My Daddy Is Suamiku

My Daddy Is Suamiku
BAB 98


__ADS_3

Martin mengantarkan Zania pulang kerumahnya, setelah memutuskan untuk melamar wanita itu dengan cara yang tiba-tiba dan diluar perkiraannya keduanya, akhirnya Zania mau menerima ajakn Martin dan menerima hubungan mereka. kini Martin dan Zania sudah resmi sepasang kekasih, tinggal menunggu jawaban dari wanita itu atas lamaran Martin tadi pagi.


"makasih ya, aku masuk dulu kedalam. kamu tidak mau mampir aja sebentar"?' tanya Zania sambil tersenyum. hal itu membuat Martin salfok dengan wajah Zania. dia begitu menggemaskan namun juga seperti ibu-ibu jika sudah marah dan mengomel seperti bebek. " tidak usah, kamu masuk saja dan istirahat. jangan lupa pikirkan ucapanku tadi" ucap Martin sambil menatap Zania dengan sendu


"ya sudah kalau begitu aku masuk dulu. kamu hati-hati dijalan, kabarin kalau sudah sampai dirumah" jawab Zania dan turun dari mobil, namun ketika hendak membuka pintu, Martin menarik tangan Zania dan menempelkan bibir mereka, Martin melu*matnya sebentar dan langsung melepaskannya.


"masuklah, jangan begadang lagi dan langsung istirahat" ucap Martin dan diangguki oleh Zania. wanita itu turun tanpa melihat kebelakang lagi, ia langsung masuk begitu saja dengan hati yang tidak karuan, Martin sangat sering menciumnya dan membuatnya selalu jantungan. "dia sellau tiba-tiba" ucap Zania sambil mengelus dadanya.


Martin memutar mobilnya dan langsung kpergi dari rumah Zania. ia cukup tenang ketika sudah mengatakan apa yang mengganjal dalam hatinya semalam ini. akhrinya nanti malam ia bisa tidur dengan baik tanpa harus memikirkan dan sampai kebawa mimpi tentang Zania.


POV Zania


tadi malam, setelah aku menemani Martin kepesta kolega bisnisnya. aku terkejut ketika pria itu melakukan hal yang sangat tidak pernah aku bayangkan. aku merasa pria itu sangat berbeda dari biasanya, tidak pernah berlaku lembut dan perhatian padaku. namun malam ini, aku melihat hal yang berbeda dari Martin.


saat aku merasakan sentuhan lembut dari pria itu, aku seolah terbuai dan tidak tau harus melakukan apa. sialnya lagi, sentuhan itu membuatku menginginkan Martin melakukan yang lebih padaku, sungguh ini diluar dari pemikiranku. entah kenapa tubuhku merespon sentuhannya itu dan membalasnya tanpa sadar.


namun setelah kepulangan kami malam itu, aku memikirkan semua hal yang telah terjadi diantara kami, tidak mungkin Martin jatuh cinta pada wanita seperti diriku, jauh dari kata sempuran dan sangat tidak sebanding dengan dia. aku terlalu jauh dibawahnya dan aku tidak pernah memikirkan sampai sejauh itu.


malam ini, aku memikirkan semuanya. bagaimana besok aku harus bekerja,dan juga bagaimana kalau aku bertemu dengannya dan bagaimana aku harus menyapa dia. aku memikirkan apakah besok aku harus libur saja dan mulai bekerja dengan cuek, aku tidak tau harus melakukan apa besok pagi.


pagi hari menaypaku, dan cuaca sedikit bagus. aku harus bekerja dan harus bersikap prefesional, aku tidak mungkin meninggalkan pekerjaanku yang sudah sangat aku sukai dan juga aku sangat nyaman dengan pekerjaan ini. akku harus ke kantor pagi ini dengan bersemangat.


aku sampai ke kantor dan langsung masuk kedalam ruanganku, namun aku belum menmukan Martin disana. entah kenapa perasaanku sedikit tidak enak hari ini. meski dalam hati aku sudah berusaha untuk meastikan aku harus prefesional tetap saja ada perasaanku yang tidak tenang.

__ADS_1


"aku bertanya pada staff yang ada disebelah ruangan kami.namun mereka mengatakan kalau Martin belum sampai kekantor, aku langsung mencarinya, karna jadwal kami pagi ini cukup berat meski tidak banyak. aku harus memberitahu kepadanya agar dia juga bersiap mulai pagi ini, waktu kami tidak banyak lagi.


namun saat aku menemukannya dan mencoba untuk bicara dengannya, aku malah tidak mendapat jawaban dari dia. aku bahkan dikacangi, dikira kacang mahal kali ya?. aku kesal sampai aku harus mengsuap dada beberapa kali namun tetap saja, pria batu ini seolah tidak menganggapku ada


sampai akhirnya batas kesabaranku sudah mulai habis. aku mengeluarkan suara yang biasa aku kerahkan ketika marah padanya, melupakan masalah semalam dan bicara tanpa titik pada Martin. aku kesal dan rasanya malas jika dia terus mendiami ku seperti ini. alhasil aku mengomel panjang lebar dan diam saat aku ditatap olehnya.


melihat mata tajam itu, aku langsung terdiam. takut juga ditatap dengan mata yang dingin dan ekspresi yang sangat datar begitu. aku terdiam namun Martin melangkah maju kedepanku. tentu saja aku langsung menghindar namun tidak sempat, dia lebih dulu menarikku.


terkejut??, sudah pasti aku terkejut melihat gerakanya yang sangat cepat menarikku, jarak diantara kami hanya beberapa senti saja. jantungku alngsung berdegup kencang dan aku tidak tau harus melakukan apa lagi. semuanya terasa diluar kendali dan juga pemikiranku. Martin benar-benar marah padaku.


sampai akhirnya dia mencium bibirku, terasa kenyal dan seperti mengulang adegan malam tadi. namun dengan kesadaran yang aku punya, aku berusaha keras mendorongnya. namun tetap saja, tenaga pria ini sangatlah kuat dibanding dengan tenagaku yaang kurang makan ini. Martin sama sekali tidak bergerak apa-apa.


namun Martin semakin memperdalam ciu*amn kami, dan bodohnya aku malah tidak bisa menahan suara itu. dan membuat Martin semakin gencar, membuka atasanku, dan aku menikmati sentuhan itu. bahkan menginginkan lebih dari itu, aku ingin sentuhan Martin tidak sampai disana saja.


mengajakku menikah?, bukankah itu hal ngawur dari mulutnya. aku tidak pernah memikirkan sampai kesana. memang aku jatuh cinta padanya, namun untuk menikah?, sama seperti yang aku bilang tadi. itu hal yang mustahil dan sulit, karna aku dan dia sangat jauh perbedaannnya.


namun saat melihat dia yang menatapku seperti itu, aku percaya bahwa Martin tidak sedang bercanda. sampai akhirnya dia meawariku untuk menjadi kekasihnya, entah kenapa bibirmu berat mengatakan apapun. dan akhirnya aku hanya mengangguk, entahlah itu keputusan yang paling buruk yang pernah aku buat.


Martin memang baik dan perhatian, namun aku juga tidak berharap banyak sebelum dia menunjukkan keseriusannya padaku, itu makanya aku meminta waktu untuk memikirkan semuanya. aku tidak ingin terlalu buru-buru dan juga terkesan murahan, bisa saja dia hanya salah makan obat saat mengajakku menikah.


pov end


Martin sampai dirumah dan melihat ruah mereka sudah tidak lagi ramai, itu artinya mereka semua sudah tidur dan tidak ada lagi yang bangun. mungkin ada namun sudah masuk kedalam kamar masing-masing. Martin berjalan dengan pelan kekamarnya, ia masih tidak percaya dengan apa yang terjadi tadi pagi di kantornya.

__ADS_1


Martin yang sudah masuk didalam kamar langsung mengambil ponsel miliknya, ia langsung mengabari Zania bahwa dirinya sudah sampai dirumah. ia juga langsung membersihkan tubuhnya sebelum tidur. namun sebelum tidur ia mengecek ponselnya, siapa tau Zania sudah membalas pesannya, dan see. benar saja dia mendapat pesan dari wanitanya itu.


"tidurlah, besok bekerja lagi. jangan lupa mandi" pesan Martin dan mengirimnya kepada Zania, entah kenapa ketika berinteraksi pada wanita itu, ada perasaan yang sulit untuk dijelaskan. Martin merasa senang dengan kehadiran wanita itu dan bertemu dengan dirinya. seolah ada perasaan yang ingin selalu melihat Zania.


berbeda dikamar Damian. namun Alexa sudah tidur lebih dulu, karna Damian tidak mau istrinya itu begadang dan membuat kelelahan. Damian menatap istrinya itu sangat menggemaskan. "kau sangat cantik sayang, astaga bocil ini membuat jantungku tidak baik"  ucap Damian dan langsung mengecup kening Alexa.


Martin masih menunggu balasan dari Zania, namun sudah berapa jam dia tidak menerimanya dan langsung tertdiur begitu saja. dia sangat lelah hari ini namun dia juga sangat senang dan juga merasa hatinya sudah plong. tidak ada beban lagi dalam pikirannya.


pov Martin


aku memikirkan kejadian semalam, aku bahkan tidak bisa tidur semalaman hanya karna kejadian itu. malu dan juga tidak tau harus kemana wajahnya dibuat mbesok pagi. aku dan Zania pasti ketemu pagi nanti di kantor, dan mau tidak mau aku hharus berinteraksi dengan wanita itu


namun dalam hatiku, ketika melihat Zania. ada perasaan yang sangat menginginkan wanita itu, sama seperti perasaanku kepada Tania dulu, namun ini lebih lagi. setiap kali Zania mengomel bebe padaku, seolah ingin rasanya bibir wanita itu aku kecup, aku cium. sangat menggemaskan dimataku.


aku ingin sekali membawa Zania langsung ke pelaminan. aku mungkin jatuh cinta pada wanita itu. aku yakin karna aku sangat tau bagaimana jantungku berdetak saat berdekatan dengannya. aku sudah jatuh cinta dengannya namun mungkin baru sadar hari ini, ketika mneyntuh lembut bibir ranum nan menggoda itu.


setelah mengatakan apa yang aku rasakan, dan Zania juga menerimaku. setidaknya hatiku sedikit membaik dan tidak lagi takut kalau saja Zania didekati oleh pria lain. aku sudah punya alasan untuk memberikan pelajaran setiap pria yang mendekatinya. hubunganku dan dia setidaknya sudah jelas. bukan sekedar karyawan dan bos,namun sekarang berubah menjadi kekasih.


kalian tau, ketika Zania setuju dengan tawaranku, saat itu juga jantungku berdetak kencang dan ingin rasanya aku melompat tinggi. namun aku masih tau diri dan juga masih malu dengan keadaan, ingin rasanya tadi aku langsung membawa Zania kepelaminan. apakah terlalu buru-buru?.


sudahlah, aku merasa malam ini tidurku akan nyenyak, pikiranku tentang Zania setidaknya sudah tidak lagi terbeban. aku sudah merasa tenang. mungkin minggu depan aku sudah bisa mengklaim Zania menajdi calon istriku. rasanya aku sudah tidak lagi sabar menunggu hari itu tiba.


#fid.nch

__ADS_1


#MDIS


__ADS_2