My Daddy Is Suamiku

My Daddy Is Suamiku
BAB 69


__ADS_3

Dirumah Alexa, dia menyambut hangat kedatangan mamanya. sudah hampir satu minggu mereka tidak bertemu karna Marco sangat osesif pada sitri barunya itu, begitu juga dengan Damian yang sellau membawa dirinya ke kantor dan tidak mengizinkan Alexa melakukan hal lain jika tidak bersamanya.


"sudah lama ya ma gak kesini, gimana dirumah?, papa gak semaunya kan sama mama?" ucap Alexa sambil memeluk Rosa dengan manjanya, sejak mereka tau bahwa Alexa mengandung semua kelurga selalu menjaga dan memperhatikan Alexa


bahkan seperti yang ditanya oleh mama Adleia dulu, Alexa menyelesiakan skirpsinya namun dibantu oleh suaminya, Damian. pria itu selalu mengingatkan kapan Alexa bisa mengerjakan skirpsinya dan kapan dia harus istirahat, karna Damian sangat khawatir dengan anak mereka


"ini makan duu, udah makan belum?, mama bawakan makanan kesukaan kamu" ucap Rosa sambil melangkah ke dapur untuk menyiapkan makanan yang ia bawa, tak lupa juga ia bawakan makanan kesukaan Damian karna menurutnya menantunya itu juga butuh asupan yang baik


"makasih mama, yang terbaik deh mama yang satu ini" ucap Alexa dan memeluk Rosa dari belakang, ia juga mencium pipi wanita itu.padahal usia mereka tidak jauh berbeda, namun dibandingkan Alexa, Rosa lebih dewasa dalam segala hal.


"oh jadi mama yang baik nih ya" ucap seseorang yang datang dari pintu depan dan menghampiri mereka berdua. Adelia juga datang dan membawa banyak makanan, salah satunya cemilan untuk bumil dan calon penerus keluarga mereka, Adelia sengaja memilih makanan untuk Alexa, karna tidak sembarang makanan dimakan bumil itu


"haaaa mama datang juga ya, hmmm sennag banget aku tuhh" ucap ALexa berlari kecil menghampiri Adelia dan memeluk wanita paruh baya itu, sambil mengecup pipinya dengan manja. "mama yang terbaik dan pastinya sangatt perfect dehh" ucap Alexa membuat Adleia tertawa dan menyuruhnya untuk duduk saja


"kesini kok gak ngajak sih, kan bisa barengan tadi" ucap Adelia kepada Ros ayang berada di dapur. sedangkan Rosa menatapnya dengan tersenyum. "aku kira ada acara makanya gak ngabarin, tadi juga mau kesana ngajak Alexa" ucapĀ  Rosa menanggapi perkataan Adelia


"oh ya, kalau begitu aku tidak usah kesini" ucap Adelia tertawa dan mereka membawa makanan yang sudah mereka bawa kedepan, sedangkan Alexa yang tadinya mengambil satu cemilan dari kantong bawaan Adelia menikmatinya sendiri diruang tamu


"apa Marco dan Damian akan pulang makan siang?" tanya Adelia, meski sudah besan dengan Marco tetap saja Adelia tidak bisa merubah panggilannya terhadap pria itu. mereka sudah mengganggap Marco seperti Damian, seperti anak bagi mereka


"akan pulang ma, tadi mas Damian kasih tau kalau papa dan dia akan pulang kerumahh" ucap Alexa dan duduk diantara Adelia dan Rosa. dia bersandar dan masih menikmati cemilannnya. "sudah cek ke dokter sayang?" tanya Adleia, mengelus perut Alexa yang mulai buncit

__ADS_1


"sudah ma, katanya baby baik-baik saja dan tumbuh dengan aktif didalam" ucap Alexa sambil tersenyum,mengelus perutnya. "mama jadi gak sabar bertemu sama baby" jawab Rosa yang juga ikut bahagia dengan kehamilan Alexa dan menurutnya anak itu akan membawa kebahagiaan penuh dalam keluarga mereka


"kamu gak mau nambah satu Rosa?, kan masih muda kalian masih bisa menambah adik untuk Alexa" tanya Adelia kepada Rosa. sudah lama juga mereka menikah dan tidak mungkin Rosa belum isi sampai sekarang, toh juga mereka amsih muda dan masih ada kesempatan untuk punya anak


"tidak dulu untuk sekarang, aku belum siap dan Alexa juga sudah mengandung, tidak baik jika aku hamil dan anak kami akan tumbuh bersama, lucu saja rasanya nanti" ucap Rosa. membayangkannya saja itu membuatnya merasa geli, mana mungkin anaknya yang kecil sudah punya keponakan nantinya


"tidak apa, untuk apa memikirkan hal yang seharusnya tidak dipikirkan. kalau memang sama-sama ingin ya rencanakan saja, untuk hal itu tidak perlu dibesar-besarkan" ucap Adelia. merasa bagaimana diposisi Rosa yang menikah dan pastinya ingin punya anak dari rahimnya sendiri


"iya ma, aku juga setuju sama mama Adel. lagian mama sama papa masih sangat muda, urusan mereka akan memanggil apa belakangan, toh juga mereka akan sama-sama tumbuh bukankah itu hal yang menyenangkan" ucap Alexa. ia juga akan sangat senang punya adik sekaligus anaknya punya teman bermain


"nanti akan kami pikirkan lagi, aku akan bicara sama suamiku" ucap Rosa. ada baik juga dia membahas hal ini dengan besan dan juga putrinya, ia merasa jika hal yang mereka katakan itu benar dan keinginannya untuk memilii anak mungkin akan tercapai


"hallo.. sweety kami pulang" ucap Damian dari pintu bersama dengan Marco juga Carlos. tiga pria itu berjalan menghampiri istrinya masing-masing, namun Damian dengan jiwa posesifnya langsung merangkul dan mencium istirnya, memastikan istrinya itu baik-baik saja


"babe mau makan apa?" tanya Ros kepada suaminya yang sudah duduk anteng disana. dia melayani Marco dengan sepenuh hati dan penuh perhatian kepada suaminya itu. " ayam semur itu saya babe, tapi suapi" ucap Marco. dengan tidak tau malu dia mengatakan didepan semua keluarga


"astaga, sudah besar dan tua pun masih saja manja" ucap Damian sambil menatap Marco dengan senyuman meremehkan. "memangnya kamu gak hubby, kamu lebih parah dari papa" ucap Alexa, da langsung mengulti suaminya yang mengejek papanya


"sweety jangan begitu dong, kan ada mama dan papa disini" ucap Damian malu. astaga istrinya ini tidak bisa diajak kompromi, sangat malu jika orangtuanya dan arco mendnegar hal itu. " hahaha makanya tau diri dong" ucap Marco namun langsung mendapat tatapan tajam dari istrinya


"makan saja, jangan banyak omongan!" ucap Rosa kepada suaminya. ia kadang pusing jika Damian dan Marcos udah bertemu dan akan seperti anak kecil, saling mengejek dan saling menuduh satu sama lain. persis seperti anak kecil yang berebut mainan

__ADS_1


"papa mau makan apa, tapi gak ada sesi suap-siapan" ucap Adelia mengingatkan suaminya. padahal jika dirumah pun suaminya itu tidak ingat umur, selalu manja seperti anaknya Damian. astaga memang benar kata pepatah itu, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya


"siap mama sayaang, papa sudah tidak begitu" ucap Cyarlos. padahal dirinya juga ingin disuapi seperti Marco dan Damian. dirumah saja Adelia memperhatikan dirinya, namun sekarang istrinya itu hanya cuek dan kebanyakn memperhatikan Alexa, menantu mereka


"hubby aku pengen makan rujak mangga, buatkan ya" ucap Alexa masih dimeja makan dan baru saja selesai makan. namun karna permintaan bumil mau tak mau Damian harus melakukannya. " rujak mangga, kan kita gak ada mangga sweety" jawab Damian


"ada dibelakang rumah kita berbuah" Alexa menatap suaminya dengan puppy eye. sangat menggemaskan namun Damian juga sangat malas melakukannya. "masih mudah sweety, belum matang sama sekali" Damian menjawab karna setuanya memang masih muda


"itu yang aku mau hubby, kalau tidak mau biar papa saja. dasar pemalas, ngapain kemarin bilang mau ikut merasakan ngidam bumil" ucap Alexa dan matanya mulai berkaca-kaca. maklum saja jika saat ini suasana hati bumil bisa berubah-ubah dengan satu detik saja


"baiklah. baiklah, aku akan mengambilnya dan membuat rujak buah" ucap Damian dan langsung melangkah keluar, dihalan belakang rumah mereka ada beberapa tanaman buah-buahan yang ditanam oleh istrinya, tidak banyak paling empat atau lima jenis, salah satunya mangga cangkok


dengan usaha yang sangat besar, Damian mulai mengulek bahan-bahan rujak permintaan istrinya. padahal bisa saja ia menyuruh bik Uning melakukannya, namun karna istrinya mengharuskan dirinya melakukan semua terpaksa Damian harus turun tangan


"tuan.. ini jangan lupa, harus ada gula aren kalau tidak bakal snagat pedas rasanya" ucap bik Uning yang menemani Damian di dpaur. kasihan juga pria itu melakukan sendiri, bahkan mengupas mangga muda saja dia tidak tau. karna banyak getah dan juga sedikit sulit


"bik ini udah bisa belum?, kok susah banget sih halusnya" omel Damian, keringat sudah bercucuran karna mengulek bahan-bahan yang susah untuk halus. maklum baru pertama kali menyentuh ulekan membuat Damian kewalahan sendiri


"dikit lagi tuan, soalnya kalau cabenya gak harus banget kasian nona yang makan" ucap bik Uning, sambil terus memperhatikan Damian mengulek bahan rujak, dirinya juga memotong buah mangga agar lebih mudah dimakan. tdak lupa ia juga menyiram dengan air garam


"bik udah ya, aku capek banget ini. lagian udah halus banget kok ini" ucap Damian dan mneyerah untuk melanjutkan ilekannya. bik Uning tersneyum dan mengangguk. ia langsung memindahkan sambel rujak kepiring dan memberikannya kepada Damian untuk dibawa kedepan, sesuai request Alexa

__ADS_1


#fid.nch


#MDIS


__ADS_2