
" K Aris ! kok bisa sampai sini ?"
" Aku nggak boleh masuk dulu niih?"
" OOO iyaa.. maaf k, masuklah "
" kok.. KK tau rumahku? "
" dari dulu juga sudah tau.. hanya saja enggak pernah punya keberanian untuk mengetuk rumahmu... cuma lihat pagarnya saja aku sudah bahagia dulu!"
" hahhhaaaa masa sih? "
Selanjutnya adalah pembicaraan ngalor ngidul tentang jaman SMA yang mengorek kembali memori Nindy dimasa itu.
" eehh K, mau nggak ketemu sama Lita dan Pipit?"
" ha.. kalian masih berteman?"
" Masihlah.. sekalian Nin mau menunjukan Cafe yang kami kelola bersama..sebentar yaa aku pamit mama dulu"
Sambil mencari mama, aku tulis pesan buat Yoga, mengatakan kedatangan Aris dan pamit untuk mengantar Aris bertemu Lita dan Pipit di Cafe " She "
Apa-apaan ini ! sudah hilang rindunya? sudah mau senang-senang lagi saja Dia !
Batin Yoga
Tapi balasan yang Yoga beri berbanding terbalik dengan pesan yang saat ini dibalaskan ke Nindy
Ok, hati-hati sudah malam. Titip Hatiku ya..
Nindy membaca balasannya
Lalu memberikan kembali jawabannya
Bahkan Mataku sudah tak mampu menangkap wajah lain selain wajah calon suamiku, demikian juga dengan Hatiku
Yoga tersenyum ..
Aku tau.. aku bisa mempercayaimu sayang.. Tapi hatiku cemburu.
Batin Yoga.
\=\=\=\=\=
Pertemuan Lita dan Pipit dengan Aris menjadi cerita seru selanjutnya yang membuat mereka bernostalgia.
Bahkan Lita dan Pipit sempat berseloroh tentang bagaimana dulu Nindy mencuri pandang memperhatikan Aris dan bagaimana perasaan Nindy dulu kepadanya.
"Hahhaa... itu dulu K Aris, sekarang hanya perasaan sebagai sahabat saja "
__ADS_1
" iyaalah Nin.. sekarang mah kamu Bucin nya Yoga!"
Balas Lita
Aris yang sedari tadi perasaannya melambung, berubah tersenyum kecut.
Pasti yang mereka bicarakan adalah laki-laki yang memegang jemari kasih begitu over protektif tempo hari dimakam.
Batin Aris
" Kalau bulan Februari nanti, K Aris bisa berkunjung ke Indonesia lagi, datanglah K dipernikahanku"
" emmm.. a.. aku.. lihat jadwalku dulu ya Kasih.. aku .. aku nggak bisa berjanji, tapi senang mendengar kamu akan menikah."
Aris begitu terbata menjawab ajakan Nindy, langkahnya yang terlambat sudah memupuskan kenangannya atas diri Kasih .... selamanya....
Sementara itu.. dirumah, Yoga tidak bisa tenang
Layar ponselnya bolak balik sudah dia lihat, tapi Nindy belum juga menghubunginya atau mengirim pesan.
Ngapain aja siiih ? selama ini mereka hangout diluar?
Batin Yoga
Setelah lelah dengan perasaannya sendiri, Yoga mengambil langkah untuk menelpon Nindy terlebih dulu.
Jawab Nindy
Sayang... sayang... pasti karena dia sudah merasa bersalah, dan sekarang coba mengambil hatiku.
Batin Yoga
" kalau aku nggak nelpon, kamu pasti nggak akan nelpon aku..kan?!"
Nindy tersenyum
" mau.. rencananya setelah Nin selesai mandi, eh.. baru aja Nin ambil Handphone, aa yang telpon duluan"
" alasan.."
balas Yoga
" enggak alasan sayang.. ini benar kok. kan ada yang titip hatinya.. mana Nin tega melukainya"
sebenarnya Yoga sudah tersenyum mendengar jawaban Nindy, tapi dia nggak ingin Nindy berhenti mengatakan yang indah-indah untuk didengar telinganya.
" Pasti lagi senang karena didatangi"
" salah... Nin malah lagi sediiih.. karena ditinggal pulang..."
__ADS_1
Nindy tahu.. saat ini Yoga pasti sedang tidak bisa menerima Aris sedang berkunjung ke Tasikmalaya.
" kangen lagi..."
Lanjut Nindy
" sama..."
Jawab Yoga melembut.
" a.. VC ya.. ada lagu untuk aa.. "
Nindy mengambil gitar kesayangannya, mengarahkan layar Ponselnya agar memberikan gambaran jelas dengan apa yang ingin dia nyanyikan untuk Yoga
Diseberang sana.. Yoga melihat dengan penuh pengharapan..
Petikan senar gitar menciptakan melodi indah sudah dipetik oleh Nindy..
Di mana kamu
Ketika aku mau
Apa kau juga
Ketika aku rindu
Dengarlah sunyiku
Dengarlah diamku
Dan rindu
Engkaulah ahlinya bagiku
Di mana kamu
Ketika aku mau
Apa kau juga
Ketika aku rindu
Dengarlah sunyiku
Dengarlah diamku
Dan…
(Engkaulah Ahlinya Bagiku - Ost Dilan)
__ADS_1