
"Mantab.. kopi buatan loe men!" ucap Daffa sambil mengangkat cangkir kopi ditangannya.
"Iyaa..Bi, sejak kapan loe bisa ngeracik minuman kopi seenak dan seharum ini?" tanya Bima.
"Ada teman, bokapnya seorang pembuat minuman kopi tradisional disana, kalau kita lagi kumpul belajar dirumah temen gue itu, gue suka memperhatikan dan belajar dari bokapnya." Jawab Abimanyu.
Kemudian mereka masih melanjutkan obrolannya, sementara Axsal mempersiapkan set kameranya untuk pengambilan gambar.
"Kenapa diam saja dari tadi?" tanya Abimanyu kepada Tita, sambil menatap pada gadis yang sudah memenuhi ruang hatinya. Siapapun akan menjadi sangat tersanjung dengan tatapan penuh cinta itu. Tak terkecuali Tita. Gadis itu menatap penuh arti pada kedua mata Abimanyu.
Ya, Tita selalu menemukan cinta untuknya pada mata itu. Tak pernah berubah seperti ketika waktu itu.. untuk pertama kalinya laki-laki yang sedang menatapnya ini mengungkapkan cintanya, justru ketika Ia akan pergi.
"Nggak apa-apa.... Aku sayang kamu" jawab Tita. Abi melihat kesekeliling, memastikan teman-temannya itu tidak sedang memperhatikan dirinya dan Tita. Ditariknya jemari Tita untuk dia genggam.
"Akuu...juga sayang kamu Ta" ucap Abi.
"Dah! ayoo pada ambil posisi! kita abadikan dulu momen pertemuan kita ini!" teriak Axsal. Disusul dengan gerakan yang lain untuk mendekat kearah background yang sudah diatur oleh axsal.
Lengan Abi merangkul bahu Tita dari belakang, seolah menandakan kepemilikan dirinya atas diri Tita.
"Entaaaar... perlu yaaa loe posenya kayak gitu Bi! sok kereen loe!" ucap Axsal menggoda Abimanyu.
Yang digoda datar aja.
"Pacar, pacar gue! terserahlah!" jawab Abi sekenanya sambil tersenyum.
"Bener loe Bi, anak Sultan mah bebas.. ya.." jawab Axsal masih dengan nada bergurau yang disambut tawa teman-temannya.
__ADS_1
.
.
.
.
Hampir larut malam, ketika Abimanyu sampai didepan rumah Tita. Masih didalam mobil. Abimanyu mengalihkan tatapannya mengarah pada gadisnya.
"Ta.. egois memang jika aku terus meminta kamu untuk bersabar menungguku. Sementara kamu juga melewati banyak kesulitan tanpa dukunganku. A...ku hanya berharap kamu mampu melewatinya, sampai nanti aku datang kembali dan memberikan kebahagiaan yang sesungguhnya untukmu..." lalu Abimanyu menggenggam jemari Tita.
"Sanggupkah kamu setia Ta ?" tanya Abi lembut.
"Biii.. apakah sebenarnya pertanyaanmu ini lebih karena pertemanan aku dengan Tristan? sehingga kamu sudah tidak meyakini perasaan yang aku miliki ke kamu?" ucap Tita membalas tatapan Abimanyu. Sebenarnya hati Tita saat ini masih memendam cemburu.
Abimanyu baru tersadar, gadisnya ternyata sedari tadi diam waktu masih digalery Axsal karena dia cemburu. Abimanyu tersenyum..
"Aku senang, jika yang kamu rasa sekarang adalah cemburu, artinya aku masih bisa berharap bahwa Tita masih mencintai Abi" jawab Abimanyu.
Instingnya membawa tubuhnya mendekat kearah Tita. Memberi jarak seandainya gadis itu menolak. Tapi karena Tita diam saja, lalu Abi meneruskan keinginannya untuk sekedar mencium gadis itu.
Bibir mereka bertemu. Abimanyu menyentuh lembut bibir itu. ringan saja.. sudah membuat dadanya bergemuruh, sekujur tubuhnya memberi respons kehangatan.
Ketika Abi menyudahi ciumannya..
"Yang kamu rasakan didalam hatimu tadi. Itu yang aku rasakan sewaktu mobil Tristan sudah lebih dulu parkir disini dihari berhujan itu." ucap Abimanyu lagi. Tita terhenyak dengan apa yang dikatakan Abi.
__ADS_1
Laki-laki itu lalu keluar dari mobil, membukakan pintu mobil untuk Tita, menggenggam jemari gadis itu dan mengantarnya masuk kedalam pekarangan rumah Tita.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sunyi malam
Membawa kehampaan lain
Sesuatu itu..
Entahlah
Apa namanya.
__ADS_1