My Daddy Is Suamiku

My Daddy Is Suamiku
BAB 71


__ADS_3

"hubby ayo bangun, aku sangat lapar..cepatlah ayo bangun" suara Alexa membangunkan suaminya yang sedang terlelap tidur, namun karna Alexa begitu lapar dan menginginkan masakan suaminya dan mengahruskan Damian untuk ke dapur untuk membuatkan makanan untuknya


"hubby ayo bangun cepat.. aahhhh bangunn ayoookkk" suara manja Alexa terus menggoyangkan tubuh Damian, namun dengan malas pria itu membuka matanya, mengerjap sebentar dan menatap istrinya yang sudah memayunkan bibir, sudah pasti bumil itu marah


"kenapa sweety, aku sangat ngantuk. kamu butuh sesuatu hemm?" ucap Damian namun matanya kembali terpejam. "isshh bangun hubby, aku lapar buatkan aku makanan cepat" ucap Alexa, ia bangun dari tempat tidur dan menarik tangan suaminya agar ikut bangun


"cepatlah aahhh...hubby ayo bangun, ishhh cepatlahh.." Alexa menepuk pelan eajah suaminya hingga akhirnya Damian bangun dan duduk diranjang.menatap istrinya sebentar hingga akhirnya ia ikut turun dan menggendong Alexa untuk kebawah


sesuai yang dikatakan oleh istirnya bahwa Damian akan memasak makanan untuk Alexa. ia mulai mengumpulkan bahan makanan dan memasaknya, sebenarnya Damian bisa memasak namun tidak memasak yang benar-benar intar hanya sekedarnya saja


sembari melihat suaminya memasak, Alexa turun dari kursi dan memeluk tubuh kekar itu sambil menciumnya dari belakang. ia merindukan masa-masa mereka melakukan hal-hal yang sederhana namun sangat romanis dimata Alexa, ia ingin mengilang hal itu lagi


"sweety sana dulu, nanti kamu kena minyak loh. tunggulah sebentar lagi sana" ucap Damian, namun Alexa menggeleng dan tetap memeluk Damian dari belakang, ia bahkan beberapa kali mencium pipi suaminya sambil tersenyum salting sendiri


"sweety nanti saja, makanannya hampir selesai. duduklah disana biar aku bawakan untukmu" ucap Damian dan mulai menata masakannya diatas piring, tidak lupa juga membawakan air minum untuk istirnya dan juga buah yang ia kupas untuk bumil kesayangannya


"makanlah, aku akan menunggumu" Damian meletakkan nasi goreng ayam gepuk diatas meja sambil meletakkan juga buah yang ia bawa. "suapin ya hubby, aku juga mau lihat kamu ikut makan" ucap Alexa tersenyum dan menepuk kursi disebelahnya


"humm.. enak banget tau, aku sangat suka nasi goreng buatan kamu" ucap Alexa tersenyum menikmati masakan suaminya, juga Damian yang ikut makan meski ia sendiri tidak lapar, dari pada melihat istirnya ngambek mending ia cari jalan yang menyelematkan diri sendiri


"habis ini langsung tidur lagi ya, jangan begadang lagi kasihan baby kita didalam, karna mamanya juga butuh istirahat yang banyak" ucap Damian namun Alexa menggeleng dan menatap suaminya seolah menginginkan sesuatu, Damian tau itu namun tetap saja kesehatan istirnya nomor satu untuknya


"besok saja sweety, jangan malam ini. kasihan kamunya" ucap Damian dan mnegecup lembut bibir ranum istrinya. Alexa menghela nafas kasar dan pergi begitu saja setelah minum, meninggalkan Damian sendirian didapur tanpa menghiraukan pria itu


Damian menyusul istirnya segera, tidak lagi mencuci piring kotor mereka. takut istrinya malah marah dan tidak mau bicara dengan, karna hal itulah yang paling menjadi momok ketakutan untuk Damian. " sweety bukannya ku tidak ingin, tapi kasihan kamunya sweety" ucap Damian, namun Alexa hanya menutup dirinya dengan selimut tebal


"swety.. jangan begini aku tidak mau kamu sedih" ucap Damian namun tidak ada balasan dari istrinya. terpaksa Damian harus mengikuti permintaan istrinya, ia mulai membuka selimut tebal itu dan memperlihatkan wajah cantik istirnya yang sedang ngambek

__ADS_1


"menjauhlah...aku tidak mau melihat kamu, tidurlah jangan ganggu aku" jawab Alexa dengan bibir yang manyun dan mata yang sudah berkaca-kaca. ia berfikir jika suaminya tidak mau melkaukan itu lagi dengannya, karna kalau dihitung sudah hampir satu minggu mereka libur


bahkan Damian tidak pernah meminta lagi, biasanya pria itu sangat sibuk meminta itu dan pasti akan memaksa Alexa, namun sekarang Damian selalu beralasan dengan kasihan atau kesehatan. " sweety jangan begini" Damian masih berusaha mengambul hati istrinya


tangan pria itu mulai menyentuh bagian favoritnya dan menarik istirnya kedalam dekapannya. mulai menyatukan bibir mereka dan memperdalam ciu*man mereka. tak hanya sampai disitu Damian mulai mengkung tubuh mungil itu dan melakukan sesuka hatinya


"jangan pernah bilang berhenti karna kau tidak akan berhenti apapun yang terjadi, kamu yang minta dan aku akan turuti sweety" ucap Damian dan mulai mem*buka satu persatu pakaian istrinya dan mengekplor setiap inci tubuh Alexa, tak lupa meninggalakn bekas kepemilikan dileher jenjang Alexa


yang tadinya sangat hening dan tenang, mulai terdengar suara erotis Alexa dan lengu*han nikmat diantara keduanya. "ahhkk.. hmmmm" Alexa tidak bisa berbohong dengan kenikmatan yang diberikan oleh suaminya. ia begitu dimanjakan dan dibawa melayang sampai nirwana


"kamu diatas sweety, kamu yang pimpin malam ini" ucap Damian dan menukar posisi mereka. kini tubuh mungil istirnya berada diatas perutnya dan mulai bergerak pelan. Damian menikmati semuanya itu, dan tidak lupa juga ia sellau mere8mas dua squishi favorit miliknya, sampai istrinya meleng*guh kenikmatan


"eemmpphh.. aahkkk.yahhh....swetyyy" suara Damian terus meracau sekaligus tangannya tidak bisa diam. ia membantu Alexa bergerak diatas tubuhnya dan semakin bergerak liar disana. Alexa juga meninggalkan beberapa tanda kepemilikan dileher dan perut suaminya


"eemmphh yahh.. swetyyy.. terus bergerak sayang" Damian mulai merasakan juniornya akan sampai puncak, tak lupa ia menekan tubuh sitrinya dan memperdalam hentakan tubuh Alexa. ia mengganti posisi mereka agar lebih mudah mengeluarkannya diluar, karna arahan dokter tidak bisa mengeluarkan didalam


"makasih sayang, kamu selalu yang menjadi terbaik untukku. makasih sweety"ucap Damian dan diangguki oleh Alexa. bumil itu kembali tersenyum dan memeluk suaminya dengan erat. sebelum tidur Damian memastikan posisi istirnya sudah cukup nyaman dan barulah dia mulai tidur


berbeda dengan dua sejoli yang tengah menikmati malam panjang dan istirahat, saat ini Marco malah selesai berdebat dengan istirinya, Rosa. keduanya baru selesai membahas tentang anak, Rosa ingin punya anak setelah Alexa melahirkan agar putrinya itu ada yang menjaga ketika persalinan nanti


namun Marco ingin secepatnya punya anak, dan pria itu menyarankan untuk ke dokter konsultasi kehamilan. Rosa menolak dan membuat keduanya sampai jam segini belum tidur juga. Rosa terlanjur kesal dan tidak mood bicara dnegan, bahkan Marco saat ini sedang diruang kerjanya


"babe apa bedanya sekarang atau nanti, toh juga sama-sama hamil dan melahirkan' ucap Marco saat mereka sudah berada dikamar dan membahas anak, sudah hampir dua hari ini mereka membahas ini dan Rosa masih tidak mau mengalah dan kekeuh untuk hamil setelah Alexa melahirkan


"aku tidak mau sekarang,aku belum siap, ayolah kamu harusnya ngerti dong keputusan aku" jawab Rosa sambil menatap suaminya, bisa dibilang dirinya memang egois dan tidak mau kalah. naun dia hanya memikirkan bagaimana Alexa nantinya mengurus anak mereka sendiri


"kenapa harus memikirkan putri kita, dia punya suami dan mertua. kamu terlalu banyak alasan sejak kemarin. entahlah kamu menginginkannya atau memang hanya terpaksa" ucap Marco dan nada bicaranya seidkit tinggi.setelah mengatakan hal itu Marco pergi meninggalkan istrinya begitu saja

__ADS_1


Rosa duduk diatas ranjang dan memikirkan semuanya, apa yang dikatakan suaminya memang sangat benar. Alexa melahirkan masih ada mertua dan suaminya. untuk apa harus emnunggu toh juga ketika putri mereka melahirkan dirinya masih bisa menemani dan membantu Alexa


"aku begitu egois dan terlalu takut dengan semua pikiran negatif ku. aku menyakiti hatinya" ucap Rosa dan menatap sekeliling. suaminya tidak ada disana, ia mulai sadar jika selama ini dia terlalu takut mengambil keputusan padahal dia sangat menginginkan hal itu


"aku harus menjadi dewasa, tidak harus memikirkan hal yang seharusnya tidak ku pikirkan" ucap Rosa dan beranjak dari ranjang. ia berfikir untuk minta maaf pada suaminya dan mengakui semua kesalahannya. dia sadr selama ini Marco terlalu banyak mengalah untuknya


"tok..tok...tok.."


ruangan kerja Marco sangat gelap dan tidak ada suara, namun pria itu langsung sadar jika dirinya tidak dikamar meninggalkan istrinya sendirian disana. "masuklah, siapa?" uca Marco, ia pikir itu adalah pengawal rumah mereka yang ingin bertemu dengannya


"kenapa tidur disini, apa dikamar tidak nyaman untukmu?' tanya Rosa, menatap suaminya yang duduk disofa dengan bantal dan selimut menutupi tubuh suaminya itu. "ada apa, kenapa kemari sudah larut malam" ucap Marco ia menatap istrinya yang belum tidur padahal sekarang sudah dini hari


"ayo ke kamar, jangan tidur disini pasti tidak nyaman" ucap Rosa dan mendekat kepada Marco. ia menarik tangan suaminya untuk ikut ke kamar. namun Marco seolah enggan dan berdiri didepan istrinya. " tidurlah dikamar, bairkan aku disini malam ini" ucap Marco melepaskan tangannya


"maaf.." sepatah kata itu keluar dari mulut Rosa dan airmata yang sudah membasahi pipinya. tentu saja Marco terkejut dan menatap istirnya dengan bingung. "kenapa?, kenapa menangis, kamu terlalu lelah tidurlah" ucap Marco, namun Rosa menggeleng dan langsung memeluk suaminya itu


"maafkan aku, aku egois selama ini. selalu ingin menang dan tidak pernah memikirkan kamu sekalipun, selalu memikirkan diriku sendiri. maafkan aku babe" ucap Rosa dengan tangisan yang sendu. Marco yang mendengar istrinya langsung membalas pelukan Rosa dan mengusap punggung istrinya


"jangan menangis, kamu tidak perlu menangisinya. aku mengerti dan tidak pernah merasa kamu egois, itulah namanya keluarga dan pernikahan, selalu ada perbedaan pendapatan dan aku tidak mempermasalahkan itu, hanya karna waktu saja babe" ucap Marco


namun Rosa menggelng dan menatap suaminya. "aku mau punya anak secepatnya, aku mau keluarga kita juga ada suara bayi, aku mau kamu selalu berada disampingku dan menemaniku" ucap Rosa, mengutarakan semua keinginannya kepada Marco


"kamu yakin? tidak terpaksa mengatakan hal itu?' Marco memastikan ucapan istrinya bukan karna rasa bersalahnya namun memang keinginnaya. " yakin, sangat yakin 100%, itu keinginanku dari dulu tapi takut untuk mewujudkannya" ucap Rosa, jujur itulah yang ia rasakan selama ini


"bodoh.. kalau memang mau kenapa harus bersikeras untuk menolak\, malam ini kamu harus mengandung benihku!" ucap Marco dan langsung meraih bibir ranum istrinya\, menyes*sapnya dengan lembut dan melu*matnya pelan tapi pasti\, Marco tidak memberikan ruang untuk berhenti kepada istrinya


#fid.nch

__ADS_1


#MDIS


__ADS_2