My Favorite CEO

My Favorite CEO
17. Hadiah terakhir


__ADS_3

Ketika aku berfikir tentang kita.


Yang aku tahu


Aku hanya ingin membahagiakanmu.


Hingga kufikir, mengukir masa depan


Untuk menjalaninya bersamamu nanti


Adalah tujuanku melanjutkan mimpiku


Agar menjadi kenyataan.


(Bertekad- Abimanyu)


Malam itu ketika Abimanyu sedang makan malam bersama ayah dan bundanya.


"Yah, Abi mau coba jalur bea siswa ke luar negeri" ucap Abimanyu.


"Beneran Bi, kamu mau sekolah diluar? Tita gimana?" tanya ayah. Entahlah kenapa tiba-tiba ayah yang biasanya getol cerita masa-masa beliau sekolah diluar negeri dan bahkan terus memaksa Abimanyu untuk mencari pengalaman disana tiba-tiba menanyakan hal yang paling nggak mungkin ayahnya tanyakan.


"Tumben yah, ngomongin soal Tita!" jawab Abimanyu.


"Soalnya ayah lihat kamu sudah semakin dekat sama Tita" ungkap ayah.


"Abi merasa, harus keluar dari bayang-bayang kesuksesan ayah, jadi ketika orang berhadapan dengan Abi, dia melihat kemampuan Abi bukan karena nama besar ayah?" ucap Abimanyu.

__ADS_1


"Ayah dan bunda akan dukung kamu. Walau ayah tahu kamu pasti lebih berkeinginan keras mendapatkan bea siswa, tapi jika tidak pun, ayah tetap bisa menyekolahkan kamu keluar negeri" ungkap ayah.


"Abi akan berusaha dengan kemampuan Abi sendiri yah, Insyaallah Abi mampu! ucap Abimanyu.


Bunda dan ayah tersenyum dan mengangguk. Mereka yakin dengan tekad Abimanyu.


Hingga ketika Abi selesai mengirimkan permohonan beasiswanya ke beberapa universitas dibeberapa negara, hanya Wali kelas dan Kepala Sekolahnya yang tahu.


\=\=\=\=\=\=


Pagi berhujan.


Sepertinya mewakili perasaanku yang sedang menyiapkan hadiah terbaik untuk semua sahabat yang akan kutinggalkan.


Hadiah ini ku rencanakan akan mereka terima setelah kepergianku.


Kamera C**o* seri profesional kuberikan untuk Axsal. Beberapa kali kulihat hasil jepretannya diMading sekolah dengan kamera yang dimiliki sekolah sangat bagus dan artistik sekali.


Lalu Abi tersenyum sendiri.


Jaket NBA original terbaru aku berikan untuk Bima dan Aryo. Karena memang benar-benar keduanya sangat menjiwai bermain basket selama ini. Hingga aku berharap keduanya bisa melanjutkan passion mereka hingga menjadi atlit Nasional.


Sementara untuk Tias dan Mely aku tidak terfikir hadiah apa yang ingin kuberikan untuk mereka, selain hadiah untuk Tita, aku tidak tahu hadiah apa yang cocok untuk kedua sahabat Tita itu. Sehingga aku hanya memberikan dua smartphone yang resolusi kameranya membuat mereka akan histeris. Membuat keduanya tersenyum-senyum sendiri melihat foto-foto Selfi mereka. Membayangkannya saja sudah membuat aku juga tersenyum.


Dan untuk Tita, aku memberikan Laptop yang cocok spesifikasinya untuk seorang penulis. Aku suka membaca cerpennya diMading sekolah. Semoga Tita sukses jadi seorang dokter juga penulis. Diwallpaper laptop itu bahkan sudah kubuat kolase foto-foto kami juga sahabat-sahabatnya. Semoga ketika aku kembali hatinya masih milikku.


Baru kali ini aku lumayan banyak menghabiskan uang ayah yang selama ini aku tabung, tapi tak apa, untuk kelak kami bisa bertemu lagi, aku berharap hadiah ini dapat meninggalkan kenangan ku untuk mereka semua.

__ADS_1


Pagi berhujan


Rinai airnya belum juga terhenti, sampai aku sudah menyelesaikan membungkus semua hadiah terakhirku.


Melihat kesekeliling kamar yang akan kutinggalkan beberapa tahun kedepan.. tekadku bulat, tapi nyaliku menciut meninggalkan ini semua. Meninggalkanmu apa lagi...


"Hallo... Bi... lagi apa?" suara Tita disana..seakan merasakan hal yang sama dengan yang kurasa...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Cerita manis ..


Aku berharap akan berakhir indah..


__ADS_2