
Hari telah berganti ..
Setelah hari kepulangan Annisa, segalanya menjadi jauh lebih membaik.
Abimanyu masih terus menyelesaikan proyek besarnya. Memindahkan semua warga didesa itu disebuah lahan yang sudah tertata rapih dan lengkap dengan segala fasilitas umum dan ibadahnya.
Menatanya menjadi desa yang asri. Sementara kesibukan lainnya adalah mulai menata perkantoran untuknya sendiri berdampingan dengan Puskesmasnya Annisa. Abimanyu tidak ingin terlalu berjauhan dengan calon istrinya itu nanti ketika mereka sudah resmi menjadi suami istri.
Annisa pun tetap melaksanakan segala rutinitas dan kewajibannya sebagai dokter. Yang berbeda kali ini adalah, Abimanyu sudah menyediakan sebuah kapal boat yang sangat mumpuni untuk Annisa memberikan pertolongan sekalipun itu diatas kapal.
Kejadian saat Abimanyu hampir kehilangan Annisa, membuat laki-laki itu lebih berhati-hati dan mempersiapkan segala sesuatunya untuk wanita yang paling dicintainya itu.
Abimanyu akan mendampingi Annisa saat harus menuju ke pulau seberang. Bahkan karenanya Abi pun belajar cara mengemudikan kapal boat dan segala hal mengenai itu semua, Ia harus memastikan segalanya sudah aman untuk Annisa.
.
.
.
.
.
Segala persiapan untuk acara lamaran resmi Abimanyu kepada Annisa, dirumah orang tua kandung Annisa yang sudah direnovasi sangat indah oleh Abimanyu telah usai, ruangan yang didominasi oleh warna putih yang telah dipersiapkan seperti yang diinginkan Annisa untuk acara lamaran nanti melambangkan pula bahwa dirinya masih suci dan segalanya dimulai dari niat baik, yang putih bersih.
Hari ini ..
Didampingi oleh Ayah dan Bunda serta seluruh keluarga besarnya, Abimanyu datang melamar dengan resmi Dokter Annisa didepan Ayah dan juga kakak laki-lakinya, serta keluarga besar Annisa.
Setelah didahului oleh beberapa acara perkenalan keluarga, sambutan yang disampaikan oleh ayah Yoga juga Ayah Supardi, akhirnya tiba saatnya Abimanyu ..
"Hari ini .. disaksikan oleh Ayah yang mendidik dan menjaga aku sedari aku masih dalam kandungan, disaksikan pula oleh Bunda yang melahirkan dan mencintai aku semenjak aku berada didalam rahimnya, dan juga disaksikan oleh Seluruh keluargaku dan keluargamu .. dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim .. Annisa Noor Aulia, maukah kamu menjadi istriku?" ucap Abimanyu lantang dan tegas dihadapan Annisa dan seluruh keluarga yang hadir.
Dari kursi seberang dimana Annisa dengan kebaya brukat putih berpotongan khas wanita Jawa dan kain Sido Mukti yang melambangkan kehidupan yang sejahtera dan Makmur sampai kehidupan akhirat, serta agar memiliki sifat penuh pengertian dan pemurah terhadap sesama, begitu terlihat anggun dan mempesona dimata semua orang yang hadir saat ini.
Gadis itu sesaat menarik nafasnya perlahan, lalu menjawab.
"Atas Izin dan restu bapak juga mas Sapto ..dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim .. Annisa ikhlas dan berbahagia menerima lamaran mas Abimanyu" lembut namun jelas yang disampaikan oleh Annisa sebagai jawabannya, membuat Abimanyu langsung dengan spontan memimpin doa keselamatan dunia akhirat bagi mereka berdua khususnya, dan bagi seluruh yang hadir pada umumnya.
"Ya .. Allah, atas izin dan kehendakMU ..mampukan aku kelak menjadi suami yang mampu mengimami istriku, anak-anakku, keluargaku menuju jalan yang Engkau Ridhoi dan Engkau limpahkan keberkahan didalamnya, Mampukan aku menjadi anak, menjadi menantu, menjadi saudara bagi keluargaku dan keluarga calon istriku yang berbakti dan mampu menjadi suri tauladan.
Ya Allah ... karena izinMu dan atas kehendakMU jadikanlah ia .. Annisa Noor Aulia kelak menjadi istri yang Sholeha bagiku, yang Engkau berikan ia kesanggupan dan kesabaran mendampingi sehat dan sakitku, susah dan senang hidupku, muda dan tua jasadku, menantu yang berbakti bagi kedua orang tuaku, anak yang berbakti bagi ayah dan saudara kandungnya serta jadikanlah ia seorang ibu yang menjadi madrasah bagi anak-anak kami kelak. Ya Allah yang Maha Sempurna, Ya Allah yang Maha Mendengar dan Yang Maha Pengabul segala doa, semoga Engkau mengabulkan doaku ini Amin ..Amin.. Amin YRA"
__ADS_1
Seluruh yang hadir ikut mengamini, ayah mengusap punggung Abimanyu penuh rasa bangga pada putra satu-satunya itu.
Dikursi seberang .. Annisa berulang kali mengusap air mata bahagianya, demikian juga dengan bapak dan mas Sapto, juga dengan bunda Nindy.
Rasa haru meliputi perasaan mereka semua, karena sejatinya doa yang disampaikan langsung oleh sang pemilik hajat mampu mewakili apa yang Ia rasakan juga yang ingin Ia sampaikan pada Sang Pemilik dan Penggenggam dunia dan segala isinya itu.
Annisa diminta untuk minum seteguk air untuk menenangkan tangis bahagianya oleh Aisyah, Abimanyu sudah sangat ingin menenangkan pujaan hatinya dari kursi didepan Annisa.
Kemudian Abimanyu dan Annisa dipersilahkan untuk berdiri berdampingan menghadap kepada para orang tua dan keluarga.
Disaat itulah Abi mengambil kesempatan itu untuk menggenggam jemari Annisa menenangkan. Keduanya saling bertatapan dan memberikan senyum.
Acara dilanjutkan dengan penyematan cincin yang dilakukan oleh Bunda dijari manis Annisa dan penyematan cincin oleh bapak dijari manis Abimanyu.
Bunda dan istri mas Sapto malam itu mengenakan brokat berwarna hijau tosca yang juga dibuat layaknya kebaya Jawa berpadu dengan kain bermotif Truntum, kain yang khusus diperuntukan untuk orang tua, yang mempunyai makna cinta tanpa syarat, abadi dan akan semakin subur mengembang.
Setelah keduanya mencium punggung tangan orang tua juga mas Sapto dan istri, Abimanyu melingkarkan gelang bertahtakan berlian dipergelangan tangan Annisa, Abimanyu sambil berucap
"Aku mencintaimu Annisa .."
Annisa yang tadinya menunduk lalu menengadahkan wajahnya melihat langsung pada wajah Abimanyu.
"Aku juga mencintaimu Mas Abimanyu ..." ucap Annisa lembut, lalu setelahnya Annisa pun mencium punggung tangan Abimanyu dengan hormat. Abimanyu mengusap kepala Annisa penuh rasa kasih.
Bapak dan mas Sapto sangat terharu, mereka begitu merasakan kasih sayang Abimanyu terhadap Annisa. Kakak laki-laki Annisa itu berulang kali mencoba menyembunyikan air matanya, Ia berandai-andai .. jika saja ibu kandung mereka saat ini bisa menyaksikan ini semua ... betapa ibu akan sangat bahagia memiliki putri sebaik dan secantik Annisa yang begitu amat dicintai oleh calon suaminya.
Abimanyu dan Annisa masih melayani semua keluarga dan tamu yang mengajak mereka berbincang-bincang, setelahnya Annisa mendampingi Abimanyu mengambil hidangan yang ada, dengan penuh perhatian dan kasih sayang.
Ternyata Abimanyu tidak mengambil hidangan itu untuk dirinya sendiri, karena setelah mereka duduk berdampingan untuk menikmati hidangan itu, Abimanyu juga menyuapi Annisa langsung dari piring dan sendok yang sama.
Annisa walau malu-malu menerimanya karena dilihat oleh seluruh keluarga, namun tidak menolak suapan dari Abimanyu. Karena ia begitu senang diperhatikan dan dilindungi oleh Abi.
Hingga habis bersih tidak bersisa, lalu Annisa memberikan segelas air mineral pada Abimanyu dan mengambil piring kosong dari tangan Abi untuk Annisa masukkan kedalam keranjang yang diperuntukan untuk piring kotor.
Annisa menghampiri Abimanyu kembali, duduk disamping Abi sambil membersihkan bibir Abimanyu dengan sapu tangannya.
Abimanyu sengaja memperhatikan Annisa yang sedang mengusap bibirnya.
"Enggak usah kering-kering ngusapnya, nanti juga basah lagi kalau habis cium bibir kamu.." goda Abimanyu yang disambut cubitan Annisa dilengannya.
"Apa siih kamu ... menghayal yang enggak-enggak deeeh... orang belum boleh!" ucap Annisa sedikit berbisik dengan pipinya yang dibuat bersemu merah oleh Abimanyu karena malu takut didengar yang lain.
Lalu Abi tersenyum dan menatap Annisa penuh arti karena begitu lucu melihat Annisa yang menjadi salah tingkah dibuatnya.
Beberapa mata mencuri pandang pada kedua insan yang tidak bisa dipisahkan lagi itu. Mereka ikut tersenyum dan bahagia.
__ADS_1
Kemudian ayah dan bunda, Abi dan Annisa serta bapak dan mas Sapto menyiapkan diri untuk telekonfrens bersama beberapa wartawan lokal juga Nasional yang telah dikondisikan sebelumnya oleh seluruh pihak humas perusahaan Yoga juga Abimanyu. Sehingga pemberitaan yang berkembang tidak akan merugikan keluarga juga perusahaan.
Setelah Telekonfrens, Abimanyu dan Annisa diminta untuk berpose untuk pengambilan gambar mereka berdua. Abimanyu tidak pernah melepaskan jemarinya yang menggenggam jemari Annisa.
Memudahkan untuknya bisa mendekatkan tubuh wanitanya itu kearahnya. Annisa menyadari untuk satu hal ini calon suaminya itu tidak suka jika dirinya terekspos untuk kebutuhan publik. Bahkan saat inipun wajah kakunya dan bicara ala kadarnya saja muncul kembali, Sehingga Ia hanya mengikuti setiap yang dikehendaki Abimanyu. Membiarkan Abimanyu memperlihatkan kepemilikan atas dirinya.
Karena sebelum mereka bertemu dengan wartawan pun, Abi mengingatkan ayah untuk melindungi bunda agar tidak terlalu terekspos sehingga kehidupan bunda yang normal seperti kebanyakan orang selama ini pun tidak terganggu dan tidak menjadi konsumsi publik. Membuat Annisa menyadari keinginan Abimanyu.
Setelah 5 pose gambar yang diperkenankan oleh Abimanyu selanjutnya Telekonfrens ditutup dan Abimanyu juga Annisa beserta keluarganya masuk kembali kedalam rumah.
"Mana pudding yang kamu buat?" tanya Abimanyu setelah mereka duduk santai lagi bersama keluarga.
"Aku buat Avocado latte pudding, sebentar yaa mas .. aku ambilkan dulu" jawab Annisa sambil menangkupkan tangannya dipipi Abimanyu. Ia ingin menghilangkan wajah kaku tadi itu ketika telekonfrens.
Wajah Abimanyu setelahnya berubah dengan sentuhan itu dan tersenyum senang ketika Annisa memberikannya suapan pudding yang dibuat sendiri oleh calon istrinya itu.
"Kamu persis kayak Bunda, menyajikan segala yang sederhana menjadi cantik dan menarik ... apalagi rasanya ini enak sekali sayang .. aku suka" ucap Abimanyu sambil membuka lagi mulutnya meminta Annisa menyuapi lagi potongan pudding itu.
"Tapi aku lebih suka lagi sama yang membuatnya .." goda Abimanyu lagi membuat Annisa tersipu bahagia.
"Aku juga lebih... suka ... sama orang yang lagi aku suapinin .." balas Annisa sambil menatap pada kedua mata Abimanyu yang sedang tersenyum.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
So Sweetnya mereka yaa ... serasa didunia ini cuma ada mereka berdua, seenaknya mengumbar kemesraan yang bikin kita berkhayal ... siapakah wanita yang seberuntung Annisa didunia ini š¤š
__ADS_1
Masa-masa bahagia ...
masa-masa indah untuk selalu dikenang...