
" Kenapa bagian Rosa dan Mama tidak pernah ada dalam presentasimu?"
Tanya Yoga tegas meminta penjelasan
" Karena itu dimaksudkan menjadi bagian Surprise untuk aa dan Papa "
Jawab Nindy dengan suara mendayunya yang selalu membuat pertahanan diri Yoga menjadi luluh.
" Bagaimana bisa semua foto Rosa itu sampai ada padamu?"
Tanya Yoga lagi masih dengan pandangan tajam mengabaikan nada suara Nindy yang begitu Ia rindukan, seolah kesedihan lamanya seakan dibangkitkan kembali oleh Nindy.
Lalu karena personil bintang tamu yang kedua sudah turun kebalik panggung, Yoga menarik lengan Nindy kesalah satu ruangan kosong yang ada disana.
Melanjutkan pembicaraan mereka.
" Papa Iwan tidak pernah benar-benar menghancurkannya sayang... papa Iwan mengirimkannya kerumah orang tua Rosa. "
" Kenangan bersama Rosa adalah kenangan baik, kenapa harus dihancurkan? itu kata papa."
" Yang aku tanya adalah bagaimana bisa foto-foto Rosa sampai ada padamu Anindya Kasih?!"
Suara Yoga mengagetkan Nindy. Ia mencoba memahami yang dirasakan Yoga.
Sungguh.. tanggapan yang Ia terima saat ini diluar dugaannya.
Nindy menyangka bahwa Yoga hanya akan terharu seperti Papa Iwan, tapi sepertinya malah saat ini Nindy sudah membuat Yoga sangat marah.
Bahkan Nindy sudah merasa ngeri dengan nada suara Yoga yang tak dikenalnya selama ini.
" a..aku meminta izin langsung kepada kedua orang tua Rosa, aku sampaikan maksud dan tujuanku meminjam foto-foto itu kepada keluarga Rosa."
" Mereka terharu.. dengan apa yang akan aku lakukan terhadap foto Rosa.. lalu selanjutnya mereka kirimkan foto-foto itu."
" a... Nin minta maaf kal...aauu..."
Kalimat Nindy terputus, karena Lita menyela pembicaraannya dengan Yoga
" Nin... Ga... maaf harus memotong pembicaraan kalian, tapi setelah ini adalah acara penampilannya Staf-stafmu.. sebaiknya kamu sudah duduk lagi ditempatmu semula."
" Mereka pasti akan sangat menghargai itu."
Lalu Yoga melepaskan pandangannya yang semenjak tadi tidak teralihkan dari mata Nindy.
Membalikkan badannya meninggalkan Nindy dan Lita dibelakangnya.
Perasaan Nindy kini sangat tidak menentu.. tapi dia tetap berusaha profesional untuk menyelesaikan acara ulang tahun perusahaan Yoga.
Lalu penampilan selanjutnya adalah beberapa stand up komedi yang dilakukan staf Yoga yang terkenal lucu-lucu dan selalu mempunyai bahan lawakan dikantor.
Nindy mencuri lihat kearah Yoga yang terlihat mencobaa tertawa wajar.
Ada bagian hatinya yang terasa perih melihat wajah Yoga yang menjadi sangat berubah setelah penayangan video Rosa tadi.
Acara masih berlanjut, saat ini adalah pemberian doorprize, nomor undian yang disebutkan oleh Master Of Ceremony menjadi nomor yang berhak atas doorprize yang sudah disiapkan oleh Dirgantara Aviation, Penyerahan Doorprize langsung dilakukan oleh Yoga.
Setelah semua Doorprize sudah terbagi habis, selanjutnya adalah penampilan beberapa staf Yoga yang menyumbangkan suara indahnya.
Dan pada bagian akhir yang tidak ingin dilihat Nindy karena Yoga masih marah.. membawa dirinya masuk keruangan paling pojok dibelakang panggung.
Sambil Dia mengelus dadanya.. terasa ada yang sangat sakit disana.. Rasanya ia ingin menjauh dari hinggar bingarnya suara alat musik, Nindy ingin merekam lewat pesan suara permintaan maafnya yang ditujukan untuk Yoga.
Sementara yang dipanggung adalah persembahan penutup.
__ADS_1
Lagu dari semua Staf Yoga membawakan lagu "Sampai Jumpanya " Endank Soekamti
***
datang akan pergi
lewat kan berlalu
ada kan tiada bertemu akan berpisah
awal kan berakhir
terbit kan tenggelam
pasang akan surut bertemu akan berpisah
Hey!
sampai jumpa di lain hari
untuk kita bertemu lagi
ku relakan dirimu pergi
meskipun
ku tak siap untuk merindu
ku tak siap tanpa dirimu
ku harap terbaik untukmu
du duu duuduuu
du duu duuduuu
du duu duuduuu
du duu duuduuu
Semua stafnya terdiam dan bahkan menoleh kearah layar semua.
Yoga juga tidak menyangka bagian itu terekam dan ditayangkan
Membuat seluruh stafnya tidak menyangka bahwa Big Bos mereka pandai bermusik
Tepuk tangan meriah memenuhi ruangan gedung mewah itu
****
( dengan suara Yoga dan petikan gitarnya )
datang akan pergi
lewat kan berlalu
ada kan tiada bertemu akan berpisah
awal kan berakhir
terbit kan tenggelam
pasang akan surut bertemu akan berpisah
__ADS_1
Hey!
sampai jumpa di lain hari
untuk kita bertemu lagi
ku relakan dirimu pergi
meskipun
ku tak siap untuk merindu…
ku tak siap tanpa dirimu
ku harap terbaik untukmu
du duu duuduuu
du duu duuduuu
du duu duuduuu
du duu duuduuu
Acara ditutup dengan tepuk tangan meriah dari semua yang hadir... menyisakan kebahagiaan
Setelah Yoga menghantarkan para tamu undangan VIP masuk ke mobil mereka masing-masing
Dan membalas semua ucapan selamat dari staf dan para tamu undangan beserta keluarganya yang sekaligus meminta berfoto bersama dengan Yoga dan berpamitan pulang.
Setelah yang tinggal hanya papa Iwan, kedua mertuanya dan seluruh staf EO " SHE" yang tidak terlihat adalah Nindy.
Lalu Yoga mencoba bertanya pada beberapa staf Nindy tentang keberadaannya.
Semua hanya mengatakan bahwa Nindy ada dibelakang panggung.
Demikian juga dengan Lita dan Pipit, mengatakan hal yang sama.
Tapi apa lagi yang ia bereskan dibelakang panggung sementara semua sudah selesai.
Rasa Khawatir menggelayuti fikiran Yoga
Ia langsung menghubungi nomor ponsel Nindy, nada tersambung.. tapi tidak diangkat-angkat.
Lalu Yoga terus menghubungi nomor ponselnya Nindy sambil Ia mengajak Lita untuk mencari Nindy.
Mereka melangkah kebelakang panggung mengikuti suara dering handphone yang semakin lama semakin jelas terdengar.
Namun apa yang dilihat Yoga dan Lita saat Ini membuat mereka berteriak dengan keras sehingga suara itu menggema dan terdengar oleh semua orang yang berada di dalam ruangan gedung itu.
Yoga dengan sigap menelpon ambulance dan meminta segera mereka datang. sementara Lita mendekat kearah tubuh Nindy yang terlentang berlumuran darah sambil menangis dan memanggil-manggil nama Nindy.
" Jangan digerakan Lit ! tunggu tim medis datang, kita tidak tahu apa yang patah dan bocor sehingga mengeluarkan darah sebanyak itu!! jika kita salah berbuat itu malah akan membahayakan nyawa Nindy"
Pinta Yoga demi melihat Lita sudah ingin mengangkat tubuh Nindy keatas pangkuannya.
" Nindy masih ada denyut nadinya Lit.. masih ada !"
Suara Yoga lirih terdengar seperti meyakini dirinya sendiri.
selanjutnya hanya teriakan dan tangisan banyak orang yang menggema ditelinga Yoga.. tanpa memalingkan sedetikpun matanya dari tubuh Nindy yang berlumuran darah didaerah belakang kepalanya.
Dia bersimpuh disamping tubuh wanita yang dia cintai tanpa bisa berkata-kata... air matanya terus mengalir dari mata yang tak ingin sedetikpun ia kedipkan...
__ADS_1
" Sayaaaaang.... bertahanlah... demi kita... "
Batinnya melirih...