
Dan ketika Abimanyu sudah masuk kembali kedalam mobil, si supir sewaan itu berkata,
"Setelah Dzuhur biasanya mereka sudah kembali pak"
Abimanyu tidak mengindahkan apa yang dikatakan si supir, tapi pak supir itu tahu apa yang difikirkan Abimanyu. Kemudian Ia kembali membawa mobil menuju lokasi yang seharusnya mereka datangi pagi tadi.
Febry sudah diberikan kepercayaan oleh Abimanyu untuk melakukan pembayaran pada masyarakat. Abimanyu hanya melihat sebentar pelaksanaan penyerahannya, memastikan tidak ada perusuh atau orang-orang yang memanfaatkan keadaan. Kepala desa, Camat dan pihak kepolisian pun turut mendampingi pelaksanaannya.
Lalu Abimanyu pamit untuk melanjutkan kerja selanjutnya menuju proyek.
Sesampainya dilokasi, Abimanyu disodorkan gambar yang sudah disetujui olehnya dan seluruh aparat desa. Sambil mendengarkan penjelasan gambaran yang sudah disetujui itu, Abimanyu mempertimbangkan beberapa hal.
Pekerjaan membuka lahan dan perataan tanah sudah mencapai 60%, Abimanyu pun bersyukur karena tidak ada kendala berarti sampai ditahap ini. Kemudian Abimanyu memerintahkan kepada kepala proyek agar ketika dalam pembangunan fisik rumah-rumah warga nantinya, untuk melibatkan sebanyak-banyaknya masyarakat setempat yang memiliki keahlian dalam bangunan.
Abimanyu sudah merencanakan mengangkat kesejahteraan bagi semua masyarakat didesa itu sedari awal.
Menumbuhkan rasa cinta dan memiliki dihati warga sekitar, agar mereka juga merasakan manfaat berdirinya perusahaan Abimanyu disana.
Dan segalanya akan menjadi harmonis, jika masyarakat setempat menjadi bagian dari pembangunan sampai nanti bisa menjadi pekerja di perusahaan yang sedang didirikan Abimanyu.
Hal itulah yang menjadi impian dan bagian yang ingin Abimanyu wujudkan. Perasaan itulah yang sekarang memenuhi relung hatinya.
__ADS_1
Perasaan yang ia miliki ketika melihat dan menyadari bahwa masih ada orang yang berbuat banyak dan bahkan tidak terlihat oleh orang lain apalagi media massa, namun mampu tetap berdedikasi tinggi melakukan tugasnya dalam segala keterbatasan.
Hatinya seakan terisi oleh sesuatu yang sungguh berbeda. Sesuatu yang membuat dirinya ingin memberi lebih lagi... dan lagi..
Hatinya seakan membuncah walau hanya sekedar memikirkannya..
Otaknya seakan lebih dipacu untuk berfikir lebih panjang ke masa depan..
Membuat dirinya semakin merasa terlengkapi jika semua itu mampu ia wujudkan.
Sesuatu yang baru seakan lahir dalam dirinya. Membuat Abimanyu menyadari... selama ini bagian itu tertidur karena kenyamanan dan kenikmatan yang sejak dari lahir Ia dapatkan.
Abimanyu memperhatikan kembali design yang sudah terencana itu.
"Saya mau, Puskesmas dipindahkan dekat lokasi perkantoran dan mes karyawan kita nanti, tolong design kamu rubah untuk lokasi puskesmas saja. Untuk yang lain tetap sama seperti rencana semula" perintah Abimanyu.
"Tapi design ini sudah tandatangani semua pihak pak" penanggung jawab proyek itu menjawab. Mengingatkan dan menunggu reaksi Abimanyu.
"Biar tanggung jawab saya untuk menjelaskan kepada semua fihak! tugas kamu hanya menjalankan apa yang baru saja saya perintahkan! dan lahan yang tadinya untuk puskesmas untuk sementara jadikan itu lahan hijau yang bermanfaat saja !" Balas Abimanyu tegas.
"Baik pak, saya laksanakan" jawab kepala proyek tanpa membantah lagi.
__ADS_1
Abi melirik jam tangan bermerknya. Tak terasa waktu sudah menunjukan hampir pukul 12.00 siang. Ia teringat apa yang dikatakan si supir tadi. bahwasannya setelah Dzuhur nanti Dokter Annisa dan perawat Titi pasti sudah kembali.
Ia bergegas meninggalkan proyek, menuju rumah pak Camat sebagai tempat transit sementara.
Begitu sampai dirumah Pak Camat, ternyata Istrinya sudah menyiapkan sajian makan siang khas desa mereka, Febry pun sudah berada disana. Melaporkan semua pelaksanaan pembayaran yang sudah selesai dia lakukan, Pak Camat juga menyampaikan rasa terima kasihnya dan mengajak Abimanyu untuk menyantap hidangan yang sudah dipersiapkan oleh istrinya.
Namun sebelum itu, Abimanyu meminta izin untuk mandi membersihkan dirinya. Dan Pak Camat memberikan kamar putranya untuk Abimanyu berganti pakaian setelahnya.
Febry bergegas mengambil tas kulit mahal yang isinya adalah pakaian ganti dan semua keperluan pribadi Abimanyu didalam mobil. Membawanya masuk kekamar yang tadi ditunjuk oleh pak Camat.
Abimanyu kemudian masuk kekamar itu, melihat kesekeliling dan mengamati wajah dalam bingkai foto yang adalah anak pak Camat yang sempat tadi diceritakan oleh pak supir bahwa laki-laki itu pernah begitu perhatian pada dokter Annisa.
Lelaki yang cukup gagah dan parasnya yang terlihat muda dan ramah membuat Abimanyu sedikit menarik bibirnya.
Laki-laki seperti dia saja tidak bisa membuat dokter Annisa tertarik. Jadi seperti apa kriteria laki-laki idaman dokter Annisa? Abimanyu membatin.
Setelah Abi mengeluarkan semua barang keperluannya untuk membersihkan diri, Ia pun keluar kamar menuju kamar mandi.
Sewaktu dia keluar kamar mandi, dilihatnya pak Camat dan Febry yang bersiap hendak ke mesjid, sedang menunggu Abimanyu menyelesaikan aktifitas keperluan pribadinya. Lalu Abimanyu segera menyelesaikannya dan ikut bergabung untuk menunaikan kewajiban.
Dipekarangan mesjid, Abimanyu melihat motor dokter Annisa sudah terparkir. Sepertinya Dokter dan perawatnya sudah menyelesaikan tugasnya lebih cepat.
__ADS_1
Abimanyu kemudian masuk kedalam mesjid dengan hatinya yang entaaah.. menjadi begitu bahagia.....
Selalu dukung aku dengan like dan komen kalian yg sudah membaca tulisan recehku ini yaa.. terima kasih 🙏🙏