
Nindy, Yoga dan Ferdi kembali ke tempat mereka semula.
Ferdi sedang membereskan semua berkas-berkas kantor yang masih tergeletak dimeja.
" Kamu kok tau soal pijit bayi sayang? ". Tanya Yoga
" Mama yang ngajarin. Dulu waktu Nin masih kecil sampai SD kelas 5 kalau nggak salah.. mama itu suka pijetin Nin seminggu 2 kali. "
" Enak.. nya... ". jawab Yoga
" Iya.. hehhee kata mama biar nggak gampang sakit flu "
" Aa juga doong nanti.. supaya nggak cepet sakit dipijitin kamu. "
" waniiii pirooo ....". canda Nindy
Yang langsung disambut sama cubitan sayang Yoga dipipinya.
" A... Besok, apa nggak sebaiknya Nin pulang aja sendiri... ? Aa masih banyak yang harus diselesaikan"
" Aku yang bawa kamu .. Aku juga yang harus pulangkan kamu dengan selamat. Setelah tanda tangan semua berkas ini semua bisa diambil alih sama Dirut. Pokoknya kamu pulang.. Aa yang antar!"
" iya.. ". jawab Nindy
" Bapak.. maaf.. saya juga hampir lupa, tanggal 7 Januari ulang tahun perusahaan mau diadakan acara apa pak?"
" Mmmm harusnya dibuat spesial karena ini ulang tahun perusahaan yang ke 25 tahun. Tapi waktunya sudah dekat..."
"Aa... boleh nggak EO Nin yang menanganinya ?"
Yoga mengalihkan pandangannya, berfikir sejenak
Mengingat pernikahan mereka juga sebentar lagi.
__ADS_1
" Setiap hari Lita sama Pipit kan sudah memperlihatkan kemajuan persiapan pernikahan kita. Dan semua sudah hampir sempurna tinggal waktu pelaksanaannya saja. Gimana a ? Nin sudah terbayang apa yang ingin Nin lakukan untuk Ultah Perusahaan kamu.."
Yoga masih mendengarkan, Ferdi juga malah tampak antusias. Dia merasa memang yang bisa menjadikan ultah perusahaan kali ini menjadi spesial seperti yang diharapkan Yoga, hanya jika yang mengurusnya benar-benar memahami tentang sejarah perusahaan Yoga.
" Nin.. sudah terbayang.. kita akan menyantuni pensiunan keluarga karyawan aa yang sudah yatim piatu bahkan mungkin yang sudah sepuh dari sejak Papa yang mengelola Perusahaan."
" Papa juga pasti merindukan direksi atau karyawannya yang dulu sudah bersama-sama membangun perusahaan dari 0 dan mereka pasti akan sangat bangga hingga perusahaan bisa sebesar saat ini."
" Kita tayangkan foto-foto yang bisa kita kumpulkan dari semenjak kepemimpinan papa sampai kepemimpinan aa sekarang.. "
" Trus.. "
" Ok.. ok .. aku setuju... aku senang dengan ide kamu ... Dan kamu harus bisa membuat proposal anggaran untuk acara itu nanti untuk dipresentasikan. Dengan satu syarat!"
Nindy dan Ferdi sudah sangat senang dengan persetujuan Yoga. Dan menanti dengan tanya apa syarat yang diinginkan Yoga.
Dengan syarat, kamu harus jaga kesehatan ! karena ! karena diwaktu yang tidak lama setelah Ulang tahun Perusahaan adalah Hari Pernikahan Kita !"
" OMG sayaaang... kirain apa syaratnya... iyaa.. iyaa aku janji InsyaAllah aku akan selalu jaga kesehatanku"
" Terima kasih sayang...". ucap Nindy
Dengan Mata manjanya, Yoga membalas rasa terima kasih Nindy.
Big Bos ku benar-benar sudah menjadi Bucin... Batin Ferdi.
Ferdi menutup laptop dan akan meneruskan pekerjaan yang belum selesai dirumah lagi.
Sepertinya banyak pekerjaan yang harus diselesaikan oleh tanda tangan Yoga.
" Kita lanjutkan dirumah lagi semuanya Fer" ucap Yoga
" Baik Bapak "
__ADS_1
Mereka kembali lagi ke mobil dan pulang.
\=\=\=\=\=
Keesokan paginya setelah Nindy menyiapkan sarapan, Papa dan Yoga pun sudah bersama-sama ada di meja makan.
" Papa bakal kangen masakanmu niih Nin, sampai nanti kamu menjadi istri Yoga."
" xixiii terima kasih papa.. sudah berkenan dengan masakan Nindy. "
Nindy menuangkan soup kream dan irisan roti baguette ditemani secangkir susu coklat panas
buat papa, Yoga dan untuk dirinya sendiri.
Dan beberapa saat setelahnya, Nindy dan Yoga sudah berpamitan untuk kembali ke Tasikmalaya.
Saat ini mereka sudah didalam mobil yang dibawa oleh pak Budi.
" sayang... ". Panggil Nindy
" emmm " jawab Yoga yang masih mengarahkan matanya kelayar laptop yang menunjukan angka-angka.
" Kalau Mama dulu mendampingi Papa dari mulai masa sulit papa sampai akhirnya Usaha Papa berhasil... emmmm apakah.. dimasa aa melewati kesulitan .. dan sebelum kita dijodohkan.. ada kah.. seseorang yaaaang...menemani aa..?"
Yoga diam sesaat.. menutup laptopnya lalu melihat kearah Nindy.
Pa Budi memperhatikan keduanya sesekali dari kaca spion.
Lamaaa.. sekali Yoga hanya menatap kearah Nindy.
Bagian dari kesedihan yang selalu terus Yoga coba lupakan..
Dan kehadiran Nindy sebenarnya benar-benar telah menghilangkan rasa kehilangan itu...
__ADS_1
Diraihnya jemari Nindy..
" Ada... Rosa namanya.... "