
Flashback
Ketika akhirnya wabah Covid-19 berakhir, dan Abimanyu dipertemukan kembali bersama teman-temannya yang langsung pada saat itu berada dikelas XII.
Hari pertama sekolah, mereka semua begitu bersyukur hingga disekolah pun diadakan sholat Dhuha berjamaah dilapangan sekolah, mereka semua bermunajat, bersyukur dan memohon segala penjagaan, keselamatan dan kesehatan.
Setelahnya mereka kembali ke kelas masing-masing.
Ada yang dirasanya berbeda. Iya.. tentu saja karena perasaan indah yang bersemayam dihatinya. Perasaan memiliki dan termiliki, walau belum ada sepatah kata ungkapan cinta yang telah dinyatakan olehnya kepada Tita. Tapi prilaku dan bahasa tubuh mereka yang saling memiliki perasaan satu sama lainnya sudah terpampang jelas bagi Abimanyu dan Tita.
Memulai hari-hari selanjutnya penuh dengan warna warni tawa dan perhatian hanya diperlihatkan Abimanyu didepan Tita. Sementara ketika mereka berkumpul bersama dengan yang lain atau berada disekolah, Abi tetap dengan gayanya yang cool, datar dan serba seadanya.
Walau tak sering, tetapi jika Abi membawa mobilnya kesekolah, dia pasti akan menjemput dan mengantar Tita kesekolah dan pulang kerumahnya. Momen itulah yang dijadikan Abi sebagai momen mendekatkan diri dan mengetahui lebih banyak tentang gadis manis itu.
Abimanyu dan Tita tetap dengan kebiasaan mereka masing-masing, tidak ada yang saling melarang apalagi mengekang. Membuat kebersamaan mereka layaknya seperti remaja lain yang bisa dengan leluasa berkumpul bersama teman-teman lainnya diluar sekolah, melakukan aktifitas mereka masing-masing seperti biasanya tanpa disibukanan hanya berduaan saja.
Abimanyu tetap dengan rutinitas latihan basketnya, les bahasa Inggrisnya ditambah karena sekarang mereka sudah dikelas XII, Abimanyu dan Tita menambah kegiatan belajar mereka dengan ikut les disalah satu lembaga pendidikan luar sekolah yang sangat terkenal karena telah mampu mengentaskan banyak lulusan yang diterima Perguruan Tinggi Negeri diseluruh negeri ini. Ditempat les inilah yang sedikit banyak memberikan kebersamaan mereka menjadi lebih dekat lagi.
"Kamu tadi sempat makan dulu nggak?" tanya Abi ketika itu ke Tita, dia tahu gadis itu baru saja mengikuti sesi latihan paduan suara untuk merayakan hari jadi kota mereka nanti yang akan diadakan secara besar-besaran.
"Enggak sempet kemakan tadi paket nasi boxnya. Aku telat sampenya, motor Tyas bannya bocor. Jadi begitu sampai Balai Kota langsung latihan" jawab Tita.
"Masih ada waktu, kita makan dulu" balas Abimanyu sambil mengambil tas yang dibawa Tita. Lalu Tita berlari kecil mengimbangi langkah Abimanyu, sampai mereka masuk kedalam sebuah restauran makanan cepat saji.
Abimanyu menempatkan tas Tita kesalah satu meja yang dekat jendela. Tita langsung mengambil duduk di kursinya, sementara Abimanyu kemudian melangkah untuk memesan beberapa makanan dan minuman untuk dirinya juga Tita. Setelah itu mereka menghabiskan semua makanan yang Abimanyu pesan.
Dilain waktu
Abimanyu tidak menyangka bahwa ayahnya mendapatkan undangan VIP untuk merayakan ulang tahun Kota mereka. Hingga sore itu ketika ayah mengajak dirinya untuk ikut menghadiri acara itu, Abimanyu tidak mengabarkan kepada Tita, bahwa dia akan melihat penampilan gadis itu.
Undangan VIP yang diterima ayahnya, memposisikan Abimanyu saat ini bisa duduk dekat dari panggung megah tempat para pengisi acara nanti akan menampilkan pertunjukan mereka. Beberapa kolega ayahnya beberapa kali silih berganti mendekat kearah meja Ayahnya. Mereka saling memberi salam dan bertukar kabar. Abimanyu diperkenalkan kepada kolega-kolega ayahnya. Hingga akhirnya acara memperingati hari jadi kota mereka dimulai, dan paduan suara kumpulan dari semua pelajar SMA yang ada di Kota kami menjadi pembuka acara tersebut. Tita berdiri paling depan posisi tengah dari barisan paduan suara itu yang pastinya pandangannya bisa langsung tertuju melihat Abimanyu, seperti juga Abimanyu dapat melihat langsung Tita saat ini.
Pandangan keduanya bertemu, Tita tersenyum manis demikian juga Abimanyu.
"Itu yang didepan Tita nak?" tanya ayah.
"Iya.. Yah" jawab Abi sambil melihat kearah ayahnya.
"Kebetulan doong kamu ayah ajak kesini! jadi bisa lihat penampilan dia.." balas ayah.
"Iya, Tita juga nggak tahu kalau Abi ikut acara ini" jawab Abimanyu lagi.
Selanjutnya suara-suara merdu diperdengarkan, Abimanyu terkesima dengan Tita diatas panggung sana. Matanya tak pernah beralih dari melihat kearah gadis itu.
__ADS_1
Dikesempatan lain, saat itu hujan sangat deras, Abimanyu baru saja menyelesaikan sesi latihan basketnya. Dia teringat bahwa pulang sekolah tadi Tita bersama kedua sahabatnya pergi bersama menyelesaikan projek mading sekolah mereka dirumah Tias. Takut Tita akan kesulitan pulang dari rumah Tias, dia akhirnya berinisiatif untuk menjemput Tita.
"Dimana?" tanya Abi melalui panggilan singkat dihandphone.
"Masih dirumah Tias, hujan deras banget nunggu reda dulu Bi." jawab Tita.
"Tunggu aja, aku jemput!" balas Abimanyu. Tak berapa lama Abi sudah berada didepan rumah Tias, Dia turun dengan dua payung ditangannya.
Abi memencet bel pagar rumah Tias, kemudian ada seorang perempuan paruh baya yang membukakan pintu pagar dan mempersilahkan Abimanyu untuk masuk. Ketika Abimanyu sudah berada diteras rumah Tias.
"Cieeee... Abi.. sayang bangeeet sih sama akyu.. sampe jemput segala" sahut Mely yang disambut kernyitan alis Abimanyu.
"Nggak apa-apa... jangan malu.. aku tahu kok.." ucap Mely lagi.
"Udah aaah.. jangan gangguin Abi terus, Yas.. gue balik yaa sama si centil ini!" ucap Tita sambil menunjuk kearah Mely.
"Iya.. hati-hati dijalan ya..makasih banyak yaa Bi.. sudah jemput sahabat-sahabat gue yang cantik-cantik ini!" ucap Tias sambil nyengir memperlihatkan deretan giginya yang rapih.
"Pamit yaa Yas.. salam sama bokap nyokap ya.. sorry gue nggak lama-lama" jawab Abi.
"iya Bi, nanti gue sampein salam loe!" balas Tias.
Lalu Abi memberikan salah satu payung paling besar yang dia bawa ke Tita, Tita mengambilnya dan tersenyum kearah Abi. Yang di senyumin seperti biasa.. datar aja walau hatinya sudah bermekaran dari tadi.
Dilain kesempatan.
Hari itu terasa padat, semua bis angkutan umum yang menuju kedaerah sekolah mereka semua penuh. Membuat Tita tidak berani masuk kedalamnya. Dia akan menunggu bis yang agak longgar, biarlah telat asal dia selamat dari kejahilan orang-orang tidak bertanggung jawab dikepadatan bis. Tita menunggu dipinggir trotoar, tanpa sengaja pandangannya bertemu dengan Abimanyu yang sedang membonceng Lia, salah satu teman sekolah mereka. Kemudian Abi sengaja menghentikan motornya didepan Tita.
"Tunggu disini, nanti aku balik jemput kamu lagi!" kata Abi.
Tita hanya menganggukan kepalanya. Hatinya terasa diremas cemburu melihat pemandangan itu. Tapi ketika Abi sengaja menghentikan motornya didepan Tita, rasa kecewanya sedikit terobati. Beberapa saat kemudian, Abimanyu kembali, Tita langsung duduk diatas motor Abi. Namun sebelum motor dijalankan kembali, Abimanyu berkata.
"Tadi Lia yang manggil-manggil aku, dia bilang dari tadi bisnya penuh, trus dia tanya boleh nggak ikut nebeng sampai sekolah. Ya aku bilang boleh, nggak tahunya kamu juga belum bisa naik bis."
Setelah mengatakan itu, Abimanyu baru menjalankan motornya lagi. Tita tersenyum dibelakangnya, mengetahui bahwa laki-laki yang bikin dia jatuh cinta ini menjelaskan keadaan tadi.
Karena Tita diam saja, lalu Abi bertanya
"Kamu marah?"
"Enggak.. ngapain marah!" jawab Tita. Abimanyu diam lagi sambil terus konsentrasi membawa motornya menuju sekolah mereka.
"Kan sudah kamu jelasin tadi kenapa bisa boncengan sama Lia. Kalau nggak dijelasin mungkin aku marah!" jelas Tita lagi.
__ADS_1
Abimanyu tersenyum lega. Membuat perasaan Tita semakin bahagia.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Aku hanya ingin meninggalkan jejak
Bahagia untukmu gadis..
Biar begitulah caramu mengingat aku..
.
.
.
.
.
.
.
Flash back nya belum berakhir.. semoga kalian tetap terus mengikuti tulisan recehku ini. Jangan lupa like dan komennya yaaa itu sudah sangat membuat aku bahagia karena berarti tulisanku sudah menyentuh hati kalian semua. Terima kasih.. tetap semangat dan jaga kesehatan yaa.. Semoga Wabah Covid 19 ini segera berakhirđź’ž
__ADS_1