My Favorite CEO

My Favorite CEO
Tamu 1


__ADS_3

Aku menyukai saat kamu menjadi dirimu sendiri


Kilatan matamu yang penuh semangat dengan senyum merekah mu yang membuat aku bahagia bisa melihatnya.


Apakah aku tak akan melihat lagi kebahagiaanmu yang seperti ini sayang...


Saat hari-hari nanti kau akan jauh meninggalkan semua hal yang membuatmu seperti apa yang kulihat saat ini.


Batin Yoga


Beberapa saat setelahnya Lita, Pipit dan dua staf bridal yang sudah menyelesaikan tugas mereka, mohon diri.


Tak lupa Nindy mengajak bertemu dua sahabatnya lagi besok untuk membicarakan rencana ulang tahun perusahaan Yoga.


Lalu Nindy dan Yoga masuk kembali kedalam rumah.


" Ayo kita makan malam dulu nak.."


Pinta mama


" Iya mah.."


Jawab Nindy dan Yoga bersamaan.


Perbincangan ringan namun sarat nasehat dari papa dan mama mewarnai makan malam kami.


Papa dan Mama memberikan pengalaman mereka selama berumah tangga, dan menitipkan harapan bahwa aku dan a Yoga bisa saling menghargai, melindungi, menyayangi dan menjaga keutuhan rumah tangga kami hingga maut memisahkan.


Nasehat Mama cenderung lebih kepada bagaimana aku harus patuh bersikap, bersyukur menerima dan melayani Yoga yang sebentar lagi akan menjadi suamiku.


Sampai pada nasehat, bahwa seorang istri, bahkan dalam agama pun melarang jika marah atau bertengkar keluar meninggalkan rumahnya.


Yoga menggenggam jemariku. Sesekali mengarahkan pandangannya kearahku.

__ADS_1


Aku pun membalasnya dengan memberikan senyuman sayangku.


Pernahkan kalian merasakan...


Pada suatu saat, kalian bertemu dengan seseorang .. yang bahkan hanya memandangnya saja hatimu seakan menemukan ketentraman, memperhatikan caranya berbicara dengan orang lain membuatmu begitu bangga memilikinya, merasakan cintanya .. membuatmu takut kehilangan..


Itu yang kurasakan saat ini..


Hasrat dan Cita-citaku pun kini berubah..


Karena aku menyertakan dirinya dikehidupanku..


\=\=\=\=\=\=


Keesokan paginya, setelah sarapan dan sebentar menemani Nindy berkeliling sawah dan kolam-kolam ikan


Yoga pamit untuk kembali ke Jakarta.


Seperti ada bagian hatinya yang tidak ingin meninggalkan Nindy.. memberi sedikit rasa sakit didadanya yang paling dalam.


\=\=\=\=\=\=\=


Siangnya semua tim EO yang selama ini membantu setiap projek pekerjaan yang Nindy dapatkan sudah sampai dirumahnya.


Mereka mendengarkan dengan seksama rencana yang dibuat Nindy untuk merayakan hari jadi Perusahaan " Dirgantara Aviation " yang tak lain adalah milik Yoga.


Karena sepenuhnya acara akan diadakan di Jakarta, ada beberapa personil yang harus sudah mengurus dan meliput sesuai dengan rencana yang sudah dijabarkan oleh Nindy.


Sehabis Magrib Tim EO Nindy sudah meninggalkan kediamannya, bahkan Lita dan Pipit pun sudah kembali ke Cafe "SHE" mereka.


Nindy meraih ponselnya, mencoba menghubungi Yoga.


" Assallamualaikum ".

__ADS_1


sambut suara dari seberang


" Waalaikumsalam.. aa sudah sampai mana?"


tanya Nindy


" Aa sudah sampai tol dalam kota Nin "


" Cepat sekali.. tadi nggak istirahat dulu ?"


" Istirahat sebentar, Budi sudah kangen sama istrinya, jadi dia juga nggak berlama-lama"


" hahhaaa.... Nin.. juga sudah kangen.. lagi aja.. sama aa.. "


" Samaaa... aa juga.. kamu sih.. coba setelah aku melamar, bulan depannya kita menikah.. sekarang pasti kamu sudah jadi istriku "


" hahhhaaaa Hallo .. Bapak.. kita inikan dijodohin "


" hahhaaa iyaa .. yaa... kamukan masih kaget sampai nangis-nangis.."


" xixii kalau ingat .. jadi malu, akhirnya mau juga .."


" a.. sudah dulu yaa.. kayaknya ada tamu.. daaah.. I Love You "


" Love You Too"


telpon ditutup Nindy.


Yoga memperhatikan layar ponselnya yang masuk beberapa pesan juga dari ponsel Nindy.


Ngapain tuuh orang datang malam-malam begini.


Batin Yoga

__ADS_1


Memandang pesan yang masuk ke Handphone Nindy


" hiii... kasih... aku nggak nyangka rumah orang tuamu masih ditempat yang sama..."


__ADS_2