My Favorite CEO

My Favorite CEO
57. Ini Tak Akan Mudah (Masa Lalu 4)


__ADS_3

"Kamu! itu alasannya! semua ini karena kamu!" jawab Abimanyu tegas.


Abimanyu menatap Annisa, seperti juga Annisa menatap Abimanyu dengan matanya yang terus saja meneteskan air mata.


Tapi dia lalu tersenyum sinis.


"Hal terlucu yang pernah aku dengar dari seorang laki-laki yang baru saja beberapa kali bertemu seorang gadis, lalu merasa yakin menikahinya!"


"Dan hal terlucu juga bahwa seseorang mengajak menikah itu, tidak perlu mengalami beberapa tahun untuk saling mengenal lalu diduakan didepan mata bukan?, lalu dengan bodohnya sesuatu didalam dirinya yang penuh keraguan memulai segala ***** bengek sebuah hubungan, kemudian berubah hanya karena dia begitu bahagia hanya mengingat seorang gadis yang berbicara dengan seorang bayi yang belum bisa bicara, mengingat bagaimana gadis itu dengan beraninya menyalip sebuah mobil untuk segera kedermaga dan menyebrang kesebuah pulau untuk pengabdiannya!"


"Dan kamu tahu apa yang lebih lucu dari itu semua!! laki-laki ini hanya ingin selalu melihat tawa perempuan didepan dermaga itu yang begitu lepas dan bahagia hanya karena kena cipratan air laut! lucu bukan! mungkin juga bodoh!" balas Abimanyu sambil berdiri dan menjauh dari Dokter Annisa. Ia mengambil nafas dalam-dalam diluar pintu yang terbuka memegang pinggiran pagar pembatas dan menundukan wajahnya.


Bodoh.. tapi itu semua adalah inginku!


batin Abimanyu.


Dokter Annisa terdiam, walau airmatanya belum juga bisa mereda. Dadanya begitu sakit... sangat sakit. Beberapa saat mereka masing-masing saling menenangkan diri.


Selama ini.. aku menantikan laki-laki yang mengerti benar mengapa memilih aku untuk dinikahi. Dengan segala beban mengenai latar belakang keluargaku.. tidak akan ada yang berani melangkah lebih pada akhirnya.... semua akan mundur teratur.


Batin Dokter Annisa.


"Ibumu... kamu sangat menyayangi ibumu!" ucap dokter Annisa berdiri dibelakang Abimanyu.


Dokter Annisa jauh sebelum ini pernah begitu serius membaca semua perihal Abimanyu dan keluarganya.. ketika ia mencaritahu perihal kebencian ayahnya pada ayah Abimanyu. Dan dari situlah akhirnya dia mengetahui semua aib keluarganya kepada keluarga Abimanyu.


Lalu Abimanyu membalikkan tubuhnya menghadap kearah suara dokter Annisa. Memandang wajah Annisa lekat.


"Bunda .. bukanlah wanita kebanyakan Nis, karenanya aku membutuhkan kamu untuk bisa meyakini Bunda, ketika kita bisa meyakini Bunda, akan lebih mudah lagi untuk meyakini ayah" Lalu Abimanyu diam, melihat reaksi dokter Annisa.


"Dan..kalau itu tidak berhasil?" tanya dokter Annisa.

__ADS_1


"Kita akan mencobanya lagi Nis" Jawab Abimanyu.


"Lalu.. itu juga tidak berhasil?" tanya dokter Annisa lagi


"Kita masih bisa terus mencobanya sampai berhasil!" Jawab Abimanyu.


"Tidak Bi! kalau sampai itu tidak berhasil juga.. maka ... lepaskan aku ! jangan pernah kamu melukai hati kedua orang tuamu, hanya karena seorang gadis yang baru saja kamu kenal! sepanjang hidup mereka, agar kamu hadir dan terlahir selamat dan bahagia.. itu tidak mudah Bi.. keluargaku berulang kali ingin menghancurkannya!" jawab dokter Annisa.


"Aku ingin kamu mengingat itu tanpa penyesalan apa-apa, lanjutkanlah hidupmu .. kita mencari bahagia kita sendiri" lanjut dokter Annisa.


"Aku sudah terbiasa ... bahwa pada akhirnya kalian semua mundur satu persatu ..." ucap dokter Annisa lagi masih membalas tatapan Abimanyu.


Perlahan Abimanyu mendekati dokter Annisa, berdiri didepannya dengan jarak yang sangat dekat... hingga ia bisa mencium wangi parfum gadis itu yang sangat melembutkan hatinya.


Dari jarak itu pun dokter Annisa dapat mencium harum khas laki-laki didepannya, yang dulu hanya dengan membaca peristiwa yang terjadi pada ibu dan ayahnya membuat dia begitu merasa bersalah pada laki-laki ini.


"Biarkan aku yang memutuskannya nanti.." suara Abimanyu melembut.


"Apakah itu berarti, saat ini kamu menerima pinangan ku?" tanya Abimanyu dengan kedua tangannya yang masih mengusap buliran air mata Annisa yang seakan mewakili semua rasa didalam dadanya.


Dokter Annisa menganggukan kepalanya.


Abimanyu menggelengkan kepalanya perlahan.


"Aku ingin jawabanmu Nis... dari bibir..mu.." jawab Abimanyu lembut sambil terus menatap dikedua mata Annisa.


"Iya ... Abimanyu .. aku menerima pinanganmu .." suara Annisa begitu lembut ... membasuh hati Abimanyu.


Mengikuti suara hatinya... Abimanyu memeluk Annisa dengan segenap suka cita dalam hatinya.


"Terima kasih Nis... aku ingatkan ... perjuangan ini tidak akan mudah, tapi aku berharap kamu mau bersabar dan menemaniku .... ini untuk kita" ucap Abimanyu yang masih memeluk Annisa.

__ADS_1


"Iya Abi... semoga Allah merestui kita .. memudahkan jalannya untuk kita .." jawab Annisa sambil merasakan betapa didada laki-laki ini dia akhirnya menemukan kedamaian.


Seakan tak ingin melepaskan pelukan itu.. Abi merasai tubuh Annisa yang begitu kurus dalam pelukannya.


Sudah terlalu lama kesedihan didalam hatimu.. Sejak saat ini kamu hanya boleh bahagia...


.


.


.


.


.


.


.


.


Tak semua Cinta perlu kata-kata...


Karena sejatinya ... Cinta itu adalah perbuatan.


Aku tak pandai berkata-kata ....


Yang mampu kujanjikan adalah semua yang akan kulakukan untuk cintaku ... padamu.


(Abimanyu_ini tak akan mudah untuk Annisaku)

__ADS_1


__ADS_2