My Favorite CEO

My Favorite CEO
3. Perkenalan Pertama


__ADS_3

Hari itu pertandingan Class Meeting Basket dimenangkan oleh kelas Abimanyu. Sampai menjelang penyerahan hadiah, sambutan dan pengumuman libur sekolah, acara diisi oleh seni dan hiburan, persembahan dari masing-masing kelas.


Abi yang saat ini sedang mendinginkan badannya duduk-duduk dipinggir lapangan tak jauh dari panggung.


Pengisi pertama ternyata dari kelas XI IPA 1, Tita dan beberapa teman kelas mereka sudah berdiri diatas panggung. Mereka melakukan Yel-Yel kelas yang disambut tepukan dan sambutan antusias dari teman-teman yang lain dibawah panggung.


Setelah Yel-yel, kemudian diatas panggung hanya tinggal anak-anak band dari kelas XI IPA 1 dengan vokalis Tita dan Dafa.


Abimanyu memperhatikan sekilas mereka dipanggung.


Duet Tita dan Dafa serta keharmonisan nada mereka membawakan lagu Kenangan manisnya Pamungkas diberi apresiasi tepukan dan teriakan teman-teman lainnya.


Tawa yang terlepas tanpa ada makna


Cerita lama yang selalu dibawa


Diam-diam hati ini mengerti


Teringat dan jadi ciri tentangmu, tentangmu


'Tuk sementara, sampai berjumpa


Bersama-sama, bercanda lagi


Kenangan manis di hari ini


Jadi alasan untuk kembali


Semua mimpi tinggi dan segala drama


Dijadikan canda, dikeluh bersama


Terkadang-kadang mata bicara


Seakan-akan semua rahasia


Oh, kebodohan antara kita jadi kenangan manis


'Tuk sementara, sampai berjumpa


Bersama-sama, bercanda lagi


Kenangan manis di hari ini


Jadi alasan untuk…


Mereka semua menyanyikan lirik reff lagu itu bersama-sama.


Abimanyu hanya memperhatikan dari bawah panggung sambil memainkan handuk kecil yang ada ditangannya.


"*****... Tita manis eeeeyyy" seru Aryo disamping Abi. Abi hanya diam saja. Setelah Tita dan Dafa selesai bernyanyi dan turun dari panggung, Abimanyu juga berdiri meninggalkan keramaian dipanggung. Dia menuju kelasnya.


Abimanyu mengganti kaosnya yang basah begitu saja didalam kelasnya yang sepi, membereskan semua buku dan barang pribadinya.


Ternyata Tita saat ini juga masuk kedalam kelas, dia juga mau membereskan semua buku dan barang pribadinya kemudian menyusul teman-temannya yang sekarang sudah berkumpul dibawah panggung.


Ketika dia tahu Abi ada didalam kelas, Tita langsung menuju mejanya tanpa menoleh atau menyapa. Dia sudah tahu Abimanyu tidak akan menjawabnya walaupun dia menyapa laki-laki itu.


Abimanyu sudah selesai, dia sengaja menghampiri Tita sebelum keluar kelas. Tita menyadari kalau saat ini Abimanyu melangkah mendekati mejanya.


Tita memalingkan wajahnya, kearah kedatangan Abi.


"Tadi bagus nyanyiannya" ucap Abi.


"Terima kasih, selamat juga tim kalian jadi juara 1 tadi." balas Tita berusaha ramah dengan senyumnya yang manis.


"hmmm.. gue duluan Ta!" jawab Abi sambil berlalu keluar dari kelas.


Setelah Abi tidak terlihat lagi, Tita langsung mendudukan dirinya dikursi.


"Barusan.. nggak salah dia yang nyapa aku?" Batin Tita.


Sementara diluar, Abi langsung memegang dadanya lagi. " gue mesti istirahat niih.. debarannya kenceng lagi, gue harus cerita niih sama bunda biar bisa diperiksa kedokter aja deh"

__ADS_1


Lalu Yoga memasuki ruangan guru piket saat itu, Dia meminta izin untuk pulang terlebih dulu dengan memberikan ciri-ciri dirinya tiba-tiba kurang sehat. Guru piket pun mengizinkan.


\=\=\=\=\=


Sesampainya dirumah.


"Hon... anaknya sudah pulang tuuh" ucap Nindy pada suaminya.


Yoga yang sedang berkutat didepan laptopnya menoleh pada Nindy.


"Ok, sebentar aku keluar Sayang.." jawab Yoga.


Nindy menutup kembali ruang kerja suaminya. Lalu melangkah mendekati kamar putranya. Mendengar gemericik air dari dalam kamar mandi putranya, Nindy hanya menaruh gelas susu hangat untuk putranya itu lalu keluar lagi dari sana.


Nindy kembali ke dapur, membantu bibi yang sedang mengukus pangsit bayam keju dan somay ikan yang tadi pagi Nindy buat. Kemudian Nindy memotong-motong buah Nanas Madu dan semangka sebagai pelengkap cemilan sore.


"Bun... bunda..." Abimanyu memanggil bundanya.


"Bunda didapur nak!" suara Nindy setengah berteriak agar putranya mendengar.


Abimanyu segera menghampiri bundanya didapur, memeluk bundanya yang sedang menata buah diatas piring dari samping.


"Kenapa... sayang.." tanya Nindy pada putranya.


"Bun..tadi sempat 2 kali setelah Abi main basket, dada Abi bergemuruh Bun.. kenceng bangeet."


Nindy langsung melepaskan semua yang sedang dipegangnya. Dia menghadap kearah putranya.


"Sesak nggak nak waktu kamu berdebar itu?" Selidik Nindy.


"Kenapa sayang? siapa yang sesak?" tanya Yoga yang mendengar pertanyaan Nindy khawatir.


"Ini Hon... Abi, dia bilang tadi habis dia main basket, 2 kali dia merasa dadanya bergemuruh kencang." jawab Nindy.


Yoga coba melihat wajah putranya.


"Aku panggil dr. Herry, biar dia periksa Abi sekarang! bawa Abi kekamarnya sayang."


"Yah.. Bun.. tapi sekarang sudah enggak, sekarang Abi sudah ngerasa biasa-biasa aja.."


Nindy membawa putranya masuk lagi kedalam kamarnya, melihat gelas kosong yang tadinya berisi susu hangat, membuat Nindy senang. Abimanyu diminta untuk berbaring diatas tempat tidurnya. Nindy mengusap lembut rambut putranya.


"Sebentar lagi om Herry sampai, tadi dada kamu bergemuruh itu pas masih main basket atau sewaktu istirahat?" tanya Yoga.


"Udah nggak lagi ngapa-ngapin Yah.. tahu-tahu dada Abi bergemuruh gitu aja, Abi nggak merasa sesak Bun, cuma agak susah bernafas sebentar aja bener-bener cuma sebentar trus biasa lagi."


Yoga dan Nindy sudah sangat khawatir akan keadaan putra mereka. Maklumlah Abimanyu hanya satu-satunya anak mereka, seperti juga Nindy dan Yoga.


Yoga ikut mendudukan dirinya disisi tempat tidur putranya. kekesalannya tadi menguap begitu saja oleh rasa kekhawatirannya.


Lalu pintu kamar diketok oleh Bibi.


"Iya.. masuk saja bi" ucap Yog


"Bapak.. dr. Herry sudah datang.." ucap bibi.


"Bawa dr. Herry naik kekamar Abi yaa Bi" jawab Nindy.


"Baik Bu.."


Selanjutnya dr.Herry sudah melakukan pemeriksaan terhadap Abimanyu. Namun setelah diperiksa keadaan Abimanyu baik-baik saja, bahkan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Oleh sebab itu, dr. Herry menyarankan apabila gejala itu datang lagi, Abimanyu harus segera dibawa kerumah sakit. Agar lebih lengkap pemeriksaannya.


Meyakini apa yang dikatakan oleh dr.Herry, Yoga dan Nindy jauh lebih tenang. Dan ketika Yoga mengantar dr.Herry sampai didepan rumahnya, Ia melihat gerombolan anak-anak SMA didepan pos Security rumahnya. Setelah dr.Herry pamit dan keluar dengan mobilnya, seorang Security berlari kearah Yoga.


"Bapak, mohon maaf.. itu adalah teman-teman sekolahnya den Abi, mereka izin boleh tidak menemui den Abi?"


"Biarkan mereka masuk, bawa mereka ketaman samping yaa pak, biar Abi yang menemui mereka di Gasibu"


"Baik pak."


Lalu Yoga masuk kembali kedalam rumah, memberitahu kepada putranya kalau teman-teman sekolahnya datang.


"Mau apa mereka datang?" bisik Abimanyu kurang suka.

__ADS_1


"Bi.. itukan teman-temanmu, bunda senang mereka mau main kerumah kita.. ayoo sana temui?"


"Ya Bunda, terima kasih Yah"


"Mmmm" jawab Yoga sambil memperhatikan putranya keluar dari kamar.


"Aku seusia Abi sudah melalang buana dinegeri orang, anak itu .. temannya datang aja keliatan nggak suka!"


"Coba... kalau dia tidak seperti kamu, berarti sifat Abi itu lebih mirip siapa?" tanya Nindy.


"Kamu sayang? kamu seperti itu dulu? sepi sekali masa remajamu.." goda Yoga ke Nindy.


"Kalau enggak karena sifat Nin seperti itu.. bagaimana bisa.. Aa yang mengambil pertama kali segalanya!" jawab Nindy sambil merangkul leher suaminya manja. Yoga tersenyum manis mendengarnya.


"Bun... Yah... teman-teman Abi mau kenalan sama Ayah dan Bunda."


Nindy lalu melepas rangkulannya, dan berdua bersama Yoga mengikuti langkah Abimanyu menemui teman-teman putra mereka.


\=\=\=\=\=


Ditaman samping halaman rumah Abimanyu.


"Gileee... bener si Abi emang tajir melintir tuh anak!" ucap Bima


"Gimana dia nggak jago basket! tuuh.. dia aja punya lapangannya khusus. kapan-kapan kita latihan aja dirumahnya!" sahut axsal.


Sebenarnya teman-teman sekolah Abi adalah anak-anak dari kalangan kelas menengah keatas, tapi mereka sendiri begitu takjub dengan kemewahan rumah Abimanyu.


"Assallamualaikum..." sapa Nindy dengan ramah kepada teman-teman putranya.


"Waalaikumsalam Bunda..." jawab Mely menyambut keramahan Nindy.


"Apaan siih Mel.. langsung sok akrab gitu.. maaf Tante, teman saya kecentilan!" sela Axsal sambil mencium tangan Bunda dan Ayahnya Abi.


Yoga dan Nindy tersenyum hangat, tidak dengan Abi.


"Panggil Bunda juga nggak apa-apa..kan lebih akrab." Goda Nindy pada putranya, tapi Abi memberengut tidak suka. Nindy hanya tersenyum melihat mimik putranya.


"Saya Tita.. Om.. Tante.." sapa Tita memperkenalkan dirinya. Nindy melirik kearah Abimanyu, dan putranya terlihat tersenyum tipis saat gadis itu memperkenalkan dirinya.


"Panggil saja Bunda dan Ayah .. Tita.. biar kita bisa akrab." jawab Nindy yang membuat Abi salah tingkah. Yoga membaca gelagat yang sama seperti istrinya, lalu dengan sengaja berlama-lama memegang jemari Nindy yang tadi memberikan Salim hormatnya.


"Ayah.. seperti pernah lihat kamu deh Ta.. tapi dimana yaa? kok Ayah lupa yaa.." goda Yoga kepada putranya.


"Mikir sih mikir yah... dilepas kali tangan Titanya!" ucap Abi memberengut.


"eeehhh iyaaa... kamu tadi ngehipnotis ayah ya Ta?" Ayah masih menggoda putranya.


Semua tertawa kecuali Abi.


Tita menyukai kesan pertamanya berkenalan dengan Ayah dan Bundanya Abi. Karena keduanya sungguh jauh berbeda dengan Abimanyu yang cenderung bicara ala kadarnya saja. Tita pernah membaca profil mengenai kesuksesan ayahnya Abimanyu disalah satu majalah terkemuka, dan memang Ayahnya Abi terkenal dengan sosoknya yang low profile dan supel.


Yoga dan Nindy mempersilahkan teman-teman putranya untuk menikmati kebersamaan mereka disore hari itu. Sementara Nindy dan Yoga kembali masuk kedalam kamar mereka.


Nindy bersandar didada suaminya


"Aku tahu akhirnya siapa yang membuat dada anakmu bergemuruh!" ucap Yoga sambil mencium bahu istrinya.


"Mmmm yang tadi namanya Tita yaa Hon?" Jawab Nindy sambil mempermainkan jemari suaminya.


"Yang bikin anakmu senyum-senyum tipis nggak jelas gitu.." sela Yoga


"Abi itu .. gemesin.. gayanya so cool!"


"Anaknya gemesin.. momynya bikin dadynya bergairah terus..!" Goda Yoga.


.


.


.


Dan selanjutnya kalian sudah pasti tahu apa yang dilakukan Momy and Dady Bucin itu kaaan...

__ADS_1



__ADS_2