
Sekitar jam 7 malam, dr. Lukman yang menangani, datang untuk memeriksa keadaan Nindy.
Beberapa perawat yang menemani dr.Lukman kembali mencuri-curi pandang kearah Yoga sambil senyum-senyum sendiri.
Membuat Nindy tersenyum melihat tingkah mereka yang Nindy rasa usianya jauh dibawah dirinya.
" Mba Nindy, setelah ini harus tetap lanjut Fisioterapinya yaa.. agar benar-benar pulih, saya mengizinkan anda untuk beristirahat dirumah. Dan segera temui saya jika ada yang dirasa tidak enak lagi ya.."
" Baik dok terima kasih banyak. "
Jawab Nindy dan Yoga
Setelah dokter keluar, salah satu perawat masih tetap tinggal.
" Bu Nindy...apakah mau pulang malam ini atau besok pagi? biar kami siapkan obat-obatan, resume medis kepulangan ibu Nindy dan jadwal kontrolnya "
" Malam ini saja yaa mba, terima kasih"
Jawab Nindy.
" baiklah, kalau begitu saya lepaskan dulu cairan infus ibu yaa..."
Setelah perawat itu melepas cairan infus Nindy yang hanya tersisa sedikit lagi, lalu
" mohon ditunggu sebentar yaa Bu. "
Perawat tadi keluar dari kamar Nindy.
" Baik mba, terima kasih yaa "
jawab Nindy dan Yoga bersamaan hingga membuat perawat tadi tersenyum manis sekali.
" Dirumah.. kamu harus benar-benar istirahat dulu yaa hon. "
Ucap Yoga sambil membereskan semua barang-barang Nindy dan dirinya sendiri.
" Iya... besok aa langsung yaa.. pulang ke Jakarta?"
Tanya Nindy sedih, sambil memperhatikan Yoga yang bergerak kesana kemari sambil membereskan barang-barang yang mau dibawa pulang.
" kamu.. maunya gimana? "
tanya Yoga sambil menghentikan aktifitasnya menatap penuh perhatian kepada Nindy.
" mmmmm.... tapi kalau Nin minta aa tinggal, pekerjaan aa terbengkalai.. kemarin .. waktu Nin dirawat, aa sudah hampir 2 Minggu nggak ke kantor."
" hon... perusahaan itu punya aku , jangan kamu risaukan aku datang atau tidak kekantor... yang aa mau dengar... kamu sekarang maunya bagaimana?"
jawab Yoga lembut.
" Maunyaaa... aa temani Nin duluu...."
Jawab Nindy malu dengan menyembunyikan wajahnya didada Yoga.
" enggak kedengeran... kamu bilang apa tadi? ulang .. "
balas Yoga menggoda calon istrinya.
" ulang.. aa nggak dengar... "
sambil mendongakkan wajahnya melihat kewajah Yoga yang menunduk, Nindy menjawab masih malu-malu
" aa.. jangan pulang... temani Nin dulu... "
Yoga menangkup wajah Wanitanya dengan kedua tangannya ..
Mencium bibir Nindy yang membuatnya terdesak akan kerinduan untuk memiliki wanita dihadapannya sekarang secara utuh.
Gerakan bibirnya melambat.. lalu berhenti.. melepaskan perlahan bibir Nindy yang terasa manis dibibir Yoga.
" iyaa.. aa akan temani kamu"
Jawab Yoga lembut.
\=\=\=\=\=\=\=\=
Malam itu, atas permintaan Nindy.. mereka tidak langsung pulang. Melainkan mampir terlebih dahulu ke Cafe "She"
Nindy sudah sangat merindukan suasana di Cafe itu.
__ADS_1
Ketika mereka sampai dicafe .. begitu banyak pelanggan disana, yang sudah pastinya kebanyakan dari mereka pasangan muda mudi.
Lita dan Pipit sangat senang dengan kehadiran Nindy, mereka berpelukan.
" Kok kesini? bukannya langsung pulang Nin?"
Ucap Pipit yang mengkhawatirkan kesehatan sahabatnya.
" aku tiduran terus dari kemarin-kemarin... bosen.. lagi pula kangen bangeeet suasana disini"
jawab Nindy.
Yoga masih dengan sayang terus menjaga Nindy tetap berada dipelukannya, menopang tubuh wanitanya itu untuk bergantung hanya padanya.
" Duduklah.. biar aku buatkan minuman dan makanan untuk kalian"
balas Lita
Pipit menemani Nindy dan Yoga dikursi Cafe dekat kolam ikan disamping panggung kecil yang mereka sediakan jika ada yang ingin bernyanyi.
" Selalu ramai seperti ini Pit?"
tanya Yoga
"Alhamdulillah Ga.. sejak dibuka malah terus bertambah pelanggannya "
" harus terus dijaga kualitas dan apa yang menjadi asset kalian dicafe ini, yang tidak hanya menjual makanan dan minuman yang terjangkau buat mereka tapi juga suasana yang diciptakan didalamnya."
" iya Ga, kami berusaha terus.. mudah-mudahan selalu ada inovasi baru lagi dari Nindy nantinya, walau jarak jauh.. Nindy masih diperkenankan kan Ga buat terlibat ? supaya Cafenya ramai terus dikunjungi pelanggan."
Yoga memandang kearah Nindy. Diam sesaat berfikir.
" Asal dia selalu jaga kesehatan .. aku akan izinkan Nindy selalu berhubungan dengan kalian walau dari Jakarta."
" Mamaciiih... manis bangeeet sih kamu hon.."
Ucap Nindy sambil menangkup wajah Yoga dengan bahagia.
" Nanti dirumah.. berterima kasihlah dengan cara yang pantas " bisik Yoga ditelinga Nindy.
" kalian itu yaaa.... Bucin bangeet.. sampe bisa-bisanya ditempat umum seintim itu.."
Pipit dan Lita tertawa melihat wajah Nindy yang menjadi malu dan Yoga hanya tersenyum, lalu mencicipi apa yang baru Lita sajikan.
" Teh... maaf... ini teh Nindy kan ?"
Tegur salah seorang pelanggan yang menghampiri meja mereka.
" Iya... saya Nindy, ada yang bisa dibantu a?"
Jawab Nindy ramah, Yoga menatap pada lelaki muda yang menyapa calon istrinya.
" saya mau mengucapkan terima kasih teh, dulu sekali.. saya yang pernah minta teteh nyanyikan lagu Budi Doremi... saya sekarang sudah pacaran sama dia teh... "
Laki-laki muda itu menunjuk kepada wanita yang sedang duduk di bangku tak jauh dari mereka duduk.
" Syukurlah... selamat yaa... jadilah pelanggan setia kami, dan bawa teman-teman yang banyak kesini yaa... hari ini semua yang kamu sama pacarmu makan... Gratis"
" waaa... makasih teh... tapi biarlah apa yang saya makan tetap saya bayar... tapi saya mau minta tolong teteh lagi..."
Yoga menatap pelanggan itu dengan wajah tanda tanya
" apa yang bisa aku bantu?"
" bolehkah.. saya minta teteh bernyanyi lagi... lagu Cinta... apa saja... yang penting lagu Cinta.."
Dengan tersenyum manis.. Nindy menjawab
" baiklah... yang penting jangan lupa, bawalah teman-teman kamu ke sini yaa..."
" pasti teh !"
" nggak usah pakai senyum manis begitu kali jawabnya.. diumbar bangeeet .."
sela Yoga
" xixxiii ... yang paling manis cuma buat kamu kok hon..."
balas Nindy
__ADS_1
" mau aku temani Nin?" tanya Pipit
" aku saja .. pit "
" baiklah"
Dibantu Yoga untuk berjalan kepanggung dan duduk nyaman sambil memegang gitarnya.
Yoga kembali duduk ditempatnya semula.
" Selamat malam... lagu ini saya persembahkan buat kalian yang malam ini saling mencinta... untuk aa dan teteh dimeja 3 selamat ya.. mudah- mudahan langgeng sampai menikah ... and special for the man i love the most ... You "
Jari Nindy menunjuk manja ke arah Yoga
****
Petikan senar gitar yang menciptakan melodi indah diperdengarkan oleh Nindy...
Sesaat terasa hening suara didalam Cafe.
****
Biarkan aku jadi yang terhebat
Jadilah kamu kekasih yang kuat
Aku manusia yang paling butuh kamu
Membutuhkanmu
Hatiku memalingkan pandang hanya padamu
Pada hatimu
Jangan lelah
Menghadapiku
Biarkan aku jadi yang terhebat
Jadilah kamu kekasih yang kuat
Genggam tanganku bernyanyi bersama
Karena kamu kekasih terhebat
Aku manusia yang paling butuh kamu
Membutuhkanmu
Jangan lelah
Menghadapiku
Biarkan aku jadi yang terhebat
Jadilah kamu kekasih yang kuat
Genggam tanganku bernyanyi bersama
Karena kamu kekasih terhebat
A-ha-a-a-a-a
Biarkan aku jadi yang terhebat
Jadilah kamu kekasih yang kuat
(Biarkan aku jadi yang terhebat)
Jadilah kamu kekasih yang kuat
Genggam tanganku bernyanyi bersama
Karena kamu kekasih terhebat
Karena kamu kekasih terhebat
(Kekasih Terhebat - Anji)
__ADS_1