My Favorite CEO

My Favorite CEO
33. Penjambretan


__ADS_3

Pesan singkat yang dikirimkan Tita, Abimanyu terima tepat ketika ia baru saja duduk didalam mobil ayahnya.


Bi.. Tita tahu, apa yang sudah Tita lakukan dulu benar-benar sudah melukai hati kamu. Tapi semua belum selesai .. seperti apa yang Tita sudah katakan kemarin.. Tita terus tersiksa merasakan perasaan ini. Terlebih seperti tadi... Bi... maafin Tita.


Abimanyu menarik nafasnya dalam-dalam. Melihat gadis yang masih dicintainya dengan penampilan tadi, memang sedikit banyak menggetarkan perasaan rindunya.


Seolah-olah debaran hatinya memang tercipta hanya untuk Tita.


Abi melempar pandangannya keluar jendela mobil. Tapi dia tahu tak bisa menyembunyikan ragunya.


.


.


.


.


Makan malam dirumah.


"Bun.. Yah.. lusa Abi pamit untuk ke Kalimantan ya"


"Sudah ada balasan untuk pejabat negara disananya nak?" tanya ayah.


"Iya yah, lusa itu Abi sudah harus sampai disana, karena dari propinsinya ke Kota B itu butuh penerbangan pesawat kecil lagi. Besoknya jam 09.00 pagi, pertemuannya"


"Semoga semua lancar dan sesuai dengan harapanmu yaa nak, bunda dan ayah akan doakan" ucap Bunda.


"Terima kasih yaa Bun..Yah.."


"Oo iyaa.. Bunda lupa Bi, besok sebelum kamu pergi.. bantuin bunda dulu yaa sama Handa, bunda minta dia pindah dari tempat kos-kosannya sekarang. Untuk tinggal diapartemen yang ayah kasih buat bunda. Kasian.. kalau sehabis dinas sore, pulang malam-malam kedaerah kos-kosannya, bunda takut diganggu sama orang nggak bener! kalau diapartemen bunda, diakan cuma tinggal naik tangga penyebrangan sudah diarea apartemen" ucap Bunda.


"Iyaa.. besok Abi bantuin, tapi ingeet yaa Bun.. Abi nggak suka dijodohin !" ucap Abimanyu


"Iiiii..lagi siapa juga yang mau jodohin kamu! Handa itu karena cantik dan menarik banyak sudah yang melamar dia untuk jadi istri! tinggal tunggu yang klik dihati dia aja sekarang mah!" jawab bunda tak acuh sambil menghabiskan suapan terakhirnya.


Abimanyu tersenyum melihat mimik wajah bundanya. Dia menyadari, yang tersakiti ketika mengetahui anaknya dikhianati yaaa pasti Bundanya. Tapi karena Bunda juga tahu kalau Abimanyu tidak suka dijodoh-jodohin, maka salah satu cara beliau adalah pelan-pelan mendekatkan Abimanyu dengan Handa. Dan Abi menyadari itu.


Setelah makan malam dan kemudian berbincang sebentar diruang tengah sambil menyaksikan berita dari berbagai stasiun TV, Abi pamit kepada kedua orang tuanya untuk beristirahat dikamar.


Didalam kamar


Abi mengusap laptop lamanya yang tersimpan rapih. Laptop yang isinya banyak gambar menyimpan wajah Tita yang bisa dia kumpulkan dari berbagai sumber. Dulu sekali, dia diam-diam mencari semua itu.


Dibukanya layar, dihidupkannya kembali laptop lama itu.


Wallpaper dari laptopnya saja sudah terpampang wajah manis Tita yang sedang tersenyum.


Mengelana ingatan Abimanyu, wajah tersenyum itu adalah ketika tanpa sengaja pandangan Abi bertemu dengan mata Tita yang sedang memperhatikan dia dikelas. Dan gambar itu Abi peroleh dari Tias.


Abi menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan.


Telpon genggam Abi berbunyi


Handa? batinnya


"Abiiii.. tolongin Handa.." ucap gadis itu menangis.


"Kenapa? kamu dimana?"


Setelah Handa mengatakan posisinya saat ini ada dimana, Abi langsung mengambil kunci mobilnya dan berlari menuruni anak tangga. Ia sudah tidak sempat lagi untuk pamit pada ayah dan ibunya.


Abi melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi yang bisa dia lakukan. Handa belum pernah sekalipun meminta bantuan baik pada dirinya maupun pada kedua orang tuanya. Dan jika gadis itu sudah meminta bantuan, pasti sudah terjadi hal yang diluar kemampuannya.

__ADS_1


Dua puluh menit kemudian Abi baru bisa berada dilokasi tempat Tita yang saat ini sedang dikelilingi beberapa orang laki-laki setengah baya.


Abimanyu memarkirkan mobilnya ditepi jalan tak jauh dari tempat Handa, langsung membuka pintu mobilnya dan berlari kearah gadis itu.


"Han..!" teriak Abi


"Abiiiiii...." panggil Handa menyebut nama Abi dalam tangisannya yang semakin menjadi setelah melihat Abimanyu.


Abi memeluk gadis itu yang terduduk dilantai trotoar.


Handa menangis sejadi-jadinya didada Abi.


"Pak, istrinya tadi dijambret! itu dengkulnya kayaknya keadu trotoar cukup keras jd nggak bisa berdiri! sakit sekali katanya!" ucap salah seorang bapak yang ada disamping Handa.


"Baiknya langsung dulu dibawa kerumah sakit pak!" ucap yang lain.


"Terima kasih banyak .. bapak-bapak sudah membantu.. terima kasih sekali lagi"


"Iyaa pak, sama-sama tadi untung kami lewat sini, kalau nggak waah istrinya bisa lebih parah dari ini pak, dan Alhamdulillahnya HP ibu ada didalam jaket yang dipakai, jadi bisa ngehubungin bapak! tasnya aja yang kebawa sama tuh jambret! lagi marak lagi penjambretan bermotor didaerah sini pak!" ucap bapak lain


"Iyaa... terima kasih banyak yaa.. bapak-bapak, saya mau bawaaaa.. kerumah sakit dulu.. terima kasih sekali lagi" ucap Abimanyu sambil menggendong Handa menuju mobilnya.


Abimanyu dibantu oleh salah satu Bapak, membukakan pintu mobil untuk Handa, setelah Handa duduk dibangku mobil sambil menangis, Abimanyu mengeluarkan beberapa uang ratusan untuk bapak-bapak tadi.


"Jangan nak.. kita ikhlas bantu kok.." ucap salah seorang bapak yang diminta Abi untuk menerimanya.


"Saya mohon pak, ini sebagai tanda terima kasih saya. Kalau tidak ada bapak-bapak.. saya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi.. dan saya takut kita tidak bisa berterima kasih secara layak lagi kepada bapak-bapak... saya mohon pak.."


Lalu bapak-bapak itu saling melempar pandangan, dan akhirnya yang lebih tua mengiyakan untuk mengambil pemberian Abimanyu.


"Terima kasih banyak yaa nak.. "


Setelah Abi menyalami semua bapak-bapak yang menolong Handa, dia langsung membawa mobilnya menuju rumah sakit.


Handa masih menangis. Dia terlihat shock


Handa hanya mampu menangis sambil menatap kearah Abimanyu.


Abimanyu menghentikan mobilnya didepan ruang Gawat Darurat, menggendong Handa masuk dan meminta pertolongan pada dokter dan perawat yang ada disana.


"Dok! itu putra komisaris rumah sakit kita yang tadi pagi kesini!" ucap salah seorang perawat UGD.


"O..ya? itu yang Abimanyu..Abimanyu itu!" balas sang dokter.


"Iyaa.. kenalannya dr. Tita!"


Handa dilakukan pemeriksaan oleh dokter jaga UGD, Abimanyu menceritakan kejadian yang menimpa Handa. Kemudian untuk pemeriksaan selanjutnya Handa akan di MRI.


MRI adalah salah satu cara dokter memeriksa dan menghasilkan gambar organ, jaringan, dan sistem rangka dengan resolusi tinggi. Hal itu nantinya dapat membantu dokter mendiagnosis berbagai masalah seputar kesehatan kita.


Pemeriksaan MRI juga dapat digunakan sebagai salah satu penentu langkah pengobatan dan mengevaluasi efektivitas terapi.


Pada Kasus Handa MRI dibutuhkan untuk melihat


bagian Tulang dan Sendinya.


MRI dapat membantu mengevalusi kondisi sepertiĀ infeksi tulang, kelainan pada tulang belakang dan bantalan saraf tulang belakang, tumor pada tulang dan jaringan lunak, serta peradangan sendi. Juga dapat mengetahui kondisi abnormal pada sendi yang disebabkan cedera fisik akibat kecelakaan atau cedera berulang.


Respons yang cepat dan cekatan dari tim medis, membuat Abimanyu sedikit tenang. Handa pun sudah sedikit lebih tenang.


Ketika Handa dipindahkan untuk keruang pemeriksaan MRI, Abimanyu terus mendampingi Handa sambil terus menggenggam jemari gadis itu untuk memberikannya ketenangan. Handa terlihat lebih shock dengan kejadian penjambretannya tadi dibandingkan dengan luka-lukanya yang menyebabkan dia tidak bisa berjalan.


Didepan ruangan MRI, Abimanyu dipersilahkan menunggu dibangku-bangku panjang.

__ADS_1


"Aku tunggu diluar yaa Han" ucap Abi sambil mengusap Handa dari kening kerambutnya. Handa menganggukan kepalanya lemah. Sebentar Abi mengusap sisa air mata diujung mata Handa lalu mempersilahkan perawat membawa Handa lebih masuk kedalam lagi.


Kemudian salah seorang perawat yang keluar dari ruangan MRI meminta Abimanyu untuk melakukan pengadmistrasian selanjutnya untuk rawat inap.


Abi diantar oleh perawat tadi.


Dan semua staf yang malam itu mengetahui Abimanyu adalah putra komisaris rumah sakit mereka akhirnya membantu sampai selesai semua proses.


"Pak Abi silahkan tunggu saja dikamar VVIP, biar kami nanti yang mengantarkan Bu Handa.." jawab salah seorang staf medis.


"Nggak apa-apa mba, saya kembali saja ke ruang MRI, Handa pasti lebih tenang kalau ada saya" jawab Abimanyu. Lalu Abi menolak ketika ia akan ditemani menunggu oleh salah satu staf medis tadi.


Abi baru saja sampai kembali didepan ruang MRI, ketika Handa sudah dibawa keluar dari ruangan itu dan sudah digantikan pakaiannya dengan pakaian rumah sakit. Abi kembali menggenggam jemari Handa dan menemani gadis itu dibawa keruang rawat inap VVIP.


Sesampainya diruang rawat inap


"Istirahat dulu yaa mba Handa.. baju dan Handphone mba, sudah saya simpan dilemari ini. sebentar dokter baca dulu hasil MRI nya dan nanti baru kesini yaa.." ucap seorang perawat.


"Terima kasih banyak mba.." jawab Handa dan Abimanyu bersamaan. Perawat tadi lalu tersenyum dan keluar dari ruangan itu.


Abi memberikan Handa minum, yang disambut Handa dengan meminumnya dari sedotan yang diberikan Abi.


"Kamu sudah gak apa-apa Han?" tanya Abimanyu hati-hati.


"Iyaaa.. sedikit lebih baik. Tadi itu kejadiannya cepet banget Bi, aku baru aja turun dari bis, pas ditengah-tengah mau nyebrang, motor dari belakang aku narik tas dari samping, karena dibahu jaketku ada kancing, tali tas nyangkut mereka maksa narik tali tas sampai aku jatuh keseret.. akhirnya tali ditebas gitu Biii.. pakai pisau.." cerita Handa sambil menangis lagi


"Sudah Han.. nggak usah cerita dulu..kamu harus tenang yaa.." kembali Abi memeluk Handa. Mengusap-usap bahu gadis itu. Setelah Handa tenang, Abi melepaskan pelukannya dan memberi gadis itu minum lagi.


"Enggak usah banyak cerita dulu.. lebih baik kamu istirahat. Kamu masih shock Han.." ucap Abimanyu menenangkan.


Lalu Abi merubah posisi tempat tidur Handa menjadi benar-benar terbaring.


"Istirahat dulu yaa.. tutup mata kamu" ucap Abimanyu sambil mengusap kening hingga kepala Handa. Hal itu terus dilakukan Abimanyu hingga Handa tertidur.


Wajah cantik milik Handa, baru kali ini benar-benar dalam pengamatan mata Abimanyu, ketika dengan hati-hati Abi membersihkan wajah itu dengan waslap air hangat.


Sedang Abi melakukan itu masuklah dokter dan perawat. Mereka menjadi salah tingkah sendiri.


"Nggak apa-apa dok, gimana kabar kaki Handa jadinya?" tanya Abimanyu mempersilahkan dokter mendekat.


"Begini pak, dikarenakan oleh benturan langsung pada lutut saat kejadian tadi dan lutut menjadi tumpuan saat memutar tubuh, jatuh, atau pada saat menekuk lutut. Hingga terjadi dislokasi pada lutut Bu Handa sehingga kami perlu melakukan perbaikan pada tulang yang bergeser dari tempatnya itu. Dengan melakukan fisioterapi" terang dokter.


"Kapan mau dilakukan? dan bagaimana dengan tangan dan jari Handa? apa ada yang patah atau dislokasi juga?


"Alhamdulillah tangannya, kepala dan bagian lain selain lutut Bu Handa semua dalam keadaan baik-baik saja pak. Kami rencanakan besok pagi jam 07.00 kami akan lakukan fisioterapi, ini akan dilakukan beberapa kali dan semoga ada perbaikan perlahan-lahan" terang dokter tersebut.


"Baik dok, lakukan yang terbaik. Handa seorang bidan, saya ingin tidak ada satu hal pun didepan nanti yang akan menyebabkan Handa tidak bisa lagi melakukan kegiatan kebidanannya" ucap Abimanyu sambil sesekali melihat kewajah gadis itu lembut.


"Baik pak, kami akan lakukan yang terbaik" ucap dokter lagi. Mereka menangkap tatapan sayang Abimanyu pada Handa. Membuat mereka tidak ingin berlama-lama, dan kemudian pamit pada Abimanyu. Begitu keluar dari kamar tadi mereka berdua membicarakan keduanya dengan suara yang dikecilkan.


"Ganteng yaa dok, anak komisaris kita.. beruntung banget itu mba nya.."


"Gue jadi nggak sabar mau nelpon dr.Tita, biar gue kabarin soal ini. itukan kenalan dr.Tita yang laki-lakinya! penasaran gue..jangan-jangan itu bekas pacarnya lagi!"


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Buat yang setia masih terus mengikuti tulisan recehku ini, jangan lupa tinggalkan like dan komen kalian yaa.. itu membuat aku bersemangat dan merasa dicintai dengan apa yang aku tuliskan ditulisan-tulisan recehku. Jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak kalian dikaryaku yang lain yaa BLOOM dan BLOOM Suara Hati Ayu terima kasih šŸ™šŸ™


__ADS_2