My Favorite CEO

My Favorite CEO
1. ABIMANYU (Sempurna / Penyembuh)


__ADS_3


ABIMANYU (Sempurna / Penyembuh)



"Abi.... umi disini ni..!"


"Abi.... mau doong jadi bolanyaaa biar bisa masuk ke jaring cintamu!"


"Tuh anak-anak cewek kayaknya suka banget godain loe Bi! godain balik napa Bi!"


"Kalau loe mau balik godain, godain aja sana sendiri!"


"Jiiih.. kalau gue yang balik godain, yang ada gue dilemparin mereka sama sepatu!"


"Abiiiiiii... bawa aja hatiku.. jangan bola basket aja yang dibawa-bawa!"


Teriakan-teriakan murid perempuan yang ditujukan kepada Abimanyu, putra satu-satunya Yoga dan Nindy menggema memenuhi lapangan basket saat ini.


Bayi mungil yang kelahirannya membuat hidup Nindy dan Yoga menjadi sempurna itu kini tumbuh menjadi pemuda yang tampan, perawakannya yang tinggi, serta dada yang bidang membuat pemuda itu menjadi lirikan banyak teman-teman perempuannya.


Kepopuleran Abimanyu, tidak serta merta membuat pemuda itu mudah bergaul dengan siapa saja. Tidak seperti Ayahnya yang sangat ramah dan supel. Hal ini justru terjadi karena dia tidak menyukai keramahan ayahnya pada siapapun yang ditemuinya diacara-acara pertemuan bisnis, perjanjian-perjanjian kerjasama atau acara-acara resmi bersama para pengusaha-pengusaha dinegara ini. Karena hal itu sering kali membuat bundanya tersakiti.


Walau Bunda sering menjelaskan, bahwa profesi ayahnya sebagai pengusaha, mau tidak mau mengharuskan sang ayah berlaku supel dan luwes dengan siapapun, justru karena hal itu pula Abimanyu sering memperhatikan Bundanya menyimpan kesedihannya sendiri. Dan Ia tidak menyukai hal itu.


Abimanyu sangat menyayangi Bundanya, bahkan Ia teramat mengidolakan sosok bundanya yang begitu sempurna dalam pandangan matanya.


Maka dia sangat tidak menyukai ketika ayahnya cipika cipiki dengan wanita lain demi menjaga hubungan bisnis, dia tidak menyukai tatapan kagum perempuan-perempuan lain pada ayahnya justru ketika bundanya ada disamping ayahnya dan dia teramat tidak menyukai ketika bundanya harus menundukkan pandangannya ketika Ia tidak sanggup lagi melihat keakraban ayah dengan rekan bisnisnya, atau tersenyum palsu demi kesopanan.


Ia tidak menyukai Bundanya menyembunyikan semua itu sendiri didalam hatinya. itu sangat melukai hati Abimanyu, namun pemandangan terbalik akan Abi temui ketika dirumah, Ia suka melihat Ayahnya begitu sangat memperhatikan Bundanya, mereka berdua akan tampak begitu mesra bahkan tak terpisahkan.


Ayahnya senang sekali menggoda Bunda hingga membuat wanita yang dipujanya itu bersemu merah pipinya karena malu, Abi sangat menyukai ketika bundanya bisa tertawa lepas karena lelucon Ayahnya. Abimanyu sangat menyukai ketika apapun itu yang membuat bundanya bahagia.


Priiiiiiiiiiiiitttt !!


Pluit wasit nyaring berbunyi menandakan


pelanggaran di area pertahanan, tembakan 2 bola diarea pinalti saat ini akan dilakukan oleh Abimanyu. Seketika itu juga sekeliling area lapangan sekolah menjadi sangat sunyi. Semua perhatian tertuju pada bola yang ada ditangan Abimanyu.


Tembakan pertama dengan hanya sedikit gerakan menekuk pada jari-jari Abi yang memegang bola dan ....


"blasssss"


Bola masuk dan lolos keluar dari ring.


"yeeeeeey Abiiiiiii!!"


Hening kembali. Tembakan kedua sedang dilakukan oleh Abi dan...


"blaasss"


Bola masuk kembali dengan mulus di ring lawan.

__ADS_1


"Yeeeeeeeyyy... Abi... Abi... Abi....!!"


Priiit...priiiit...priiiiitttt.....


Bunyi Pluit wasit menandakan pertandingan selesai dan memenangkan tim dari Kelas XI IPA 1 yang adalah tim dari kelasnya Abimanyu.


"Yeeeeeyyy kelas kita menang Ta !!" teriak Mely disamping Tita.


"Iya...gue juga lihat tadi!"


"Abi tuh emang keren yaa Ta, gue bingung kenapa Tuhan bisa menciptakan makhluk sesempurna dia.."


Tita langsung memukul pelan kepala Mely sahabatnya itu dengan gulungan buku yang dia pegang.


"Aduuuuuh Ta! kepala dipitrahin niih sama emak gue! main pukul aja loe!"


Teriak Mely sambil mengejar sahabatnya itu yang ngeloyor begitu saja meninggalkannya.


"Loe mau kemana Ta?" tanya Mely yang sudah bisa mensejajarkan langkahnya dengan langkah Tita.


"Ke kantin, aus gue!" jawab Tita.


"Asiiikkk.. beliin gue es campurnya mang Oyong yaa Ta.. gue pingin yang dingin-dingin niih biar bisa meredakan panasnya otak gue yang isinya Abi semua!"


"Jiiiih... elo yang omes, kenapa duit gue yang loe rampok!" balas Tita.


"Enggak dirampok juga kali Ta..." balas Mely sambil nyengir.


Akhirnya kedua sahabat itu sudah masuk kedalam kantin sekolah dan memesan pesanan mereka.


"Abi! duduk sini aja gabung sama kita!!" teriak Mely yang nggak mau buang-buang kesempatan.


Abi dan timnya melihat kesumber suara dan merekapun ikut bergabung di meja panjang yang ada dihadapan Mely dan Tita.


"Keren loe tadi Bi.. kita bakal main berapa kali lagi buat jadi Juara satunya?" Tanya Mely.


"Sekali main lagi Mel!" Jawab Aryo teman sekelas mereka.


Abimanyu hanya terdiam sambil mengeringkan keringat yang masih berjatuhan diwajahnya. Tita hanya sekali melihat sengaja kearah Abi, dia tahu laki-laki itu tidak suka jika ada yang memperhatikannya.


"Kalau habis banyak energi dan keringat yang keluar, banyak minum air putih suhu biasa aja jangan es!" ucap Tita


"oooo gitu Ta? emang kenapa?" Tanya Axsal


Abimanyu diam-diam mendengarkan penjelasan Tita.


"Air es itu enggak cepat diserap tubuh, justru akan membuat loe semua yang abis olah raga jadi merasa semakin haus. Loe semua justru lebih mudah terserang dehidrasi dan rasa kembung.


Sementara kalau Air dingin atau air biasa itu bisa melewati lambung lebih cepat sehingga air bisa dikirimkan menuju usus halus untuk penyerapan yang lebih maksimal. Setelah berolahraga, tubuh loe semua lebih mudah mengalami dehidrasi karena loe kehilangan banyak cairan lewat keringat"


Abimanyu langsung menepiskan Es teh manis yang sudah dia pesan dan saat ini sudah ada didepan matanya, lalu dia memilih meminta 2 botol Air mineral yang tidak dingin.


Tita tersenyum tipis penuh arti.

__ADS_1


"Loe nggak minum es teh manis loe Bi?" tanya Axsal.


"Enggak!" jawab Abimanyu singkat


"Buat gue aja deh kalau gitu ya! sorry Ta, bawaan orok gue kalau abis olah raga pinginnya minum es teh manis!"


"Terserah.. kalau buat loe mah sal! ada apa-apa sama loe mah juga kagak ada yang nangisin! asal jangan Abi!" balas Mely sambil cengengesan nggak jelas. Yang diomongin biasa aja.. dataaaar.


"eeeh ayooo kita mesti lihat siapa yang menang dipartai ini dan yang akan jadi lawan kita terakhir!" ajak Bima sambil berdiri. Abi langsung mengikuti Bima. Meninggalkan Tita dan Mely.


"Ayo Ta... kita juga mesti nonton mereka lagi, bayar Ta! Mang Oyong.. berapa semuanya?" teriak Mely


"Semua sudah dibayar sama Abi.. neng!" sahut Mang Oyong.


"Aduuuuuh.... Abi.. udah Ganteng.. baik hati lagi..."


Sekali lagi Tita memukul pelan kepala sahabatnya dengan lipatan bukunya tadi.


"Titaaaaaa... udah gue bilang pala gue dipitrahin wooy!"


Kedua gadis itu saling bekejaran. Dan tanpa sengaja ketika ingin memasuki kelas mereka, Tita yang langsung berbelok menubruk tubuh Abi. Hingga dengan gerakan cepat tangan Abi menahan tubuh Tita agar tidak terjatuh. Mely yang melihatnya langsung menyesal, kenapa bukan dia yang nubruk Abi.


"Sorry...sorry Bi, gue nggak sengaja." ucap Tita sambil menjauh dan menunduk didepan Abimanyu.


"Jangan ceroboh!" balas Abimanyu datar sambil keluar kelas.


Tita masih terpaku ditempatnya. Hatinya tiba-tiba bergemuruh setelah tadi tubuhnya tersentuh oleh Abimanyu. Sementara lengannya sempat menyambar lengan Abi karena takut terjatuh.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.Hi.. buat kalian yang masih mengikuti dan membaca tulisan recehku, untuk sesi selanjutnya kalian akan membaca kisah ABIMANYU selain kisah Ayah dan bundanya yaitu Yoga dan Nindy.


Semoga kalian tetap senang dan terus mengikuti kisahnya.


Tolong mampir dan baca juga di karya pertamaku yaa BLOOM dan BLOOM suara hati Ayu


Tinggalkan jejak like kalian dan komentar disetiap tulisanku yaa.

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2