My Favorite CEO

My Favorite CEO
59. The First time


__ADS_3

Sesudah mengantar Annisa kekamarnya, Abimanyu pun menuju kamarnya sendiri. Senyum tak pernah lepas dari bibirnya saat ini.


Hidup baru dimulai...


.


.


.


.


.


Pagi itu ketika pesan Abimanyu masuk ke ponselnya, Annisa sudah siap. Baju baru yang semalam ada didalam kotak diatas tempat tidurnya yang adalah hadiah pinangan Abimanyu bersama sebuah kartu yang membuat Annisa menyadari ... calon suaminya ini sangat berbeda dengan laki-laki kebanyakan membawa tidurnya pada mimpi yang indah. Begitu bersemangat pagi ini.


Berkali-kali menatap dirinya pada cermin. Gaun dengan eksen bordir yang sederhana namun indah, kainnya yang lembut, dingin, sangat ringan dengan warna tosca itu sangat nyaman membalut tubuhnya.


Ketika ketukan dipintu kamarnya terdengar, Annisa keluar dengan tersenyum.


Abimanyu terkesima dengan kecantikan Annisa pagi ini. Aku tahu... gaun itu sangat cantik jika Nisa yang pakai. Tatapan Abimanyu terhenti di wajah Nisa. Senyum manis Abimanyu menyapanya.


Tangannya yang kokoh, merengkuh jemari Annisa.


Mengangkat jemari gadis itu, seakan meyakini cincin pinangannya semalam masih melingkar dijari manis wanitanya ini atau tidak.


"Kecuali kamu yang melepaskannya... Dia tidak akan pernah aku lepaskan.." ucap Annisa mulai memahami calon suaminya itu.


Abimanyu tersenyum bahagia, untuk kemudian sambil menautkan jemari mereka satu sama lainnya, Abimanyu membawa Annisa untuk keluar dari hotel.


Didalam pesawat pribadinya, sudah tersedia sarapan pagi, sehingga sepanjang perjalanan kembali menuju kota L , mereka bisa menikmati sarapan pertama mereka.


"Dipagi hari, aku lebih suka teh hijau hangat. Tapi untuk sarapannya .. aku terbiasa dengan yang berat atau yang ringan. Terserah apa saja aku pasti makan" Ucap Abimanyu sambil menatap Annisa.


Annisa tersenyum.


Baik.. calon suami..aku tahu maksudmu.


Batin Annisa.


"Dua gelas air putih saja terkadang sudah cukup buatku selama ini. Tapi kalau paginya berjalan begitu sempurna tanpa huru hara.. biasanya segelas susu dan setangkup roti tawar isi telur dadar sudah sangat istimewa" senyum Annisa membayangkan kehidupan paginya selama ini.


"Huru hara?" tanya Abimanyu.

__ADS_1


"Iya.. huru hara .. jangan ditanya apa ya.. maluuu" jawab Annisa sambil tertawa.


Abimanyu sangat menikmati tawa itu, sehingga dia sendiri tersenyum bahagia.


Sarapan pagi pertama kali yang paling mengesankan.. diatas pesawat pribadi .. siapa yang bisa membayangkan hal indah itu sebelumnya?


Bagi Abimanyu sarapan pagi kali ini menjadi semangat baru baginya memulai semua dalam kehidupan masa depannya.


Percayalah Ayah ... Bunda ... kali ini pun Abi yakin ini yang terbaik..


Batin Abimanyu.


.


.


.


.


.


Abimanyu .. mengantarkan Annisa sampai didepan pintu puskesmas. Membuat riuh seisi Puskesmas.


"Terima kasih Bi.." Dokter Annisa memberikan senyumannya. Lalu mencium punggung tangan dan telapak tangan Abimanyu.


Lalu dia berbalik menuju kendaraannya lagi. Annisa mulai memahami perilaku calon suaminya itu. Senyumnya terus terkembang hingga Abi masuk kedalam mobil, dan walaupun Ia tidak tahu apakah Abimanyu menoleh lagi kearahnya, namun Annisa tetap melambaikan tangannya sampai mobil yang membawa Abimanyu hilang dari pandangannya.


Didalam mobil.


Abimanyu langsung menolehkan wajahnya seketika setelah duduk diatas mobil. Melihat dengan senyum lambaian tangan Annisa.


Semakin bulat tekadnya.


Ini memang tetap tidak akan mudah Nis...


Tapi karena mu ... kita harus bisa melaluinya


Bersama ....


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


Diatas mobil, Abimanyu mengirimkan sebuah pesan untuk Bundanya. Ia tidak ingin berlarut-larut.


Bun... bisakah bunda menemui Abi diKalimantan? Abi ingin memperkenalkan Annisa.. Wanita yang padanya Abi melihat Bunda yang dicintai oleh Ayah_ Abimanyu.


Nindy baru saja membuka pesan dari putranya, setelah sepagi ini suami tercintanya lagi-lagi sudah menggoda dengan serbuan c*u***nya disekujur tubuh Nindy, membuat Ia pun menjadi ingin.


Nindy tersenyum penuh arti. Ia sangat bahagia.. karena putranya kini bahagia.


Segera bunda kesana nak. Atas izin ayahmu dulu. Jaga kesehatan. Bunda bahagia ... karena Abi sekarang bahagia_Bunda


Abimanyu membaca jawaban pesan dari Bundanya ketika Ia baru saja selesai bicara dengan kepala proyek pembangunan rumah. Dan Ia tersenyum bahagia.


Kemudian Abimanyu segera memberitahu kabar gembira itu kepada Annisa.


Bunda akan segera menemui kita disini. Semua hanya harus seperti apa adanya kamu. Semoga semua akan berjalan seperti yang kita harapkan sayang_Abimanyu


Annisa begitu tersanjung, karena didalam pesan singkat Abimanyu.. dirinya disebut "sayang". Dengan segera Annisa membalas pesan itu sambil tersenyum sendiri.


Semoga Sayang... Amin..Amin..Amin YRA_Nisa


Abimanyu tersenyum penuh arti. Membaca balasan dari Annisa. Bahkan saat ini wallpaper dihandphonenya sudah berganti gambar wajah Annisa yang tertawa diujung dermaga.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Sahabat Dfriends yang setia membaca MFC, aku berharap kalian semua juga mau membaca tulisanku yang lain berjudul BLOOM dan kisah lainnya di BLOOM Suara Hati Ayu. Ramaikan juga yaa dikaryaku yang lainnya itu. Terima kasih...🙏🙏


__ADS_2