My Favorite CEO

My Favorite CEO
15. Perpisahan itu tak menyakitkan


__ADS_3

"Ta... kalau loe nggak ngejer dan kasih tahu perasaan yang elo rasain ke Abimanyu sekarang! loe akan nyesel selamanya! hari gini! nggak mesti harus cowok yang bilang duluan Ta! apalagi Abi perginya jauh Ta!" desak Tias juga Mely


"Justru karena dia bakal pergi jauh! jadi buat apa gue bilang perasaan gue ini!" jerit Tita pada kedua sahabatnya.


"Dia juga nggak bakalan bisa berhubungan sama gue! kita udah dipisahkan duluan sebelum lagi gue sama dia bersatu! buat apa?!" tangis Tita lagi.


"Semuanya supaya elo bisa melanjutkan hidup loe! biar loe enggak ada penyesalan dikemudian hari Ta!" tegas Mely.


Kedua sahabat itu masih terus meyakini Tita, sementara gadis itu masih menangis dan ragu. "Ayooo Ta! dia bakal berangkat malam nanti! loe harus bilang sekarang atau elo enggak akan punya kesempatan lagi!" Mely dan Tias masih terus mendesak Tita.


Hati Tita gelisah, tangisnya benar-benar mewakili perasaannya yang sakit karena kehilangan. Tita sudah merasakan kehampaan.


"Berangkatlah nak! sampaikan kata hatimu pada dia, setidaknya jadikanlah itu kenangan baik diantara kalian." tiba-tiba mama mengatakan itu, hingga Tita seperti memiliki kekuatan kembali.


Benar kata mama, setidaknya itu akan menjadi kenangan baik untuk dirinya juga Abimanyu.


"Ayo.. mama antarkan kamu menemui dia!" ucap Mama lagi yang disambut senyum dan antusias sahabat-sahabatnya.


Setelah menempuh kepadatan kota Jakarta sore itu, akhirnya mereka sampai diBandara Soekarno Hatta. Mama, Tias dan Mely menemani Tita menyusuri ruang tunggu mencari sosok Abimanyu dikeberangkatan keluar negeri.


Tita yang terlebih dulu menemukan sosok Abimanyu, berlari mendekat kearah laki-laki yang dia cintai.. namun untuk melepasnya pergi



"Abiiiiiii!" jerit Tita, lalu dia merengkuh Abimanyu dalam pelukan penuh tangisnya.


Abimanyu membalas mendekap erat tubuh Tita. Membiarkan gadis itu menangis didadanya. Hatinya pun sebenarnya terluka, namun merasakan kepedihan yang dirasakan oleh Tita membuat dia tahu, selama ini Tita juga mencintai dirinya.


"Abi... Tita sayang sama Abi, Tita cinta sama Abi!" ucap Tita masih dalam pelukan Abimanyu disertai deras air matanya.


Abimanyu menarik nafas panjang, menahan kegetiran yang ia rasakan dihatinya.


"Ta.. Abi juga cinta sama Tita, Abi pergi ini demi masa depan kita. Abi berharap kamu mau menunggu." balas Abi masih memeluk erat gadis yang selama ini sudah dicintainya dalam diam.


Mama Tita, Tias, Melly juga ayah dan bundanya Abimanyu membiarkan kedua insan itu untuk saling berpamitan. Bunda turut menangis bersama mama Tita, menyaksikan pertemuan kedua anak kesayangan mereka itu tetapi untuk saling melepaskan.


Yoga mengusap punggung istrinya penuh perhatian. Dia tidak pernah menyangka, untuk Abimanyu kepergiannya untuk menimba ilmu terasa begitu beratnya, tidak seperti dirinya dulu.


Tita yang terlebih dahulu melepaskan pelukannya. masih menatap ke kedua mata Abimanyu dan jemari mereka saling bertautan.


"Untuk kita? kenapa Abi nggak pernah cerita hal ini ke Tita? Tita pasti akan menunggu.. kalau itu untuk Abi..Tita akan selalu berdoa untuk kesuksesan kamu" ucap Tita masih dengan derai air matanya.


"Aku cuma mau kamu bahagia.. menunggu itu berat Ta.. aku cuma ingin kamu bahagia sampai nanti aku kembali untuk mencarimu lagi..." jawab Abimanyu.


"Tapi Tita malah sediiih kamu mau pergi begitu aja.. sementara hati kita saling mencintai.." jawab Tita lagi.


"Iya... Abi salah... Abi cinta sama Tita, dan Abi janji Ta, akan tepat waktu menyelesaikan study disana! Abi juga ingin, ketika kita bertemu lagi, Tita sudah menjadi dokter seperti yang kamu cita-citakan" jawab Abimanyu sambil menghapus sisa air mata dipipi Tita.


Hati Tita begitu tergetar dengan apa yang dikatakan dan dilakukan Abimanyu. Sepanjang ia mengenal Abi, baru kali ini laki-laki itu banyak bicara bahkan mengungkapkan perasaannya.


Benar kata Tias dan Mely, jika bukan sekarang, Tita pasti akan menyesal seumur hidupnya. Walau pun tadi Abimanyu mengatakan akan mencari Tita suatu hari nanti.


"Ta.. Abi! ayoo kalian foto dulu berdua!" sela Mely


"Iyaaa... benar nak, ayoo foto dulu kalian berdua, yang mesra Bi! peluk bahu Tita!" desak ayah.


"Ta..." ucap Abi.

__ADS_1


"Iya.. Abi boleh pegang bahu Tita" jawab Tita yang sangat tahu pribadi Abi.


Lalu Abimanyu dengan mesra merangkul bahu Tita, memperlihatkan kepemilikannya terhadap gadis itu.


"Bergaya yang lain Ta!" pinta Tias


Lalu Tita gantian memegang bahu Abi dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya menunjukan lambang cinta.


"Ayooo... sana! kalian juga harus berfoto bersama Abi dan Tita! biar Tante yang ambil fotonya!" ucap Bunda.


Meraka akhirnya mengabadikan perpisahan itu dengan berbagai gaya manis sampai gaya lucu ala-ala mereka yang membuat Mama, Ayah dan Bunda tertawa.


Sampai ketika informasi keberangkatan pesawat yang akan membawa Abimanyu diperdengarkan dan Tita seketika langsung mengencangkan pegangan jemarinya ke tangan Abimanyu.


Matanya mulai membasah kembali.


"Tita.. aku pamit dulu yaaa... jaga baik-baik dirimu. Abi berharap kamu akan setia menunggu sampai aku kembali" ucap Abimanyu sambil mengusap air mata gadis yang dia cintai.


"Janji yaa Bi.. cepat kembali..Tita akan tunggu kamu pulang" sambil menangis lagi Tita sudah merengkuh Abimanyu dalam pelukannya lagi. Ayah mengusap-ngusap punggung Abimanyu.


Lalu Tita melepaskan pelukannya, Abimanyu kemudian pamit kepada mama Tita, mencium punggung tangan mama Tita dengan hormat.


"Tante akan jagain Tita untuk kamu. Disana baik-baiklah kamu belajar yaa nak!" pesan mama Tita.


"Iya..Tante .. terima kasih" jawab Abimanyu.


Kemudian dari kejauhan beberapa remaja berlarian menghampiri Abimanyu, mereka tak lain adalah Axsal, Daffa, Bima dan Aryo.


"Bi..!" Kata mereka bersamaan.


"Thanks Sal!" jawab Abimanyu


"Bro... sukses yaa! jangan lupa balik!" ucap Daffa sambil menjabat dan memeluk Abimanyu, yang dibalas dengan Abi.


"Thanks Bro" balasnya.


"Cepet balik man... kalau enggak Tita bisa diembat yang laen! sukses yaa jangan lupain kita-kita! ucap Aryo sambil memeluk Abimanyu.


"Tolong jagain Tita yaa.." balas Abimanyu sambil memeluk temannya itu.


"Selamat jalan Bi, baek-baek dinegeri orang!" ucap Bima sambil memeluk Abimanyu.


"thanks bro!" jawab Abimanyu


"Gue pamit yaa Mel, Yas.. gue titip Tita, tolong jagain dan hibur dia selama gue jauh.. terima kasih banyak, pasti elo berdua yang sudah ngeyakinin Tita sampai dia mau kesini.. makasih banyak. Gue janji, InsyaAllah begitu gue sukses, gue akan balas kebaikan loe semua!" ucap Abimanyu.


"Selamat jalan Bi, sukses selalu buat elo..jangan khawatir kita pasti jagain Tita buat elo!" jawab Tias dan Mely.


"Gue pamit... thanks kalian sudah mau pada datang!" ucap Abimanyu sambil melambaikan tangannya. Teman-temannya pun melakukan yang sama.


Abi masih menggenggam jemari Tita dengan tangannya yang lain. Hingga diperbatasan pintu masuk khusus penumpang.


"Ta.. Abi pamit pergi dulu ya.. I love you Ta!" Tatapan mata Abi lekat menatap Tita. Jemarinya mulai melepaskan jemari Tita.


"I love you Bi.." balas Tita tetap berusaha melihat kearah Abi walau air mata menghalangi pandangannya.


Ayah dan Bunda pun sudah berpamitan dengan Mama Tita dan semua sahabat putranya, lalu ayah merangkul bahu Abimanyu membawanya masuk, karena mereka sudah harus segera berada didalam pesawat.

__ADS_1


Sampai sosok Abi menghilang dari pandangan matanya, Tita masih belum mau beranjak dari tempatnya melepas kepergian Abimanyu.


Mama memberinya waktu untuk melepas semua perasaan kehilangannya Tita. Begitu juga semua sahabat Tita dan Abimanyu. Mereka hanya bisa terdiam menemani Tita. Sampai pada pengumuman bahwa pesawat yang membawa Abimanyu pergi, dinyatakan sudah berangkat. Tita akhirnya menangis dalam pelukan mamanya.


.


.


.


.


.


.


Tenang saja..


Perpisahan tak menyedihkan...


Yang menyedihkan adalah..


Bila habis ini saling lupa..


(Tenang Saja_ The Panas Dalam)


.


.


.


.


.


.


Aku pergi.. Gadis...


Membawa serta hatimu..


Tunggu ... aku akan kembali padamu...


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like dan komen kalian yaa... semua itu menambah semangat Author untuk menulis. Terima kasih buat semua Dfriends yang terus setia membaca tulisan recehku ini... semoga kalian selalu sehat dan tetap semangat terus yaa😍😍

__ADS_1


__ADS_2