My Favorite CEO

My Favorite CEO
37. Tantangan


__ADS_3

Dokter Annisa berusaha membuat dirinya nyaman disituasi yang penuh kecanggungan itu. Baru kali ini dia merasakan berada dipesawat pribadi yang baginya ini sangat super mewah.


Dirinya berandai-andai jika saja dikota mereka memiliki pesawat ambulance.. yaa pesawat yang ditujukan untuk membantu setiap pasien dikepulauan yang jauh dari fasilitas yang memadai untuk bisa mendapatkan pertolongan diibukota propinsi tanpa bersusah payah.


Hatinya sudah berlapis baja .. terbiasa melihat pasien-pasien yang pada akhirnya tidak tertolong, karena untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik mereka harus melakukan penerbangan yang jika ditempuh oleh kendaraan darat, waktu yang harus mereka tempuh sekitar 6-7 jam.


Pandangan yang sangat berbeda ketika ia berada dipesawat pribadi laki-laki dingin yang dia temui tadi. Perjalanan bisnis menggunakan segala kemewahan itu terasa menjadi sangat berjarak antara si kaya dan si miskin.


Laki-laki itu sepertinya tidak acuh dengan kehadiran dirinya dan seorang bayi didalam inkubator. Perjalanan bisnisnya ternyata membuat dia sibuk didepan laptopnya.


Dokter Annisa sesekali memeriksa keadaan bayinya. Memberi sentuhan menenangkan pada bayi yang terus berjuang hidup itu. Ibu dari sang bayi pun demikian, dia sedang berjuang hidup untuk tersadar dari komanya. Perjuangan yang membuat dokter Annisa mati-matian untuk berusaha semaksimal yang bisa ia lakukan demi keduanya. Hatinya terasa begitu sakit mengingat semua itu... tak terasa air matanya mengalir seiring usapan lembutnya untuk sang bayi.


"Atung.. (sebutan anak laki-laki dalam bahasa Banjar Kalimantan Selatan, karena kekerabatan dan rasa sayang) kuat yaa nak.. Atung sebentar lagi akan bertemu sama mamak.. berjuang yaa nak.." ucapnya berbisik, diusap lembut pipi bayi laki-laki itu memberikan kehangatan kasih sayangnya seakan-akan bayi itu adalah putranya sendiri.


Ditempat Abimanyu duduk, lamat-lamat.. dia bisa mendengarkan suara dokter itu sedang berbicara dengan suaranya yang parau karena menangis. Telinganya menjadi sangat berkonsentrasi mendengarkan pembicaraan sang dokter dengan bayi tak berdaya itu.


Abimanyu memerintahkan Febry asistennya untuk memberikan sang dokter tissue dan botol minuman air mineral. Febry melangkah mendekati sang dokter dan memberikan semua yang diperintahkan bos besarnya.


"Silahkan dok.." ucap Febri.


Dokter Annisa terkejut, mendongak kearah suara Febry, mengeluarkan tangannya yang tadi masuk kedalam inkubator.


"Terima kasih banyak mas Febry.. saya minta maaf sudah banyak merepotkan" ucap dokter Annisa.


"Minta maaf lagi ! sehari bisa berapa kali kamu mengucapkan kata minta maaf!" sahut Abimanyu dari kursinya.


Dokter Annisa terdiam, tidak berani mengeluarkan kata-kata lagi. Febry pun hanya memberikan bahasa isyaratnya kepada dokter Annisa agar ia minum dan menggunakan tissue yang diberikan Febry untuk mengusap airmatanya.


Dokter Annisa hanya bisa melihat bagian punggung lengan laki-laki yang dianggapnya aneh itu. Karena bagaimanapun laki-laki itu sudah berbaik hati ditumpangi pesawat pribadinya. Ia menarik nafas panjang.. dalam hati ia akan berterima kasih secara pantas pada laki-laki aneh itu.


.

__ADS_1


.


.


.


.


Setibanya mereka dibandara udara kota B, dokter Annisa mengucapkan terima kasih atas bantuan Abimanyu, namun perkataannya hanya dibalas dengan kata


"Mmmmmm"


Kemudian dia pun berterima kasih kepada Febry dan kapten pilot Arya yang telah membantu mereka sampai dikota B.


Inkubator dan dokter Annisa terlebih dahulu yang keluar dari pesawat dan dibawah anak tangganya sudah siap sebuah mobil ambulans untuk membawa mereka ke satu-satunya rumah sakit besar yang ada dikota itu.


Perjalanan bisnis pertamanya yang berkesan, Abimanyu membatin. Banyak hal yang harus dia terus syukuri dalam hidupnya. Kehadiran dr.Annisa dan bayi dalam inkubator tadi dipesawatnya, membuat hati Abimanyu terenyuh.


Hal itu pula yang menyadarkan Abimanyu, bahwa apapun rencana manusia, Tuhanlah yang menentukan. Demikian juga dengan bisnis yang akan dia jalankan ini. Semua rencananya sudah jauh-jauh hari dia persiapkan dengan matang. Namun dia seperti diingatkan bahwa Tuhanlah yang Maha Menentukan, semua ini akan berhasil atau tidak. Dan karenanya dia seakan-akan diingatkan agar mempersiapkan diri dan mentalnya akan keberhasilan atau tidaknya usaha yang sedang ia rintis saat ini.


Abimanyu sedang menyusuri jalanan dikota ini, Kota seribu mesjid, ia ingin mengumpamakan hal itu, karena disepanjang perjalanannya selalu saja dikiri atau kanannya Abimanyu mendapatkan bangunan itu dikota ini. Bahkan didepan penginapan lokal tempat dia akan bermalam pun terdapat mesjid besar dengan bangunan khas kota itu.


Suara deringan dari ponselnya menyadarkan Abimanyu.


"Sudah sampai nak?" suara bunda diseberang sana.


"Alhamdulillah Bun, baru saja. ini Abi sudah dipenginapan. Bagaimana Handa Bun?" tanya Abimanyu.


"Handa masih dirumah sakit nak, ayah benar-benar ingin Handa sembuh total sehingga disini Handa benar-benar ditangani dengan sangat baik"


"Disana kotanya bagaimana nak? ramai?" tanya Bunda lagi.

__ADS_1


"Bahkan masih ramai dikampung aki Bun, disepanjang jalan tadi saja, hanya 1 Anjungan Tunai Mandiri yang Abi temukan, ini menjadi tantangan buat Abi..Bun" jawab Abimanyu.


"Semoga berhasil yaa nak, doa Bunda dan Ayah selalu untuk kamu. Hati-hati disana yaa.. salam dari Handa untuk kamu!"


"Waalaikumsalam Bun, salam untuk ayah juga untuk orang tua Handa Bun" ucap Abimanyu lagi.


Kemudian panggilan diakhiri.


Abi memperhatikan sekitarnya.. lalu ia menengadahkan wajahnya, melihat birunya langit dicakrawala kota ini.


Allahumma innii asaluka min khairi hadzal amali wa khairi maa fiihi, wa'audzubika min syarri haadzal amali wasyarri maa fiihi innaka 'alaakulli syaiin qadiir


Artinya:


"Ya Allah, aku memohon padaMu kebaikan pekerjaan ini dan segala kebaikan yang ada di dalamnya, dan aku berlindung padaMu daripada keburukan pekerjaan ini dan segala keburukan yang ada di dalamnya. Sesungguhnya di atas segala sesuatu itu Engkaulah yang maha berkuasa menentukannya."


.


.


.


.


.


.


.


Semoga Kalian semua tetap semangat membaca episode ini yaaa.. jangan lupa terus dukung Autor yaaa... terima kasih

__ADS_1


__ADS_2