
" Nin sudah sehat kok a, jadiii.. kalau aa mau pulang ke Jakarta .. Gak apa-apa "
" Kasian.. pekerjaan aa jadi terbengkalai .. padahal lagi banyak proyek "
Ucap Nindy malam itu, ketika dilihatnya Yoga baru saja mengakhiri Skypeannya bersama Ferdi. Membahas pekerjaan yang harus dilakukan berdasarkan persetujuan Yoga.
" mmmm... benar nih? aa sudah bisa pulang? "
" Iya .. beneran deeh.. "
Jawab Nindy sambil meletakan potongan buah semangka diatas meja.
" aa memang harus menyelesaikan proyek-proyek yang sedang berjalan. sebelum hari pernikahan kita nanti. "
balas Yoga sambil memasukan satu potongan kecil buah semangka kedalam mulutnya.
" iyaa..a maka dari itu, aa tuh harus kembali ke Jakarta, Nindy beneran kok sudah sehat. "
" Tapi kamu harus terus hati-hati yaa... Nena masih belum tertangkap, aa takut terjadi hal yang dilakukan Nena seperti tempo hari terhadap diri kamu."
Ucap Yoga sambil mempermainkan jari manisnya dipipi Nindy
" iyaa... Nin pasti hati-hati, lagipula Nena pasti tidak berani berbuat yang macam-macam... terlalu banyak bodyguard disekeliling Nin.. "
Jawaban Nindy membuat Yoga kaget. ternyata gadis itu mengetahui kalau dirinya telah dijaga oleh beberapa bodyguard.
" aa.. cuma berusaha melindungi kamu. "
" iyaaa... Nindy tahu... dan karenanya aa sudah nggak perlu khawatir "
Lalu dikecupnya bibir Yoga sekilas.
" Jangan mancing yaaa... dari tadi aa sudah berusaha menahan diri niih"
" iiihhh.... xixxiiixiiii ... gemees abisnya... "
__ADS_1
Yoga baru mau membalas Nindy... tapi dilihatnya mama dan papa menuju kearah mereka, ikut bergabung dan menikmati potongan buah semangka yang tadi Nindy siapkan.
" Bagaimana perusahaanmu nak? semua berjalan dengan baik?"
Tanya Papa pada Yoga.
" Alhamdulillah pah, semua terkendali. bagaimana dengan pabrik papa ? "
" Iyaaa... kemarin itu ada kecelakaan dipabrik, salah seorang pegawai satu tangannya harus diamputasi karena tergencet salah satu mesin, sewaktu dia sedang berusaha perbaiki. "
" Padahal dia adalah pegawai yang papa andalkan untuk menangani perawatan alat-alat dipabrik. "
"Makanya papa pulang mendadak waktu itu.. Alhamdulillahnya, sekarang semua sudah teratasi."
" Bagaimana dengan pegawai yang harus diamputasi itu pah "
tanya Nindy.
" Dia sekarang menjadi trainer buat pegawai lain yang menangani pemeliharaan mesin-mesin pabrik, papa tetap membutuhkan orang-orang setia yang menemani papa sejak lama "
" Demikian juga terhadap Nindy, Papa berharap kamu setia padanya."
" Seumur hidupnya Nindy hanya tau satu Cinta ... yaitu Cinta kamu.. jangan sia-sia kan itu. "
" Papa hanya bisa menitipkan Nindy .. baik buruk .. Nindy berarti baik dan buruknya papa dan mama yang selama ini mendidiknya. Sekarang kewajibanmulah membimbing putri papa satu-satunya ini .. agar Nindy mampu menjadi Istri yang baik bagi kamu dan ibu yang bertanggungjawab bagi anak-anak kalian kelak"
Papa terdiam sebentar, suaranya sudah bergetar penuh tangisan yang tertahan. Mama dan Nindy sudah sedari tadi menangis, mendengarkan kata-kata nasehat dari Papa.
Yoga dengan penuh perhatian dan menatap berani penuh hormat pada papa mertuanya.
" Papa serahkan Nindy padamu.. setelah ijab kabul nanti, Putri papa ini akan menjadi pertanggungjawabanmu kelak diakhirat. Jaga.. dan bimbing Nindy yaa Ga.. "
Lalu Yoga memeluk calon ayah mertuanya .. terharu dengan restu dan nasehatnya.
Setelah itu, suasana menjadi lebih syahdu. papa, mama, Yoga dan Nindy melanjutkan perbincangan mereka.
__ADS_1
" Besok pagi, Yoga izin pamit pulang .. pah.. mah.. karena banyak pekerjaan kantor yang harus Yoga selesaikan sebelum hari pernikahan nanti."
" OOO iyaa..benar nak.. dan Nindy sudah dipingit sama mama. Dia sudah harus menjalani ritual mutih .. kalian cuma bisa telponan udah nggak boleh ketemu-ketemu lagi "
jawab mama yang memandang tersenyum melihat reaksi dan mimik wajah Yoga yang menjadi gelisah mendengar Nindy sudah harus dipingit.
" Mah.. masa masih pakai adat seperti itu... Yoga mana kuat mah... "
Kata Yoga memelas pada calon mama mertuanya yang mengundang tawa papa, mama juga Nindy.
" eeeh... harus ! biar kamu pangling sama Nindy.. "
" Laah.. mama kalau Yoga manglingin Nindy.. begitu ketemu harus kenalan lagi doong .. "
Semua tertawa lagi.
Tak terasa waktu cepat berlalu..
Apa yang akan mereka lalui nanti didepan
Adalah perjalanan panjang ...
Perjalanan ..
Melewati pasang dan gelombangnya kehidupan
Melintasi perjalanan usia
Menetapkan Cinta dan kesetian abadi
Satu untuk selamanya ...
Jika itu yang akan membawa diri dalam kedamaian..
Haruskah kita sangsikan kuasa Tuhan ?
__ADS_1
Atas segala Takdir yang IA tuliskan untuk kita ...