
pagi ini Damian akan keperusahaan, seperti yang dia katakan kemarin bahwa ari ini akan mengadaakan konferensi pers untuk memngumumkan perpindahan kepemimpinan perusahaan keluarganya seklaigus mengadakan pengumuman bahwa mulai hari ini perusahaan miliknya resmi bergabung dengan perusahaan kleuarga
"sweety aku pergi dulu ya, jangan nakal disini dan kalau ada apa-apa langsung hubungi aku. jangan berbuat ulah kalau tidak ada aku" ucap Damian dan mengecup kening istrinya. Alexa hanya mengangguk paham dan mengantarkan suaminya kedepan rumah
"jangan genit disana dan ingat bahwa sudah ada istri dan anak" ucap Alexa sebelum suaminya itu masuk kedalam mobil. Damian dijemput olh sekretarisnya dan akan pergi ke perusahaan. mereka membuat perusahaan papanya menjadi pusat semua anak perusahaan termasuk perusahaannya sendiri
seperginya Damian. Alexa kembali masuk kedalam dan melanjutkan ke dapur. melihat apa saja yang ada di daapur sebelum mertuanya turun. kedepannya ia tidak akan khawatir bosan dan kesepian karna sudah ada papa dan mamanya yang menemaninya
"sayang.. ngapain sendirian?, suami kamu memang sudah berangkat?' tanya Adelia sambil duduk disamping Alexa. melihat menantunya hanya duduk sambil menikmati cemilan miliknya. " sudah ma, tadi sekitar 20 menit yang lalu" jawab Alexa sambil tersenyum, ia mengelus perutnya yang sudah mulai membesar kini
"kapan kata dokter cek up lagi?' Adelia menatap. " mungkin sekitar minggu depan ma, tapi belum dikasih tau tanggal pastinya" Alexa menjawab sambil tersenyum. melihat haliu Adelia juga ikut mengelus perut Alexa sambil tersenyum. mengingat dulu ia juga pernah dimasa seperti ini
"mama sarapan dulu saja, aku juga akan ke kamar sebentar untuk mandi' ucap Alexa sambil menyodorkan mangkuknya kepada Carlos, ya papa mertuanya ada disana baru saja bergabung, makanya Alexa mengatakan hal itu kepada Adelia agar membuat Carlos kesal
"baru juga papa datang udah mau pergi aja, kamu gak suka papa kesini" ucap Carlos dan mencebikkan bibir melihat tingakah manja menantunya itu. sedangkan Adelia hanya tertawa karna suaminya dkerjai oleh menantu mereka. " ayo pa kita makan dulu, hati-hati naiknya sayang" ucap Adelia dan mereka bertiga berpencar
Damian sedang bersama beberapa petinggi perusahaan dan menunggu acara ini dimulai. tadinya ia ingin membawa istrinya datang namun sepertinya itu bukan ide yang baik karna akan membahayakan Alexa dan juga kandungannya, Damian juga tidak ingin publik tau hal ini. cukup pegawai dan yang berhubungan dengan perusahaan saja yang tau
"baiklah.. semua hadirin yang terhormat, kita akan mendengarkan dan menyambut pemimpin baru perusahaan kita, dan sambutlah dengan tepuk tangan meriah Damian Adithama selaku pemimpin baru perusahaan FORMONIX " ucap pembawa acara
semua yang ada disana tepuk tangan dan menatap kearah Damian yang sudah maju kedepan. dengan wibawa dan mata yang tajam, menatap seluruh hadirin yang ada diruangan itu. namun saat dirinya tengah sampai diatas mimbar dan akan menyampaikan sambutannya, mata Damian menangkap sesuatu
"dia mirip dengan wanita kemarin, apa dia juga salah satu petinggi yang bekerja sama dengan perusahaan?' Damian membatin dan menatap sosok wanita yang duduk dikursi tengah yang tidak jauh dari tempat duduknya itu. "sangat mirip" batin Damian sampai akhirnya ia memulai kata sambutan
setelah acara selesai, Damian langsung masuk kedalam ruangannya tanpa menunggu lagi. ia bersama sekretarisnya keluar dari ruangan itu dan masuk kedalam lift. "tuan.., apa tuan pemilik perusahaan ini?' tanya suara wanita dari belakang tubuh Damian, Damian menoleh dan menatap wanita itu
"kita bertemu lagi tuan, salam kenal saya salah satu rekan bisnis perusahaan anda" ucap wanita itu dan menyodorkan tangannya. namun bukannya membalas dengan tangan Damian justru kembali berbalik badan dan tidak merespon wanita itu
"saya baru bertemu dengan tuan diperusahaan ini, bukankah tuan Carlos yang menjadi pemilik perusahaan ini?' tanya wanita itu lagi. namun Damian hanya diam. "sepertinya nona tida mendengar apa yang disampaikan diruangan tadi, lain kali harus fokus" ucap Damian dan melangkah karna mereka telah sampai dilantai ruangannya
mendengar jawaban Damian, wanita itu langsung terdiam dan menatap kepergian Damian. ia langsung tersenyum kesal. bisa-bisanya terpikat dengan gaya dan sifat pria dingin itu. "kau harus milikku, bagaimana pun caranya, kau harus jatuh ketangan ku" ucap wanita itu dan pergi meninggalkan perusahaan.
__ADS_1
disisi lain, Carlos sedang sibuk bermesraan dengan sang istri. sudah dua bulan kandungan istrinya dan dua bulan itu juga Carlos merasa tersiksa karna harus mengalami kehamilan simpatik. arus mengalami morning sickness dan mual setiap berjauhan dari istrinya. sungguh sangat menyebalkan namun inilah yang harus ia alami
"babe aku mau bubur ayam, tapi ayamnya ahrus kamu yang masak"ucap Marco mulai meminta hal diluar nayla kepada istrinya, mungkin sudah berapa lama dan berapa kali Rosa mendengar permintaan suaminya yang kadang ia sendiri pun tidak yakin untuk memakannya, namun Marco selalu menghabiskannya
"ya sudah sebentar aku buatkan. kamu tunggu disini" ucap Rosa. ia langsung turun kebawah dan menyuruh pelayan untuk menyiapkan semua bahan yang ia butuhkan, tidak lupa juga ia memasak dengan cinta yang dia punya untuk suaminya, karna kalau tidak begini yang ada kekesalan yang keluar dari dirinya
selam 30 menit Rosa berkutat di dapur sedangkan Marco hanya menunggu didalam kamar, ia anti ke dapur karna jika kesana yang ada dia akan mulai mulai dan mengacaukan pekerjaan istrinya, dan itu sudah menjadi ancaman Rosa untuknya. jadi lebih baik dia dikamar saja dan mengerjakan pekerjaannya
Marco melihat beberapa laoran dari sekretarisnya dan juga informasi tentang perusahaan Damian. ia merasa senang akhirnya pria itu memilih untuk mengelola perusahannya dengan perusahaan keluarganya. dengan begitu Marco tidak lagi khawatir dengan putrinya yang tinggal sendirian dirumah mereka
"pesanan datang.. yuhuu" teriak Rosa sambil membuka pintu kamar, Marco yang sejak tadi sudah menunggu langsung menghampiri istrinya dan mengambl nampan yang dibawa Rosa padanya. keduanya langsung duduk disofa dan Marco dengan lihai dan gercep menikmati masakan istrinya
"emmm enak banget babe.. makasih sudah mau memasaknya untukku" ucap Marco dan kembali menikmati bubur ayam miliknya. melihat hal itu Rosa hanya tersenyum dan mengangguk, Marco memang bukan tipe pria yang romantis untuknya, namun selalu memberikan perhatian yang cukup meyakinkan Rosa, bahwa pria ini mencintainya
"brakk..!!"
suara sesutau jatuh dan Damian langsung menoleh kebelakang. masih dengan orang yang sama,wanita yang tadi ia jumpai masih berada dikantornya dan malah membuat onar disana. wanita itu menatap Damian dengan perasaan bersalah dan langsung meminta maaf kepada karyawan itu.
"dia memang butuh waktu untuk ditaklukkan, aku butuh rencaa untuk hal ini" uca wanita itu dan langsung keluar dari sana. ia akan memikirkan kembali rencananya mendekati Damian dan membuat pria itu bertekuk lutut padanya itulah rencana wanita yang ditolong Damian kemarin
pov Starla
aku melihat pria itu berjalan dengan gagah dan penuh wibawa. seumur hidupku baru pertama kali meliaht pria setampan itu dan segagah itu ketika berjalan. namun ketika aku ingat bahwa dirinya sudah punya keluarga, aku merasa jika satu langkah sudah kalah dari istri sahnya. namun itu bukan hal yang membuatku mundur
aku, Starla Ameda. pemilik perusahaan yang sangat terkenal dikota ini, meski perusahaan ini adalah warisan orangtuaku namun aku yang sudah mengelolanya. semuanya yang aku inginkan akan tercapai dan harus tercapai, tidak ada kata gagal dalam kamur hidupuku, begitu juga ketika menginginkan pria itu
aku langsung terpikat oleh mata dan juga gaya bicaranya. Damian dithama, selama aku mengelola bisnis aku tidak pernah melihat dia menghadiri acara yang berkaitan dengan pebisnis di kota ini, atau aku saja yang memang tidak melihatnya?. entah apapun itu, aku tetap akan memilikinya.
"aku mencoba untuk mendekatinya dengan membuat skenario namun tetap saja, sepertinya memang butuh tenaga yang ekstra mendekati pria itu". melihat dia mencoba menghindariku semakin meyakinkan aku bahwa aku yang akan duduk ersanding dengan dirinya. tunggulah saat tanggal mainnya
hari ini, aku kembali datang ke perusahaan Damian, dengan mencoba untuk melakukan kerjsama bisnis dengannya.sengaja aku mengenakan style yang dari dulu aku pakai jiak bertemu dengan pria yang aku inginkan atau kekasihku selama ini, aku akan mendapatkan hatinya
__ADS_1
"pagi.. maaf saya terlambat tuan, sudah lama menunggu?" tanyaku peda Damian, bisa ku akui bahwa pria ini memang sangatlah dingin dan datar. tapi itu tidak mengurangi rasa cintaku padanya. " duduklah dan mari bahas kerjasama kita!" jawaban itu membuatku semakin tertantang menaklukkannya
"jadi begini tuan, karna perusahaan saya bergerak dalam bidang fasion dan kecantikan. saya ingin tuan menyuntikkan dana dalam perusahaan kami dan akan kami kelola dengan perbandingan 50 % antara kedua perusahaan" aku menjelaskan lebih dulu tujuan kerjasama kami
meski aku mencintainya namun urusan bisnis aku tetap prefesional. siapa yang mau kalah dan tidak mendpaatkan untung dalam bisni?, tidak ada bukan. jadi aku tetap mempertahankan bisnis dan juga rasa cintaku untuknya. dia begitu tampan saat serius begini
"bisa jelaskan lebih rinci bagaimana kalian memasarkan dan siapa taget pasar yang akan kalian tuju, bagaiman kalian melihat peluang bisnis dipasar yang kalian tentukan?' Damian menanyakan hal itu, tentu saja aku cukp handal dalam menjawab, matanya sejak tadi tidak pernah lepas dari berkas diatas meja
"kami sudah melakukan riset pasar dan tentunya sudah menentukan target pasar kami. melihat peluang didalam bisnis ini snagat memungkinkan tuan" aku menjawab seadanya. Damian melihatku dengan tajam dan see.. dia seperti terpikat denganku, hampir saja aku merasa jika dunia ini hanya Damian seorang pria
"baiklah kita akan kerjasama, namun bukan 50-50. saya ingin 60-40 bagaimana?", Damian menanyakan hal itu dan menatapku. jika bukan Damian aku akan melemparkan kertas ini didepan matanya. "baiklah, saya setuju akan hal itu" jawabku, untuk mendekatinya perlu pengorbanan bukan?
pov end
"saya akan menyuruh sekretarisku untuk melakukan kerjasama ini, dia yang akan melanjutkan meeting ini dan saya harus pergi karna ada urusan lagi"ucap Damian dan langsung meninggalkan tempat itu. tidak ingin berlama-lama disana dengan wanita, sejak awal Damian tau jika wanita itu selalu mencuri pandang darinya
melihat hal itu Damian merasa risih dan memilh untuk pergi lebih dulu, emninggalkan meeting dipertengahan. namun saat dirinya hendak pulang sebuah notif masuk keponselnya. "aku akan berusaha untuk menang, semoga tuan Damian tidak kecewa" sangat berani, wanita itu mengiriminya pesan
"dia sangat unik dan menari juga" Damian bermonolg dan tersenyum sambil meluncur pulang kerumahnya. tak lupa dia mengirimkan balasan kepada Starla dengan emoji jempol. ia tidak ingin merespon wanita itu berlebihan dan ini adalah tanda mereka melakukan kerjasama
dirumah, Damian melihat istrinya yang sedang makan dan sambil enonton drama kesukaannya. Damian menghela nafas sebentar dan langsung naik keatas, bukan mengindari Alexa hanya saja ia lelah karna beberapa hari ini harus bekerja lembur dan melakukan semuanya sendiri
melihat suaminya tidak menyapa bahkan seolah tidak melihat dirinya ada disana membuat Alexa sedikit sedih namun berusaha untuk tidak menangis. jika awal kehamilannya ia selau manja dan cengeng sekarang Alexa berusaha untuk tidak lagi seperti dulu, ia tau jika suaminya itu sangat lelah di kantor
"sayang kenapa bengong, gak baik buat kesehatan" ucap Adelia bercanda dan menyadarkan Alexa dari lamunannya. ia tersenyum melihat mertuanya."mama bar balik ya, bawa apa ma?' tanya Alexa sambil menarik tatobag yang dipegang oleh Adelia
"untuk menantu mama yang paling tersayang, kamu pasti suka sayang" ucap Adelia dan menaikkan alisnya sebelah, tentu saja itu bukan hal baik jika mertuanya itu sudah bersikap begini. "astaga ma, aku gak mungkin pakai ini dalam keadaan perut buncit" ucap Alexa malu. mertunya membelikannya baju dinas malam
"gak papa sayang, coba dulu untuk nyenengin suami kamu" ucap Adelia sambil mengerlingkan matanya. ia meninggalkan Alexa dan masuk kedalam kamar. "aku akan coba, tentunya tidak sekarang" ucap Alexa dan memilih untuk naik keatas kamar,menyusul suaminya disana.
#fid.nch
__ADS_1
#MDIS