My Favorite CEO

My Favorite CEO
96. Memenuhi Janji


__ADS_3


Berdua mereka menunggu di sebuah lobby hotel. Annisa menautkan jemarinya pada jemari Abimanyu.


Abimanyu tersenyum memperhatikan wajah Annisa yang begitu dekat dengan wajahnya. Annisa menebak apa yang ada dalam fikiran Abimanyu.


"Jangan senyum-senyum ... pasti .. ingat yang tadi pagi yaa .." bisik manja Annisa.


"Itu akan selalu aku ingat ..." balas Abimanyu yang berakibat pukulan tidak menyakitkan dilengan Abimanyu disertai senyuman malu Annisa.


Tidak berapa lama kemudian ketika pintu lift hotel terbuka.


"Nisaaa...." panggilan lemah lembut itu merebakkan senyumnya.


Annisa memeluk Rania dengan rasa bahagia dan bangga, karena wanita itu sudah sangat kuat dan sangat berani hingga mampu bertahan selama ini.


"Aku bangga dengan keberanian mba Rania, harus terus seperti itu mba... aku bahagia bisa memelukmu!" ucap Annisa sungguh-sungguh. Rania tersenyum tulus pada Annisa.


"Mba Rania .. perkenalkan suami Nisa .. ingat ..? kebahagiaanku sendiri .." ucap Nisa bangga. Lalu Abimanyu menangkupkan kedua tangannya sambil memperkenalkan dirinya.


"Senang bertemu dengan anda, saya Abimanyu suami Annisa" ucap Abimanyu memperkenalkan diri.


"Senang bisa mengenal anda Abimanyu, saya terlalu bahagia hari ini setelah kemarin anak-anak dan mas Rio bercerita kalau mereka bertemu dengan Annisa, saya juga sangat ingin bertemu Annisa hari ini. Aku ingin menunjukan apa yang ia katakan padaku itu benar. Akulah yang membuat bahagia atau sedih keluargaku, dan aku memilih membahagiakan keluargaku Nis.." Rania memeluk Nisa lagi dengan bahagia.


"Aku yang akan memenangkan penyakit ini!" ucapnya lagi dalam pelukan Annisa.


"Aku sangat bahagia mendengarnya mba...!" ucap Annisa tulus sambil membelai pipi Rania bangga.


"Jangan marah yaa Bi .. aku pernah meminta Annisa untuk menjadi istri suamiku dan Ibu buat anak-anakku! begitu aku bisa melaluinya sampai hari ini ... aku tidak tahu Na, apa yang terjadi.. terima kasih kamu sudah menyadarkan aku!" ucap Rania lagi sambil juga menangkupkan kedua tangannya kewajah Annisa.


"Kita foto dulu, ini momen paling berharga!" ucap Rio sambil meminta bantuan petugas hotel untuk mengambil foto mereka berempat.


Lalu dari arah belakang, suara Rara terdengar memanggil Annisa

__ADS_1


"Ibu Annisa! lihat..! masih ingat ini nggak?"



"Aiiiihhh .... Ra, kamu masih memakainya? dan masih bagus sekali tasnya Ra!" ucap Annisa takjub, karena tas rajut slempang yang ia berikan sebagai kenang-kenangan masih bagus terawat.


"Pasti akan sangat baik-baik Rara menjaganya Bu .." lalu Annisa memeluk gadis itu bersyukur. Abimanyu dan Rio tersenyum melihat itu.


"Bantalku juga masih ada Bu! tapiiii malulah kalau masih aku bawa-bawa! jadi aku simpan dikamarku!" sela Rasya sambil mendekat kearah Annisa.


"Iyaaalah... aku juga malulah kalau bantal itu kamu bawa-bawa ... anak mamih bangeet jadinya!" ledek Annisa yang disambut tawa semuanya.


Lalu Abimanyu juga meminta bantuan pada petugas hotel untuk mengambil foto mereka.


Tidak disangka malah seluruh pegawai hotel yang ada di lobby pun meminta persetujuan Abimanyu untuk bisa berfoto bersama mereka.


Lalu gantian Annisa yang mengabadikannya.


Mereka mengucapkan terima kasih bahkan mengajukan jika Abimanyu bersedia berbulan madu dihotel mereka.


"Nanti, saya bicarakan dulu dengan istri saya ya!" jawab Abimanyu sopan.


"Pah... memangnya suaminya Bu Annisa siapa? artis? kok dimintain foto sih pah?" tanya Rasya pada papanya.


"Suami dokter Annisa itu pewaris tunggal kekayaan Dirgantara Aviation dan beberapa rumah sakit nak. Ayah om Abimanyu, dan om Abimanyu sendiri sangat kaya raya!" jawab Rio sambil mengacak rambut anak laki-lakinya.


"Waaaa kereeen dong!! untung tadi kita foto juga ya Pah!" jawab Rasya yang disambut tawa Rio, Rania dan Rara.


Annisa dan Abimanyu menemani Rara dan Rasya berenang, mereka bermain lempar koin beberapa kali permainan Rara dan Annisa yang memenangkannya.


"Kita sih ngalah yaa Om.. biar bahagia para wanita ini!" goda Rasya yang disambut tawa Abimanyu.


"Ahh.. kalah mah kalah aja!" jawab Rara sambil menyimprati air kearah adiknya sehingga mereka sekarang perang air didalam kolam.

__ADS_1


Rania dan Rio tersenyum melihatnya, mereka saling merangkul. Sesekali Rania menyuapi Rio potongan buah. Begitu banyak camilan, buah pudding dan minuman yang dipesan oleh Abimanyu. Laki-laki itu ingin membuat hari ini menjadi perkenalan dirinya yang berkesan buat Rio, Rania, Rara dan Rasya.


Selanjutnya Rasya mengajak perlombaan berenang antara dirinya melawan Rara, lalu Abimanyu melawan Annisa. Dan perlombaan yang disesi pertama dimenangkan Rasya, membuat anak laki-laki itu berteriak menyemangati Abimanyu. Namun, karena istrinya yang menjadi lawannya, Abimanyu seolah-olah kalah. Sehingga Rara begitu senang dengan kedudukan satu sama.


"Aaa... om curang! om pasti ngalah sama Ibu!" teriak Rasya sambil menyimprati Abimanyu air kolam, akhirnya perang air dimulai lagi antara Abimanyu Annisa melawan Rara dan Rasya.


"Istirahat duluuu yuuuu... kasian niih istriku lihat niih kulitnya jadi keriput begini kedinginan." teriak Abimanyu pada Rasya dan Rara.


"Iyaa deh .. istirahat dulu yaa d, cape!" sahut Annisa lagi.


"Iyaaa!" jawab Rasya


Lalu mereka naik dari kolam, Abimanyu memakaikan kimono mandi pada Annisa, mengeringkan wajah istrinya, lalu memakai kimono mandi untuk dirinya sendiri.


Annisa mengeringkan rambut Abimanyu, kemudian mereka menghampiri meja dipinggir kolam, dimana Rio dan Rania duduk, dan bahkan saat ini Rasya dan Rara juga sudah duduk dan sedang menikmati spaghetti, kentang goreng dan sosis bakar mereka.


Annisa menuangkan teh sereh hangat tanpa gula untuk Abimanyu yang menyesapnya perlahan. Lalu menikmati potongan hasselback garlic bread dari piring kecil yang disiapkan istrinya.


Lalu mereka bercengkrama, membicarakan banyak hal dan cerita. Kemudian Abimanyu bertukar nomor telpon dengan Rio dan Rasya. Selanjutnya Rara dan Rasya melanjutkan renangnya, namun tidak dengan Annisa dan Abimanyu, mereka memilih untuk ke kamar yang mereka akhirnya pesan, untuk membersihkan diri.


Dalam guyuran air dari shower yang sama, keduanya malah asik bermain sendiri.


Setelah mandi, Annisa hanya mengenakan lingerie tipisnya, mengeringkan rambutnya dengan hairdryer yang disiapkan pihak hotel, ketika ia keluar kamar mandi, dilihatnya Abimanyu hanya mengenakan celana pendeknya sedang menerima telpon.


Iseng, lalu Annisa menyematkan Bunga yang sengaja diletakan pihak Hotel diatas tempat tidur mereka ketelinganya. Menyunggingkan senyum indah, menggoda pada Abimanyu yang sedang menerima telpon dari Febry terkait pekerjaan.



Abimanyu melirik tingkah nakal istrinya diatas tempat tidur. Namun tidak bisa tidak pandangannya akhirnya terpusat pada kulit putih istrinya, dan tatapan Annisa yang selalu membuat Abimanyu bertekuk lutut.


Mata istrinya terlalu cantik, seperti selalu menjadi magnet yang menarik Abimanyu kearahnya. Ia bersyukur Annisa memilih menyimpan semua keindahan itu dibalik hijabnya, jika tidak mungkin setiap hari pekerjaannya hanya mengikuti kemana saja istrinya itu berada, agar Ia tidak kehilangan.


Abimanyu masih menerima panggilan, namun godaan istrinya juga menggiurkan membuat Ia dengan sengaja menarik halus tangan Annisa hingga jatuh tertidur dengan kepala Annisa dipangkuan Abimanyu.

__ADS_1


Tangannya yang lain akhirnya sibuk dengan kegiatan lain dikulit halus istrinya, sementara tangan yang satunya masih menggenggam Handphone.


__ADS_2