
Dan suara ketukan dari luar kamar, membuat Annisa dan Abimanyu melepaskan pelukan satu sama lainnya setelah pergumulan mereka tadi.
"Iyaaa .. sebentar!" sahut Abimanyu sambil menggunakan kimono tidurnya menghampiri pintu.
Gelato yang diinginkan Annisa ternyata telah sampai. Setelah memberi tips, Abimanyu membawa gelato beraneka rasa itu langsung ke tempat tidur.
"OOO.. suamiku perhatian bangeet siih .. terima kasih sayang .." ucap Annisa sambil mencium pipi Abimanyu. Kemudian membuka Cup gelatonya dan menyendokkan satu persatu rasa yang ada kedalam mulutnya.
"emmm .... seger iih jadinya .." ucap Annisa.
Lalu satu rasa gelato disuapi Annisa kedalam mulut Abimanyu yang bersandar dipunggung tempat tidur.
"Lihat handphonemu, sepertinya Aisyah mengirimkan beberapa pesan tadi" ucap Abimanyu sambil menikmati gelato dari jemari istrinya.
"Mmm iyaa .. aku lupa, pasti dia sudah siap-siap mau ke Raminten sayang .." jawab Annisa sambil mengambil handphonenya diatas meja kecil disamping tempat tidur.
Membuka beberapa pesan dihandphonenya.
"Sayang ... salah satu tenaga outsourcing diproyek kamu ada yang mengalami patah tulang kakinya?" tanya Annisa yang tengah membaca salah satu pesan dari dokter pengganti dipuskesmasnya.
"Iya .. itu kenapa tadi aku harus zoom meeting sayang .." jawab Abimanyu sambil menarik pinggang Annisa untuk mendekat kearahnya.
Kini Annisa bersandar didada Abimanyu sambil membaca semua pesan yang masuk. Abi juga ikut membaca pesan yang dibaca istrinya.
"Waaa...lihat! siapa tuh Tito? cie cie cie ... bekas pacar ngucapin selamat niee yee ..." goda Abimanyu yang membaca pesan di grup WhatsApp istrinya.
"Iihh ... aku cuma di WhatsApp.. sayang tuuuu malah bisa lihat wajahnya terus ..." ucap Annisa masih bersandar didada suaminya membaca pesan yang lain.
"Yang mana? aku sudah nggak bisa lihat! dimataku cuma yang keliatan istriku aja!" jawab Abimanyu sambil mencium bahu Annisa dari belakang.
"Boong iiihhh .... kalau bohong nanti hidungnya tambah mancung loh!" goda Annisa.
"Siapa yang bohong! kalau sudah nggak bisa lihat lagi ..gimana dong!" jawab Abimanyu masih memeluk pinggang istrinya erat.
"Asiiiik doong ... aku enggak perlu was was lagi!" ucap Annisa sambil menoleh kebelakang, melihat ke wajah suaminya.
Abi langsung memberikan kecupan ringan dibibir Annisa.
__ADS_1
"Ngapain .. was was ! rugiii ..!" jawab Abimanyu sambil menatap mata istrinya dan memainkan belahan di dada Annisa.
"Enggak ada yang bisa nyaingin kamu .. dihatiku, jadi enggak usah ada yang dikhawatirkan.." ucap Abimanyu lagi, mata mereka saling menatap mencari kebenaran. Lalu Annisa tersenyum
"Terima kasih Bi ... karena sudah begitu menentramkan ... tapiii jarinya jangan jahil kemana-mana lagi .. mas ... iniii lihat niih kita berdua sudah ditinggalin ! mereka sudah diRaminten ! antri katanya mas ... ayooo... kita siap-siap!" ucap Annisa sambil memperlihatkan pesan dari Aisyah.
"ini... yang melayani pakaiannya seperti ini? yakin..nggak bikin si Aryo sama di Bima nggak bolak balik nambah menu? truuus ini siapa ? gagah begitu? pelayannya juga?"
"Aryooo... apa Abi ... yang akan bolak balik mesen.. ayooo...ngaku!" goda Nisa.
"Kamu juga bisa aja bolak balik pesen! laah pelayannya kayak pamer dada kotak-kotak semua kayak gini!" balas Abi sambil memencet hidung istrinya.
"Kita nggak usah aja! kalau dada kotak-kotak kamu juga sudah punya!" pinta Abimanyu pura-pura marah.
"Idiiih... siapa juga yang mau lihatin pelayannya! Nisa mau ngerasain masakannya lagi! dulu waktu jaman aku SMP pernah dibawa kakek dan nenek kesana...aku penasaran rasanya masih sama nggak ya? ayooo mas ... cepet mandi!" ucap Annisa merajuk.
"Disini aja deeh Yang .. daripada disana bukannya makan! tapi malah berantem!" balas Abi balik merajuk.
"Aaahhh... mas.. gitu aaaahhh ... malesin aaahh ...aku mau kesana ... ayooo ..." rengek Nisa lagi.
Gelato sudah diselamatkan dimasukan oleh Annisa kedalam kulkas, kemudian Ia ikut masuk kekamar mandi bersama suaminya yang dengan sangat senang punggung belakangnya dibersihkan oleh Annisa dengan spons. Acara mandi pun menjadi indah buat mereka berdua.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Abi menggenggam jemari Annisa keluar dari lift menuju lobby hotel. Kedua pengantin baru itu tampak serasi dengan keceriaan diwajah keduanya, membuat beberapa tamu hotel juga staf hotel menoleh tersenyum melihat keduanya.
Abi membukakan terlebih dulu pintu mobil untuk Annisa, kemudian hotel valet parking yang tadi menyiapkan mobil Abi, menutup pintu untuk Abi setelah Abi memberikan tips padanya.
Hari ini, perburuan makanan khas kota gudeg pun berlanjut.
"Sayang ... nanti malam kita jalan kaki di Malioboro yaa .. ada lumpia yang terkenal enak katanya .. aku mau coba ..." ucap Annisa memanja.
"Iyaaa.. sayang .. apa aja yang kamu mau .. " jawab Abimanyu sambil mencium punggung tangan istrinya.
Membuat Annisa tersipu bahagia ..
"Terima kasih yaa mas .." ucapnya sambil mencium punggung tangan Abi, yang disambut senyuman Abimanyu dan hidungnya yang lagi dipermainkan oleh jemari suaminya.
Kemudian akhirnya mereka sampai, bertepatan dengan dipersilahkannya nomor antrian Aisyah dan yang lainnya untuk duduk disalah satu spot yang tempatnya sudah sejumlah orang yang dihitung. Tempat ini sangat ramai, dengan wangi-wangian yang khas, belum lagi begitu banyak foto-foto penokohan Raminten yang diperankan si empunya restorant dan pajangan yang kental nuansa Jawa, bahkan ada seperti kereta kencana yang bertengger megah diantara bangku-bangku tunggu menciptakan getaran magis yang sedikit berbau klenik, belum lagi sajian melati dan dupa yang sepertinya sengaja menjadi daya tarik restorant ini, selain para pelayannya yang menggunakan kemben hilir mudik tetap lincah walaupun menggunakan kain Jawa.
Minuman ditempat ini disajikan dalam ukuran jumbo, sementara makanan yang mereka hidangkan beraneka ragam, jika tidak mencari masakan khas Jawa pun disini tersedia, dan sangat enak rasanya. Tidak menyesal rasanya antri begitu lama, ketika makanan yang disajikan memang pantas untuk ditunggu. Dan yang membuat heran bahkan harga makanan dan minumannya relatif standar seperti pada umumnya saja.
Annisa mencoba garang asem khas masakan Jawa, kemudian juga memesan rawon, jus ronde ratu dan banyak lagi. Melepaskan selera agar sesuai dengan lamanya tadi para sahabatnya menunggu.
Menyuapi Abimanyu setiap sajian yang Ia makan. Dan Abimanyu sangat menyukai perhatian istrinya itu, sehingga dia hanya menurut.
"Bi! semenjak menikah sepertinya tanganmu jarang berfungsi ya?!" ledek Bima dan yang lain membenarkan sambil tertawa.
"Siapa bilang! tangan ini akan berfungsi pada kegiatan lain yang lebih menyenangkan!" jawab Abimanyu yang disambut keriuhan sahabat-sahabatnya, yang merasa telah salah menanyakan hal tadi pada pasangan pengantin yang terlihat bucin itu.
"Dokter Nisa!"
Lalu.. tiba-tiba ada seseorang yang memanggil Annisa.
Merasa dirinya dipanggil, Annisa menatap pada orang yang memanggil namanya.
Waktu sudah berlalu begitu lama ... tapi mereka masih mengingat Annisa, wanita yang dulu sangat diharapkan bisa menjadi ibu tiri bagi mereka.
Abimanyu melihat pada mata istrinya yang tampak berkelebat segala rasa ...
__ADS_1
Siapa mereka? batin Abimanyu.