
"Yaa.. Han?"
jawab Abimanyu ketika menerima panggilan Handa dari seberang sana sambil terus menatap ke arah pintu yang terbuka dengan kesibukan didalamnya.
"Aku sudah pulang Bi, sekarang lagi sama Ambu (ibu dalam bahasa Sunda) dan bunda diapartemen, gimana urusan kamu disana? lancar semua?" ucap Handa.
"Alhamdulillah.. lancar sejauh ini Han, tadi pagi sudah melakukan pembayaran dan lihat lokasi. Aku sekarang menuju kembali ke penginapan.. disini lebih panas cuacanya.. rasanya kepingin cepat-cepat mandi" cerita Abimanyu.
"Hahhaaa ... ngebayangin rambut kamu lepek karena keringat! sudah makan siang? Ambu tanya kapan pulang?" ucap Handa lagi.
"Hahhaa iyaa lepek yaa istilahnya! bilang sama Ambu.. kenapa tanyain kapan aku pulang?"
"Kata Ambu .. takut enggak tahu jalan pulang lagi kalau lama-lama disana! Bi...sudah makan belum?" tanya Handa lagi.
"Sudah..kalau soal makan disini aku jamin teratur, banyak yang kepingin rumahnya aku singgahi buat menjamu makan!"
"Waaaa... kok malah mereka yang terhipnotis sama kamu bukan sebaliknya yaa hahhaaa"
"kamu sudah bisa jalan lagi Han?"
"Sudah, walau masih pelan-pelan.."
"Alhamdulillah.. cepet yaa pemulihannya!"
Lalu ada suara bunda yang menyahut sambil seperti orang yang berteriak.
"Iyalaaah.. pasti cepet, yang merawat dokter plus-plus... kamu mah lewaaaat Bi!"
"Bundaaaaa.... aaahh Bunda mah ngegodain teruus niih!" suara Handa terdengar balik berteriak.
"Siapa sih Han? kok dokter plus-plus.. serem amat dengernya.. aku tahunya pijit plus-plus"
"Iiihhh apa siih Bi! maksud bunda bukan plus plus kayak gitu!" balas Handa dengan suara merajuk. Membuat Abimanyu tersenyum membayangkan mulut Handa yang akan monyong-monyong nggak jelas kalau lagi ngambek.
"Laah trus plus plus apa maksudnya?"
"Kepooooo" teriak bunda yang akhirnya menjawab.
__ADS_1
Abimanyu tertawa mendengar sang bunda menyebutkan bahasa istilah anak milineal itu.
Abimanyu kemudian memperhatikan dokter Annisa sudah menyelesaikan tugasnya dan sedang menaikan kaki pasien yang tadi baru saja dijahit keatas alas kaki dikursi roda ketika si pasien malah memukul lemah dengan tangannya kepundak dokter Annisa, anak laki-lakinya terlambat mencegah pukulan itu, sehingga hanya bisa memarahi ayahnya, namun dicegah oleh dokter Annisa.
"Han.. nanti aku telpon lagi!"
klik
Belum lagi Handa menjawab, Abimanyu sudah menutup handphonenya, mengambil langkah berdiri untuk mendekat tapi... yang ia lihat ...
Dokter Annisa malah mengambil tangan yang tadi memukulnya, kemudian mencium lengan itu tanda hormat. Terdiam sesaat...
Membuat Abimanyu terenyuh dengan apa yang dilihatnya.
Dokter Annisa bertumpu pada lututnya sambil masih memegang tangan itu...
"Nisaa minta maaf yaa pak... kalau tadi memaksa dan membuat bapak sakit. Tapi kalau nggak Nissa Jahit, bapak akan banyak kehilangan darah... maafin Nissa yaaa... Bapak jangan marah lagi yaa.. jangan digaruk-garuk atau dilepasin perbannya sebelum 10 hari yaa.. sampai obat yang Nisaa kasih habis yaa.. biar lukanya cepat kering, nanti Nissa lihat lagi jahitannya yaa setelah 10 hari.." ucap dokter Annisa layaknya memberitahu kepada anak kecil. Pasien tadi kemudian terdiam dan hanya mengucapkan kata-kata yang tidak tertangkap oleh Abimanyu.
"Iyaaa.. nanti Nissa yang kerumah yaa.. untuk lihat lukanya, sekarang bapak boleh pulang. Jangan melakukan apa-apa dulu yaa.. istirahat dirumah yaaa.." ucap dokter Annisa lagi.
pasti dia akan mengucapkan kata "maaf" lagi niih batin Abimanyu.
"Maaf.. pak Abi dan mas Febry.. jadi harus.menunggu tadi" sapa dokter Annisa.
Benarkaaaaan.. batin Abi lagi.
Febry dapat membaca gelagat bos besarnya. Dan langsung mengambil inisiatif untuk menjawab dokter Annisa.
"Nggak apa-apa dok,.nggak lama kok! emmm kami sudah lihat-lihat tadi, nanti jika ada yang ingin dokter Annisa tambahkan atau usulkan untuk pembangunan Puskesmas yang baru bisa langsung disampaikan kepada pak Abi, atau kepada saya" balas Febry.
"Baik.. mas.." balas Dokter Annisa.
"Oo yaa.. saya juga baru saja merubah lokasi Puskesmas, menjadi berdampingan dengan kantor perusahaan kami dok. Jika berkeberatan dengan denah lokasi baru nanti segera sampaikan, ketika gambar baru diserahkan lagi oleh Febry ke dokter Nissa" ucap Abimanyu
"Baik pak Abi" jawab dokter Annisa.
"Ok dok, saya pamit supaya dokter juga bisa lekas beristirahat. selamat siang" ucap Abimanyu tanpa menunggu ucapan balasan dari dokter Annisa dan segera keluar dari Puskesmas.
__ADS_1
Dokter Annisa mengikuti langkah Abimanyu sampai naik keatas mobilnya, dan sesaat mobil melaju meninggalkan puskesmas.
Setelahnya ia menarik nafas panjang kemudian membuangnya perlahan
Hari yang melelahkan.. batin dokter Annisa.
Pasti menjadi hari yang melelahkan .. untuk dia...
Batin Abimanyu.
Abi memejamkan matanya.. seakan ia ikut lelah hanya dengan membayangkannya saja.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersandar pada siapa jiwa yang lelah?
Menghempaskan segala beban
Dan Mencari penghiburan.
__ADS_1