My Favorite CEO

My Favorite CEO
14. Pagi berhujan


__ADS_3

Pagi berhujan..


Sedang apa gadis kau disana?


Abi memperhatikan air hujan dari atas balkon kamarnya. Pikirannya mengembara.


Sementara dikamar Nindy dan Yoga


"Sayaaang.. mau kemana.." ucap Yoga yang setengah mengantuk lagi, meraih pinggang istrinya tidak boleh menjauh.


"Ini sudah waktunya aku buatkan kamu sama Abi sarapan.." jawab Nindy.


"Enggak usah..biar bibi aja" balas Yoga sambil jemarinya menyusup kedalam pakaian tidur Nindy, membelai kedua buah d**a istrinya itu. bergumam-gumam ..


"kesayangan aku ini.. hmmmm lembut...."


Nindy membelai pipi suaminya, sesekali mencubitnya ketika jemari Yoga nakal berputar-putar dip**i*gnya. Lalu Yoga hanya terkekeh sebentar, sementara bibir bawahnya dia gigit sendiri tanda gemas.


Dari pipi, Nindy turun membelai dada suaminya memainkan b*l*-b*l* yang tumbuh disana, menambah kesan kejantanan pada suaminya yang semakin terlihat tampan dan berkarisma diusianya yang sudah tidak muda lagi.


Baju tidurnya sudah terlepas dari tubuhnya, Yoga menyesap memberi sensasi geli dan menggairahkan bagi tubuhnya ketika lidah suaminya itu menyusuri yang dibilang kesayangannya. Nindy memainkan rambut Yoga dengan jemarinya, sesekali menggigit telinga suaminya, desahannya semakin membuat suaminya menggila.


Tubuh Nindy sekarang sudah berada diatas tubuh suaminya, mengambil kendali atas sentuhan suaminya yang sudah membuat dirinya turut menuntut lebih. Meliuk-liuk merasakan sensasi dan gairah yang diberikan oleh Yoga. Sementara lidah yoga yang bermain ditempat kesayangannya itu semakin membuat Nindy liar memberikan gerakan yang membuat suaminya terpuaskan. Desahan keduanya memecah dipagi berhujan. Puas bersama hingga keduanya terkulai masih saling menyatu.


"Terima kasih sayang..." Ucap Yoga sambil mencium kening Nindy dan mereka tertidur kembali.


.


.


.

__ADS_1


Deringan VCall grup masuk kembali pagi itu dihandphone Yoga.


"Pagiiii semuuaaaa... hari ini kita ngerjain tugas lagi yuuuu... lebih seru bareng kalian!" ucap Tias dipembukaan Vcall grup yang dia lakukan.


"Sayaaaangnya akuuuu yaa ampuuun kenapa mesti pagi-pagi siih? babang axsalkan baru bobo jam 2 dini hari tadi! masih ngantuk!" jawab Axsal.


"Iiihhh ngapain loe baru tidur jam 2? ronda?" balas Tias.


"Babang Axsal habis memberantas ******* yayang... dini hari tadi baru selesai bareng Bima sama Arya sama Daffa" balas Axsal lagi sambil menguap karena masih ngantuk. Kemudian tanpa disadari Axsal mengakhiri panggilan Vcall grup, sementara Aryo, Bima dan Daffa belum aktif sama sekali.


Abimanyu tersenyum melihat Tita yang masih melilitkan handuk diatas kepalanya.


"Hiiiii... pagi-pagi sudah senyum..lihat apa?" tanya Tita hingga membuat Abimanyu langsung menunduk dan menghilangkan senyuman dari wajahnya. Tita tersenyum melihat reaksi Abimanyu.


Sebenarnya Abimanyu senang sekali pagi ini Tias sudah melakukan Vcall grup, sehingga dia bisa melihat Tita, yang baru saja bermain-main dalam khayalnya. Abi seperti mulai tidak bisa jika tidak melihat Tita sehari saja... dan itu membuat hatinya berbunga-bunga. Hanya media ini yang memberi alasan Abimanyu tidak merasa terganggu dengan celotehan teman-temannya yang lain, selama dia masih bisa melihat Tita.


"Yas... hari ini mau ngerjain apa? Matematika wajib atau bahasa Inggris?" Tanya Mely sambil menyantap sarapannya.


"Satu jam lagi yaa kita kumpul sudah dengan soalnya, sekarang mandi dan pada sarapan dulu yaaah.. daaaah..."ucap Tias sambil menutup panggilannya bersamaan dengan Mely. Tinggal hanya Abimanyu dan Tias.


"hiiiii" Tita sambil nyengir, Giginya terlihat rapih.


"Kenapa?" tanya Abimanyu pura-pura acuh.


"Abi sudah mandi? kok nggak ditutup panggilannya?" tanya Tita.


"Kamu juga enggak nutup!" balas Abimanyu.


"OOO eee... sebentar aku tutup, kalau kamu tutup duluan!" jawab Tita.


"Aku tutup kalau kamu tutup duluan" balas Abimanyu lagi.

__ADS_1


Namun malah pada akhirnya tidak ada yang menutup panggilan. Dan berdua mereka malah masih saling memandang. Hati keduanya saling bergemuruh. Melompat-lompat bahagia.


Hanya seperti ini saja sudah membuat hati keduanya tentram.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Pagi berhujan


Pikiranku mengembara..


Ketika nyata kulihat senyummu ..


Damai kurasa..

__ADS_1


Gadis...


__ADS_2