My Favorite CEO

My Favorite CEO
53. Mochi


__ADS_3

Diujung dermaga, wajahnya yang tertawa lepas begitu indah tertangkap oleh mataku. Anak-anak laki-laki bertelanjang dada berlompatan dari ujung dermaga menuju air laut yang saat itu begitu terasa tenang.. hari ini tidak terlalu terasa panas, namun langitpun tidak mendung.


Membuat hari yang teduh itu seperti begitu serasi dengan keceriaan diwajahnya.


Burgundy solid A-line casual dress warna Maroon dengan jilbab broken whitenya yang dibiarkan terlilit rapih dilehernya semakin memperjelas tubuhnya yang tinggi tapi kurus itu.


Anak-anak yang berloncatan ke air laut menyipratkan buliran air-air laut yang membuatnya semakin tertawa riang.


Baguslah.. hari ini sepertinya dia bersenang-senang dan terbebas dari kewajibannya! batin Abimanyu


Ia tersenyum menyaksikan itu.


"Turunkan saja cemilannya disini Feb! bawakan kesana!" perintah Abimanyu, yang dipatuhi oleh Febry tanpa banyak bicara.


Abimanyu mengikuti dari belakang.


"Enggak usah bilang itu cemilannya dari siapa! kamu tinggal kasih aja!" ucap Abimanyu dari belakang Febry.


"Iyaa pak.." jawab Febry


Enggak dikasih tahu juga, dokter Annisa bisa nebak, makanan ini dari siapa.. please deeh pak..


Batin Febry.


"Dokteeer!" teriak Febry memanggil dokter Annisa.


Yang dipanggil memalingkan wajahnya ke arah suara yang memanggil. Demikian juga anak-anak yang mau meloncat lagi ke air laut. Mereka semua menatap kearah kedatangan Febry dan Abimanyu.


"Sebentar yaa anak-anak, ibu kesana dulu..kalian teruskan saja bermain!" ucap dokter Annisa.


Anak-anak itu mengangguk mengerti dan mereka melanjutkan lagi keasyikan mereka bermain.


"Darimana mas Febry tahu saya ada disini?" tanya dokter Annisa.


"Kebetulan tadi pas kami lewat menuju ke proyek melihat dari ujung jalan dokter sedang duduk didermaga sini!" jawab Febry.


"Ini! langsung dimakan es krimnya! kalau enggak meleleh!" ucap Abimanyu tiba-tiba memberikan Es krim produksi dalam negeri .. satu-satunya yang bisa dia peroleh dikota L.

__ADS_1


Entahlah, tadi sebelum dia pergi ke desa untuk melihat pekerjaan diproyek. Ia sangat ingin makan es krim, tapi karena dia tidak menemukan merk lain selain yang dia bawa saat ini, akhirnya dia memberi beberapa jenis dan terfikir.. untuk es mochi rasa greentea itu.. mungkin akan disukai dokter Nissa.


"Terima kasih.. saya suka mochi..." namun tiba-tiba airmatanya membendung. Dokter Nissa memalingkan wajahnya agar tidak terlihat oleh Abimanyu dan Febry kalau dia menangis.


Dokter Annisa menggigit es mochi itu tanpa bisa menahan airmatanya.


Abimanyu dan Febry menjadi salah tingkah.


"Hai!! apa yang kalian sudah perbuat?!" ucap salah seorang anak dalam rombongan yang tadi sedang berenang.


"Kenapa kalian membuat dokter Annisa menangis!?" tanya seorang anak lainnya.


Febry mengambil inisiatif untuk menenangkan anak-anak itu, menghalau dan membawa mereka menjauh dari Abimanyu dan dokter Annisa dengan iming-iming cemilan yang dibawanya.


Setelah Febry dan anak-anak tadi jauh dari posisi mereka saat ini, Abimanyu memberikan sapu tangannya.


"Hapus airmatanya... dikasih es krim kok malah nangis.. bukannya senang! bikin bingung aja!"


Ucap Abimanyu merasa serba salah.


"Maaf...." ucap dokter Annisa.


"Aku memang nggak salah, tapi aku bikin kamu bingung! makanya aku bilang maaf..."


"Naaah kalau begitu bisa nggak, kalau kamu enggak salah yaa udah jangan bilang maaf..maaf..maaf terus!"


"Kamu kok jadi marah-marah sih.."


"I..ii iyaa.. aku nggak maksud marah-marah... aku itu bingung... kamu kenapa nangis?"


"Mochi itu duluu... cemilan kesukaan almarhumah mama.. dulu aku, mama sama papa melewati hari kebersamaan kita dengan makan sama-sama dalam mangkuk besar, es krim yang diberi bermacam-macam mochi buatan mama.. dan karena hari ini aku bisa makan es krim mochi... bertambah kangen aku sama almarhumah mama.." Menderas airmata Dokter Annisa.


"Sudah berapa lama kamu enggak pulang?" tanya Abimanyu melembut.


"Sudah sangat lamaaa... semenjak papa .." kalimat dokter Annisa terputus.


"Es krim mochinya enak... terima kasih pak Abi" ucap dokter Annisa lagi mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


Abi terdiam, Ia melihat wajah dokter Annisa yang masih tertunduk dan memilin-milin sapu tangannya.


"Saya akan ke anak-anak itu lagi.. terima kasih banyak untuk cemilan-cemilan itu .. juga es krim mochinya pak Abi.." ucap dokter Annisa ingin berlalu dari situ.


"Kapan kamu bisa untuk pulang dulu? aku akan antarkan !" cegah Abimanyu sebelum dokter Annisa menjauh.


Dokter Annisa tidak menjawab.. dia tetap meninggalkan Abimanyu sendiri disitu.


Abimanyu menatap dokter Annisa yang menjauh..


Ia memperhatikan tangan dokter Annisa yang melambai pada anak-anak yang mengajak kepadanya untuk mendekat.


Abi berbalik .. ia pun pergi dari sana disusul oleh Febry yang berlari mengejarnya.


Dokter Annisa berbalik sekilas..melihat punggung Abimanyu yang pergi.. Ia menarik nafas panjang....


Membuangnya perlahan...bersama segala beban yang menghimpit hatinya...


.


.


.


.


.


.


.


.


Biarkan..


Hati ini tak termiliki...

__ADS_1


Maaf...


__ADS_2