
"Dokter Nissa!" panggil pak Camat ketika melihat dokter Nissa dan Perawat Titi yang baru saja mengenakan helm mereka lagi.
"Ya Pak!" jawab dokter Annisa
"Makan siang dulu, sama-sama dirumah saya! ayoo!" ajak pak Camat.
Sesaat Abimanyu melihat keraguan dokter Annisa atas tawaran pak Camat. Dia melihat kearah Titi seakan meminta persetujuan darinya. Dan sepertinya pak Camat menangkap keraguan itu.
"Tidak akan ada imbalan atau balas Budi untuk tawaran ini! saya murni mengajak kalian, jika dokter Annisa masih tidak bisa menerima anak saya, artinya kalian tidak berjodoh. Jangan menjadi tidak enak hubungan kita dok" ucap Pak Camat.
Dokter Annisa terlihat menjadi salah tingkah.
"Maaf..pak, lain kali tawaran bapak akan saya terima.. jikaaa... ibu yang menawarkan kepada saya" jawab dokter Annisa.
Penolakan itu tidak membuat pak Camat kecewa, karena memang dia menyadari istrinya itu menjadi sangat kecewa ketika lamaran putranya ditolak oleh dokter Annisa. Sehingga ia memaklumi penolakan dokter Annisa.
"Kami harus segera kembali ke Puskesmas pak.. terima kasih banyak atas tawaran Bapak... mari..pak Camat.. pak Abimanyu.." ucap Dokter Annisa sambil mengendarai motornya meninggalkan pekarangan mesjid.
"Wanita yang berpendirian. Itulah mengapa anak lelaki saya jatuh cinta padanya!" Ucap Pak Camat.
Abimanyu tak ingin menanggapi. Toh itu bukan urusannya.
Mereka akhirnya masuk kembali kedalam rumah pak Camat untuk menikmati hidangan makan siang khas desa itu.
"Kami biasa makan bersila dibawah pak, apakah bapak tidak keberatan?" tanya pak Camat.
__ADS_1
"Sesekali saya dan orang tua dari ibu saya juga makan seperti ini pak Camat. Tidak ada masalah!" jawab Abimanyu.
Kemudian mereka semua duduk bersila dan mulai menyantap masakan istri pak Camat.
Sedang menikmati santap siangnya, ada saja pertanyaan atau perkataan yang diungkapkan oleh pak Camat dan istrinya kepada Abimanyu, Febry ataupun notaris dan supir yang dibawa Abimanyu.
"Pak Abi ini..nampaknya belum menikah ya pak?" ucap istri camat yang ditanggapi sikutan dari pak Camat karena tidak enak dengan pertanyaan istrinya.
Abimanyu tersenyum..
"Ya Bu, saya belum menikah.. belum ada rencana kearah sana" jawab Abimanyu.
"Bagaimana bapak ini, masa belum ada rencana? Bapak itu ganteng, uang banyak, pasti pacarnya maulah kalau diajak menikah sama bapak!" jawab istri Camat lagi.
Abimanyu hanya membalas obrolan Bu Camat dengan senyuman, dia tidak menyukai obrolan yang terlalu pribadi. Dan Febry faham sekali kebiasaan bos besarnya, sehingga ia mengalihkan pembicaraan kepada perubahan lokasi Puskesmas yang tadi siang dikonfirmasi oleh kepala proyek kepada Febry. Hingga jamuan makan dan obrolan siang itu berakhir, Abimanyu tidak berlama-lama langsung pamit kepada pak Camat dan istrinya untuk kembali ke penginapan mereka dikota L.
Setelah berada di dalam mobil.
Coba mampir sebentar ke Puskesmas Pak, saya mau lihat kembali keadaan didalamnya. Tak banyak bicara, pak supir pun membawa Abimanyu dan stafnya sampai dipelataran puskesmas.
Pelayanan masih nampak diberikan, terlihat beberapa orang pasien sedang menunggu giliran masuk keruangan dokter, keadaan ini selalu terjadi selepas dokter Annisa melakukan pemeriksaan ke Pulau seberang.
Beberapa tenaga kesehatan menyambut kedatangan Abimanyu, dan mempersilahkan Abi untuk melihat-lihat keadaan puskesmas. Ketika salah satu petugas akan memberitahu keberadaan Abimanyu kepada dokter Annisa, Abimanyu melarangnya.
"Jangan! tidak usah mengganggu pelayanan, saya hanya melihat-lihat untuk memperbaiki keadaan puskesmas ini nantinya ketika saya relokasikan" ucap Abimanyu.
__ADS_1
"Baik pak, kalau begitu mari saya antar melihat setiap ruangan yang ada di Puskesmas ini" ucap salah satu staf administrasi puskesmas.
Abimanyu mendengar suara ribut-ribut dari dalam kamar periksa dokter Annisa. Seperti suara orang yang meraung-raung dan berbicara tidak jelas. Ketika kembali kearea depan dari puskesmas.
"Sebentar, saya lihat dulu kedalam yaa pak.. mas" pamit petugas yang tadi mengantar Abimanyu berkeliling puskesmas.
Pintu terbuka ketika petugas itu masuk, sehingga Abimanyu bisa melihat apa yang terjadi didalam.
"Saya coba menghentikan pendarahannya dulu yaa pak.. enggak saya apa-apain yaa.. kalau darahnya keluar terus berbahaya... sabar yaa.." suara Dokter Annisa terdengar oleh Abimanyu.
Lalu suara erangan dan kata-kata tidak jelas terdengar lagi.
"Pasiennya kenapa itu yang didalam Bu?" tanya Febry pada seorang ibu yang berada dibangku tunggu.
"Itu.. Pak Burhan! sudah 1 th ini kena stroke tadi diantar anaknya karena kepalanya bocor, katanya jatuh pak!" jawab ibu itu. Abimanyu mendengarkan dengan seksama.
"Semenjak stroke memang suka marah-marah! cuma anak laki-lakinya itu saja yang dia takuti mas!" ucap ibu itu lagi.
"OOO.. terima kasih yaa Bu.." balas Febry.
"Iyaa.. sama-sama.."
"Mari pak, kita kembali saja dulu ke penginapan" ajak Febry kepada Abimanyu.
"Kita tunggu saja dulu, tidak sopan kalau kita main pergi begitu saja" ucap Abimanyu sambil masih memperhatikan kearah pintu yang terbuka.
__ADS_1
Terus dukung tulisan recehku yaa.. dengan likes and komen kalian semua.. terima kasih