My Favorite CEO

My Favorite CEO
Video Call


__ADS_3

Sepagi ini.. Hujan sudah tercurah sangat lebat.


Mama sedang menyisiri rambut Nindy ketika tadi pagi putri semata wayangnya itu merasa sudah mempunyai tenaga untuk bersih-bersih diri ke kamar mandi.


Perawat baru saja mengganti kantong darah ke 3 untuk Nindy. Dan pagi ini HB Nindy sudah meningkat menjadi 9, karena belum sesuai dengan batas minimal yang diharuskan, perawat kembali menambah kantong darah untuk Nindy.


" Nin..."


" Iya.. mah.."


" Mama kasian deeh... emmmm sama Yoga, dari kemarin.. dia nyari terus kamu. Emangnya kamu lagi marah yaa ke Yoga? kok mama perhatiin kamu udah nggak mau Yoga tahu kamu dirawat lagi, trus mama perhatiin kamu nggak nelpon-nelpon dia?"


kata Mama masih sambil menyisiri rambut Nindy.


Nindy hanya diam... memandang keluar jendela kamarnya dirawat.


Jika diibaratkan Hujan..


Airnya seperti air mata Nindy saat ini yang begitu merindukan Yoga, tapi juga ada Marah dan kesal yang menyatu dalam perasaan itu.


" Nin...."


" Biar dulu kami seperti ini ya Mah... Nindy juga merasakan semua seperti terlalu serba datang diwaktu bersamaan... jadiii... Nindy juga ingin menenangkan diri dulu..."


"iyaaa... mama ngerti.."


Lalu Mama merangkul bahu Nindy, dan menyandarkan kepalanya dan menyatukan dengan kepala Putri kesayangannya itu.


Air mata yang sejak kemarin ditahan Nindy akhirnya luruh juga.


" Mama ... tahu .. Nin baru pertama kali mengalami ini semua.. pasti jadi galau.. tapi sayang.. kalau mama boleh bicara, perasaan seperti ini diwaktu mendekati pernikahan hampir selalu dirasakan banyak pasangan. itu gogodana"


" setan hawa napsu ngegodain.. supaya niat kita menyempurnakan agama kita teh.. jadi gagal !"


" Mama juga sediih nak, kamu harus mengalami kejadian seperti kemarin gara-gara wanita lain yang menginginkan Yoga. Oleh karena itu jangan sampai kamu dan Yoga yang jadi meragu.. puguh.. jadi kesenangan perempuan sundel itu!"


" Mama mah.. cuma bisa berpesan.. jadi wanita.. Komo.. nanti kalau Nin sudah jadi Istri.. yang utama adalah 1. selalu sabar, perbanyak doa .. karena hanya sabar dan doa yang akan menggerakkan Allah mengatur semua yang terbaik buat kita "


" 2. Kudu Hormat sama Suami yang menunjukan kita kepada kebaikan dunia akhirat. Hormati apa yang menjadi aib nya agar tidak diketahui orang lain selain kita, jaga kehormatannya dengan menjaga sikap, perilaku dan tutur kata kita yang dapat mengundang ghibah orang lain ketika kita keluar rumah dan jauh dari pandangan suami kita"


" ke 3, Pandailah mengurus hartanya, anak-anaknya, orang tua dan keluarganya suami.. apapun yang terjadi.. selama kalimat talak belum keluar dari mulut suami... istri harus tetap melayani dan istiqamah dengan mengurus semuanya dengan baik. InsyaAllah... jika hati belum dibatukan.. dihitamkan... suami akan melihat kesetiaan istrinya itu.. dan Allah akan menggerakkan hatinya untuk kembali pada anak dan istrinya"


" yang ke 4, banyak bersyukur.. apapun yang kita terima, baik kesusahan apalagi kesenangan. menjadi penyemangat yang positif buat suami"


" yang terakhir neng... jadilah Istri yang jika dipandang suami.. wajah Nin itu membuat tentram, membuat suami selalu merindukan Nin.. selalu ingin pulang ketempat dimana dia bisa diterima dalam keadaan apapun.. "


Semakin menderas air mata Nindy, mendengarkan pesan dari mamanya.

__ADS_1


" Yang Nin rasakan saat ini mah belum ada seperempatna acan... cobaan dalam hubungan suami istri. Makanya ... mama ingatkan, kalau marah.. diemin Yoga.. kalau nanti Nin jadi Istri yah... nggak boleh lebih dari 1/2 jam Acan neng... karena apa? karena diluar rumah kita... setan penggoda itu banyak neng, siap nampung.. siap ngegoda ... Komo kalau laki-lakina siga Yoga Kitu, ganteng, sopan, baik, kaya lagi."


" anak mama harus meniatkan mulai dari sekarang.. bahwa selain menyempurnakan agama, ini adalah jalan Nindy menimbun amal ibadah.. bekal untuk kita diakhirat nanti. yaaa neng.."


Mama mengusap lembut kepala Nindy.. memberikan ciuman sayangnya..


Handphone mama berdering... lalu Mama memperlihatkan ke Nindy bahwa Yoga yang VC.


Meletakan Handphone yang masih terus berdering disisi tempat duduk Nindy.


Dan mama keluar dari kamar.


Beberapa saat Nindy hanya terus melihat ke handphone yang berdering.


Baru kemudian Nindy menerima sambungan VC dari Yoga.


Hati Yoga sedikit bahagia, karena walaupun hanya sebelah sisi wajah Nindy yang diperlihatkan... tapi ia tahu itu wanitanya yang akhirnya menerima panggilan VC darinya.


Keduanya masih hening... tidak ada yang memulai menyapa.


Yoga melihat gerakan sebelah tangan Nindy yang mengusap air matanya.


Hatinya begitu teriris...


Yoga menarik nafas panjang...


Suaranya bergetar ..


Yang dipanggil diam saja.


" Pagi ini... sudah naik belum HB nya sayang..."


Sebenarnya bukan kalimat itu yang ingin dikatakan Yoga... tapi kalimat itu yang akhirnya bisa keluar dari mulutnya.


" sudah.. jadi 9 "


Jawab Nindy dengan suara bindengnya karena banyak menangis pagi ini.


Yoga mendengarkan dengan getir nada suara calon istrinya itu.


" Masih transfusi jadinya yaa hon..."


" iya.. "


jawab Nindy melemah, dan kembali mengusap air matanya.


" Masih kesel sama aa yaaa Hon... ?"

__ADS_1


Yoga memberanikan diri untuk bertanya.. hatinya sudah tersiksa.


Ia ingin merengkuh tubuh Nindy kedalam pelukannya, menghapus air mata yang disebabkan oleh dirinya.


Nindy diam saja... tidak menjawab.


Namun tiba-tiba suara Ferdy diseberang sana menyela..


" Pak, penandatanganan kerjasama akan segera dimulai.. maaf, bapak sudah ditunggu "


" Nanti aa telpon lagi yaa Nin... I Love You.. "


Nindy tidak menjawab. Gadis itu tetap pada posisi yang sama.


Dan itu menyiksa Yoga.


Dan Klik.. sambungan VC terputus begitu saja... karena handphone mama lowbat.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Aku yang salah..


Tapi aku yang mengharapkan kamu untuk memaklumiku..


Dan akhirnya kita berdua yang sengsara


\=\=\=\=\=\=


arti dari bahasa Sunda dalam percakapan ini adalah :


Gogodana : Godaannya


Teh : itu


Puguh : pastinya


Komo : apalagi


Kudu : harus


Neng : panggilan untuk anak perempuan


Acan : belum


Siga : kayak


Kitu : gitu

__ADS_1


__ADS_2