
Satu hari setelah segala kerusuhan mengevakuasi Mely yang akan melahirkan anak pertamanya, dan berita tentang kecelakaan Tita yang disampaikan oleh Tyas dini hari tadi.
Disinilah Abimanyu sekarang berada, didepan kamar dimana Tita dirawat, ditemani Annisa disisinya. Juga ada Tias, Axsal, Aryo dan Bima.
Mereka satu persatu masuk kedalam kamar perawatan Tita. Ketika sudah berada disisi ranjang dimana Tita terbaring dengan balutan di kepala, dikedua matanya dan lengan sebelah kanannya.
Tyas yang terlebih dulu mengusap lengan Tita yang tidak terluka. Membisikan dengan perlahan bahwa Dia dan semua sahabatnya datang membesuk.
"Abi .... " ucap Tita lirih. Seseorang yang disebut namanya menyahut.
"Ya ... Ta .."
"Bi ... mungkin aku akan kehilangan penglihatanku .." isak Tita, semua yang mendengar menjadi prihatin, karena Tita adalah seorang dokter, pastilah ia sangat membutuhkan kedua matanya.
"Jangan khawatir Ta .. ayahmu sudah mencari pendonor untuk matamu. Semoga semua akan diberi kemudahan dan sesuai dengan yang diharapkan.
Annisa menjadi gelisah, karena sepertinya Tita hanya menghiraukan kehadiran Abimanyu, sementara kehadiran Aryo, Bima, Axsal dan Tyas seperti tidak dihiraukannya. Ia tetap berusaha tenang dan mencoba untuk memahami keadaan yang saat ini menimpa Tita.
"Aku akan menjadi orang yang tidak ada gunanya lagi Bi... aku hanya akan menjadi beban dan ibaan orang lain saja setelah ini" ucap Tita dalam isakan tangisnya.
Semua hening ... Abimanyu terenyuh dengan apa yang dikatakan Tita. Bagaimanapun dia pernah sangat mencintai gadis itu.
"Kamu tahu Bi ... aku begitu sakit kamu acuhkan .. dan itu membuat aku tidak bisa mengendalikan emosiku sehingga kecelakaan itu harus terjadi .."
"Taaa... sudah .. jangan seperti ini .." bujuk Tyas.
"Aku pingin dia tahu Yas! aku sudah mengatakan pada Abi beberapa kali.. aku menyesal pernah menyakiti dia, dan hatiku ini masing sangat mencintai dia..!"
Abimanyu menjadi merasa disudutkan. Annisa menyadari perubahan emosi Abimanyu, diusapnya punggung Abimanyu mencoba menenangkan.
Abimanyu menangkupkan jemari tangannya ke jemari Annisa. Ia ingin mengatakan bahwa dia tidak berubah.
__ADS_1
"Kamu dengar Bi ! semua ini karena aku begitu marah kamu acuhkan ! aku lebih mencintai kamu !"
"Ta ... sepertinya ini bukan saat yang tepat, kamu harus sembuh dan sehat dulu Ta ... itu yang utama saat ini" bujuk Tyas lagi.
"Untuk apa Yas .. aku sehat .. mataku sudah tidak bisa melihat lagi ! lalu orang yang aku cintai juga sudah memilih bersama yang lain! kenapa aku nggak mati saja Yas...dikecelakaan itu !" jerit Tita dalam tangis.
Annisa sudah tidak berdaya mendengarkan semua pengakuan Tita, Ia ingin berbalik keluar dari ruangan perawatan itu. namun jemarinya tertahan oleh genggaman jemari Abimanyu.
Annisa memalingkan wajahnya melihat ke mata Abimanyu yang saat ini juga sedang menatap tajam kearahnya.
Annisa tidak bisa membendung airmatanya lagi. Dan Abi melihat buliran air itu mengalir dipipi gadis yang telah mengubah hatinya itu.
"Nisaaa... apakah kamu tidak bisa berbagi Abi denganku .... " lirih suara Tita memohon.
Abimanyu memaling penuh kebencian pada gadis yang berbaring dihadapannya.
"Maaf Ta, aku tidak ingin berbagi apapun lagi denganmu. Dulu .. kamu juga sudah tahu konsekuensinya dari apa yang kamu lakukan. Saat ini jangan bicara seolah kamu korbannya. Maaf ... Annisa adalah wanita satu-satunya yang aku inginkan" lalu Abimanyu dengan masih menggenggam jemari Annisa, membawa gadis itu keluar dari ruang perawatan Tita.
Abi merengkuh tubuh Annisa dalam dekapannya.
"Gadis bodoh! apa yang kamu mau lakukan tadi didalam?! kamu mau meninggalkan aku!" ucap Abimanyu tajam ditelinga Annisa. Ia memejamkan matanya.
"Jangan pernah mencoba pergi dariku Nis! karena aku tidak akan pernah mengejar yang pergi meninggalkanku!"
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
Annisa baru menyadarinya ...
Dia membalas dekapan Abimanyu, berbalik begitu mengasihani kekasihnya itu.
"Aku juga takut .. kamu tinggalkan Bi ..." ucap Annisa didada Abimanyu.
"Jangan pernah melakukan hal seperti tadi .... ingat ... apapun alasannya, aku tidak akan pernah mengejar yang pergi meninggalkanku Nisa ..."
"Iyaaa .. sayang ... aku akan ingat"
.
.
.
.
.
.
Bagaimanapun .. perpisahan pasti akan menggoreskan luka dan kesedihan.
Membangkitkan kembali kekuatan diri itu ...
Adalah proses panjang, yang penghargaannya adalah ketika ada yang mampu menjadi alasan kita untuk tidak terjatuh kembali.
__ADS_1