
Cinta yang tulus membutuhkan dorongan usaha dari si pemilik untuk bisa terlihat.
Terlepas cinta itu akan disambut atau berujung pada penolakan.
Jika tak ada keberanian..
Maka bersiaplah menjadi diri yang hanya menyesali ...
Menyesali waktu yang sudah terlewati
Menyesali Cinta yang tak pernah tersampaikan
Menyesali jika ternyata Dia menunggu keberanianmu menyatakannya
Menyesali .. bahwa Cinta itu sekarang...telah menjadi milik orang lain.
Dulu.. hanya menatap wajah Nindy yang tersenyum padanya, sudah membuat Ardi bahagia.
Gadis itu memang selalu memberikan kekuatan baginya untuk menghadapi masa depan, keluar dari kungkungan fikiran tentang kemiskinan.
Ya.. Ardi memang terlahir dari keluarga yang tidak mampu, hanya karena Ia bisa berteman dengan Nindy dan bertemu dengan kedua orang tua Nindy yang akhirnya membiayai sekolahnya, Ia mampu sampai pada keadaan saat ini.
Keadaan yang membuatnya bisa membantu kedua orang tuanya keluar dari kemiskinan, keadaan dimana dia sekarang mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri dan kemampuan dia mampu mendapat pujian semua orang akan keberhasilannya.
Dan semua karena gadis itu.. yang hanya mampu ia pandangi dari jauh..
Yang hanya berani ia rindukan dalam mimpi-mimpinya..
Yang hanya mampu ia dekatkan dalam doanya..
Ardi semakin tersiksa, melihat pria yang saat ini melingkarkan tangan kokohnya dibahu Nindy adalah Pria baik-baik, yang bertanggung jawab bahkan sangat mencintai Nindy.
Bahkan fakta lain yang semakin membuatnya tersiksa, bahwa laki-laki itu Kaya dan pekerja keras .. menjadi sebanding dengan Nindynya..
Mungkin.. selamanya ..
Cinta untuk Nindy dihatinya hanya akan terus bersemayam dalam diam...
Nindy akhirnya berada dihadapannya..
"Maafin aku Nin... aku nggak bisa besuk kamu dirumah sakit. "
__ADS_1
" nggak apa-apa Ar, tapi kamu doain kesembuhan ku kan..."
" Selalu... "
Jawab Ardi menggantung
Yoga hanya memberikan jabatan tangan pada Ardi.
Bagaimanapun batin Yoga dapat melihat, Ardi mencintai Wanitanya.
Dan dia dapat merasakan Cinta Ardi sama seperti yang dimiliki olehnya untuk Nindy, dan itu membuatnya tidak nyaman.
Ardi nampak mencoba menikmati kebersamaan dengan Nindy diantara teman-teman mereka.
Sesekali mencuri pandang dan menatap Nindy dengan lembut.
Tersenyum melihat Nindy tersenyum, tertawa melihat Nindy tertawa, menatap serius pada Nindy yang sedang bercerita dan memberikan tanggapan untuk setiap pertanyaan yang Nindy lontarkan.
Ardi mencoba menyimpan sebanyak-banyaknya gambaran Nindy.
Ia tahu.. esok .. hanya memori gambaran tentang Nindy yang akan bisa Ia buka.
Sebenarnya tidak benar jika Ardi sama sekali tidak membesuk Nindy.
Membantu proses hingga Nindy mendapatkan kamar, juga menunggunya ketika tidak sadar, karena Mama dan papa harus kembali kerumah untuk membawa semua yang dibutuhkan Nindy dirumah sakit.
Memang tidak sampai Nindy menyadari kehadiran Ardi disisinya..
Karena Ardi harus bekerja lagi, lagi dan terus bekerja hingga semua fikirannya tentang Nindy bisa Ia alihkan.
Ia harus menyadari siapa dirinya, itulah cara Ardi berterima kasih kepada Nindy, terlebih kepada kedua orang tua Nindy.
Ardi hanya mampu mendengar perkembangan dan keadaan Nindy dari Lita atau Pipit.
Dua sahabat Nindy yang juga adalah sahabat Ardi.
Sahabat yang selalu miris melihat Ardi mencintai Nindy.
Sahabat yang menyayangi Ardi juga Nindy.. namun mereka tak bisa berbuat apa-apa...
Cinta menemukan kebahagiaannya sendiri..
__ADS_1
Terus menyemangati Ardi untuk bisa mencintai wanita lain ..
Meminta Ardi mencari kebahagiaan bagi dirinya sendiri
Namun Ardi memilih hanya mencintai Nindy..
Mencintai gadis itu dengan caranya sendiri.
Yoga memperhatikan benar semua gelagat Ardi, dan dia sangat cemburu.
Tapi Yoga harus mampu menahan dirinya.
Dia harus menghargai perasaan Ardi ..
Dia harus menjaga oerasaannya demi Nindy.
Karena wanitanya sepertinya tidak menyadari kalau Ardi mencintai dirinya.
Dan lagi.. Dia sangat tahu Nindy sangat mencintai dirinya, seperti juga dirinya mencintai Nindy.
" Honey... maaf... kamu mau minum apa ? biar Nin buatkan ... maaf lupa... ini gara-gara keasikan sendiri. "
Sela Nindy tiba-tiba sambil menangkupkan sebelah tangannya ke pipi Yoga sayang.
" Buatkan aa teh hijau sereh dengan gula sedikit saja.."
Balas Yoga dengan senyum hangatnya. Membuat teman-teman Nindy kesenangan sendiri.
" uuuuuuuu.... baperin orang ajaaa iih Nin..."
Nindy tertawa bahagia menanggapi teman-temannya, sambil berdiri melangkah menuju dapur Cafe.
beberapa saat kemudian, Nindy kembali dengan Mug isi teh hijau sereh yang disambut hangat oleh Yoga.
" terima kasih sayang.. "
" iya.. sama-sama"
Balas Nindy dengan suara mendayunya yang begitu disukai Yoga.
Nindy melanjutkan bergabung dan tertawa bersama teman-temannya lagi.
__ADS_1
Kemudian datang juga waiters yang adalah staf Nindy dicafe itu, membawakan es kopi gula aren pada Ardi.
Yoga sayangnya menyadari itu, dan yang dia tahu Ardi tidak memesan apa-apa. Dia melihat jelas arah senyuman dan pandangan Ardi kepada Nindy, walaupun saat ini Nindy tidak sedang melihat bahwa Ardi sedang menatap wanitanya dengan senyum penuh arti.