
Senyum tipis itu sambil memperhatikan suasana disekitar Tita, merekam semua yang ia lihat dikamar gadis diseberang sana.
"Mmmmm Ok.. faham sekarang !" balas Tita tiba-tiba sambil kembali menatap kelayar PC. Membuat Abimanyu membeku melihat utuh wajah gadis diseberang sana. Dadanya bergemuruh lagi.
"Ok.. Bi.. makasih banyak yaa..!" Ucap Tita lagi.
"Ok" jawab Abimanyu kaget, tersadar dari lamunannya.
"Jangan bosen kalau nanti gue tanya-tanya lagi yaa Bi, elo lebih enak jelasinnya dibanding Pak Purba!" Ucap Tita lagi. Abi hanya senyum sekilas membalas ucapan Tita. Sambil menikmati menatap gadis itu bicara. Karena belum tentu jika bertemu langsung Ia sanggup berlama-lama memandang gadis itu.
"Ok Bi.. sampai besook.."
Klik
Semua diakhiri oleh Tita. Abimanyu tersenyum lebih lebar dari biasanya. Hatinya seakan menari-nari.
"Haaaaaaah kenapa jadi kayak Ayah siih! bucin gini gue jadinya!" Abi mengacak-ngacak rambutnya sendiri.
Sementara jauh disana, Tita pun merasakan Jantungnya berdebar begitu kencang dan cepat.
"Kenapa sih Abi, liatin gue kayak gitu amaat... bikin Geer... iiihhh orang ganteng mah bebas yaa bikin Geer.. xixxii" Tita tertawa sendiri sambil membayangkan tatapan Abimanyu tadi.
Tita langsung mendengarkan Album dari suara emasnya Pamungkas, yang hampir semua anak muda seusianya saat ini sangat menggandrungi penyanyi nggak ganteng satu ini tapi punya suara dan syair-syair amat magis, sehingga menghipnotis mereka yang mendengarkan.
Start countin' all the days
Forever I will stay with you
With you one only you
Go far and roam about
Comeback and callin' out to me
To me one only me
Oo, I'm in love
What did I do To deserve you
You tell me what did i do
To be with you, love
To be the one you runnin' into
When the days do come through
"Diiih... kenapa juga lagu ini jadi yang kebayang Abi siiih... Tidaaaaaaaakkkk... konslet niih otak gue baru juga sehari Social Distancing !"
.
.
.
.
.
.
Gadis..
Wajahnya yang kekanak-kanakan
Malah seperti mengajakku bermain.
Bermain dalam fikiran yang berkelana..
Tentang tawamu yang indah..
Tentang suaramu yang merdu..
(Abimanyu-Social Distancing day1)
.
.
__ADS_1
.
"Bunda kok yaa seneng ya.. Pemerintah mengharuskan kita social Distancing. Bahagianya makan malam bisa komplit lagi kayak gini.. jadi semangat mau buat masakan atau kue-kue buat Sayang sama Abimanyu"
Ucap Nindy sambil melempar pandang pada suami dan putranya yang sedang menikmati makan malam mereka.
Yoga tersenyum menanggapi ucapan Istrinya.
"Ayah juga senang bisa makan malam bareng lagi. Masakan sayang itu yang paling enaaaak deeh.."
"Masa siiih? sayang kan kalau dihotel makannya masakan chef terkenal.. pasti enakan masakan chef lah.."
"Ayah mah jujur.. lebih suka masakan sayang, lebih enak dan rasanya memang selera ayah banget.." balas Yoga sambil mengusap pipi Nindy.
"iiiihhh... sumpah.. ayah Bucin bangeeet!" timpal Abimanyu.
"Biar ajaaaa bucinnya kan sama punyaku sendiri.." balas Yoga.
"Enaak aja... punyanya aku juga kaleee yah!" balas Abimanyu nggak mau kalah.
Yoga mendelikkan matanya sambil memasukan suapan sop Ikan Gurame buatan istrinya yang begitu segar dan sehat. Abimanyu dan Nindy tertawa melihat mimik Yoga.
Beberapa menit kemudian...
Handphone Abimanyu berdering dan ketika Ia menjawab semua temannya bermunculan.
"Woooiiii.. bahasnya disini aja niih mumpung udah masuk nih si Abimanyu!"
"Hiii... Bi.. kaget yaa !"
"Abiiii.... Miss you deeeh"
Abi mengernyitkan dahinya, dia memang kaget dan sosok yang pertama kali tertangkap olehnya hanya sosok Tita.
Gadis itu malam ini mengenakan kaos polos berwarna dusty, rambutnya yg panjang dikuncir ekor kuda. Semua temannya riuh rendah saling bersahutan dan ramai terdengar, hanya dia dan Tita yang hanya diam mendengarkan celotehan teman-temannya.
"Cobaa yaa diem semua dulu bisa nggak?!" sahut Bima lantang mendominasi obrolan teman-temannya. Ternyata cara itu efektif. semua terdiam.
"Bi... kita rencana pingin olah raga bareng dirumah loe, Kitakan untuk menangkal si Corona ini harus dengan menjaga kondisi dan imunitas tubuh kita... nah anak-anak merasa cocok banget kita main basketan dirumah loe sambil berjemur dan yang cewek pada mau ngajarin kita senam Maumere! rumah loe pasti steril dari virus covid, secara cuma rumah loe yang nggak rame!"
"Anak-anak sudah setuju Bi, tinggal nunggu izin loe aja, kalau sudah OK, 2 hari sekali kita olah raga dirumah loe? gimana bro?!" timpal Axsal.
"Abi! wooiiii jawab! dia malah bengong!" teriak Mely.
"Gue tanya dulu ke bokap nyokap. Kitakan lagi social Distancing, masa malah ngumpul orang dirumah gue?"
"Kitakan kumpul olah raga Bi, jemur Bi.. giman" lempar Aryo lagi.
"Gue tanya dulu, nanti gue kabarin lagi?" klik Abimanyu mengakhiri sambungan telponnya.
Dijaringan telpon semua teman-teman Abi ngedumel
"Rese yaa tuh ganteng satu, main matiin aja!" omel Mely
"Orang ganteng bebas Mel kalau rese..!" jawab Tita
"Cieeee... Tita belain niee Yee?" timpal Axsal.
"Untung ganteng, kalau jelek .. rese lagi, kayak si Axsal gue tampol tuuh anak?" timpal Arya
Semua tertawa cuma Axsal yang keki.
.
.
.
Dirumah Abimanyu.
Melihat Ayah dan Bundanya yang masih duduk sambil menikmati film layar lebar Hachiko, Abi angkat bicara.
"Yah..Bun.. teman-teman Abi minta izin .. apa mereka bisa olah raga dan berjemur disini?"
Yoga menghentikan sejenak film yang sedang mereka tonton.
"Pastikan teman-temanmu tidak sedang sakit batuk pilek Bi, boleh saja. tapi hanya bisa diarea luar rumah inti kita yaa nak. kita harus tetap.waspada" jawab Yoga.
"Ok Yah, terima kasih."
__ADS_1
"Besok bunda buatkan minuman dan cemilan sehat buat kalian." Ucap Nindy.
"Terima kasih bunda cayangan aku..." balas Abimanyu sambil memisahkan posisi ayah dan bundanya duduk lalu memeluk bundanya dan mencium wanita yang amat dicintainya itu.
"Apa-apaaan siih kamu! main nyempil aja! pake cium-cium cewek aku!" Usir Yoga sambil mencoba menarik-narik bahu putranya agar menjauh dari istrinya.
"Tapi inikan bunda aku... apaan siih Ayaaah!" balas Abimanyu sambil memperkuat pelukannya hingga membuat Nindy terpingkal-pingkal.
Selesai menggoda, sehingga Bundanya sekarang beralih berada dalam pelukan Ayahnya, Abimanyu naik ke kekamarnya, dengan senyum khasnya melihat kebucinan ayahnya.
Abimanyu mengambil ponselnya. Lalu menghubungi Tita.
"Hallo Bi" Sapa Tita
"Hallo Ta, besok siapa aja yang mau kerumah?" pertanyaan Abi yang dimaksud adalah dia mau tahu apakah Tita adalah salah satu yang akan datang kerumahnya.
"Tadi sih anak-anak tim basket sama beberapa anak cewek"
Jawaban Tita gantung. Abi belum tahu apakah gadis itu salah satunya yang mau datang.
"Ceweknya emang siapa aja?" tanya Abi lagi.
"Paling.. yg biasa kumpul, aku, Mely, Tias"
"Ok" jawab Abi singkat yang padahal hatinya senang bangeet.
"Apa yg Ok?" tanya Tita
"Ok, besok kalian datang aja kerumah."
"OOO.. boleh Bi? biar aku kabarin ke anak-anak, atau loe yang mau ngabarin?" tanya Tita lagi.
"Elo aja yang kabarin ke mereka." Klik Abimanyu mengakhiri panggilannya.
Tita melihat Handphone nya, dan memang yang mengakhiri adalah Abimanyu.
"Bebaaaas orang ganteng maah mutusin panggilan jugaa...!" gerutu Tita.
Abimanyu sedang memperhatikan layar Handphonenya sambil senyum-senyum tipis enggak jelas.
.
.
.
.
.
.
Salahkan suaramu yang merdu itu..
Aku tak mampu menikmatinya terlalu lama..
Hatiku berdegup terlalu cepat ..
Semua tubuhku bergerak tidak lagi menuruti sistemnya..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Masih WFH, masih diam dirumah ajakan. Tetap positif thinking bahwa keadaan ini akan membaik dan cepat berlalu. Semangaaat yaa teman-teman