
Yoga membukakan pintu mobil untuk istrinya, mencium terlebih dulu kening Nindy kemudian menahan kepala Nindy agar tidak terbentur bagian atas mobil.
Yoga pun mengambil arah memutar, Pak Budi yang membukakan pintu mobil untuknya.
"Bud.. kita ke toko buku di Mall PS"
Ucap Yoga ketika mereka sudah didalam mobil.
"Baik Pak"
Lalu Pak Budi dengan sigap menyetir mobil menuju tempat yang diminta Bosnya.
"Kita cari dulu buku-buku mengenai kehamilan ya sayang, dan mumpung kamu belum mual kita makan sesuatu yang kamu mau."
Ucap Yoga sambil mengusap perut Nindy.
Nindy tersipu malu melihat tingkah suaminya.
"My baby.. kamu mau maem apa sayang.."
Yoga kembali mengajak calon anaknya berbicara, Pak Budi sangat senang melihat Bosnya bahagia.
"Lihat Bud... ini calon anakku! Kereeen yaa.."
Ucap Yoga dengan bangga memperlihatkan Hasil printout USG Nindy tadi.
"Kereeeen pak!"
Asal saja Budi menjawab, padahal dia sendiri tidak faham dengan gambar yang diperlihatkan oleh Yoga tadi. Dia sudah sangat senang Bosnya bisa merasakan kebahagiaan yang Ia lihat saat ini.
Sesampainya di Toko buku besar, disalah satu Mall terkenal di Jakarta, Yoga dan Nindy perlahan-lahan memperhatikan buku-buku mengenai kehamilan, lalu mereka beralih pada buku senam untuk ibu hamil, lalu Yoga tertarik dengan salah satu buku mengenai 1001 menangani bayi baru lahir.
Ia tertarik dengan Tips yang diberikan dibuku itu, yang mengajarkan agar tidak panik menghadapi bayi baru lahir yang gumoh.
Menurut penelitian para ahli, hampir 50 persen bayi pernah mengalami gumoh atau refluks asam (dalam bahasa medis disebut gastroesophageal reflux) dalam tiga bulan pertama setelah kelahiran. Refluks asam adalah kondisi di mana isi cairan dari lambung dimuntahkan/dialirkan kembali (refluxs) ke dalam esofagus.
Dibuku itu juga dijelaskan cara menghadapi bayi yang baru lahir jika terserang demam atau Flu.
__ADS_1
Yoga mengambilnya sebagai referensi bacaan yang akan dia baca serius.
Nindy yang ada disebelahnya sedang melihat-lihat buku untuk nama-nama bayi anak perempuan dan anak laki-laki. Ia tersenyum-senyum sendiri.
Yoga memperhatikan istrinya, lalu mencium kepala Nindy dari belakang.
Sudah banyak buku yang mereka beli. Setelah semua buku dibayarkan, Yoga mengajak Nindy untuk makan siang.
"Sayang ... kamu pingin makan apa?"
Tanya Yoga sambil merangkul bahu istrinya
"Seger kali yaa hon kalau kita salad bar an"
Jawab Nindy.
"Ok, hon... kitaaa cariii yaaa... Bud.."
Pa Budi yang dipanggil Yoga berlari lebih mendekat.
"Iya..pa"
"Baik Pak"
Begitu Yoga melihat satu bangku kosong pada salah satu stand ice cream disitu, lalu ia mendudukan Nindy dibangku- kosong itu.
Tangan kanan Yoga, membelai telinga dan rambut Nindy, sementara tangan kirinya sedang menelusuri menu-menu Ice cream yang disediakan disitu.
"Sayang mau yang ini?"
Yoga menunjuk ice cream green tea value scoop kesukaan Nindy.
"Double Yes.. please hon.."
Jawab Nindy sambil tersenyum manja
"Ok"
__ADS_1
Sambil Yoga memencet hidung istrinya gemas.
Lalu Yoga juga memesan Ice Cream jenis lain untuk dirinya sendiri.
Baru setengah Ice Cream yang mereka habiskan. Pak Budi sudah kembali dari mencari restoran yang khusus menyediakan salad, dan sudah memesan tempat untuk Bos dan istrinya itu untuk makan siang.
Kemudian Yoga dan Nindy mengikuti Pak Budi dari belakang menuju restoran yang dituju sambil menghabiskan sisa ice cream mereka.
Restoran ini menyajikan 12 signature salad, enam jenis smoothies, dan beberapa warm grain bowls.
Dan kita bisa bikin salad kita sendiri. Mengkombinasikan 60 topping serta 20 natural dressing yang sehat dan super enak.
Penggunaan bahan premium yang sangat segar. Belum lagi porsinya sangat mengenyangkan.
Salad wrap yang dibungkus tortilla, menjadi pilihan yang dibuat Nindy. Ia membelahnya menjadi 2 bagian, 1/2 untuk dirinya dan 1/2 lagi untuk Yoga, karena terasa besar sekali porsinya, sementara Nindy menginginkan menu yang lainnya juga.
Yoga memperhatikan Istrinya yang begitu sangat menikmati setiap salad yang ia buat dan ia kombinasikan.
Didalam hatinya Ia berharap, sore nanti Nindy akan sehat-sehat saja seperti saat ini.
Nindy Menyuapi Yoga lagi untuk sisa salad yang Ia tidak bisa habiskan.
Yoga menerimanya dengan senang hati, sambil mengelus-ngelus terus perut Nindy.
Yoga bahagia, sampai saat ini Istrinya terlihat menikmati semua yang Ia makan dan nampak segar bugar, dan akhirnya mereka pulang.
\=\=\=\=\=\=\=
Sampai dirumah, Yoga meminta istrinya untuk beristirahat, sementara Yoga akan kekamar kerjanya untuk menanyakan keadaan kantor kepada Ferdy.
Nindy mengganti pakaiannya, dengan baju rumah lalu mengambil langkah untuk mendekati tempat tidurnya, meluruskan tubuh dan kakinya yang beberapa jam tadi sudah dibawa kesana kemari.
Nindy merasa rileks hingga akhirnya tertidur.
Diruang kerjanya, Yoga nampak tegang dan serius membahas sesuatu yang disampaikan Ferdy. Hingga laki-laki itu memerintahkan Ferdy untuk bersiap dengan segala keadaan yang akan terjadi. Dan Ia tidak ingin Ferdy lengah sedikitpun.
"Fer, kamu satu-satunya orang yang bisa saya percaya. kalau terjadi sesuatu terhadap saya, yakinkan kalau Istri saya dan calon anak saya selamat!! itu harga mati!!"
__ADS_1
"Bapak jangan khawatir, saya juga tidak akan membiarkan sesuatu terjadi pada Bapak."