My Favorite CEO

My Favorite CEO
Pulang


__ADS_3

Kerinduan itu.. masih terus Yoga dan Nindy rasakan.


Memberikan perasaan berharga bagi keduanya.


" tambah kangeeeennn"


suara Nindy memanja


" kangennya aa juga jadi nambah ... a punya lagu buat kamu juga.. sebentar.."


Yoga melangkah, mengambil juga gitar yang selalu menemaninya sejak SMA dan mulai memetik gitarnya


Kemudian ini yang kurasakan


Tak perlu angin


Tak perlu bunga


Tak perlu bulan


Tak perlu semua itu


Ku ucap dariku, padamu


Jelas,


Pasti,


Yakinlah, padaku


Jelas,


Pasti,


Ku ingin denganmu


(kemudian ini - ost Dilan)


" Baru ini .. Nin tau aa bisa main gitar.. suara aa juga bagus bangeeet.... sukaaa"


" bisa berhenti kamu pakai nada seperti itu sayang..."


" xixxiii ... kenapa.. ?"


" terlalu menyiksa... "


" a ingatkan lagi.. jangan bicara dengan lelaki lain dengan nada suara seperti itu yaa..."


" iyaa... "


" Good Night hon.."


" Good Night.. honey.. sweet dreams"


\=\=\=\=\=\=


Malam-malam panjang menahan rindu sudah terbayang dipelupuk mata.

__ADS_1


Membuat Nindy juga Yoga saling menarik nafas panjang ditempat tidurnya masing-masing.


Mereka hanya saling memandangi foto-foto kebersamaan mereka beberapa hari yang lalu...


Dan setelahnya baru bisa terlelap dalam mimpi yang indah.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Keesokan Paginya setelah sarapan pagi, Nindy sudah bergegas akan menjemput Lita dan Pipit.


Mereka rencananya hari ini akan mencari dan menyiapkan souvenir yang akan menjadi bagian isi dari Goodie Bag yang akan diberikan kepada seluruh staf Dirgantara aviation dan tamu undangan yang akan hadir di perayaan Ulang tahun perusahaan milik Yoga itu.


Dan memastikan materi yang akan staf peliputan dapatkan sebelum berangkat ke Jakarta untuk menemui Ferdy dan melakukan rekaman yang diperlukan.


Yoga juga sudah kembali disibukan oleh Projek selanjutnya yang disambut begitu antusias dan kegembiraan oleh semua stafnya, terlebih Perusahaan mereka sebentar lagi akan merayakan hari jadinya yang ke 25 tahun.


Mereka berharap bonus besar yang biasa Yoga berikan setelah kerja keras mereka selama ini.


Tibanya jam makan siang


" Nin... sudah makan sayang?"


tanya Yoga


" Baru mau, sayang sudah makan?"


mode on suara manja yang selalu membuat Yoga mabuk kepayang.


" sedang disiapkan Ferdy, kamu dimana sekarang?"


Tanya Yoga, walaupun dia sejak tadi sudah tau Nindy kemana saja hari ini.


jawab Nindy masih dengan suaranya yang merdu mendayu


" Hari ini biasa buah kiwi dan pepaya, Sop Iga dan emping .. aa minta dicarikan seperti Sop Iga yang kamu buat, ada wortel dan tomat segarnya .... bukan papa aja yang rindu masakan kamu tau ... "


" xixxiii sabar yaa sayang... seben...tar... lagi "


" Ok, maem dulu yaa hon.. I love You"


" Love you too"


\=\=\=\=\=\=\=\=


Keesokannya


Semua persiapan yang dilakukan Nindy dan tim CEO nya untuk ulang tahun perusahaan Yoga benar-benar padat, dikejar oleh deadline yang tinggal beberapa hari lagi


Melakukan banyak konfirmasi dan pertemuan dengan beberapa keluarga dan pensiunan ketika Dirgantara aviation dipimpin oleh Papa Iwan.


Mengedit Video-video dan foto-foto yang sudah masuk dari tim peliputan. Bahkan tak jarang Nindy dan teman-teman CEO nya sampai lembur hingga dini hari.


Hingga keadaan ini sangat dimaklumi oleh Yoga, suara wanita yang paling dia cintai sudah sangat berkurang intensitasnya.


Sampai suatu pagi pesan masuk dari K Aris.


Kasih... aku mau pamit kembali ke Jepang, bisakah kamu menemui ku... sebentar saja.

__ADS_1


Yoga hanya terdiam melihat layar ponselnya.


Sejuta perasaan menggelayuti hatinya.. menunggu jawaban Nindy.


Namun Hal pertama dari respon Nindy adalah menelpon Yoga.


Yoga menjawab panggilan Nindy


" Ya .. sayang..."


" a, bolehkan Nin menemui K Aris ? dia minta bertemu .. katanya sebelum kembali ke Jepang."


Sepertinya laki-laki itu tidak gentar menarik simpatik Nindy, sampai mungkin benar-benar ada janur kuning melengkung didepan rumah Nindy.


Namun... lagi-lagi jawaban Yoga adalah


" temuilah Nin, jika ada yang harus kamu perjelas padanya .. perjelaslah secara tegas."


" terima kasih atas kepercayaan aa ".


Selanjutnya Yoga hanya terdiam membaca jawaban pesan Nindy kepada Aris.


" Sebagai sahabat, Nindy akan bertemu dengan K Aris bersama Lita dan Pipit "


Kemudian... Di Cafe "She" lah mereka bertemu.


" Kasih... ini.. ada hadiah kecil dariku untuk pernikahanmu.. Aku begitu senang sudah bisa bertemu kamu lagi. Mengetahui kamu baik-baik saja dan bahkan sebentar lagi akan menikah.. itu sudah membuat rinduku terbalas."


Lita dan Pipit ikut terdiam mendengar apa yang diucapkan oleh Aris seperti juga Nindy.


" Aku pamit kasih... Lita...Pit... "


Aris mengulurkan tangannya, Nindy pun menyambut tangan itu.


" Terima kasih K sudah mau mengunjungiku, terima kasih sudah menjadi bagian terbaik dari masa remajaku. Nin.. juga mendoakan K Aris berbahagia selalu"


Aris tersenyum, diiringi pula jabatan tangan Lita dan Pipit.


Dan akhirnya mobil yang membawa Aris pergi meninggalkan Cafe She.


Sedih ya ?


Pesan Yoga masuk diponsel Nindy


iya.. sedih


Jawab Nindy


Sesedih .. rindu sama aku nggak?


tanya Yoga lagi.


Nindy membalas..


Cerita lalu itu .. hanya milikku


Memulainya saja Tidak

__ADS_1


Namun cerita masa depan ini... adalah milikku... juga milikmu....


__ADS_2