
Hari ini Damian dan Alexa berencana untuk pergi keluar sekaligus untuk membeli bahan makanan mereka, karna selama mereka berada disini Alexa selalu menyempatkan waktu memasak makanan mereka dan juga Adelia yang selalu mengurus semua keperluan mereka. Adelia sudah menganggap mereka semua seperti anak kandung mereka, selalu mengomel jika ada yang tidak sesuai dengan peraturannya.
"sweety... jangan pake baju kurang bahan itu, aku tidak suka" ucap Damian yang melihat istrinya mengenakan pakaian dimana perut Alexa terpampang jelas dan juga lekuk tubuhnya sangat terbentuk. Damian tidak mau orang lain melihat tubuh istrinya,cukup dirinya saja yang boleh milihatnya dan merasakannya sendiri. "lalu aku pake apa dong? aku gak punya baju yang lain" Alexa menjawab santai
ia malas jika mengenakan baju pilihan suamnya itu, seperti ibu-ibu yang mau kepasar saja. Damian beberapa hari yang lalu membelikannya baju daster dan Alexa jarang memakainya, selain tidak suka juga menurut Alexa tidak mengikuti fasion saat ini.
"sweety ayolah janga bikin aku marah, aku tidak mau orang lain menikmati tubuh milikku, untuk apa memperlihatkan pada mereka tubuh itu, cukup untukku saja" ucap Damian dan mengambil sesuatu dari lemari mereka. Damian membawa baju yang menurutnya cocok dikenakan untuk istrinya dan menutupi tubuh mungil itu.
"ishhh hubby... jelek banget bajunya, aku gak suka" rengek Alexa sambil menatap suaminya namun tetap saja Damian masih diam tanpa ekspresi, benar-benar tidak mendengarkan istrinya dan tetap memberikan baju pilihannya kepada Alexa. mau tak mau Alexa mengganti bajunya dengan baju yang diberikan Damian, kesal namun tetap dilakukannya.
setelah selesai, Damian dan Alexa keluar dari kamar dan menuju ruang tamu, disana sudah ada Martin juga Carlos yang sedang bermain catur. keduanya tampak serius sampai tidak melihat ada Adelia disamping mereka, wajah Adelia sangat tidak bersahabat menatap mereka.
"kami keluar sebentar ya ma, istriku mau membeli sesuatu" ucap Damian sambil memeluk Adelia, menenangkan wanita itu yang sudah menatap suaminya dan Martin dengan esmosi, sebelum amarah wanita itu keluar lebih dulu Damian menenangkannya. "buat apa diluar, nanti mama yang belikan. Alexa sudah terlalu capek dengan hamil tua begitu,kasihan kalau jalan jauh" ucap Adelia sambil menatap mertuanya.
__ADS_1
"sweety... kamu gak apa-apa kan? kamu masih sanggup jalan? atau mau mama aja yang belikan sama papa?" Damian bertanya sambil menatapa istrinya. ingin rasanya ia membawa Alexa kembali kedalam kamar dan mengurung istrinya di kamar saja,namun karna istrinya yang mengajaknya mau tak mau dia ikut juga.
"aku mau jajan banyak ma, Memangnya mama gak apa-apa nitip banyak?" tanya Alexa sambil memasang wajah yang sangat menggemaskan. "tidak apa dong sayang,mama senang kalau kamu makan yang banyak,kasihan nanti cucu mama kalau kamu tidak makan" ucap Adelia sambil tersenyum. agaknya marahnya tadi sudah sedikit hilang.
"ya sudah kalau begitu aku ke kamar lagi aja, mama nanti aku kasih list yang mau dibeli ya" ucap Alexa, Adelia hanya bisa mengangguk dan tersenyum, melihat tingakah menantunya yang masih kekanakan dan juga lucu. kadang membuat mood mereka kembali baik di keluarga itu.
"papa!! mau gerak sekarang atau mama yang pergi sendiri!" Adelia menatap suaminya yang masih enggam untuk berdiri.mereka berdua masih asik dengan catur mereka,Martin bahkan tidak mendengar mereka bicara apa tadi. "papa!!" suara Adelia mulai merendah dan see, Carlos langsung berdiri dan bergerak menatap istrinya, tidak ingin melihat istrinya itu berubah menjadi singa galak.
"aku ambilkan mobil dulu ma, tunggu diluar aja" Carlos langsung bergerak dan meninggalkan Martin yang memanggil namanya,namun Carlos sama sekali tidak melihat kebelakang dan memilih untuk melangkah lurus begitu saja.
"Martinn...!! gerak sekarang atau mama tarik keatas?" tanya Adelia dan mengambil catur yang dipegang oleh Martin.tentu saja mendengar hal itu Martin langsung tersenyum dan lari sekuat tenaga, ia tau kalai Adelia sudah mengatakan hal itu bakal ada tanda-tanda suara singa mengamuk dirumah mereka.
oke balik lagi ke pasutri yang sedang bermesraan dikamar, keduanya sedang asik suap menyuap,Damian menyuapi cemilan pada istrinya. mereka berdua sedang menikmati drakor pilihan istrinya, tidak heran jika Damian akan hafal dengan nama-nama drakor yang menjadi favorit istrinya. Alexa selalu ribut dan berteriak jika sudah menonton drakor favoritnya.
__ADS_1
"hubby aku mau jika baby sudah lahir mirip dengan dia, sangat ganteng dan berkharisma sekali" ucap Alexa sambil menunjuk layar didepan mereka, disana ada aktor yang sangat diminati juga oleh para readers fid.nch wkwk, oppa Lee Jung Suk. tentu saja Alexa sangat bersemangat.
"swety aku juga tampan dan sangat gagah, aku juga bisa seperti dia. apa bedanya aku dengan dia swety" ucap Damian protes dengan apa yang diucapkan oleh istrinya, ia tidak suka dengan istrinya yang memuji pria lain didepannnya. "iya aku tau hubby kamu tampan juga,tapi tetap saja aku ingin seperti dia,sangat berkharisma dan juga gagah" Alexa tersenyum salting sendiri.
"sweety.. jangan pernah memikirkan pria lain selain aku, jangan sebut pria lain tampan selain aku" Damian mulai balik ke mode awal,posesif dan tidak mau istrinya melihat pria lain,hanya boleh dirinya sendiri. " hubby aku hanya fans sama dia, tidak ada apa-apa juga" Alexa menatap suaminya dengan geleng kepala, heran melihat tingakah Damian yang menurutnya sangat lucu dan menggemaskan.
"pokoknya hanya boleh aku yang kamu puji,tidak boleh pria lain. tidak boleh ada pria manapun yang keluar dari mulutmu ini" ucap Damian dan langsung menyambar bibir ranum istrinya, dia tidak rela jika bibir ini mengucapkan nama lain, selain dirinya.
"ahhkk... hubby.." Alexa mulai mengeluarkan suara erotis dan membuat Damian on fire, tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang sudah ada didepan matanya. "hubby... emmpphh.." Alexa mengalungkan tangannya keleher Damian. Damian langsung membawa istrinya ke ranjang untuk melanjutkan aktivitas mereka. tidak ada kelelahan untuk Damian membuat istrinya itu mengerang dibawah permainannya.
"sweety.. aku akan memulainya" ucap Damian dan benar saja dia mengarahkan juniornya untuk masuk dalam kenikmatan duniawi istrinya, Damian bergerak dengan lembut dan menikmati setial gerakan dan hentakan yang ia pimpin,juga Alexa yang tidak bisa berbohong dengan apa yang dinikmatinya, sungguh ini membuatnua sedikit lupa bahwa dia sedang hamil.
"ahkkk..emmphhh...hubby...emmphh" Alexa meleng*guh dan mende*sah dibawah Damian dan dan pria itu terus menghentakkan pinggulnya, tidak hanya dirinya yang menikmati namun istrinya juga harus mencapai puncak nirwana bersama dengannya. "faster hubby.. aku ingin... aahkk" Damian mempercepat hentakannya untuk mengakhiri permainan pagi mereka. keduanya saling berpelukan untuk menyalurkan kerinduan keduanya.
__ADS_1
...#*fid.nch...
#MDIS*