My Favorite CEO

My Favorite CEO
Penjelasan


__ADS_3

Tak mengerti


Apa yang telah terjadi


Kau tak lagi sama


Engkau bukan engkau


Yang selalu


Mencari dan meneleponku


Dering darimu


Tak ada lagi


Walau kau menghapus


Menghempas diriku


Mengganti cintaku


Semua tak mampu


Hilangkan cinta


Yang telah kau beri


Walau kau berubah


Aku 'kan bertahan


Di sepanjang waktuku


Biarkan aku mencintaimu


Dengan caraku


Tak mengerti


Mengapa engkau membisu


Kau tak lagi sama


Engkau bukan engkau


Sampai aku


Ragu untuk meneleponmu


Mengertikah kamu


Aku rindu kamu


Walau kau menghapus


Menghempas diriku


Mengganti cintaku


Semua tak mampu


Hilangkan cinta


Yang telah kau beri


Walau kau berubah


Aku 'kan bertahan


Di sepanjang waktuku


Biarkan aku mencintaimu


Dengan caraku


Aku tak suka bila


Kau selalu dekat dengannya


Jangan engkau cemburu


Dia hanya sahabat di kelasku


Walau kau menghapus


Menghempas diriku

__ADS_1


Mengganti cintaku


(Mengganti cintaku)


Semua tak mampu


Hilangkan cinta


Yang telah kau beri


Kalau kau berubah


Aku 'kan bertahan


Di sepanjang waktuku


Biarkan aku mencintaimu


Dengan caraku


Walau kau menghapus


Menghempas diriku


Mengganti cintaku


Semua tak mampu


Hilangkan cinta


Yang telah kau beri


Walau kau berubah


Aku 'kan bertahan


Di sepanjang waktuku


Biarkan aku mencintaimu


Dengan caraku


Tak usah cemburu


Aku tak ingin kita berpisah karena ini


( Dengan Caraku )


\=\=\=\=\=\=\=


Telpon pagi kemarin, adalah telpon terakhir Yoga.


Nindy pun tak berusaha menghubunginya.


Larut dengan fikiran masing-masing. Membuat mereka menyiksa diri sendiri dengan kesalah fahaman dan kerinduan.


Pagi ini, perawat sudah mencopot kantong transfusi darah Nindy, karena sudah mencapai angka Normal HB. Menggantikan dengan Infus cairan biasa.


Mama menyisir rambut Nindy yang baru saja selesai mandi.


Memperhatikan anak gadisnya yang hanya diam seribu bahasa.


Memandang keluar jendela kamar perawatannya.


Seperti biasanya, akan beberapa kali petugas Gizi


masuk membawa sarapan pagi untuk setiap pasien dan mengambil termos air panas yang kemarin, digantikan dengan termos air panas yang baru.


Dan ketika mama dan Nindy menyangka yang masuk adalah petugas Gizi rumah sakit, keduanya tidak menoleh lagi.


Yoga diam terpaku. Memperhatikan dari belakang kesunyian yang terasa sendu didalam ruangan itu.


Mama sudah selesai menyisirkan rambut Nindy, membalikan badannya untuk mengambil sarapan yang diantarkan petugas Gizi, tapi Mama terkejut senang, karena yang masuk sebenarnya Yoga.


Yoga meminta mama tidak bersuara dengan manaruh jari telunjuk didepan bibirnya.


Mama mengangguk mengerti.


" Ma..."


Suara Nindy lembut memanggil mamanya tanpa menoleh.


" iyaa sayang..."


" A Yoga .. belum telpon mama lagi? "


tanyanya sendu

__ADS_1


Mama melempar pandang ke sosok Yoga yang sudah ada disampingnya.


Yoga bahagia mendengar wanitanya menanyakan kabarnya.


" Aa disini .... "


Jawab Yoga


Mama keluar dari kamar Nindy membiarkan anak-anak mereka menyelesaikan persoalannya.


Nindy membalikan badannya kaget ketika yang ditanya malah sudah ada didekatnya.


Namun ... bukan dia memburu berlari kearah Yoga, Nindy membiarkan tubuhnya membalik kembali ke posisi awal.. sambil melihat keluar jendela kamarnya yang mulai diderasi air hujan.


Yoga terdiam membaca reaksi Nindy barusan.


Ia melihat gerakan wanitanya seolah sedang menghapus jejak air matanya.


Yoga perlahan mendekat kearah Nindy. Berdiri diam didepan wanitanya yang tak bergeming.


Yoga menopang tubuh diatas lututnya. Menggenggam jemari Nindy yang dingin sambil menatap wajah Nindy yang tak ingin melihat kearahnya.


Namun Yoga tetap memberikan usapan pada tangan Nindy yang diinfus ..


" aa lebih nyakitin yaa hon .. daripada sakitnya jarum infus ini?"


Tidak ada jawaban dari Nindy, hanya air matanya saja yang berbicara.


Yoga berdiri.. menghapus air mata Nindy dengan rasa pilu dihatinya...


Sudah berapa kali dia menyakiti hati wanita yang dicintainya ini ...


Membuat Yoga mengutuki dirinya sendiri.


" Maafin aa ya... "


Matanya sendiri sudah tergenang rasa kesedihan dan keharuan yang menyatu seirama dengan hatinya yang sudah galau.


" Jangan marah lagi... jangan nangis lagi... aa tahu.. aa salah.. tapi lihat kamu kayak gini... ini nyakitin aa.. "


Yoga merebahkan kepalanya dipangkuan Nindy.


Diam dalam posisi itu... menunggu reaksi wanitanya.


" aa .. merasa melihat Rosa kembali dengan kehadiran Mili ? "


tanya Nindy sendu dengan suaranya yang bindeng karena menangis.


Yoga langsung mengangkat kepalanya dari pangkuan Nindy, tidak menyangka akan pertanyaan Nindy.


Ini yang membuat wanitanya resah ternyata...


" ya.. waktu pertama kali Mili menyapa.. tapi selanjutnya tidak, aa lebih risau memikirkan kamu .. tapi karena handphone aa disita Mili, aa seharian itu tidak bisa menghubungi kamu."


" aa coba meminta, tapi handphone aa malah dia taruh disaku bajunya. jadi aa tidak mau menanggapi .. dan merasa.. biarlah nanti akan aa jelaskan ke kamu setibanya aa dirumah.. tapi ternyata kamu pulang... "


" aa tidak terus hanya berduaan saja sama Mili .. Hon, di rumah sakit itu ada mamanya Rosa yang dirawat, setelah dari situ.. ada reuni kecil-kecilan dengan teman-teman kuliah aa dulu yang kebetulan sekarang mereka tinggal dan bekerja di Indonesia "


" aa mau ngabarin ke kamu... tapi handphone kan disita Mili. "


" Maafin aa yaaa ... sudah buat kamu risau nungguin aa tanpa kabar, nggak peka.. padahal kamu masih sakit.. "


Yoga menunggu reaksi Nindy, ketika setelahnya Ia mencium kening wanitanya.


Air mata Nindy malah menderas...


Membuat Yoga malah terlihat panik dan gelisah..


" apa yang sakit .. hon ? kok nangis lagi... aa panggil dokter yaa... "


tangan Yoga dihentikan lembut oleh tangan Nindy yang melarangnya beranjak dari sisinya.


" Jangan nangis teruuuss... aa bingung... "


Yoga terus menghapus air mata Nindy ..


Nindy memeluk Yoga.. menumpahkan segala rasanya dibahu laki-laki yang sudah sangat dicintainya.


" Maafin aa yaa sayang.... maafin... "


Nindy semakin erat memeluk Yoga dengan tangis yang begitu memilukan hati Yoga.


\=\=\=\=\=\=\=


" Menyakiti hatiku... melihatmu menangis justru karena aku yang buat "


__ADS_1


__ADS_2