
"I love You Nisa..."
"I love You Abi..." Mereka saling memainkan jemari yang saling menggenggam. Hati keduanya dipenuhi kebahagiaan dan gelora yang tertahan.
"Aku bisa khilaf kalau seperti ini ..." ucap Abi lembut masih menatap Annisa.
"Aku juga ..." jawab Annisa dengan semburat merah dipipinya karena malu.
"Sebelum khilaf aku mau menghalalkan kamu.." suara Abi semakin melembut, matanya meneduh.
"Aku ingin segera kamu halalkan Bi..." Jawab Annisa sangat lembut, keinginan hatinya membuat Ia memberanikan diri menyentuh pipi Abimanyu. Abi menangkupkan jemari tangannya diatas jemari tangan Annisa dipipinya.
"Bisakah.. segera kamu atur kembali jadwalmu? kita harus ke papa angkatmu untuk mengetahui keberadaan keluarga kandungmu .." ucap Abimanyu.
"Iya.. Nisa akan mengajukan permohonan dokter pengganti terlebih dulu sebelum mengambil cuti, jadi kita bisa tenang.. sampai semua urusan kita selesai" balas Annisa.
"Nis..." panggil Abimanyu lembut
"Iyaa..sayang..." jawab Annisa penuh perhatian.
"Kita harus cepat-cepat panggil Bunda lagi... kalau nggak pertahanku bisa jebol ini.." ucap Abimanyu bergurau dan mengambil langkah untuk berdiri menjauh dari Annisa. Bagaimanapun dia laki-laki normal yang jatuh cinta pada gadis dihadapannya ini.
"Bundaaaaa....." panggil Abimanyu seolah-olah meminta tolong. Annisa tersenyum dengan tingkah calon suaminya.
Kamu bisa ngerasain nggak...
Ketika hidup beralih berpihak padamu..
Kemudian kamu diberikan orang-orang yang tidak pernah kamu duga akan hadir dalam hidupmu .. setelah penderitaan yang coba kau terima dan jalani.
Itu rasanya seperti oase dipadang gurun yang tandus....
Sehingga semua melegakan.. bahkan jika Tuhan memanggilmu.. rasanya kamu siap kapanpun itu.
Begitulah rasanya bagiku dengan kehadiran Abimanyu ... seperti Mukjizat, Allah mendatangkan Malaikat dalam wujud laki-laki sempurna itu. ditempat yang sudah sejauh ini.
__ADS_1
Inilah yang dikatakan bahwa jodoh, maut dan rezeki itu sudah Allah yang tentukan.
Doaku hanya berharap.. Cinta kami berdua akan selalu bisa menghadapi apapun didepan nanti.
.
.
.
.
.
.
Disebuah rumah Jawa dilingkungan yang masih asri, didepan terasnya, Abimanyu dan Annisa sedang menunggu tuan rumahnya keluar.
"Annisaaaaa...." sebuah suara memanggil nama Annisa penuh kerinduan, Annisa lalu berdiri berlari menghampiri siempunya suara.
"Bude senang, lihat kamu sehat... tambah cantik lagi kamu ndok" ucap wanita paruh baya itu sambil memegangi kedua pipi Annisa.
"Bude.. Nisa juga senang lihat bude sehat... oo iyaa bude, kenalkan ... Annisa kesini dengan calon suami Nisa .." ucap Annisa, Abimanyu sudah berdiri sejak Annisa memeluk wanita yang disebutnya Bude itu. Lalu ia mengulurkan tangannya hendak menyium hormat punggung tangan Bude.
"Perkenalkan saya Abimanyu .. Bude" ucap Abimanyu. Bude dengan tatapan menyelidik memperhatikan benar laki-laki yang dikatakan calon suami oleh keponakannya itu.
"Mamaaaaa.. ada Nisa yaa katanya!!" suara teriakan seseorang dari dalam rumah mengalihkan pandangan sang bude.
"Aaaahhh.. apa yang dilakukan laki-laki tampan ini dirumah kita mah!" teriaknya lagi demi melihat Abimanyu yang profilnya baru saja kemarin dibahas dikantor, ketampanan dan tubuh Abi yang sangat atletis didalam balutan kaos berkerah dan celana jeansnya, membuat Ajeng saudara sepupu Annisa berdecak kagum.
"Ternyata memang sak ganteng-gantengya orang kamu yaa mas Abi..."
"Kamu kenal?" tanya mamanya.
"Ya..kenal toh mah, ini Abimanyu wong sugih melintir! calon pewaris perusahaan penerbangan dan rumah sakit! laah dia siapa mu Nis?"
__ADS_1
"Abi calon suamiku Jeng..." balas Annisa bahagia, lalu memeluk saudara sepupunya itu.
"Beneran Nis! dia calon suamimu?aaaahhh yaa ampun mah..kita akan saudaraan sama wong sugih!" teriak Ajeng lagi.
Abimanyu hanya diam saja. Wajah datarnya memang menjadi standar jika dia baru pertama kali bertemu. Annisa tersenyum lebar melihat tingkah sepupunya.
"Silahkan duduk, sambil duduk kan enak ngobrolnya" ucap bude.
"Jadi... kamu kesini mau memberi undangan buat bude Nis?" tanya bude setelah mereka semua sudah duduk. Bukan Nisa yang menjawab pertanyaan bude, melainkan Abimanyu.
"Bude.. Saya dan keluarga juga Annisa sudah mengetahui, bahwa Annisa adalah anak yang diangkat oleh kedua orangtuanya yang adalah kakak bude, maksud kedatangan kami kesini ingin bertanya, apakah bude.mengetahui keberadaan orang tua kandung Annisa?"
Bude sesaat penuh pertimbangan melihat kearah Annisa. Karena Abimanyu juga melihat saudara sepupunya Annisa juga ikut diam sekarang, yang dapat diartikan dia juga tahu kebenaran itu, Membuat Abimanyu berkesimpulan bahwa dia dan Annisa tidak salah datang bertanya kepada adik mamanya itu.
"Tolong..bude, biarkan Nisa bisa bertemu dengan orang tua kandung Nisa.." akhirnya Nisa juga turut meminta pada budenya.
"Baiklah Nisa.. Abi .. Tante akan tunjukan siapa orang tua Annisa sebenarnya..."
.
.
.
.
.
.
.
.
Terima kasih sahabat MFC yang terus memberikan dukungan vote point, bintang,like dan komennya.. terima kasih sudah selalu menyemangati aku.. semoga di New Normal ini kita semua tetap selalu menjaga kesehatan dan selalu patuh pada protokol kesehatan yang selalu diingatkan oleh semua fihak. Terima kasih sekali lagi🙏🙏
__ADS_1