
Tak terasa .. waktu begitu cepat berlalu, delapan bulan sudah Annisa dan Abimanyu menjalankan peran sebagai suami dan istri.
Penyesuaian terhadap kebiasaan baik dan juga jeleknya pasangan, saling belajar terhadap apa yang disukai maupun yang tidak disukai pasangan, terlebih saling belajar untuk mampu saling mengisi dan membahagiakan pasangan menjadi pelajaran yang terus mereka lakukan dan mereka bicarakan bersama, sehingga tidak ada salah satu fihak yang merasa lebih berkorban banyak dari yang lainnya.
Cinta mereka lebih besar pada satu sama lainnya.
Sampai perubahan pada bahwa setelah menikah dengan Abimanyu, Annisa tidak lagi mengendarai sepeda motornya. Setiap hari akan ada supir yang setia mengantar kemanapun Annisa pergi, supir ini juga merangkap sebagai nahkoda yang membawa kapal boat Annisa kepulau seberang. Walau ada kerinduan dihati Annisa bisa melakukan semua hal sendiri seperti dulu, namun alasan suaminya agar Annisa tidak kelelahan sehingga memudahkan mereka memperoleh keturunan, menjadi alasan yang tidak bisa dibantah lagi.
*Sudah mau pulang sayang? atau masih harus periksa ke tempat lain? _ Abimanyu
Ini sudah mau pulang. Sampai ketemu dirumah yaa mas _ Annisa
Ok _ Abimanyu*
Sesampainya dirumah, Annisa bersegera ke kamar mandi membersihkan diri. Setelahnya Ia menuju dapur yang dibuatkan Abimanyu demikian lengkapnya, sehingga semua serba memudahkan untuk Annisa. Begitu Abimanyu mengetahui bahwa Annisa suka meluangkan waktu senggangnya didapur, lelaki itu tak tanggung-tanggung membuatkan dapur yang begitu mumpuni bak dapur seorang cheff.
"Ada yang bisa bibi bantu Bu?" tanya Bi Iim yang melihat Annisa didapur.
"emm... nanti saja begitu Nisa selesai masak, nanti tolong Bi Iim yang cuci yaa.." jawab Annisa sambil tersenyum.
"Baik Bu, kalau begitu Bibi ada dirumah samping, kalau ibu butuh bibi panggil saja yaa Bu.." ucap Bi Iim
"Iyaa Bi, terima kasih yaa.." jawab Annisa sambil mengeluarkan bahan-bahan untuk membuat roti cinamon dan mengenakan celemeknya.
Adonan roti sudah siap, dan sudah masuk kedalam oven. Annisa mengatur suhu dan waktu pembakaran. Kemudian selanjutnya ia menyiapkan dada ayam tanpa tulang yang akan dipersiapkan untuk dijadikan steak ayam.
Annisa sangat telaten dan teramat senang melakukan banyak hal didapur yang akan menuai pujian suaminya nanti begitu menikmati setiap masakan yang dibuat olehnya.
Ia sudah tersenyum sendiri membayangkannya.
Annisa sedang menunggu hingga bumbu yang dibalurkan di daging ayamnya meresap, ketika ia mendengar suara mobil suaminya. Ia langsung mencuci tangan dan melepaskan celemeknya, melangkah ke pintu samping tempat biasa mereka memarkirkan mobil
"Sampainya cepat juga sayang ..." sapa Annisa yang melihat Abimanyu keluar dari mobil.
"Sisa pekerjaan aku serahkan sama Febry, aku sudah kangen kamu!" jawab Abimanyu sambil mencium kening Annisa, setelah Annisa terlebih dulu mencium punggung tangan suaminya. Annisa tersenyum malu, kemudian Abimanyu merangkul bahu istrinya dan mereka bersama-sama masuk kedalam rumah.
"Mmmmm ... harumnya, kamu sedang buat apa?" tanya Abimanyu.
"Buat roti cinamon.. sebentar lagi matang!" jawab Annisa sambil mengusap dada suaminya.
Dan benar saja, ketika mereka baru saja didapur bunyi bel pada oven yang sudah selesai memanggang berbunyi.
"Tling"
"Sebentar aku angkat cinamonnya dulu yaa mas.." ucap Annisa, Abimanyu melepaskan rangkulannya. Kemudian Annisa mengeluarkan roti cinamon yang dibuatnya dari oven dan membawa ke meja untuk diperlihatkan pada Abimanyu.
"Mmmmm menggoda sekali rotinya .. kayak yang buat!" goda Abimanyu.
__ADS_1
Annisa tertawa digoda seperti itu oleh Abimanyu. lalu dengan capitan roti, cinamon sudah berpindah berada diatas piring.
"hmmm cantik rotinya .. tapi lebih cantik yang buatnya siih ..." goda Abimanyu sambil merobek satu roti cinamon yang masih panas itu. Meniupnya sebentar lalu memasukan potongan roti ke mulutnya dan mengunyahnya dengan tersenyum.
"Aku suka rotinya sayang ..." ucap Abimanyu lagi, lalu menghabiskan potongan lain rotinya.
"Lembut rotinya dan manisnya pas .. kayak yang ini..." lalu dengan kelembutannya, Abi pun mengulum bibir Annisa. Membuat Annisa melambung dan melingkarkan tangannya dileher Abimanyu menikmati cumbuan suaminya.
Kemudian Abimanyu menghentikan pagutannya dibibir Annisa. Menyatukan kening mereka.
"Aku mandi dulu yaa .." ucap Abimanyu sambil mencium sekilas hidung Annisa.
"Ok" jawab suara merdu Annisa, lalu Abi merangkul kembali bahu istrinya, dan mereka melangkah menuju kamar.
Didalam kamar, Abi langsung membawa dirinya masuk kedalam kamar mandi, sementara Annisa menyiapkan pakaian santai untuk suaminya dan diletakan diatas tempat tidur. Kemudian Annisa kembali kedapur mulai melanjutkan menyiapkan Steak ayam untuk menu makan malam mereka.
Tepat ketika steak sudah siap diatas meja makan, Abimanyu sampai diruang makan
"Mmmm .. perpaduan yang manis sayang .." ucap Abimanyu tersenyum, Annisa membalas dengan tersenyum sambil menaruh segelas air mineral, Abi lalu duduk disalah satu bangku yang sudah dihadapkan sajian masakan istri tercintanya. Menunggu Annisa duduk dihadapannya barulah hidangan itu dicobanya.
"Sesuai dengan penampilannya, bumbunya sudah meresap sayang .. jadi rasanya sempurna" puji Abimanyu sambil terus menyantap masakan istrinya.
"Alhamdulillah..." jawab Annisa dengan wajah yang sudah merona karena terus dipuji masakannya oleh sang suami.
Beberapa saat kemudian salah satu Security, masuk dengan membawa sebuah bingkisan kotak besar berpita.
"Bapak, izin .. ada paket untuk pak Abimanyu" ucap Security itu sambil menaruh kotak besar itu diatas sofa yang tidak jauh dari tempat Abi dan Nisa duduk.
"Dari siapa pak?" tanya Abi sambil berdiri menghampiri dan membuka kartu diatas pitanya
Bukalah ..
Didalamnya ada jawaban dari setiap doa malammu_ ♥️
"Apa ini maksudnya?" tanya Abimanyu sambil melihat kearah Annisa yang mengangkat kedua bahunya juga Security yang membawa paket itu.
Karena penasaran Abimanyu membuka pita yang tersimpal dipaket itu lalu menyembulah balon-balon cantik
Diantara kelopak bunga mawar dan balon, lampu hati yang terang memberitahukan disana ada hasil tes kehamilan Annisa dan sebuah kartu bertuliskan "Kamu akan menjadi seorang ayah"
Abimanyu diam terpaku melihat hasil tes kehamilan dan kartu yang saat ini dipegangnya.
"Sayaaaang ...." ucapnya sambil menghampiri Annisa yang mengangguk disampingnya sambil tersenyum merekah.
__ADS_1
"Alhamdulillah.. ya Allah ..." Abimanyu langsung memeluk Annisa penuh haru, menciumi semua bagian wajah istrinya, lalu ia bertumpu pada lututnya dan memeluk pinggang istrinya dan mendekatkan pipinya dibagian perut Annisa sambil diusapnya penuh kelembutan.
"Sayang .... ini suara ayah .. ayah akan menjaga kalian berdua ... I Love You ..." kemudian Abimanyu mencium perut Annisa dan kemudian membawa Annisa untuk duduk lagi disofa.
Abimanyu menghubungi ayah dan bundanya melalui sambungan Skype. Yang kemudian disambut oleh wajah ayah Yoga dari seberang sana.
"Assallamualaikum Yah" sapa Abimanyu
"Waalaikumsalam Nak, selamat yaaa ... hari ini sudah dimulai pengolahan minyak pertamanya ya.. ayah bangga sama kamu!" jawab ayah Yoga.
"Terima kasih yah, semoga semua lancar sampai akhir, tapi... Abi mau mengabarkan yang lebih baik dari soal minyak yah! bunda mana?" sahut Abimanyu
"Bun.. Bunda... ini anaknya mau bicara!" teriak ayah memanggil bunda.
"Iyaa .. sebentar!" jawab bunda yang bergegas menghampiri suaminya diruang tengah.
"Assallamualaikum Bi ... selamat yaa.. bunda sudah dengar kabarnya dari ayah siang tadi, semoga semua usaha kamu lancar dan langgeng yaa nak .." ucap Bunda kemudian.
"Amin terima kasih Bun... tapi yang sekarang Abi dan Nisa mau kabarkan jauh lebih baik dari soal minyak Bun!" jawab Abimanyu.
"Apa nak?" tanya Bunda penuh harap.
"Lihat Bun! kelihatan nggak tanda positifnya?" tanya Abi bahagia.
"Alhamdulillah ..... Tabarakallah .. yaa Allah ... Sayang! kita mau jadi kakek nenek!" seru bunda bahagia.
"Nisa ... Abi ... selamat yaaa ... terima kasih banyak ... bunda sama ayah bahagia sekali hari ini nak! jaga kesehatan kamu yaa Nis .. jangan terlalu cape.."
"Iyaa Bun ... Insyaallah" jawab Annisa ikut sangat bahagia karena telah membuat kedua mertuanya bahagia.
"Hon! besok kita bisa ke Kalimantan nggak?" tanya Bunda.
"Lusa! lusa kami kesana ya nak! jaga cucu ayah baik-baik. Kamu mau dibawakan apa Nis?" tanya Ayah.
"Belum ada yang Nisa pinginin Yah" jawab Annisa bersemu merah.
"Kabari Bundamu kalau ada yang kamu ingini yaa nak!" ucap ayah lagi.
"Iya.." jawab Annisa tersenyum, Abimanyu lalu mencium pangkal kepala istrinya juga.
Hari ini terasa lengkap kebahagiaannya.
Kabar bahagia ini pun sampai pada ayah Annisa dan mas Sapto, seperti halnya kebahagiaan yang dirasakan oleh orang tua Abimanyu, ayah dan mas Sapto juga demikian, sehingga teriring banyak doa dari mereka untuk Annisa juga untuk bakal jabang bayinya.
"Sayang ... kamu nggak ada merasakan mual-mual?" tanya Abi kemudian diatas pembaringan mereka.
"Enggak ..." jawab Annisa.
"Aku sering dengarnya kalau ibu baru hamil itu pasti mual-mual !" ucap Abi lagi sambil mengusap perut istrinya.
__ADS_1
"Baby kita anak yang baik sepertinya .. ya sayang ..." jawab Annisa sambil ikut mengusap perutnya.
"Iyaa Amin... seperti ibunya .." jawab Abimanyu mendayu, lalu memberikan kelembutan bibirnya pada bibir Annisa ... hingga gelora pada diri mereka membawa kedua insan itu saling mendamba dan menyatu pada sukma yang bahagia.