My Daddy Is Suamiku

My Daddy Is Suamiku
BAB 42


__ADS_3

Damian terus menerus menelfon Marco yang tidak kunjung mengangkat  panggilannya, bahkan Damian sudah menggunakan nomor biasa untuk menelfon namun tetap saja Marco tidak mengangkat panggilannya, membuat Damian pusing sendiri dan ingin rasanya pergi kerumah Marco


"sial... ! kemana pria ini pergi awas saja kalau dia sampai membohongiku, aku tidak akan memaafkan perbuatannya ini" ucap Damian mengumpat Marco, ia kesal pada Marco namun tidak bisa berbuat apa-apa, mereka berjauhan dan sekarang pikirannya sedang dipenuhi oleh Alexa


"astaga.. apa mereka berdua sekongkol untuk mengerjaiku, pasti ini ulah Marco sialan itu!" ucap Damian samnbil merebahkan tubuhnya diatas ranjang, beberapa hari belakangan ini istirahatanya kurang karna harus mengurus beberapa pekerjaan juga masalah tentang Rania


ia berharap setelah ini, hubungannya dengan Alexa akan berjalan dengan baik, tidak ada lagi drama apapun dari wanita lain, apalagi dari mamanya yang masih belum menrrima Alexa sebagai calon istrinya. padahal Damian sudah menegaskan akan menikahi Alexa bukan wanita lain


sedangkan disisi lain,tepatnya dirumah Marco saat ini mereka tengah bersiap untuk mengantarkan Alexa juga Rosa kebandara. kedua wanita itu akan melakukan penerbangan hari ini juga agar tidak diketahui oleh Damian, Marco juga sengaja tidak mengaktifkan ponselnya agar Damian tidak bisa menelfon dirinya


"papa.. apakah Daddy akan datang menjemputku?, kalau dia benaran tidak bisa menemui ku gimana?' ucap Alexa didalam mobil, dia begitu takut jika Damian benar-benar menikah dengan wanita yang bernama Rania itu, meskipun papanya sudah bilang jika itu tidak akan terjadi


"tenang saja sayang, Damian tidak akan sebodoh dan selama itu menemukanmu, paling ia butuh 2 hari unuk menemukan kamu nanti. percaya sama papa" ucap Marco terseyum, ia tau apa yang akan ia dapatkan ketika melakukan ini, namun jika tidak begini ia tidak dapat hiburan dari Damian


"ya sudah kalau begitu, aku sudah tidak sabar untuk sampai kesana.. sudah lama rasanya tidak lbuuran ke Korea" ucap Alexa sangat antusias, sedangkan Rosa ia masih terdiam dan hanya mengikuti pembicaraan mereka. masih terasa canngung jika harus berhadapan dengan Marco


kejadian tdirumah tadi membuat Rosa kebanyakan diam, tidak tau harus bersiakp apa didepan Marco.namun berbeda dengan pria itu, dia tampak biasa saja dan seolah tidak ada yang terjadi diantara mereka berdua. Marco bahkan mengajak Roosa beberapa kali bicara


"kalau kalian sudah sampai disana, jangan nakal ya sayang. kamu harus ikut apa yang dibilang Rosa, dia yang akan menjaga kamu disana.. rosa perhaikan apa ang menjadi tugas kamu" ucap Marco menatap wanita itu, padahal dalam hatinya ia juga masih teringat dengan tubuh polos Rosa tadi


"iya pas, aku mana pernah nakal" ucap Alexa tertawa sambil menatap Rosa, wanita itu agaknya banyak pikiran karna sedari mereka dirumah sampai hampir di abndara hanya diam dan bicara seperlunya saja, membuat Alexa menatap Rosa dengan seksama, namun wanita itu menyadarinya


"apa yang terjadi Rosa,kenapa dari tadi cuma diam doang?, apa kamu ada masalah pergi ke Korea?' ucap Alexa saat mereka sudah sampai di bandara, sebentar agi akan masuk untuk check in. " tidak ada nona, saya hanya erfikir apakah ada barang yang tinggal" ucap Rosa sambil tersenyum kikuk


"ya sudah kalau begitu kalian masuk saja, nanti disana akan ada pengawal yang akan menjemput kalian. hati-hhati dan selamat liburan" ucap arco dan mencium putrinya, namun ketika ia melihat Rosa ingatan tentang kejadian pagi tadi kembali terngiang dan membuat Marco salah fokus lagi


"byee byee papa, kami berangkat dulu" ucap ALexa dan mendorong koper miliknya, begitu juga dengan Rosa ia membawa koper miliknya sambil melangkah mngikuti Alexa, keduanya hilang dari pandangan Marco baru pria itu mau membalikkan tubuh dan pergi dari tempat itu


Marco kembali kerumah dengan hati yang penuh bahagai, ia memayangkan bagaimana Damian kelimpungan mencari putrinya, namun perasaan itu tidak berangusr lama, ketika Marco sudah sampai dirumahnya ia melihat mobil Damian sudah ada disana, entah kapan Damian sampai dirumahnya

__ADS_1


"ada apa kesini?, apa masalahmu dengan wanita itu sudah selesai?' ucap Marco sambil menatap Damian, namun yang ditatap hanya bberdehem datar dan kembali menatapnya. tatapan dingin dan penuh dengan intimidasi kepada Marco, Damian bahkan megunci tatapan Marco


"kenapa menatapku begitu, apa aku melakukan salah?" Marco tertawa dan mempersilahkan Damian masuk kedalam rumha, entah kenapa ria itu memilih menunggu diluar dari pada masuk, padahalkan Damian sudah sering datang kesana dan pelayan juga sudah sangat mengenalinya


"dimana dia? kenapa ponsel kalian berdua tidak ada yang aktif, aku sengaja mengerjaiku atau bagaimana" ucap Damian belum juga mereka duduk Damian sudah melontarkan kata-kata yang sejak tadi ia tahan, melihat Marco yang begitu santai membuat Damian sedikit emosi


"dia tidak ada disini, dia memilih pergi dari kau, menangis seharian full dan pegi begiu saja" ucap Marco memulai drama diantara mereka. Damian yang mendengarnya sudah tersorot emosi.apa yang ia pikirkan tentang Alexa ternyata ada benarnya, gadis kecilnya pasti akan menangis


"kenapa tidak menahannya Marco!!. aku sudah bilang jangan membiarkan dia pergi sendiri, apa kau lupa apa yang aku bilang!!" uacp Damian, emosinya sudah begitu diubun-ubun dan tidak bisa lagi ditahan. ia sangat marah saat tau Alexa pergi dari rumah dan Marco bersikap biasa saja


"aku juga tidak tau dia pergi, aku baru pulang setelah mencarinya. dia tidak ada dimana-mana mungkin kau sendiri yang tanya sama teman-temannya, kau yang paling tau Alexa sama siapa saja yang dekat' ucap Marco memssang wajah yang juga menyesal dan khawatir


"kau!!' benar-bbenar tidak bisa diandalkan Macro, sudah ku bilang jika dia itu tidak bisa dibiarkan keluar sendiri. dia tidak pernah keluar begitu saja tanpa pengawasan" ucap Damian dan menatap Marco tajam, rasa takut kehilangan alexa kembali menggorogoti hatinya


"ayo cari dia cepat" ucap Damian namun Marco tidak bergeming dar tempat duduknya dan tetap diam disana, ia memasang wajah yang serius dan menatap Damian, seolah ada sesuatu yang ingin diberitahu namun sulit untuk bicara, akting Marco memang begitu halus


"dia mengatakan jika kalian memnag tidak bisa bersatu, meskipun aku sudah menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dan kau tidak akan menikah dengan Rania, namun tetap saja Alexa tidak mau mendengarkan, ia bersikeras untuk melepaskan kau dan relas jika kau menikah dengan Rania"


"dia juga sempat bilang jika dia sangat sedih ketika mendengar tante Adelia selalu menyalahkan dirinya, ia sakit hati saat tante Adelia bahkan membenci dirinya dan tidak mau menerimanya, katanya ia sudah tidak bisa kembali padamu apapun yang terjadi" ucap Marco menjelaskan


mendengar hal itu, Damian merasa sangat bersalah pada gadis kecilnya. ia memang salah disini karna tidak membawa Alexa saat ia menjelaskan kenyataan dan membatalkan pernikahnnya dengan Rania agar gadis itu melihat langsung, dan ini sudah terjadi. apa yang bisa ia lakukan lagi


"kemana dia pergi Marco!!. katakan dimana dia sekarang, aku tidak percaya kau tidak tau keberadaannya" ucap Damian, ia ingin sekali bertemu dengan gadis kecilnya dan memeluknya. menjelaskan semuanya dan membawa Alexa kembali, melanjutkan rencanya untuk menikahi gadis itu


"aku tidak bisa beritahu dimana dia sekarang, aku tidak mau membuat putriku bahkan ikut membenci papanya karna sudah membantu kau. dia begitu sakit hati Dami, putriku bukanlah wanita yang diinginkan oleh tante Adelia kau harus ingat itu" ucap Marco


sebenarnya apa yang dikatakan Marco semuanya bukanalah dari Alexa, namun ia adalah isi hatinya sendiri. orangtua mana yang menerima jika putrinya ditolak dengan kasar dan juga selalu divenci bahkan dimaki, sudah lama Marco ingin mengatakan hal ini namun waktu yang tepat adalah saat ini, karna tidak akan mmebuat Damian sakit hati


"aku akan pergi mencarinya dan membawanya pulang, aku pastikan jika mamaku akan menerimanya. tolong Marco jangan membuat ku kesulitan dan dalam masalah lagi!!" ucap Damian, namun pria itu hanya menggeleng dan tidak ingin memberitahu Alexa dimana

__ADS_1


"ya sudah kalau kau memang tidak mau memberitahuku, tapi ingat satu hal!.. Alexa adalah milikku dan selamanya akan tetap begitu" ucap Damian dan pergi dari sana. ia langsung menelfon El untuk mencari tau keberadaan gadis kecilnya, Damian begitu frustasi dengan masalah yang selalu berdatangan kepada mereka


Alexa dan Rosa tengah sampai di Korea, negara yang penuh dengan oppa-oppa yang sanngat ganteng dan juga terkenal dengan drama yang sellau membuat penonton melayang, Alexa dijemput oleh pengawal yaang dikatakan oleh Marco tadi


mereka dibawa disalah satu hotel milik kleuarga Alexa, Marco memang berbisnis dalam dunia perhotelan dan parawisata jadi tidak heran jika mereka keluar negri tidak menyeswa tempat lagi karna Marco sendiri yang punya tempat sekaligus gedung yang mevvah ini


"silahkan nona, panggil kami jika anda membutuhkan sesuatu" ucap pelayan hotel yang sudah tau siapa Alexa dan rosa karna diberitahu oleh Marco sebelumnya bahwa putrinya akan kesana dan akan tinggal beberapa hari disana. dengan senang hati mereka akan menyambut  tamu spesial kali ini


"terimakasih, kalian boleh pergi" ucap Alexa tersenyum, begitu juga Rosa yang menundukkan tubuhnya sambil tersenyum. baru kali ini ia melihat dan masuk kedalam kamar hotel yang begitu mewah dan canggih, semuanya serba elektronik namun yang membuat Rosa kagum adalah dessainnya yang sangat cantik


"nona apa anda mau mandi lebih dulu atau istirahat dulu" tanya Rosa kepada Alexa. keduanya satu kamar karna permintaan Alexa, ia ingin mengenal Rosa lebih dalam dan juga berteman dengan wanita ini, Alexa merasa jika Rosa adalah wanita yang snagat baik dan bisa dijadikan teman dekat


"kamu aja dulu, aku masih ingin istirahat sebentar" ucap Alexa dan langsung diangguki oleh Rosa, wanita itu meraikan kopernya dan juga mengambil baju untuk gantinya. sedangkan ALexa memilih menikmati pemandangan luar dari atas ranjang, kebetulan kamar mereka langsung menghadap keluar


jika anda lelah dalam hdup, ingatlah bahwa masih ada novel othor yang belum kalian baca wkwkw


~mampir yuk ke novel othor sebelah


1. belenggu hasrat calon ipar


2. kumohon cintai aku(lupakan masa lalumu)


3.klise diarama


4.my sugar daddy


fid.nch


MDIS

__ADS_1


__ADS_2