My Favorite CEO

My Favorite CEO
Mual setiap sore


__ADS_3

Yoga masih terdiam diruang kerjanya setelah mendapatkan kabar dari Ferdy.


Dia mengusap wajahnya penuh kekhawatiran, mengepalkan tangannya penuh kekesalan. Perasaannya tidak tenang.


Suara ketukan dari luar menyadarkan Yoga.


Ia berdiri dari duduknya dan membuka pintu kamar kerjanya.


" Pak, ibu muntah-muntah lagi"


Tanpa berfikir panjang, Yoga segera berlari masuk ke kamarnya, menyusul Nindy kedalam kamar mandi.


"Hon..."


Ia melihat Nindy berulang kali memuntahkan cairan, membuat sekujur wajah istrinya mengeluarkan keringat dingin.


Yoga coba mengelus punggung belakang istrinya, kenyataannya walau pun tadi dia sudah mendapatkan penjelasan, tetap saja dia khawatir.


Setelah dirasa Nindy agak mereda rasa mualnya, dia berbalik menghadap ke arah suaminya.


Memeluk Yoga dan menyesap harum tubuh suaminya yang menenangkan.


Yoga menggendong istrinya dari dalam kamar mandi, menidurkan perlahan tubuh Nindy diatas tempat tidur.


"Tadi Nin masih tidur a.. tiba-tiba kebangun aja karena kepingin muntah.."


"Nggak apa-apa sayang... sekarang bisa kalau honey minum untuk mengganti cairannya?"


"Tapi malah jangan air dingin atau jahe.. Nin mau teh hijau panas aja..."

__ADS_1


Rengek Nindy lemah..


"Iya.. sebentar aa buatkan yaa.. No Sugar?"


"Yes..Please..hon"


"Ok"


Lalu Yoga kedapur, membuatkan teh hijau untuk Nindy.


"Pak, biar bibi yang buatkan.."


"Jangan bi, biar saya yang buatkan.. besok-besok kalau saya nggak ada, tolong buatkan teh hijau panas ini tanpa gula setiap ibu mual yaa Bi, dan satu pesan saya, pas saya pergi tolong baju terakhir saya jangan kamu cuci. Kasih ke Ibu setiap sore, karena ibu lebih tenang kalau sudah mencium harum bekas saya."


"Bapak mau kemana ? memangnya perginya nggak bisa bawa ibu pak?"


"Jaga ibu yaaa.."


"Minum dulu sayang.."


Kata Yoga begitu duduk disisi tempat tidur Nindy.


Nindy perlahan memiringkan tubuhnya dulu beberapa saat, lalu bangun dan sedikit-sedikit meminum teh hijaunya.


Nindy menidurkan kepalanya dibahu yoga. Menyesap dalam-dalam harum tubuh suaminya yang sungguh membuat mualnya hilang.


Yoga mengusap punggung istrinya. Hati Yoga sungguh sangat mengkhawatirkan keadaan istrinya.


Tak terasa air matanya mengalir. Buru-buru dia mengusapnya. Diciumnya pipi Nindy.

__ADS_1


"I love you honey... maafin aa.. karena kamu harus melalui semua ini.."


"Ini kan baby kita berdua sayang... aku nggak apa-apa kok, harum dadynya membuat dia tenang ini.. "


"O ya? kamu nggak mual lagi?"


"nggak.. baby suka harum dadynya.."


"Kamu tiduran ya.. biar aku ajak ngobrol dia.."


Lalu Nindy menuruti perkataan suaminya, merebahkan kembali tubuhnya diatas tempat tidur.


Yoga membuka baju Nindy sebatas perutnya, mengusap perut Nindy yang memberikan sensasi tersendiri untuknya.


"Tok..tok..tok.. baby-nya Dady yang didalam sini... hi.. jangan bikin Momy mual-mual setiap sore sayang... kasian Momy.. yang nyaman didalam sana yaa sayang.. be good boy, or be good girl Ok"


Lalu Yoga mencium perut Nindy. Merasakan kelembutan kulit istrinya dengan mengusap-ngusap pipinya disana, memberikan sensasi berbeda pada Nindy yang dengan lembut menarik rambut suaminya.


Mata Nindy sudah menyendu.. dan Yoga tahu artinya..


Memanjakan Nindy disana, memberikan segala cinta yang mampu dia berikan. Merasakan setiap detik yang paling berarti dari kebersamaan mereka saat ini.


Keduanya memang sudah saling memuja. Membuat sentuhan pada satu dengan yang lainnya menjadi kebahagiaan yang tidak terhingga.


Menyatukan tubuhnya perlahan penuh hati-hati. Ia begitu mencintai Nindy, hidupnya kini semakin berarti.


Yoga selalu merasa terpuaskan. Segala yang ada pada diri Nindy tidak pernah membuat dirinya kecewa. Hingga tiada yang pernah membuat Yoga ingin berpaling dari wanitanya ini. Mendengarkan suara Nindy saja sudah mampu membangkitkan kebahagiaannya.


Sampai keduanya seakan diterbangkan keatas nirwana .. dengan berjuta-juta kenikmatan dan kebahagiaan sejati. Saling memiliki dan saling memberi.

__ADS_1


"Thank you honey.."


Lalu Yoga menghempaskan tubuhnya disamping Nindy dengan bahagia.


__ADS_2