My Favorite CEO

My Favorite CEO
Sesal dan Sayang


__ADS_3

" Assallamualaikum mah.."


" Waalaikumsalam Yoga.."


" Mah... dari tadi pagi Nindy ditelpon Yoga kok enggak aktif-aktif ya mah telponnya? "


"emmm ... anu ... Ga... sepertinya Nindy lupa bawa HP nya, mungkin lagi di cas jadi nggak aktif"


"semalam sampai dirumah jam berapa mah? "


" Jam 1 dini hari nak, kami mohon maaf yaa nggak bisa nunggu kamu pulang, soalnya papa harus pagi-pagi membereskan urusan mendadak diPabrik"


" Iya.. mah.. gak apa-apa, Yoga yang harusnya minta maaf, kemarin pulang terlalu malam."


" Nindy bilang nggak mah kemana?"


" mmm... anu...tadi izin sih.. tapi mama lupa .. kemana yaa tadi? maklum yaa nak, sudah tua.. jadi mama banyak lupanya."


Mama berbohong.


" iya.. mah gak apa-apa, tolong sampaikan sama Nindy .. kalau Yoga menghubungi yaa mah"


" iya.. nak "


\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelahnya..


" kenapa sih Nin... mama nggak boleh kasih tahu kalau kamu dirawat lagi?"


" Jangan mah.. a Yoga sudah sering nggak kekantor gara-gara nungguin Nindy waktu kecelakaan kemarin "


" bulan ini sedang banyak proyek baru yang harus diurus.. Nindy nggak mau jadi ganggu a Yoga "


jawab Nindy dengan suaranya yang lemah.


" tapi.. kalau nanti malam atau besok Yoga nelpon lagi gimana? mama alesan apa lagi"


" Mama pasti tahu harus bilang apa.. Ma.. Nindy ngantuk.. "


Nindy ingin menghindari pembicaraan Mama tentang Yoga dan memang tubuhnya seperti lemas dan rasa kantuknya menjadi-jadi.


" iyaa nak.. bobo lah.. "


\=\=\=\=\=\=\=


Entah harus bagaimana mengendalikan perasaannya saat ini, alih-alih Yoga malah harus fokus pada pembahasan yang sedang mereka diskusikan bersama dengan Mr. Lorenzo.


Dia sepertinya menghindariku... batin Yoga

__ADS_1


Tepat sebelum jam 19.00, selesai sudah meeting bersama Mr.Lorenzo


Yoga berusaha menghubungi Mama lagi


" Assallamualaikum mah.. "


" Waalaikumsalam Ga.. "


" Nindy sudah dirumah mah? "


" Sudah dari tadi Ga, tapi tadi mama mau ajak makan malam.. Nindynya sudah bobo nak"


" mah.... "


suara Yoga mengiba


Dan hati mama sudah mulai tidak tega mendengar nada suara Yoga.


"Nindy baik-baik saja kan mah ? atau Nindy sebenarnya sedang menghindari Yoga mah?"


Mama mulai bimbang..


" mmmm... Ga... tapi jangan terlalu khawatir ya.. keadaannya sudah terkendali.."


" Mah..! kenapa Nindy mah?"


Yoga semakin khawatir.


" Iya mah .."


" Tuh... Nindy "


Yoga bisa melihat dengan jelas.. wanitanya sedang terbaring, pucat dannn....


" iya.. Nindy sedang ditransfusi darah nak, HB nya hanya 6, dini hari tadi langsung dirawat, karena Nindy pingsan. "


" Ini kantong yang ke 2 "


" Mah.... "


rintih Yoga mengiba


" Nindy melarang mama mengabari kamu, karena dia merasa sudah merepotkan kamu selama kemarin dirawat. Kamu jadi nggak kerja.. trus Nindy cerita bulan ini kamu lagi banyak proyek yang harus diselesaikan."


" Mama nurut aja yang dikatakan Nindy... walau ... mama tahu, hatinya sedang sedih.. karena kamu"


Yoga terdiam..


Mendengar yang dikatakan mama mertuanya..

__ADS_1


Dan dia masih terpaku melihat gambaran ... wanita yang dicintainya sedang terbaring ... dan pucat.


Yoga mengusap wajahnya putus asa.


Rasanya ia sudah sangat ingin memeluk Nindy.


Meminta maaf atas kejadian semalam...


" Sabar yaa Ga, selesaikan saja pekerjaanmu disana, Nindy disini sudah ada mama,papa, Lita dan Pipit yang jaga."


" Dia bisa marah besar kalau mama kasih tahu kamu"


" Mah... "


" iyaaa.. nak"


" kemarin Nindy cerita nggak sama mama ? "


" soal apa ? waktu pulang sendiri dari kantor polisi, sampai malamnya kami pulang ke Tasik, Nindy nggak cerita apa-apa Ga "


"Tapi memang dia hanya diaaam saja, bolak balik cuma nunggu kamu menghubungi dia."


" waktu di kantor polisi selesai Nindy memberi keterangan sebagai korban, Nindy juga pingsan ma.. dannn... ditambah Yoga sudah mengecewakan Nindy.... "


" OOO... Ya.. Allah.. Nindy nggak cerita kalau dia pingsan Ga.. pantes.. Nindy datang itu lemas dan jadi diam sekali.. "


" Ya sudah... kamu selesaikan dulu aja semua pekerjaanmu baik-baik, beri Nindy waktu yaa nak.."


" Kejadian kemarin benar-benar membuat Nindy juga masih Shok sebenarnya, trus mungkin ditambah dengan cerita kamu."


" Nindy kalau punya masalah yang dia rasa bisa dia selesaikan sendiri, pasti dia nggak mau cerita Ga, bahkan sama mama. tapi kalau persoalannya tidak bisa dia selesaikan sendiri, atau butuh pertimbangan orang lain, biasanya dia baru cerita"


" Maaf..in Yoga yaaa.. Mah... "


Yoga sudah serba salah dan perasaan sedih yang mendominasi perasaannya saat ini... membuat dia mengutuki dirinya sendiri.


Gadis yang dicintainya masih terlihat terbaring lemah.


Parasnya yang menyejukkan hati Yoga... semakin mengiris-ngiris perasaannya..


Bahkan .. keadaan wanitanya menjadi seperti itu saja, adalah karena rasa sakit hati dari orang yang tak mendapatkan cinta Yoga.


Ditambah kemarin... hal sepele menurutnya.. malah menjadi bumerang bagi dirinya saat ini.


Yoga masih melihat Nindy dengan jelas ... diusapnya layar handphone ...


Yoga sudah sangat ingin membelai wanitanya..


" Biar Nindy, istirahat dulu yaa Ga, beri dia waktu.."

__ADS_1


Yoga menarik nafas panjang.... mengusap wajahnya penuh sesal.


" iyaa... mah... tolong sampaikan ke Nindy... Yoga sayang dia mah... "


__ADS_2