
Tak sekalipun...
Pernah menyesal..
Tuk memilih bersamamu..
Memperjuangkan yang kita punya ...
Disini juga tak apa ..
karena saling punya ..
Begini juga tak apa ..
karena kita bersama
Percayalah..
Akhirnya...
Suatu hari nantinya..
Semua ini akan jadi...
Cerita .. yang indah ...
Lagu dengan syair yang seakan mewakili perjalanan cinta mereka membawa hati Abimanyu dan Annisa dalam kesyahduan.
Saat ini mobil yang membawa mereka hampir sampai dikediaman orang tua Abimanyu.
Annisa menatap selalu penuh arti kepada calon suami yang ada disampingnya sejak saat dicintai Abimanyu. Hari ini langkah besar menuju jenjang selanjutnya. Bertemu dengan Ayah dan Bunda Abimanyu.
Annisa memaksa agar diperbolehkan oleh bunda membuatkan masakan siang ini sebagai tanda terima kasihnya kepada Ayah dan Bunda Abimanyu.
Dia tidak tahu hal apa lagi yang bisa Ia berikan, karena kekayaan kedua orang tua Abimanyu pasti sudah memenuhi keinginan mereka.
Yang akhirnya Bunda menyetujui.
Jemari Abimanyu yang terus mengelus jemari Annisa yang ada digenggamannya, membuat gadis itu merasa amat dicintai. Abimanyu memalingkan wajahnya menyadari dirinya sedari tadi ditatap oleh Annisa. Lalu dia tersenyum.
"Mmmm?" ucap Abi merasa tahu ada sesuatu yang ingin dikatakan Annisa.
"Aku sopan nggak sayang... kalau nanti minta bunda saja yang mengkonsepkan resepsi pernikahan kita? aku pingin semua penuh makna .. seperti bunda dulu menyiapkan pernikahannya" ucap Annisa.
"Kamu enggak kepingin konsep resepsi pernikahan seperti yang kamu inginkan? ini sekali seumur hidup loh!" balas Abimanyu memberikan pertimbangan.
"Makanya.. aku ingin menyerahkan segalanya pada Bunda yang lebih faham Bi... sopan nggak kalau aku banyak mintaa.." ucap Annisa lagi memanja.
"Coba nanti begitu dirumah, sayang tanya langsung sama Bunda. Aku sih enggak keberatan... apapun yang membuat kamu senang" jawab Abimanyu masih terus memainkan jemarinya dalam genggaman jemari Annisa.
"Xixi aku nggak sabar pingin bahasnya sama bunda. Terima kasih yaa Bi.." ucap Annisa lagi penuh kesyukuran.
"Mmmm" jawab Abi.
Ponsel Abimanyu berdering, dengan tangan lainnya Abimanyu mengangkat panggilan itu.
"Ya Xal!" sapanya.
"Bi, sudah diJakarta?" balas Axsal diseberang sana.
"Iyaa.. baru saja Xal. ini lagi menuju rumah"
"Mumpung disini, kita ketemuan yaa malam ini!"
"Ok. kita ketemuan di resto hotel M lagi yaa! sekitar jam 19.00 kabarin semua teman-teman kita yang biasa ya!" jawab Abimanyu lagi.
"Ok bro ! sampai ketemu nanti !" tutup Axsal.
"Nanti malam, ikut yaa .. aku pingin memperkenalkan kamu sama sahabat-sahabat SMA ku" ucap Abimanyu.
"Waaaa... aku mesti dandan cantik niih, pasti ada mantan kamu kan Yang!" jawab Annisa.
__ADS_1
"Cuma mantan" balas Abimanyu sambil mencium jemari Annisa yang sedari tadi dielusnya.
"Aku hanya mencintai apa yang menjadi milikku Nis .." ucap Abimanyu panuh kepastian.
"Iyaa Bi.. aku nggak pernah meragukan itu" Jawab Annisa mendayu.
Abimanyu menatap wajah Annisa lekat, jatuh memperhatikan bibir gadis itu yang manari-nari dipelupuk matanya.
Abimanyu tersenyum dan mengalihkan pandangannya keluar jendela mobil.
"Kenapa senyum-senyum sendiri .... menghayal yang nggak bener yaaa !" ledek Annisa.
Abimanyu tiba-tiba tertawa lepas, merasa fikirannya terbaca oleh Annisa.
"Nakal niiih..!" ucap Annisa sambil memencet hidung Abimanyu gemas.
Tak terasa mobil yang membawa mereka sudah memasuki halaman rumah orangtua Abimanyu.
Pintu-pintu mobil dibukakan oleh petugas keamanan yang berjaga dirumah orang tuanya.
"Selamat datang mas Abi ... Mba Annisa ..." sapa mereka.
"Terima kasih pak" jawab Abimanyu dan Annisa.
Lalu setelah mereka sejajar, Abimanyu memegang kembali jemari tangan Annisa. Dan mereka masuk kedalam rumah besar yang bahkan Annisa merasa rumah papa Bram saja tidak sebesar rumah orang tua Abimanyu.
Bunda dan Ayah menyambut kedatangan mereka. Bunda memeluk Annisa. Ayah memeluk Abimanyu
"Cantik kan menantu kita A" ucap Bunda Nindy.
"Tapi bener kata kamu Hon! kurus! nanti kalau sudah jadi istrinya Abi, kamu harus lebih berisi nak! kalau enggak nanti dibilang nggak bahagia!" jawab Ayah disambut tawa semua orang.
Mereka semua duduk bersama bercengkrama. Ayah menanyakan kemajuan proyek perusahaan Abimanyu, kemudian menanyakan pula persiapan pernikahan Annisa dan Abimanyu.
"Naah.. itu dia Yah, Nisa mau diskusi sama bunda perihal itu. Bicara Nis.." ucap Abimanyu.
"Iyaa.. Yah ... Bun ... sebelumnya Nisa minta maaf kalau jadi kurang sopan dan tambah merepotkan bunda. Annisa minta tolong bunda yang buatkan konsep pernikahan buat kami Bun ... Nisa .. hanya ingin semua detail bermakna ... seperti konsep pernikahan ayah dan bunda dulu" ucap Annisa.
"Waaaa... itu sih yang Bundamu mau Nis !" jawab ayah yang disambut senyum percaya dirinya Bunda.
"Bunda ada beberapa konsep Nis.." jawab bunda.
"Tuuhkan ... apa kata ayah juga ..!" sela Ayah disambut senyuman Annisa dan Abimanyu.
Lalu dengan semangatnya bunda memberikan gambaran dan menunjukan beberapa referensinya. Dan kedua wanita yang dicintai Abimanyu itu akhirnya asik sendiri.
"Bun... kita ngobrolin konsepnya sambil Nisa masak ya?" sela Annisa.
"Ayooo cantik.. dimana aja juga jadi ... bunda mah.." jawab bunda.
"Sayang... aku kedapur dulu yaa sama Bunda" pamit Annisa.
"Iyaaa .. nanti selesai ngobrol sama bunda, aku ada dikamar nanti yaa ... " jawab Abimanyu dengan wajah usil yang ditanggapi oleh mata Annisa yang membulat dan kesal dijahili Abi terus. Abimanyu tidak bisa tidak untuk tersenyum lebar melihatnya.
Di Dapur.
Bunda merasa takjub sekaligus bahagia, ternyata calon menantunya selain pintar juga pandai urusan didapur, seperti dirinya.
Dengan tangkas dan gesit, Sop Kimlo didampingi sambalnya juga ikan gurame bumbu sambal kemangi sudah siap tersaji menggugah selera.
"Nis .. kamu belajar masak dari siapa nak? ini cocok sekali" ucap Bunda setelah masakan disajikan didalam mangkuk dan piring besar.
"Selama dibesarkan oleh kakek dan nenek, Nisa banyak belajar memasak bunda, karena hampir sebagian besar nenek sudah harus dibantu untuk pekerjaan rumah tangga. Alhamdulillah Nisa merasakan manfaatnya sewaktu nenek sudah tiada" jawab Annisa.
"Ini luar biasa.. bunda senang Abimanyu tidak salah pilih. Ya sudah sana .. panggil Abimanyu untuk makan, kalau ayah biar bunda yang panggilkan, mumpung panas-panas jadi segar lihatnya! kamu naik tangga lalu ambil kesebelah kiri, itu kamar Abimanyu" balas Bunda Nindy.
"Baik bunda" Jawab Annisa sambil meninggalkan dapur.
Annisa mengetuk pintu kamar Abi. Yang dibalas oleh sahutan Abimanyu.
"Masuk sayang..! pintunya nggak dikunci !" teriak Abimanyu dari dalam kamar. Pintu lalu dibuka oleh Annisa.
__ADS_1
Ini kali pertama Ia masuk kedalam kamar seorang laki-laki. Dan itu adalah kamar calon suaminya, dikamar yang terpampang banyak sekali piala dan piagam berbagai penghargaan dari pertandingan basket, pidato bahasa Inggris dan lain sebagainya. Ia termangu pada sebuah gitar yang tergantung rapih disana.
Apakah Abi .. pintar bermain gitar?
Batin Annisa.
Kemudian Annisa melihat Abimanyu dibalkon kamarnya sedang melihat laporan perkembangan proyeknya disebuah layar monitor laptop.
"Sayang.... sibuk ya? bunda mengajak kita makan bersama" ucap Annisa sambil memegang bahu calon suaminya itu dan memperhatikan layar laptop.
"Ayooo sayang ... ini sudah selesai kok" jawab Abimanyu sambil mencium jemari Annisa yang ada di bahunya tadi. Lalu dia berdiri dan menggenggam jemari Annisa, membawa keluar dari kamarnya.
"Sayang... kamu bisa main gitar?" tanya Annisa.
"Sedikit-sedikit, kenapa?" tanya Abimanyu
"Enggak nyangka aja.. orang yang main musik kok bisa yaa enggak ekspresif kayak kamu!" jawab Annisa.
"hahaha memang harus ya?" timpal Abimanyu sambil menjentik hidung calon istrinya.
Sesampainya diruang makan
"Ini kamu yang buat dibantu Bunda ?" tanya Abimanyu.
"Jangan salah Bi, semua ini Nisa yang buat! tanpa campur tangan Bunda" ucap Bunda dari belakang diikuti oleh Ayah.
Dipandanginya calon istrinya itu dengan sayang.
"Baruuu kan ... ngerasain jadi Bucin ituuu indah.." ledek ayah pada Abimanyu yang disambut tawa semua orang.
Kemudian mereka menikmati bersama masakan pertama calon menantu mereka. Bunda begitu semangat menikmati sop Kimlo dan ikan gurame bumbu sambal kemangi. Ayah sampai minta tambah ikan dan sop kimlonya, demikian juga Abimanyu.
"Waktu dirumah bapak, berarti itu juga benar-benar kamu yang masak Nis? bukan mba Suci?" tanya Abimanyu.
"Iyaa.." jawab Annisa bahagia melihat kedua calon mertua dan calon suaminya begitu menyukai masakannya.
"Disana masak apa kamu sayang.." tanya bunda.
"Seadanya saja bunda, kemarin itu dirumah adanya sayur asem, tempe tahu, balado ikan sepat kecil-kecil" jawab Annisa malu-malu.
"Yang sederhana .. kalau disajikannya penuh perhatian itu menjadi sesuatu yang istimewa Nis. Dulu Neneknya Abi seperti itu Nis, menyajikan masakannya tidak asal main taruh begitu aja diatas piring, sehingga kita yang melihat tertarik dan merasa istimewa. Itu juga yang Ayah dapatkan dari Bunda ... Alhamdulillah sekarang Abimanyu juga bisa dapatkan dari kamu" ucap Ayah.
"Iyaa Yah ... Alhamdulillah kalau Nisa bisa memberikan sesuatu yang berarti untuk Abi .. juga untuk ayah dan bunda. Karena Nisa juga merasa cuma dengan hal sederhana ini, Nisa bisa juga berterima kasih.. sama Ayah.. sama bunda yang tetap mau menerima Annisa dan keluarga kandung Nisa menjadi bagian keluarga Ayah dan bunda. Semoga ... Nisa bisa benar-benar menjadi menantu juga istri yang membawa kebaikan didalam keluarga Abi" ucap Annisa. Sudut matanya sudah membasah.
Abimanyu mengusapnya penuh perhatian.
"Terima kasih .. sayang .." ucap Annisa sambil tersenyum, dan mengambil tissue dari tangan Abimanyu yang tadi mengusap airmatanya.
"Ayah dan bunda juga teramat bersyukur nak ... Abimanyu memilih kamu menjadi istrinya. Ayah dan bunda saat ini sudah pada tahap bahwa nilai kehidupan kita ini sekarang bukan lagi untuk berfikir menambah kekayaan terus menerus ... karena itu tidak akan ada habisnya. Sementara waktu kita hidup didunia ini mungkin tidak akan lama lagi. Jika kita bersiap untuk kehidupan dunia agar kita tidak kekurangan .. maka seharusnya itupun yang kita persiapkan untuk kehidupan kita diakhirat nanti. Ayah malah belajar banyak dari kamu.. cerita bunda .. cerita Abi .. bagaimana kamu mengabdi disana, membuat ayah tersadar, bahwa Abi sudah lebih dulu berfikir tentang bekalnya itu. Menemukan kamu mengingatkan kita semua akan hakikatnya hidup ini nak. Terlebih bagaimana keluarga kandungmu sama sekali tidak menjadi berubah karena memiliki calon menantu dan calon besan seperti kami. Itu lah nilai terbaik kamu dari semua wanita yang Abi kenal. Hati kamu dan keluarga kandungmu itu lebih kaya dari kami Nisa. Ayah berharap dan berdoa, semoga rumah tangga kalian menjadi rumah tangga yang berbahagia dunia dan akhirat"
"Amin Amin Amin YRA, Terima kasih banyak doanya Ayah ... Bunda ..." ucap Annisa sambil menghapus buliran airmatanya.
Haruskah aku bicara
Bahwa mencintaimu ini lebih dari
Apa yang ingin engkau dengar
Mudah-mudahan
Semua sikapku
Bagian terbaik
Dari yang lain
Aku bertanggung jawab
Kau cukup tinggal denganku
Ada banyak cara hidup lebih baik denganku
__ADS_1
(Mudah-mudahan _ The Panas Dalam)