
Dua minggu telah berlalu, setelah pernikahan Damian dan Alexa keduanya sudah menjalani hari-hari mereka seperti biasanya, rencana Damian sebelumnya yang mengatakan mereka honeymoon selama dua minggu batal karna Alexa memaksa untuk pulang, mengingat dirinya harus kuliah dan semester ini dia sudah banyak libur
tidak ingin meminta dengan lama, akhirnya Damian menyuruh sekretarisnya untuk memesan tiket kepulangan mereka, lagi pula selama seminggu honeymoon dirinya sudah terlalu puas menggempur istirnya itu, tinggal menunggu adonan mereka jadi
"sayang.. aku berangkat kerja dulu ya, jangan lupa ngabarin kalau ke kampus nanti" ucap Damian mengecup kening istrinya dan mengambil tasnya. ia keluar bersama sekretarisnya karna sekretarisnya menjempu dirinya pag ini untuk meeting bersama klien mereka
"hati-hati ya dad, jangan ngebut dan jaga matanya!!" teriak Alexa dari dalam sedangkan suaminya sendiri sudah pergi entah kemana, mungkin hanya terikaan yang tidak jelas didengar oleh Damian dari luar, namun Alexa tetap mengekor dibelakang melihat mobil suaminya pergi dari halaman rumah
"aku juga harus siap-siap, semester ini kayanya makin parah banget" ucap Alexa dan berlalu menuju kamar, sekarang dia sudah memasuki semester akhir dan tentunya akan semakin sibuk mengurs semuanya, namun Damian juga kekeuh untuk memiliki anak secepatnya
Alexa bersiap-siap untuk ke kampus dan diantar oleh supir mereka, kemarin Damian menyuruh Marco mencarikan supir pribadi untuk istirnya kran tidak selamanya dia bisa mengantar jemput Alexa, ditengah semua kesibukan mereka berdua yang sellau tidak ketemu waktu
sesampainya di kampus, Alexa disambut oleh Michel yang duduk dikuris yang biasa ditempati oleh Alexa jika mengikuti kelas, melihat pria itu Alexa hanya tersenyum dan menghampiri dia. " apa kabar Mic?" tanya Alexa dan duduk disebelah Michel
pria itu hanya membalas dengan senyuman dan melirik Alexa, masih sama dengan yang dulu hanya saja status Alexa kini sudah berbeda, jadi istir pria lain dan dirinya juga tidak akan bisa mendapatkan Alexa lagi. " kabar baik, kamu apa kabar?" akirnya, Michel menjawab namun suaranya begitu kecil
"aku baik, bagimana dengan tugasmu?" tanya Alexa, ia hanya tidak ingin membuat Michel menjauhinya karna sudah tau siapa Alexa dan dirinya juga butuh teman di kampus itu, cukuplah selama 3 tahun ini dia tidak punya teman yang benar-benar akrab dengannya
"sudah selesai, bagaimana pernikahanmu apa sudah ada tanda-tanda?" tanya Michel, dan tentunya Alexa tau apa yang dimaksdu oleh pria itu. Alexa menggeleng, belum ada dan anehnya lagi mereka sudah lama melakukan hal itu namun dirinya sampai sekarang belum juga ada tanda-yanda hamil
"lebih berusaha, semoga secepatnya" ucap Michel dan Alexa hanya tertawa. pria ini masih bisa mengatakan hal seperti itu, Alexa tau jika dirinya masih menympan rasa sakit hati namun Michel dengan pintarnya menutupinya dan berusaha selalu tersenyum
"makasih," Alexa tersenyum dan keduanya kembali fokus pada dosen, karna sudah datang dan mereka akan mulai belajar, sepanjanag kelas Alexa selalu memikirkan suaminya, pagi tadi Daian buru-buru ke kantor sampai tidak sempat membawa bekal makan siang
__ADS_1
semenatraa dikantor Damian sibuk dengan berkas-berkas diatas mejanya, beberapa hari tidak masuk kantor membuat pekerjaannya dua kali lipat lebih banyak dan tentunya dia harus menyelesaikannya, tidak ingin menumpuk pekerjaaan Damian terlalu fokus pada berkas-berkas itu
sampai dirinya tidak ingat untuk makan siang dan tidak ada mengabari istrinya, padahal dia sudah berjanji akan sellau memberi kabar ditengah kesibukannya agar Alexa, istrinya itu tidak khawatir. maklumlah mereka pengantin baru dan benih cinta itu selalu bertumbuh diantara mereka
Alexa beberapa kali mengirimkan pesan kepada Damian,bahwan menelfon pria tu knamun tetap saja hasilnya nihil dan tidak ada balasan. Alexa juga menelfon sekretarisnya namun tetap saja sama. tidak ada yang membalas satupun membuat rasa kahwatir itu semakin menjadi
"dad kenapa gak aktif?
"dad kemana, kok gak aktif ponselnya?
"daddy aku khawtair, kemana sih!!"
begitulah pesan yang dikirimkan oleh Alexa namun tidak ada satupun dibaca atau dibalas, sungguh ini sudah sore hari namun Damian tetap tidak membaca pesannya. Alexa sudah berada dirumah dan berniat akan menyusul suaminay ke kantor
namun ia ingat, masih ada tugas yang ahrs ia kerjakan saat ini. hal itu membuat Alexa mengurungkan niatnya ke kantor Damian dan mengerjakan tugas lebih dulu, deadlnennya sudah mendekati dan Alexa tidak punya waktu banyak lagi
namun betapa ia terkejut, saat menyalakan ponsel itu berapa banyak panggilan istrinya dan juga pesan yang dikirimkan oleh Alexa, hal itu membuat Damian langsung mengambiljas miliknya dan berlari keluar, ia akan pulang dan menyusul istrinya
sudah apsti dirumah Alexa, antara marah atau khawatir. Damian tau betul bagaimana sikap Alexa, jangan-jangan istirnya itu sedang menangis karan dirinya tidak membalas pesan. Damian tidak lagi menunggu sekretarisnya dan langsung saja pulang membawa mobil
ditengah jalan, Damian merasa lapar karna sejak tadi siang tidak ada menyentuh makanan sedikitpun. berapa kali ia diingatkan oleh sekretarisnya namun Damian menolak dan memilih menyelesaikan pekerjannya, rasa lapar itu semakin menjadi dan sudah tak bisa ditahan
perutnya sekarang sibuk bernyanyi dan minta diisi, Damian memilih untuk menepi dan mencari tempat makan untuk makan lebih dulu, lagipula jalanan masih sangat padat dan percuma saja dia pulang akan kena macet nantinya. ia melihat sebuah restoran dan memelih untuk amkan disana
__ADS_1
Damian memarkirkan mobilnya, ia memasuki restoran itu dan duduk disalah satu meja disana. ia masih punya waktu setidaknya 45 menit kedepan untuk makan, ia berencana makan sampai jam 7 dan pulang, tidak mau membuat istrinya lebih alam menunggu
Damian memesan makananna dan tiba-tiba seseorang yang sangat ia kenal datang dan menghampiri dirinya, melihat al itu Damian hanya menghela nafas kasar karna sanga tidak ingin bertemu dengan orang yang sudah berada didepan matanya saat ini
"hallo Mian.. apa kabar?, sudah lama rasanya kita tidak bertemu" ucap wanita itu dan tanpa izin langsung duduk disana, dengan senyuman sumringgah dia menatap Damian. " kabar baik, tidak ada untungnya aku bertemu denganmu!!" ucap Damian dengan sorot mata yang tajam dan dingin
"jangan begitu Mian, bagaimana pun aku pernah berada dalam masalalu yang pernah kau kejar dulu" ucap wanita itu sambil tersenyum bangga, namun Damian hanya diam dan menatap wanita itu dengan tajam. " masalalu?, apakah kau merasa begitu?, aku saja yang kau tuduh tidak merasakan hal itu" ucap Damian sambil tersenyum miring
ia menunjukakn kepada wanita itu abhwa dirinya sudah jauh berubah dan sekarang punya wanita yang sudah sangat ia cintai dan juga membuat dirinya tidak tertarik dengan wnaita manapun, ia tau apa tujuan wanita didepannya ini, mengapa menampilkan wajahnya didepan dirinya
"hahaha.. aku merasa begitu karna memang itulah kenyataannya, kau terlalu memaksa melupakan hal itu" jawab wanita itu. " hahaha kau terlalu bermuka tebal untuk menagatakan hal itu, Kaylin" ucap Damian tertawa, mengejek wanita itu dengan tatapannya yang begitu dingin
"kau tidak ingat bagaimana kau mengejarku Mian" ucap Kaylin tersenyum, ia dan Damian adalah teman masa kecil dan sampai mereka tumbuh bersama sampai bangku SMP namun ketika itu Damian akan pergi dan melanjutkan sekolah SMA diluar dan sibuk mengurus perusahaan papanya
saat itu Damian sempat menyuruh Kaylin untuk menjaga hatinya, dengan artian Damian mencintai wanita itu dan ingin Kaylin menjaga hati untuk dirinya kelak,namun apa yang didapat oleh Damian. Kaylin malah menertawakan permintaan Damian dan mengejeknya
"kau bukan siapa-siapaku Mian.. kita hanya teman masa kecil dan sekarang kau mau memintaku untuk tidak dekat dengan pria lain?, kau pikir aku bisa, kau saja tidak jelas dewasa nanti" ucapan Kaylin saat itu dan membuat Damian merasa bersalah mengatakan permintaannya itu
"kau bahkan tidak ingat bagiama wajahmu saat itu, sekarang kau tidak mungkin bisa leupakanku begitu cepat" ucap Kaylin, namun Damian tertawa dan menjauhkan minumannya unttuk bicara kepada Kaylin. " kau!!.. bertemulah dengan wanitaku saat ini, saat itu kau akan merasa wanita yang tidak ada artinya untuk dirimu sendiri" ucap Damian dan pergi berlalu dari sana
sudah jam 7 kurang lima menit, Damian kembali melajukan mobilnya untuk pulang kerumah. kasihan istrinya menunggu lama, dan ia juga muak terlalu lama bicara dengan wanita seperti Kaylin, apalagi ia tau tujuan wanita itu dan bagaiaman kehidupannya selama ini
kadang orang dimasalalu yang datang kembali membuat kita merasa muak, bukan karna sakit hatinya hanya saja sejak diberi luka,dia sudah tidak ada artinya untuk kita, jadi kita akan merasa jika waktu kita terbuang sia-sia
__ADS_1
#fid.nch
#MDIS