My Favorite CEO

My Favorite CEO
83. Kamu sah menjadi milikku


__ADS_3

Pagi ..


Yang akan menjadi permulaan kehidupan baru


Bagi Abimanyu dan Annisa.


Keduanya diliputi rasa gelisah.


Abimanyu mencoba membuat dirinya tenang. Beberapa kali Ia meneguk air mineral yang disiapkan Febry untuk dirinya.


Pagi itu diballroom hotel yang sarat dengan ciri khas pengantin Jawa menjadi suasana yang menghiasi prosesi hari ini. Dengan bunga-bunga asli yang membuat seluruh ruangan dipenuhi wewangian yang begitu lembut dan menyenangkan.


Diawali suara merdu Annisa melantunkan ayat suci AlQuran Surat Annisa ayat 1-4 seperti namanya.


يٰۤـاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوۡا رَبَّكُمُ الَّذِىۡ خَلَقَكُمۡ مِّنۡ نَّفۡسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا وَبَثَّ مِنۡهُمَا رِجَالًا كَثِيۡرًا وَّنِسَآءً‌ ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِىۡ تَسَآءَلُوۡنَ بِهٖ وَالۡاَرۡحَامَ‌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيۡكُمۡ رَقِيۡبًا


Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)-nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.


وَاٰ تُوا الۡيَتٰمٰٓى اَمۡوَالَهُمۡ‌ وَلَا تَتَبَدَّلُوا الۡخَبِيۡثَ بِالطَّيِّبِ ۖ وَلَا تَاۡكُلُوۡۤا اَمۡوَالَهُمۡ‌ اِلٰٓى اَمۡوَالِكُمۡ‌ؕ اِنَّهٗ كَانَ حُوۡبًا كَبِيۡرًا‏‏


Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah dewasa) harta mereka, janganlah kamu menukar yang baik dengan yang buruk, dan janganlah kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sungguh, (tindakan menukar dan memakan) itu adalah dosa yang besar.


وَاِنۡ خِفۡتُمۡ اَلَّا تُقۡسِطُوۡا فِى الۡيَتٰمٰى فَانْكِحُوۡا مَا طَابَ لَـكُمۡ مِّنَ النِّسَآءِ مَثۡنٰى وَثُلٰثَ وَرُبٰعَ‌ ‌ۚ فَاِنۡ خِفۡتُمۡ اَلَّا تَعۡدِلُوۡا فَوَاحِدَةً اَوۡ مَا مَلَـكَتۡ اَيۡمَانُكُمۡ‌ ؕ ذٰ لِكَ اَدۡنٰٓى اَلَّا تَعُوۡلُوۡا


Dan jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah perempuan (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Tetapi jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja, atau hamba sahaya perempuan yang kamu miliki. Yang demikian itu lebih dekat agar kamu tidak berbuat zhalim.


وَاٰ تُوا النِّسَآءَ صَدُقٰتِهِنَّ نِحۡلَةً‌ ؕ فَاِنۡ طِبۡنَ لَـكُمۡ عَنۡ شَىۡءٍ مِّنۡهُ نَفۡسًا فَكُلُوۡهُ هَنِيۡٓــًٔـا مَّرِیۡٓـــٴًﺎ


Dan berikanlah maskawin (mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan. Kemudian, jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari (maskawin) itu dengan senang hati, maka terimalah dan nikmatilah pemberian itu dengan senang hati.


Abimanyu dan seluruh keluarga juga tamu yang mendengar suara merdu Annisa melantunkan Ayat suci Alquran tergetar hatinya. Ayah terus memandang kearah Bunda, demikian juga bunda, dejavu yang membawa kenangan mereka pada saat dipersatukan.


Setelahnya dengan suara yang jelas dan lantang, Abimanyu mengucapkan ikrar ijab kabulnya yang diikuti kalimat "Sah" dari kedua saksi, dan semesta alam bersama seluruh isinya seakan turut mendoakan kedua mempelai.

__ADS_1


Selanjutnya Annisa dihadirkan, untuk disandingkan disamping Abimanyu. Gadis itu sangat terlihat cantik dan berbeda membuat Abimanyu tidak menduga bahwa itulah istrinya.


Abimanyu membukakan celah pada kursi yang akan diduduki oleh Annisa, disambut oleh senyuman dan ucapan


"Terima kasih mas.." dari bibir Annisa. Membuat Abimanyu tidak mampu menghilangkan senyuman dari semenjak Annisa keluar tadi.


Setelahnya mereka mengikuti seluruh prosesi dari penghulu sampai selesai, dan sebelum saling menyematkan cincin dan menyerahkan mahar, Penghulu bertanya pada Abimanyu.


"Saudara Abimanyu, siapakah wanita yang disisi anda saat ini?"


"Istri saya pak" jawab Abimanyu lantang.


"Adakah hadiah terindah untuknya dari anda yang berkelimpahan harta ?" tanya Penghulu lagi.


"Ada Pak" lalu Abimanyu memilih menghadapkan duduknya menjadi berhadapan dengan Annisa yang sudah menjadi istrinya, kemudian memegang kedua tangan Annisa, Abimanyu bertaawudz


يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا قُوۡۤا اَنۡفُسَكُمۡ وَاَهۡلِيۡكُمۡ نَارًا وَّقُوۡدُهَا النَّاسُ وَالۡحِجَارَةُ عَلَيۡهَا مَلٰٓٮِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعۡصُوۡنَ اللّٰهَ مَاۤ اَمَرَهُمۡ وَيَفۡعَلُوۡنَ مَا يُؤۡمَرُوۡنَ


يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا لَا تَعۡتَذِرُوا الۡيَوۡمَ‌ؕ اِنَّمَا تُجۡزَوۡنَ مَا كُنۡتُمۡ تَعۡمَلُوۡنَ


Wahai orang-orang kafir! Janganlah kamu mengemukakan alasan pada hari ini. Sesungguhnya kamu hanya diberi balasan menurut apa yang telah kamu kerjakan.


يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا تُوۡبُوۡۤا اِلَى اللّٰهِ تَوۡبَةً نَّصُوۡحًا ؕ عَسٰى رَبُّكُمۡ اَنۡ يُّكَفِّرَ عَنۡكُمۡ سَيِّاٰتِكُمۡ وَيُدۡخِلَـكُمۡ جَنّٰتٍ تَجۡرِىۡ مِنۡ تَحۡتِهَا الۡاَنۡهٰرُ يَوۡمَ لَا يُخۡزِى اللّٰهُ النَّبِىَّ وَالَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا مَعَهٗ‌ ۚ نُوۡرُهُمۡ يَسۡعٰى بَيۡنَ اَيۡدِيۡهِمۡ وَبِاَيۡمَانِهِمۡ يَقُوۡلُوۡنَ رَبَّنَاۤ اَ تۡمِمۡ لَـنَا نُوۡرَنَا وَاغۡفِرۡ لَـنَا‌ ۚ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَىۡءٍ قَدِيۡرٌ


Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata, “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”


Suara Abimanyu yang membawa kepada suasana khusuk dan kesyahduan membuat Annisa tak melepas sedetikpun pandangannya dari hafalan bacaan suaminya. Ia begitu bangga dan begitu tersanjung. Rasa haru membuncah dihatinya.


Bunda dan ayah yang menyaksikan itu semua seakan begitu berbangga hati, bahwa mereka telah mendidik Abimanyu dengan benar.


Abimanyu, Annisa dan seluruh hadirin mengusap wajah mereka dengan kedua tangan sambil mengucap Amin Amin Amin YRA kemudian Annisa mencium punggung tangan Abimanyu dan kemudian Abi pun mencium kening Annisa.


Setelahnya mereka saling menyematkan cincin dijari manis mereka. Kemudian Abimanyu menyerahkan mahar dan hadiah pernikahan lainnya untuk Annisa.

__ADS_1


Setalah Foto keluarga juga Foto bersama semua sahabat dan tamu yang hadir, bercengkrama dan sedikit lelucon menghibur dari semua sahabat, dan keluarga, Abimanyu dan Annisa diarahkan kesebuah ruangan lain untuk bersiap kembali. Sementara para keluarga dan tamu dipersilahkan menikmati hidangan mewah yang sudah disiapkan.


Diprivat room


Abimanyu meminta waktu untuk diperbolehkan berdua dulu dengan istrinya. Dan semua perias keluar dari privat room itu.


Setelah tinggal hanya mereka berdua, Abimanyu meraih pinggang Annisa untuk menempel pada tubuhnya.


"Terima kasih sudah mau menjadi istriku.." ucap Abimanyu begitu tiada batas lagi, lalu mencium perlahan dan lembut dibibir Annisa, membuat mata gadis itu meredup dan menikmati ciu#an suaminya. Lalu membalas dan kemudian suara ketukan dipintu menghentikan gerakan mereka sebelum akhirnya meliar.


"Malam ini ... jangan sampai lelah .." ucap Abimanyu menggoda lalu mendudukan Annisa disalah satu sofa yang ada disana agar dirinya tidak terjatuh, karena ciuman memabukan itu membuat dirinya seakan tidak berpijak lagi dibumi. Lalu Abimanyu membukakan pintu itu


"Sudah waktunya untuk bersiap kembali pak" ucap salah seorang perias dengan wajah yang bersemu malu karena harus mengganggu aktifitas yang dilakukan kedua pengantin baru dihadapannya.


"Silahkan .." jawab Abi singkat mode on kesikap yang tidak manis pada yang bukan miliknya.


.


.


.


.


.


.


.


.


Kamu sah menjadi milikku

__ADS_1


__ADS_2