
Master of Ceremony kembali memandu para hadirin untuk melihat cuplikan Video ke 2 yang dipersembahkan oleh Dirgantara Aviation sebagai penghargaan kepada pendahulu dan staf Yoga yang telah tiada, serta orang-orang yang telah berjasa secara pribadi kepada Papa Iwan dan Yoga.
Ruangan tiba-tiba gelap dan penerangan hanya ditujukan pada Layar yang berada di samping kiri dan kanan.
Kemudian suara petikan gitar yang diiringi suara seseorang yang begitu merdu mengalun membawakan lagu " Nada Sousou"
Yoga..sangat mengenal suaranya..
***
ku buka lembaran album kenangan
ku bisikkan kata terima kasih
semangatmu hidup di hatiku
pelipur lara disaat ku terjatuh
hujan mentari datang silih berganti
ku ingat slalu senyummu
walau kenangan bersama mu kan pudar
ku teringat padamu nada sousou
( Lalu gambar yang muncul selanjutnya adalah berbagai pose Rosa berganti dengan beberapa pose gambar Mamanya Yoga )
Membuat Yoga tercenung, menggenang air matanya, dan papa Iwan kembali berulang kali mengusap air matanya.
Semua orang terkasih dan yang telah menemani suka dukanya ketika membangun Dirgantara Aviation muncul dalam gambaran yang begitu menyenangkan.
Bahkan seluruh staf Yoga ikut menangis ketika gambar-gambar yang ditayangkan perihal teman-temannya yang telah tiada dalam pose yang bergembira bahkan ada yang dalam pose lucu.
***
memohon pada bintang benderang
__ADS_1
selalu ku lakukan setiap malam
seberkas cahaya di cakrawala
mencarimu dengan sepenuh hati ku
didalam waktu suka maupun duka
senyummu aku rindukan
andai dari surga kau lihat diriku
mungkin suatu
hari nanti
ku percaya kita kan bersama lagi
hujan mentari datang silih berganti
ku ingat slalu senyummu
walau kenangan bersama mu kan pudar
ku teringat padamu nada sousou
aku rindu (aitakute)
sangat rindu (aitakute)
ku teringat padamu nada sousou
Begitu lagu dan tayangan video berhenti pada sosok mama Yoga.. seluruh ruangan masih hening dan lampu sudah dinyalakan kembali, lalu Master Of Ceremony mempersilahkan kepada papa Iwan didampingi oleh Yoga menyerahkan tanda kasih kepada keluarga seluruh almarhum dan almarhuma pegawai mereka yang sudah tiada.
Setelah Yoga mengkondisikan air matanya.. Ia membantu papa untuk berdiri.
Mereka berdua melangkah bersama saling bergandengan tangan.
__ADS_1
Para hadirin bertepuk tangan.
Ketika sudah didepan Podium papa berkata..
" Anak menantuku Nindy... ( Nindy yang sejak ketika Yoga berdiri membantu papa Iwan berdiri juga sudah ikut berdiri dan menyandarkan gitarnya.. memberi anggukan ) tiada yang bisa begitu indah menuangkan cerita orang-orang terkasih ini.." (lalu papa menunjuk gambar mama dan menyeka air matanya)
Nindy mendekat kearah papa Iwan, memberikan pelukannya. Papa Iwan pun membalas pelukan Nindy.. erat sekali..
Papa Iwan mengusap lagi air matanya..
Kemudian Nindy menepi berdiri kesamping Yoga yang memberikan tatapan penuh arti pada Nindy, lalu meraih jemari Nindy untuk digenggamnya lagi.
" Kalian harus bangga ( papa menghadap kepada seluruh keluarga yang sudah berdiri dibelakang podium) papa, mama, istri, suami saudara kalian ini adalah almarhum dan almarhuma yang berdedikasi tinggi dan setia. saya atas nama pribadi juga atas nama Dirgantara Aviation mengucapkan banyak terima kasih "
Lalu papa menundukkan badannya, memberi hormat kepada seluruh keluarga dihadapannya.
Para Hadirin memberi tepuk tangan
Lalu satu persatu keluarga menerima tanda kasih.
Nindy kembali ke balik panggung, para keluarga sudah kembali ketempat duduk mereka semula, papa Iwan dan Yoga diminta oleh Master of Ceremony untuk tetap dipanggung karena mereka akan memotong tumpeng dan Kue Ulangtahun yang dibawakan oleh seluruh staf Dirgantara Aviation dibawah kepemimpinan Yoga sambil diiringi lagu dan menyanyikan dengan meriah lagu Selamat Ulang Tahun milik grup musik Jamrud.
Setelah Lilin-lilin ditiupkan dan padam, Potongan kue pertama Yoga diberikan kepada Papa Iwan lalu potongan tumpeng pertama Papa Iwan diberikan kepada Pimpinan tertinggi kemiliteran sebagai tamu kehormatan.
Selanjutnya mereka bergantian berfoto bersama.
Setelahnya.. para adik-adik yang cantik dan gagah mulai mempersilahkan para tamu yang hadir untuk menikmati hidangan prasmanan yang juga sudah dipersiapkan untuk mereka.
Sambil mereka menikmati hidangan, mereka pun dihibur oleh beberapa penyanyi terkenal ibukota, dengan lagu-lagu mulai dari tahun 60 an sampai yang kekinian era para Milenial.
Yoga mengambil langkah mencari Nindy dibelakang panggung.
Nindy menyadari kehadiran Yoga yang berdiri kaku dihadapannya memberi tatapan yang paling dalam.
semua kru yang saat itu sedang berkerumun mendengar arahan Nindy membubarkan diri, memahami keduanya butuh waktu privesi.
" Kenapa bagian Rosa dan Mama tidak pernah ada dalam presentasimu?"
__ADS_1
Tanya Yoga tegas meminta penjelasan