My Daddy Is Suamiku

My Daddy Is Suamiku
BAB 41


__ADS_3

"sebelumnya saya ingin memberitahu sesuatu dengan kalian semua!!"


Suara Damian membuat semua orang langsung menatap kearah Damian dengan tatapan yang berbeda-beda, jika Rania mnatapnya dengan ekspresi penuh berharap berbeda dengan orantuanya yang menatap Damian seolah ada sesuatu yang mereka takutkan


"El.. berikan semua apa yang sudah kita dapatkan!" ucap Damian sambil mengambil sesuatu yang diberikan oleh El, sekretarisnya itu begitu cepat dalam bergerak dan semua foto tentang rania bersama pria sewaktu mereka ada di Club XX  hari itu sudah terlihat didepan mata mereka


"tau siapa dia?, Rania jelaskan siapa pria yang bersama kau malam itu" ucap Damian sambil menatap wanita itu dengan tajam, tatapan datar dan dingin membuat Rania kesulitan untuk bernafas, a begitu terkejut saat melihat apa yang dikeluarkan oleh Damian


"apa masih kurang?, h ya El berikan foto yang tadi aku siapkan" ucap Damian, lagi-lagi sekretarisnya itu membuka beberapa lembaran foto dan memberikannya kepada Damian, pria itu langsung meletakkan foto itu didepan mereka semua, bahkan orangtua Rania sampai terkejut


foto itu adalah foto Rania bersama pria asing dengan tubuh mereka yang tea**njang bulat juga dengan berpelukan sambil tersenyum, keduanya ebgitu menikmati saat mereka bersamaan. Damian membuka ponsel miliknya dan melemparkannya tepat didepan mamanya


"lihatlah kelakukan wanita yang sangat mama banggakan itu, wanita yang selama ini mama bilang sangat cocok untukku, wanita yang mama bilang mengalahkan Alexa dan sangat baik bak malaikat!" ucap Damian sambil emnatap Rania dengan senyuman penuh kemenangan


"see... apa mama belum percaya dengan bukti yang aku berikan?, atau masih kurang bukti Rania?' ucap Damian, wanita itu sudah tidak berkutik lagi saat ini. malu,takut, dan khawator menjadi satu dalam pikirannya. malu karna Damian memberikan foto-foto dirinya dan juga seorang pria tengah bermes*raan


takut jika Adelia tidak lagi merestui dirinya dan tidak lagi menerimanya menajdi istri Damian. ia juga khawatir saat melihat ekspresi dari orangtuanya, pasti mereka sangat marah dan juga kecewa dengan Rania saat ini, namun nasi susdah menjadi bubur, semuanya sudah teruangkap sekarang


"Rania.. jelaskan apa ini benar-benar kamu!!.. apa selama ini kamu membohongi tante, katamu kau masih perawan dan tidak memiliki kekasih!!' ucap Adelia menatap Rania dengan penuh amarah, ia merasa dibohongi oleh Rania selama ini


"maafkan aku tante.. aku bukan bermaksud membohongi tante.. aku tidak kenal dengan pria itu, mungkin Damian mendapatkan foto ini dari pria ini, tante percayakan kalau foto ini editan" ucap Rania sambil memohon didepan Adelia, namun wanita itu hanya diam tanpa menjawab


"maafkan saya nona, jika anda merasa ini adalah editan saya bisa membawa pria ini didepan anda dengan jelas dan mengakui semuanya" ucap El yang sudah muak dengan sandiwara dari Rania, jika dari kemarin ia masih sabar melihat tingkah wanita ini, namun kali ini El sudah kehabisan sabar

__ADS_1


"lihatlah Rania.. kau masih saja ingin membohongi kami dan mengatakan itu editan.. kau benar-benar tidak tau malu" ucap Caros langsung didepan keluarga wanita itu. jujur sejak awal ia juga kurang suka dengan wanita ini, namun ia masih diam dan melihat bagaimana Damian menyelesaikan semuanya


"tapi om.. saya mencintai Damian dan ini sudah lama kejadiannya" ucap Rania, ia menangis dan memohon didepan Adelia, wanita yang selama ini memuji dan membela dia namun ternyata wanita itu hanya diam dan menatap dirinya dengan tajam, penuh amarah dan benci


"maafkan kami tuan.. rencana pernikahan mereka dibatalkan karna putri kalian yang sangat keterlaluan, ia bahkan mencoba membohongi keluarga saya dan juga putra saya. demi menjaga nama bai keluarga kalian, kalian boleh pulang dan jangan pernah mengganggu keluarga kami lagi!!" ucapan Adelia sangat menihok dihati Rania


"tante.. aku mohon tan.. dengarkan dulu penjelasanku.." ucap Rania, namun Adelia hanya diam dan menyuruh orangtua Rania membawanya pulang, Adelia tidak ingin melihat keluarga itu lagi dirumahnya. ia merasa kecewa berat dengan Rania, selama ini termakan oleh tipu daya wanita itu


"bagaimana ma?, apkah Rania adalah wanita yang snagat baik dan cocok untukku?, tidak apa jika mama masih tetap memaksa aku menikahinya" ucap Damian sambil tersenyum miring, melihat penyesalan mamanya membuat Damian sedikit lega, akhirnya masalah ini bisa selesai juga


"maafkan mama Dami.. mama pikir dia wanita baik-baik dan juga cocok untuk jadi istrimu, ternyata dia seperti wanita dular sana" ucap Adelia dengan menangis, ia mendekat kepada putranya dan memeluk Damian, sedangkan pria itu hanya menghela nafas kasar


"aku sudah bilang ma.. aku mencintai Alexa da akan tetap menikahinya, tolong setelah ini restui kami dan jangan pernah mencampuri urusan percintaanku ma" ucap Damian sambil menatap mamanya, Adelia hanya mengangguk dalam penyesalannya, selama ini ia terlalu jahat kepada Alexa


"setelah ini mama akan merestui hubungan kalian, tapi kalau mama bisa minta apa kamu tidak sebaik mencari wanita lain aja Dami?" ucapan Adelia membuat Damian langsung merasa kecewa dan menatap mamanya dengan datar, sudah ia bilang hanya mencintai Alexa bukan wanita lain


"maafkan aku ma, tapi keputuanku sudah bulat, bulan depan aku dan Alexa akan menikah tolong restui kami dan jangan terlalu ikut campur dalam rumah tangga kami kedepannya" ucap Damian dan segera berlalu dari sana, ia naik keatas untuk kembali menelfon Alexa dan Marco


dirumah Marco, pria itu sedang sibuk membantu putrinya membereskan semua keperluan Alexa, tidak boleh ada sesuatu yang tertinggal meskipun Alexa tiak punya banyak baju dirumah Marco,namun pria itu membeli semua perlengkapan Alexa selama di Korea


"apa ada yang kurang lagi sayang?, apa papa perlu mebeli bajumu yang lebih banyak lagi disini" ucap Marco sambil memebrikan satu persatu pakaian Alexa, juga Rosa yang akan ikut dengan Alexa turu membereskan perlengkapan pribadinya


"sudah cukup papa... aku tidak butuh banyak baju sekarang, jangan menghabiskan uangmu untuk membeli semuanya aku tidak terlalu membutuhkannya" ucap Alexa tersenyum dan melanjutkan aktivitasnya, ia seperti berat meninggalkan kota ini karna Damian, namun ia juga ingin tau seperti yang dikatakan oleh papanya itu

__ADS_1


"ya sudah kalau begitu, papa kebawah untuk melihat Rosa" ucap Marco, Alexa mengangguk tersenyum. Marco turun kebawah dan melihat kekamar Rosa, ia akan memberikan tugas kepada wanita itu untuk membantu putrinya agar tidak terjadi apa-apa selama disana


dengan langkah yang pasti Marco masuk kedalam kamar itu dan " aahhhhhh... " suara teriakan Rosa membuat kuping Marco penuh, Rosa menatap dengan tajam dan juga bercampur malu melihat kedatangan Marco disaat dirinya belum selesai memakai baju


sedangkan Marco hanya diam berdiri tidak jauh dari tempat Rosa menutup tubuhnya, ia begitu malu seklaigus gugup melihat Marco yang tidak keluar dari sana. pria itu bahkan tidak berkedip melihat bentuk tubuh Rosa yang begitu menggpoda dimatanya


putih, mulus, dan leher yang jenjang membuat Marco tidak berkutik dan terus memandangi tubuh Rosa, pria itu perlahan melangkah untuk mendekat kepada Rosa, wanita itu semakin was-was dan juga takut. sungguh ia beru pertama kalinya melihat Marco seperti itu


"tua...tuann.. apa yang ingin anda lakukan, tolong berhenti disana" ucap Rosa merasa cemas karna pria itu tak kunjjung mundur, ia merasa dirinya diambang kesulitan untuk lepas. namun keluar juga bukan pilihan tepat, Rosa sudah tidak tau harus bersikap apa


"tuan ku mohon mundur tuan.." ucap Rosa, ia bergetar mengatakan hal itu, air matanya hampir keluar saat Marco tersenyum devil kepadanya, ia sungguh ketakitan dan cemas. Marco adalah pria yang normal dan tentu saja Rosa tau akan hal itu


"kenapa takut.. aku tidak menggigitmu hanya sedikit saja" ucap Marco dan kemudian pria itu menyentuh tangan Rosa dan tersenyum membuat Rosa semakin ketakutan dan tidak bisa lagi berkata-kata. Marco begitu menakutkan untuknya, baru kali ini dia bertemu pria seperti tuannya itu


"cepatlah pakai bajumu dan keluar ke kamar putriku, jangan memakai pakaian yang seksi atau tidak aku akan memakanmu" ucap Marco dan meninggalkan Rosa dengan deru nafas yang lega dan wajah yang berangsur tennag, Marco bpergi begitu saja setelah membuat dirinya spot jantung


"astaga.. pria itu benar-benar!!, bagaimana kalau handukku melorot kebawah, memang bos tidak tau diri!!" ucap Rosa mengumpat Marco dan langsung menutup pintunya, tidak lupa menguncinya dari dalam agar tidak ada orang yang sembarangan lagi masuk kedalam


kadang hdup itu awalnya H dan akhirnya P, gak jelas emang nih bang Marco wkwkw


#fid.nch


#MDIS

__ADS_1


__ADS_2