My Favorite CEO

My Favorite CEO
And now I do believe that even in a storm We'll find some light 4


__ADS_3

Aku ingin memelukmu...


Menggenggam jemarimu..


Memberimu kekuatan..


Sambil kukatakan.. "Mari kita lalui ini bersama"


Tapi.. Kau lebih memilih..


Memilih untuk membuatku tetap nyaman.


Memilih untuk membuatku hanya menunggumu.


.


.


\=\=\=\=


Hari-hari yang Nindy lalui saat ini lebih banyak untuk bersimpuh diatas sejadahnya, berlembar-lembar Mushaf Ia bacakan, air mata yang selalu menemani doa-doanya, berkali-kali meyakinkan hatinya bahwa pertolongan Allah SWT akan datang untuk suaminya.. untuk mereka.


Mama yang sementara tinggal bersama Nindy saat ini juga turut selalu melakukan hal yang sama yang dilakukan Nindy.


Mama tak pernah putus mendoakan dan memberikan dukungan untuk Yoga. Mama pula yang selalu menjaga asupan makanan bergizi untuk Nindy dan calon cucunya.


Karena semenjak 2 Minggu Yoga berada di tahanan pemberantas korupsi, Nindy selalu melewatkan jam-jam seharusnya Ia makan dan beristirahat. Sehingga mamalah yang selalu mengingatkan, bahkan menemani Nindy melewati masa-masa mualnya.


Hari itu, tiba-tiba Lita, Pipit dan Ardi sudah sampai dirumah Nindy.


Mereka datang untuk memberikan Nindy dukungan, kabar tentang kasus Yoga dibaca oleh Ardi dan Lita sewaktu membaca running teks disalah satu stasiun televisi.


Awalnya mereka tidak percaya, namun kemudian ketika Ardi selesai menanyakan kebenarannya ke Papa Nindy yang adalah ayah angkatnya, akhirnya mereka memutuskan untuk memberi dukungan pada Nindy.


Lita, Pipit dan Nindy.. mereka saat ini sedang menangis sambil berpelukan.


Membuat Ardi yang ada disitu merasa hatinya semakin sakit.


Melihat gadis yang diam-diam amat dia cintai itu dalam kesedihan. Matanya yang indah, kini terlihat bengkak karena seringnya menangis.


Lalu Ardi bergantian yang saat ini memeluk Nindy.


Membiarkan gadis itu menumpahkan kesedihannya, sementara Ia pun seolah-olah ingin memberikan semua energi kekuatannya untuk Nindy.


Ini adalah pelukan ke 3 Nindy dalam hidupnya. Dua pelukan sebelumnya adalah pelukan kebahagiaan yang membuat Ardi juga ikut bahagia. Dan pelukan kali ini adalah pelukan yang mengiris-ngiris hatinya.


Ardi mengusap punggung Nindy, mencoba menenangkan.


.


.


Begini saja..


Cukup membuatku merasa berarti untukmu.

__ADS_1


Jika bisa..


Aku ingin yang menggantikan ..


Agar kau terus bahagia.


Namun..


Hidup denganku tidak berlimpah harta..


Aku hanya mampu memberimu kesederhanaan.


Hanya Cintaku yang istimewa dan berlimpah untukmu.


Itu juga jika kamu mau.


.


.


\=\=\=\=\=


Mereka akhirnya bisa ngobrol dan bercerita tentang semua hal.


Dan kehadiran Lita, Pipit juga Ardi mengalihkan kesedihan Nindy. Dan itu baik untuk janin yang ada didalam kandungannya.


Karena jarak yang mereka tempuh lumayan jauh, Nindy meminta Lita, Pipit dan Ardi untuk bermalam dirumahnya.


Istirahat semalam sambil membuat Nindy melupakan sejenak kesedihannya, seperti ide yang sangat baik dalam fikiran Ardi.


Bagaimanapun Ia memang menjadi sangat ingin yang memberikan kebahagiaan itu.. walau hanya sesaat.


Lita,Pipit,Ardi dan Nindy masih saling bertukar cerita, sampai pada saat Nindy menginginkan sesuatu.


"Aku kepingin makan roti cane..Lit..pit..kalian mau kan temenin aku.."


Rengek Nindy.


"Ha...emangnya siang gini sudah ada yang buka Nin?"


Jawab Pipit.


"Kita lihat aja yuu.. Ar.. mau kan bawa aku makan roti cane didaerah Tebet"


Pinta Nindy.


"Ayo.. aku antar Nin, biar aku cari jalannya dari Google Map"


Jawab Ardi.


Tentu saja dia senang bisa membahagiakan Nindy.


Lalu Nindy pamit pada mama, papa dan mertuanya. Ardi mengikuti petunjuk jalan yang diarahkan oleh google Map, membawa mereka ketempat yang Nindy inginkan.


.

__ADS_1


.


Bisa berarti buatmu..


Walau itu adalah hal remeh..


Itu cukup membuatku merasa ada.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Ditempat berbeda


"Istriku sedang apa tadi Fer?"


"Maaf pak, saya tadi tidak bertemu Bu Nindy. menurut ibu mertua bapak, Bu Nindy sedang pergi bersama Lita, Pipit dan Ardi. Ibu kepingin makan roti cane kedaerah Tebet katanya pak"


Jawab Ferdy.


"Ardi? dia ada disini pasti karena ingin menghibur istriku.."


Jawab Yoga lemah.


Yang bermain-main difikirannya malah bayangan Ardi menatap penuh cinta pada istrinya, senyum yang Ia tujukan untuk membuat istrinya terpikat.


Saat ini, demi keinginan istrinya, Ardi pun sedang membawa dan menemani Nindy makan roti cane, yang seharusnya itu adalah dirinya.


Ada yang sakit dihati Yoga. Membuat dirinya menjadi entah marah, gelisah atau sedih.. semua menjadi bersatu dan bermain-main didalam hati dan fikirannya.


"Kalian sudah mengajukan sidang pra peradilannya?"


Tanya Yoga


"Sudah pak"


Jawab Ferdy.


"Semoga Tuhan dan pengadilan berpihak pada kebenaran. Setelah semua selesai, Bachtiar harus membayar apa yang dia lakukan padaku !"


"Pasti itu pak"


.


.


.


Bersabarlah Cinta...

__ADS_1


Kan kupenuhi janjiku..


Bahagiamu.. hanya aku yang bisa.


__ADS_2