
"Sayang sarapan dulu yuk, mumpung Rama dan Basmah masih dipegang Nini sama Akinya" ucap Abimanyu setelah melihat Annisa menghabiskan susunya.
Annisa mengangguk atas jawaban ajakan Abimanyu.
Abimanyu mencoba melayani istrinya, penghiburan itu karena ia merasa sudah menyakiti hati wanita yang amat dicintainya dan baru saja melahirkan buah hatinya.
Dibeberapa literatur mengenai ibu mengandung, melahirkan dan menyusui ia pernah membaca tentang "baby blue syndrome" yaitu perasaan lelah, sedih dan khawatir yang terjadi pasca ibu melahirkan anak pertamanya.
Kehadiran bayi dapat membuat ibu merasa bingung dan khawatir terkait cara merawat bayi dengan baik dan apakah mampu menjadi ibu yang bertanggung jawab.
Kekhawatiran dan kegelisahan ini pada akhirnya menyebabkan perubahan suasana hati, sulit tidur, kehilangan nafsu makan, mudah sedih, mudah marah, dan menangis tanpa alasan.
Dan Abimanyu tidak ingin wanita yang dicintainya itu mengalami baby blue syndrome, karena tanpa itu pun mereka harus selalu mewaspadai keadaan Basmah.
Abimanyu sesekali menciumi pelipis istrinya yang sedang perlahan menghabiskan sarapan yang sudah disiapkan olehnya.
Beberapa kali ia juga menarik nafas panjangnya sambil menatap Annisa. Wanita yang dinikahinya dan sampai melahirkan buah hati mereka, Annisa belum pernah mengeluh ataupun menyusahkannya. Hal itu yang membuat hatinya ikut terpukul dan sangat bersedih.
Hanya karena ulah bekas pacarnya, hati wanita yang tulus dan sangat baik ini harus terluka.
"Sudah mas ... aku sudah kenyang" ucap Annisa lembut sambil menyandarkan punggungnya disandaran kursi makan.
Abi tersenyum dan mengelus kepala Annisa.
"Sayang ... jangan merisaukan hal-hal yang tidak penting ya ... yakin dan percayalah sama mas" ucap Abimanyu penuh kelembutan.
"Setelah lihat gambar Tita seperti itu ... apa mas menyesal menikah sama aku?" tanpa diperintahkan airmata itu mengalir kembali dari matanya.
"Sayang ... seperti mas bilang tadi malam, wanita yang mas inginkan cuma kamu. Jangan difikirkan lagi yaa .. perempuan b*j*ng*n itu akan senang kalau kamu terpengaruh, artinya jebakanan dia berhasil terhadap kamu, sore ini semua akan mas selesaikan bersama kedua orangtuanya. Percaya sama mas ya!" jawab Abimanyu tegas, lalu ia mengusap air mata Annisa.
"Jangan nangis terus ... matanya indahnya jadi bengkak ini!" ucap Abimanyu lagi sambil lembut mencium kedua mata Annisa.
Kemudian terdengar suara tangis Rama dan Basma yang digendong Nini dan Akinya.
"Nis ... laper ini kayaknya twins!" ucap Ayah sambil menyerahkan Basmah ketangan Annisa.
"Aki sedih ... Basmah kalau nangis, bibirnya juga jadi semu biru gitu" ucap ayah dengan wajah sedih.
"Iya .. Yah, mudah-mudahan semua akan baik-baik saja buat Basmah" jawab Annisa menenangkan mertuanya.
__ADS_1
"Iya, mudah-mudahan" balas Ayah Yoga sambil mengusap kepala cucunya.
"Kita dikamar yuk, biar kamu juga enak menyusuinya" ucap Abimanyu sambil membawa Rama dan mereka akhirnya masuk ke dalam kamar.
Setelah Annisa sudah merasa nyaman, twins diletakan dibawah p*y*d*r* Annisa kiri dan kanan, kaki-kaki twins ada dipinggang ibunya dengan bantalan yang ditaruh tepat dibawah kepala twins, posisi ini disebut twins football hold. Abimanyu kemudian membantu kedua bayinya untuk meletakan mulut mungil mereka sempurna menutupi area areola hingga dapat menghindari lecet pada p*t*n* Annisa.
Abimanyu terus mendampingi Annisa sambil terus mengusap kepala istrinya dan menciuminya.
"Terima kasih sayang .. untuk semua yang kamu lakukan untuk anak-anakku" ucap Abimanyu penuh ketulusan.
"Anak-anak kita mas ... twins kan anakku juga" jawab Annisa lembut.
"Iyaa.. anak-anak kita" balas Abi sambil mencium kepala Annisa lagi.
Kedua buah hati mereka sudah tidak menangis lagi, asik dengan ASI ibunya, Annisa kemudian melantunkan salawat yang begitu merdu, membuat dikedua sudut mata Abimanyu membasah.
Rama memegang jemari Abimanyu, Abi tersenyum, begitu lembut hatinya tersentuh. kemudian Abi turut melantunkan salawat dengan lembut beriringan dengan suara istrinya yang menyejukkan.
Sampai kedua buah hatinya itu tertidur dan hisapan bibir mereka di p*t*n* ibunya melemah dan akhirnya terlepas sendirinya.
Abi menghampiri Annisa, memberikannya air mineral, setelah itu Annisa habis meminumnya.
"Sekarang ibu bisa mandi air hangat, aku siapin yaa" lembut Abi memperlakukan istrinya.
Shower sudah dipersiapkan pada posisi kehangatan yang pas untuk tubuh, lalu ia membantu membukakan piyama istrinya. Mencium sebentar dileher dan bahu istrinya menandakan sayangnya ia pada Annisa.
Yang diperlakukan begitu manis tersenyum hangat sambil bertopang pada leher suaminya.
"Istri siapa sih ini? manis banget" ucap Abi mendayu ditelinga Annisa.
"Istri nya pak Abi .. yang gantengnya ngelebihin opa Hyun Bin!" jawab Annisa bercanda.
"Beneran gantengan aku?" Abi membalas candaan istrinya dan dengan lembut bi**rnya sudah menyatu dengan b**ir Annisa, bahkan berbalas yang membuat ia ingin lebih dari ini.
Mereka sudah saling berpagutan, saling memuaskan dibawah derasnya air. Annisa dengan caranya memberikan pelepasan pada Abi yang membuat namanya terus disebutkan oleh bibir suaminya.
Merasakan kebahagian tersendiri buat Annisa karena suaminya begitu bahagia menyebut namanya.
__ADS_1
"Terima kasih sayaaaang.." ucap Abi dibawah guyuran air, matanya begitu lembut dan memuja pada Annisa, dil**atnya lagi b**ir Annisa.
Mandi pagi itu berakhir dengan drama saling menyentuh dan memberi. Yang akhirnya membuat Abimanyu kembali tertidur dengan rambut yang masih basah.
Annisa tersenyum melihat suaminya begitu nyenyak tertidur. Akhirnya ia sendiri keluar dari kamar dan menuju keruang makan kembali, perutnya merintih kelaparan lagi setelah aktifitas menyusui dan bercinta.
Melihat bunda yang masih berada didapur, Annisa langsung menghampiri mertuanya.
"Bunda masak apa lagi?" tanyanya
"Bunda buatkan sayur daun katuk buat kamu, makan yaa.. pasti habis nyusuin kamu jadi lapar" balas bunda sambil menuangkan semangkuk sayur bening daun katuk yang ditemani potongan wortel dan pipilan jagung manis.
"Mmmmm pasti anget diperut ini Bun" ucap Annisa bahagia.
"Ayoo.. kamu kemilannya sekarang sayur yaa.. sebentar bunda juga sudah nyiapin salad sayur campur buah buat kamu" ucap bunda lagi begitu bersemangat melihat Annisa yang melahap sayur yang dibuatnya.
"Mamaciiih Bubun ..." balas Annisa sambil mencium pipi mertua rasa ibu kandung itu.
Bunda menepuk sayang pipi menantu kesayangannya itu sambil tersenyum.
Begitu mudah hatinya terhibur kembali. Ia menyadari cinta dan kasih sayang tulus yang diberikan suami dan mertuanya. Ia tidak ingin merusaknya dengan tingkah laku yang membuat orang-orang yang menyayanginya menjadi marah ataupun kesal. Ia akan hanya berbahagia.
Semua bahagia pun
Ada cobaannya ..
Namun aku hanya akan memilih
MempercayaiNYA
Dalam segala tunduk dan penghambaanku.
Dulu .. kedukaan menyelimuti
Namun .. hadiahnya adalah Bahagiaku saat ini.
Maka untuk apa aku kini bersedih..
Bahagia pun ada cobaannya ..
__ADS_1
Karena Atas KehendakNYA semua ini terjadi.