My Favorite CEO

My Favorite CEO
24. Reuni kecil-kecilan


__ADS_3

Suatu sore


"Cafenya ini deh 'Yang" ucap Tita.


"Iyaa.. ini sepertinya" balas Abimanyu sambil memarkirkan kendaraannya. Setelah itu Abi membukakan pintu untuk Tita. Gadis itu sore ini sangat cantik. Selalu membuat mata Abimanyu tak pernah bisa beralih kearah lain.


Dengan Leher 3/4, Lengan Renda, Vintage Longgar Solid Midi Gaun berwarna merah, terlihat mencolok di kulitnya yang putih. Rambutnya dibiarkan tergerai panjang. Penampilan keduanya mampu mengalihkan pandangan orang-orang yang berada di cafe saat itu.


Abimanyu juga terlihat sangat tampan, dengan turtleneckĀ polos berwarna putih, memperjelas dadanya yang bidang, dipadupadan dengan celana jeans dan sneakers yang berwarna sama dengan yang dipakai Tita.


Berdua mereka nampak sangat serasi sore ini.


Abimanyu melihat Axsal yang melambai-lambai kearah mereka, memastikan kearah mana Abi dan Tita menuju. Lengan Tita melingkar dilengan kiri Abi membuat para gadis yang memperhatikannya iri setengah mati.


Tias dan Mely bergantian memberikan pelukan hangat pada Tita, sementara Abi juga melakukan hal yang sama pada Axsal, Daffa, Bima dan Aryo.


"Liat loe berdua.. semua pada iriii iiihh..Ta!" ucap Mely.


"Biiisaaa aja deh loe Mel, nyenengin hati temen!" balas Tita.


"Iiihhh sumpah! loe berdua kayak jalan di catwalk gituuu.. orang-orang pada merhatiin loe berdua!"


"Hahhhaaaaa udah aaah mujinya, gue udah nggak bapak niih!" balas Tita.


Sore itu layaknya pertemuan reuni, mereka terlihat seru bercerita dan tertawa sambil menikmati hidangan makanan dan minuman yang telah dipesan. Seperti biasa, Abi lebih banyak mendengar. Sesekali tersenyum. Lengannya lebih senang menggenggam lengan kiri Tita dibawah meja. Sesekali mengusapnya atau menggenggamnya.


Waktu sudah beranjak malam, keadaan cafe malah bertambah ramai. Akhirnya mereka memutuskan untuk pindah ke galery Axsal sambil mengabadikan momen kebersamaan mereka lagi sebelum Abimanyu kembali keluar negeri.


.


.

__ADS_1


.


Tiba di Galerynya Axsal


"Memang masih ada pegawai kamu tengah malam gini Sal?" tanya Tias "Kok lampunya masih nyala semua?"


"Mungkin si Arimbi masih nyetak atau ngedit foto Yas, diakan kalau habis kuliah juga kadang suka mampir!" jawab Axsal.


"OOO coba biar aku lihat keatas!" balas Tias.


"Sal! pegawai loe lupa apa ninggalin galery tanpa matiin lampu-lampunya dulu?" tanya Bima.


"Enggak.. paling itu si Arimbi, anak magang!" jawab Axsal.


Mereka semua berkumpul diruang bawah galery, hanya Tias yang naik keatas. Ia mendengar sayup suara tangisan diruangan pencetakan foto.


"Biiii... Arimbiii..." panggilnya.


"Kenapa kamu nangis Bi?" tanya Tias begitu melihat Mata Arimbi sudah sembab oleh air mata.


"Hari ini.. aku melihat bayinya sudah nggak ada k!" jawab Arimbi lalu kembali tangisannya memecah dibahu Tias. Dengan lembut Tias mengusap punggung Arimbi.


"Sudah.. sudah.. Bi.. ikhlaskan.. kamu akan lebih banyak melihat hal-hal tak terduga nantinya. Kamu harus belajar menjadi kuat dari sekarang." ucap Tias menguatkan dan menghibur Arimbi.


"Kenapa kamu diruang pencetakan? memangnya kamu sempat mengabadikan gambarnya?" tanya Tias.


"Iyaaa K, kedua orang tuanya menginginkan putra mereka tetap diabadikan sebagai kenang-kenangan" lanjut Arimbi dan gadis itu kembali menangis.


"Coba, aku lihat!" ucap Tias lagi. Lalu Arimbi mengusap air mata dari pipinya, melangkah kembali keruang pencetakan untuk mengambil lembaran foto yang sudah dia cetak tadi.


"Biiii.... Bayi yang tampan...semoga kelak ia akan menjadi hadiah terindah buat ayah dan ibunya diakhirat" kata Tias. Tak berapa lama Axsal dan Abimanyu juga sudah berada dilantai 2.

__ADS_1


"Kok kamu lama banget sih 'yang!" ucap Axsal. Tias menoleh kearah suara Axsal. Arimbi pun demikian.


"Ini 'Yang.. Arimbi lagi sedih. Hari ini bayi yang ditolongnya meninggal dunia." jawab Tias sambil memberikan hasil jepretan Arimbi pada Axsal. Gadis itu tertunduk, menyembunyikan airmatanya.


Abimanyu mendekat ikut melihat lembaran foto itu. Lalu matanya beralih kearah Arimbi, gadis itu masih mengenakan seragamnya, tertunduk.


"Menangis itu wujud kemanusiawianmu.. itu bagus. Sehingga kamu nanti akan sangat bersungguh-sungguh menolong ibu dan bayi yang akan dilahirkan hingga bisa selamat! itukan kebahagiaan yang kamu inginkan?" ucap Abimanyu.


Tias, Axsal terutama Arimbi menatap kearah Abimanyu penuh arti. Axsal dan Tias tidak menyangka bahwa sahabatnya itu akan berkata-kata untuk menenangkan.


"Dimana tadi dapur yang kamu bilang Sal?" tanya Abi lagi tiba-tiba, membuyarkan tatapan mereka bertiga saat ini kearahnya.


Sementara itu..Tita terdiam dianak tangga paling atas, ketika mendengarkan kata-kata menenangkan Abimanyu.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hiiii jangan lupa buat kalian yang suka dengan tulisan recehku ini untuk like dan komennya yaa..

__ADS_1


terima kasihšŸ™


__ADS_2